Kebakaran Bromo Belum Padam, Ekosistem TNBTS Terancam
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran Bromo masih belum sepenuhnya padam hingga Rabu (5/8) pukul 18.00 WIB. Kementerian Kehutanan terus mengerahkan operasi terpadu untuk mengendalikan kobaran api yang masih aktif di Blok Watu Gede, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, guna mencegah api meluas dan mengurangi ancaman terhadap ekosistem kawasan konservasi.
Upaya pemadaman melibatkan Balai Besar TNBTS, Manggala Agni Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta didukung TNI, Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, Masyarakat Peduli Api, dan relawan.
Seluruh personel difokuskan untuk membatasi penyebaran api di titik-titik aktif di tengah medan perbukitan yang curam, vegetasi kering yang mudah terbakar, serta keterbatasan sumber air di lokasi.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, kebakaran telah menghanguskan vegetasi savana, cemara gunung, pakis, dan semak belukar. Sementara itu, indikasi awal munculnya kebakaran terdeteksi melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) yang mengolah data titik panas (hotspot) dari berbagai satelit sebelum diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan sehingga operasi pemadaman dapat segera dilakukan.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya mengancam hutan, tetapi juga fungsi ekologis yang menopang kehidupan masyarakat dan habitat berbagai jenis flora maupun satwa. Karena itu, pemerintah menegaskan proses pemadaman, penyelidikan penyebab kebakaran, hingga pemulihan kawasan akan dilakukan secara berkelanjutan.
Demi mendukung kelancaran operasi pemadaman dan menjamin keselamatan pengunjung, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang sejak 3 Agustus 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Sementara akses melalui Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan tetap dibuka secara terbatas hanya sampai kawasan Lautan Pasir, sedangkan kawasan Savana ditutup bagi seluruh wisatawan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
