Inflasi Palembang Juli 2026 Hanya 2,33 Persen, Tapi Beras hingga BBM Masih Jadi Tekanan Harga
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Inflasi Palembang Juli 2026 tercatat sebesar 2,33 persen secara tahunan (year on year/YoY), angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang mencapai 2,50 persen dan inflasi nasional sebesar 2,88 persen. Meski berada di level terkendali, sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat masih memberikan tekanan terhadap pergerakan harga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi pada Juli 2026 berasal dari kebutuhan harian masyarakat. Komoditas tersebut di antaranya bahan bakar minyak (BBM), nasi beserta lauk pauk, timun, ketupat, sawi, serta beras.
Pergerakan harga komoditas pangan dan energi menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Beras sebagai kebutuhan pokok dan BBM sebagai penunjang mobilitas tercatat ikut memengaruhi perubahan indeks harga konsumen di Kota Palembang pada periode tersebut.
Sementara dibagian lainnya, tidak semua komoditas mengalami tekanan kenaikan, sebab sejumlah barang justru memberikan andil terhadap deflasi, yakni emas perhiasan yang mengalami penurunan harga, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, serta ikan patin.
Dengan capaian inflasi yang masih berada di bawah angka nasional, kondisi harga di Palembang dinilai masih relatif terjaga.
Pemerintah Kota Palembang menyebutkan pengendalian inflasi terus dilakukan melalui koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan berbagai pemangku kepentingan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan capaian tersebut menunjukkan upaya pengendalian inflasi berjalan dengan baik.
“Kondisi inflasi di Kota Palembang secara umum masih berada pada tingkat yang baik dan terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang bersama TPID serta seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan optimal,” ujar Isnaini di Ruang Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS Kota Palembang, Senin (3/8/2026),
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat.
Selain perkembangan inflasi, BPS Kota Palembang juga menyampaikan data terbaru mengenai sektor pariwisata. Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan ekonomi daerah sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah ke depan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
