Minggu, 2 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Buah Tangan”: Kisah Perjalanan Oleh-Oleh yang Bukan Berasal dari Pohon

“Buah Tangan”: Kisah Perjalanan Oleh-Oleh yang Bukan Berasal dari Pohon

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 35 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu istilah dalam bahasa Indonesia yang sering membuat orang salah paham, mungkin saya salah satunya. Nama saya “buah tangan”.

Jangan buru-buru mencari saya di kebun. Saya tidak tumbuh di pohon mangga, tidak menggantung di dahan seperti rambutan, dan tidak perlu disiram setiap pagi dan sore. Saya memang punya kata “buah” dan “tangan”, tetapi saya bukan buah yang bisa dimakan, dan tangan saya juga bukan tangan manusia.

Saya hanyalah sebuah ungkapan. Sebuah ungkapan yang sering muncul ketika seseorang pulang dari perjalanan lalu membawa sesuatu untuk orang yang disayanginya. “Ini ada buah tangan dari saya.”

Begitu pula biasanya manusia berkata sambil menyerahkan sebuah benda kecil dengan senyum bangga. Padahal kalau dipikir-pikir, lucu juga, misal kalau benar-benar tangan berbuah, mungkin dokter akan bingung memeriksa pasien yang datang sambil berkata. “Dok, tangan saya berbuah pisang.” Untungnya, bahasa Indonesia lebih kreatif daripada kebun.

Saya Bukan Buah, Saya Juga Bukan Tangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buah tangan berarti oleh-oleh atau barang yang dibawa dari bepergian untuk diberikan kepada orang lain. Jadi, ketika seseorang berkata “Jangan lupa buah tangan dari Jakarta, ya.”

Maksudnya bukan meminta membawa buah yang dipetik menggunakan tangan. Yang diminta adalah kenang-kenangan.

Sesuatu yang menjadi tanda seseorang mengingat kita dalam perjalanannya, karena terkadang sebuah benda kecil bisa membawa cerita yang besar.

Mengapa Disebut “Buah Tangan”?

Pertanyaan menariknya adalah, kenapa harus buah? bukankah oleh-oleh bisa berupa baju, makanan, gantungan kunci, bahkan magnet kulkas bergambar tempat wisata?

Ternyata dalam bahasa Indonesia, kata “buah” sering digunakan untuk menggambarkan hasil atau sesuatu yang dihasilkan.

Kita mengenal misalnya “buah pikiran”, “buah karya”, “buah hati”, dan tentu saja “buah tangan”.

“Buah” bukan hanya tentang sesuatu yang tumbuh di pohon. Kadang “buah” adalah hasil dari usaha, rasa, atau perhatian seseorang. Sedangkan “tangan” menggambarkan sesuatu yang dibawa atau diberikan langsung oleh manusia.

Jadi, buah tangan bisa dimaknai sebagai hasil pilihan seseorang yang dibawa dengan tangan untuk diberikan kepada orang lain.

Saya Sering Datang dari Perjalanan Kecil

Banyak orang mengira buah tangan harus mahal, padahal tidak. Saya pernah hadir dalam bentuk kue kecil dari kampung halaman.

Saya pernah menjadi selembar kain tradisional, saya pernah berubah menjadi sebungkus kerupuk yang dibawa naik bus selama berjam-jam.

Bahkan saya pernah menjadi sebuah batu kecil dari pantai. “Lho, batu kok dibawa pulang?” Tenang…..bukan berarti rumahnya kekurangan batu, batu itu punya cerita.

Bisa jadi batu tersebut mengingatkan seseorang pada suara ombak, perjalanan bersama keluarga, atau momen bahagia yang sulit dilupakan.

Saya Kadang Membuat Orang Panik

Ada satu hal lucu tentang saya, ketika seseorang berkata “Nanti saya bawakan buah tangan.”

Sebagian orang langsung membayangkan sesuatu yang besar. Padahal kadang hasilnya hanya sebuah cokelat kecil. Lalu penerima berkata “Ini buah tangan?”

“Iya.”  “Buahnya mana?” Nah, di sinilah saya sering dituduh.

Padahal saya sudah menjelaskan dari awal bahwa saya bukan saudara dekat buah apel atau durian. Saya adalah buah yang hidup di dunia bahasa.

Bukan Harganya, Tetapi Maknanya

Manusia sering lupa nilai sebuah buah tangan bukan terletak pada mahalnya barang.

Sebuah oleh-oleh sederhana bisa terasa sangat berharga jika diberikan dengan ketulusan.

Secangkir kopi dari daerah tertentu, sebungkus makanan khas kampung halaman. Sebuah kartu kecil berisi tulisan. “Terima kasih sudah selalu mendukung saya.”

Kadang benda sederhana seperti itu justru lebih lama diingat, karena yang sampai bukan hanya barangnya. Namun yang sampai itu adalah perhatian.

Buah Tangan dan Cerita Manusia

Saya hanyalah dua kata sederhana, namun di balik nama saya, ada banyak cerita. Ada orang yang mengingat keluarga ketika bepergian. Ada orang yang ingin berbagi kebahagiaan setelah melihat tempat baru.

Ada orang yang pulang membawa sedikit bagian dari perjalanan hidupnya untuk diberikan kepada orang lain. Itulah keindahan bahasa Indonesia.

Kadang dua kata biasa bisa menyimpan makna luar biasa, saya bukan buah yang tumbuh di pohon. Saya bukan tangan yang bisa menggenggam.

Saya adalah “buah tangan”  sebuah tanda kecil bahwa seseorang pernah pergi jauh, tetapi tetap membawa orang lain dalam ingatannya.

Dan mungkin itulah hadiah terbesar dari sebuah oleh-oleh, bukan benda yang dibawa pulang, tetapi rasa bahwa kita tidak pernah dilupakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur dan  Kapolda  Sumsel, Serahkan Bantuan Rumah dari Presiden Jokowi kepada Mak Unah, Pemprov Siapkan Bantuan  Modal  Usaha 

    Gubernur dan  Kapolda  Sumsel, Serahkan Bantuan Rumah dari Presiden Jokowi kepada Mak Unah, Pemprov Siapkan Bantuan  Modal  Usaha 

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menyambangi rumah Saunan (Mak Unah) warga yang mendapatkan bantuan rumah dari Presiden RI Joko Widodo Berlokasi di Jalan Taqwa Mata Merah Lorong Sei Putat Dalam Rt.04 Rw.07 Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang, Senin (14/2). Dengan menggunakan sepeda motor Bapak Pembangunan Sumsel itu […]

  • Agar Perjalanan Anda Lancar, 2 Hal Ini yang Tengah Dipersiapkan Pemkab Muba

    Agar Perjalanan Anda Lancar, 2 Hal Ini yang Tengah Dipersiapkan Pemkab Muba

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Jembatan Air Musi (JM) Kota Sekayu bakal diperbaiki, pengerjaan tepatnya akan dilakukan pada tanggal 17 hingga 28 November 2018. Direncanakan selama pengerjaan jalan di atas JM bakal ditutup dikarenakan secara teknisi demi menghasilkan mutu beton yang maksimal, jika open traffic (jalan dibuka) dikhawatirkan akan terjadi vibrasi pada beton maka hasilnya tidak maksimal. […]

  • Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja RI Masih Dibawah 6 Negara Asean, Universitas Pertamina, Pesan Wapres Harus Aktif Ciptakan SDM Unggul

    Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja RI Masih Dibawah 6 Negara Asean, Universitas Pertamina, Pesan Wapres Harus Aktif Ciptakan SDM Unggul

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    SALAH satu visi pembangunan Indonesia 2045 adalah ketahanan energi. Untuk mewujudkannya diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi. Namun sayangnya, berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) yang diterbitkan dalam APO Productivity Databook 2020, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia masih di bawah rata-rata 6 negara ASEAN terbesar. Oleh karena itu, perguruan tinggi, termasuk Universitas Pertamina […]

  • Ketika MAAGC Mampu Bius Warga Muba Hingga Kepelosok Desa

    Ketika MAAGC Mampu Bius Warga Muba Hingga Kepelosok Desa

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    MESKIPUN cuaca di minggu pagi akhir pekan lalu masih terlihat mendung, namun tak menghalangi niat ribuan warga untuk berbondong-bondong mendatangi Skyland International Circuit, yang jaraknya dari Kota Sekayu bisa ditempuh sekitar 40 menit. Yang menariknya lagi penonton yang tumpah ruah di tribun tersebut tersebut bukan saja berasal dari masyarakat yang tinggal di Sekayu [ibukota], Kab.Musi […]

  • Harapan Sekda Sumsel Saat Melantik Pengurus GIAN Sumsel

    Harapan Sekda Sumsel Saat Melantik Pengurus GIAN Sumsel

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    NARKOTIKA [narkoba] memang sangat berbahaya, apalagi barang haram ini peredaranannya sangat mengkhawatirkan, bahkan merusak mental generasi muda di Indonesia. Semua kalangan pun sangat serius memerangi narkotik di Indonesia agar dapat menjauhkan barang setan ini dari kehidupan generasi milanium. Dalam sebuah acara Pelantikan pengurus Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Sumsel, Sekda Prov. Sumsel Nasrun Umar mengatakan Gerakan […]

  • Wujudkan Sumsel Lumbung Energi, DRA Yakini Potensi SDA dan Migas di Muba

    Wujudkan Sumsel Lumbung Energi, DRA Yakini Potensi SDA dan Migas di Muba

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menjadi keynote speaker pada webinar ‘Government Roundtable Series Covid-19 New, Next & Post’ dengan Tema “Sumatera Selatan : Pengembangan Lumbung Pangan dan Energi” yang diadakan oleh MarkPlus.inc secara virtual dari Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (30/7/2020). Dalam Video Conference menghadirkan Founder and […]

expand_less
WordPress Archive Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor Quform – Responsive Ajax Contact Form Quform | WordPress Form Builder Quick Buy Now Button for WooCommerce Quick Call – Call Center Elementor Template Kit Quick Order flutter mobile app for woocommerce with multivendor features