Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Perdagangan Karbon Harus Lebih Menguntungkan Warga Lokal

Perdagangan Karbon Harus Lebih Menguntungkan Warga Lokal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perdagangan karbon dinilai tidak boleh hanya menjadi peluang bisnis atau sumber keuntungan bagi investor, pemerintah juga ingin memastikan nilai ekonomi dari karbon juga dirasakan masyarakat lokal yang selama ini menjaga hutan, mangrove, dan ekosistem lainnya, sehingga upaya pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Komitmen itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat menerima audiensi pengurus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) di Kantor KLH/BPLH, Jakarta, kemarin.

Menurut Jumhur, masyarakat harus memperoleh manfaat terbesar dari setiap kegiatan pembangunan, termasuk dari potensi ekonomi yang dihasilkan melalui perdagangan karbon. Prinsip itu, kata dia, akan menjadi bagian dari arah kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah.

“Saya ingin masyarakat betul-betul mendapatkan keuntungan terbesar dari kegiatan pembangunan. Saya selalu pidatokan dan akan diimplementasikan dalam regulasi,” ujar Jumhur.

Selain menekankan pentingnya pemerataan manfaat, Jumhur juga menyoroti harga karbon Indonesia yang masih relatif rendah. Saat ini, nilai perdagangan karbon di dalam negeri berada di kisaran US$3 hingga US$9 per ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e), jauh di bawah harga di sejumlah negara yang telah memiliki pasar karbon lebih berkembang.

Menurut dia, kondisi ini perlu menjadi perhatian agar Indonesia tidak terus menjual karbon dengan harga murah yang kemudian memberikan keuntungan lebih besar bagi pihak lain di pasar internasional.

“Kenapa di kita cuma 9 dolar AS. Harus dicari apa penyebabnya. Kalau gitu mending kita aja yang mengerjakan perdagangan karbon itu. Jangan sampai orang membeli dari kita murah, lalu dia jualnya mahal ke pasar internasional,” katanya.

Jumhur mencontohkan potensi tersebut melalui pengelolaan sekitar 100 ribu hektare kawasan mangrove di Kabupaten Kubu Raya. Kawasan yang dikelola masyarakat itu disebut telah menarik minat investor untuk masuk ke dalam skema perdagangan karbon dan saat ini prosesnya masih dikawal KLH/BPLH agar berlangsung secara akuntabel.

Meski membuka peluang ekonomi yang besar, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menerima dana dalam jumlah besar tanpa perencanaan yang matang. Pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan dana kompensasi yang tidak dikelola dengan baik kerap habis dalam waktu singkat tanpa memberikan manfaat jangka panjang.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan peluang tersebut untuk kegiatan ekonomi produktif, seperti membentuk koperasi, mengembangkan UMKM, maupun mengelola ekowisata mangrove agar manfaat perdagangan karbon dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Jumhur juga memperkenalkan pendekatan yang menurutnya perlu menjadi pijakan baru dalam kebijakan lingkungan, selain mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ia menambahkan unsur prosperity atau kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan yang harus dicapai dalam setiap upaya pelestarian lingkungan.

“Kami sebenarnya diuntungkan oleh WALHI dalam upaya memuliakan bumi. Di KLH dikenal dua aksi yaitu mitigasi dan adaptasi. Saya menambahkan satu unsur lagi yaitu prosperity atau kesejahteraan bagi warga lokal setempat,” ujarnya.

Menurut Jumhur, dunia kini mulai bergerak menuju pola pembangunan yang tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata. Potensi ekonomi dari perdagangan karbon dan keanekaragaman hayati perlu dimanfaatkan secara berkelanjutan agar pemulihan lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi lingkungan, untuk memperkuat gerakan pertobatan ekologis nasional sebagai bagian dari upaya memperbaiki kerusakan lingkungan sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

    Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kata pepatah lama “Jangan suruh anakmu mancing ikan, kalau kamu nggak siap dia bawa pulang satu truk hiu pakai ijazah,” Nah, kira-kira itulah yang sedang diantisipasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lewat pendekatan teaching factory atau, kalau mau dibikin lebih sedap didengar “Belajar sambil ngelapak di dunia nyata”. KKP bertekad supaya […]

  • MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI), H. Sandiaga Salahuddin Uno membuka Festival Sriwijaya XXIX tahun 2021

    Festival Sriwijaya XXIX, Festival Pertama Setelah Pandemi Melandai

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.361
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI), H. Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Festival Sriwijaya merupakan festival pertama yang dikunjunginya setelah pandemi melandai di Indonesia. Karena itu ia pun berharap kegiatan ini menjadi pembangkit untuk memulihkan ekonomi kreatif di Indonesia. Sandiaga Uno tak hanya mengapresiasi gelaran Festival Sriwijaya XXIX Tahun 2021 yang digagas Gubernur […]

  • Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.308
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kaum muda, adalah aset penting bagi bangsa dan negara ini, baik dalam setiap proses pembangunan suatu negara dan merupakan pilar -pilar bangsa yang kokoh, untuk membentuk karakter bangsa. Berangkat dari potensi inilah, Jialyka Maharani, menilai kaum muda harus memiliki tempat atau saran yang bisa menyalurkan adrenalin dan kratifitasnya, di masa – masa […]

  • Pengamanan Obyek Vital, Bank Sumsel Babel & Polda Sumsel Teken Kesepakatan

    Pengamanan Obyek Vital, Bank Sumsel Babel & Polda Sumsel Teken Kesepakatan

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.955
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel dan Polda Sumatera Selatan jalin sinergitas dengan melakukan penandatanganan kesepakatan pengamanan objek vital. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin dan Kapolda Sumatera Selatan, Bapak Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra S, MM disaksikan langsung oleh Direktur Umum BSB, Samiluddin dan beberapa petinggi Polda Sumsel. Dengan ratusan […]

  • Raih 7 Medali, Atlet Paralifter Muba Berhasil jadi Juara Umum Peparprov

    Raih 7 Medali, Atlet Paralifter Muba Berhasil jadi Juara Umum Peparprov

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    KONTINGEN National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) “perkasa” di cabang olahraga (Cabor) Paralifter Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan III-2021 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dari tanggal 5 Desember -12 Desember 2021. Terkhusus para lifter atau atlet Paralifter Muba yang tampil pada hari terakhir. Dimana para atlet angkat besi dari Bumi Serasan […]

  • Karhutla Riau Terkendali, 335 Perusahaan Masuk Pengawasan Ketat

    Karhutla Riau Terkendali, 335 Perusahaan Masuk Pengawasan Ketat

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Riau masih relatif terkendali di tengah musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko titik panas. Pemerintah kini memperketat pengawasan terhadap 335 perusahaan pemegang konsesi di Sumatera dan Kalimantan. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan pengawasan difokuskan pada upaya pencegahan kebakaran dan pengelolaan hidrologi gambut di wilayah konsesi. […]

expand_less
WordPress Archive Piotnet Addons For Elementor Pro Pipirima — Pizza & Food Delivery Elementor Template Kit Pipo – Plumber Services Elementor Template Kit Piqes | Creative Startup & Agency WordPress Theme PIRUS – Dark Digital Agency Elementor Template Kit Pirus – Dark Digital Agency FSE WordPress Theme Pitch – A Theme for Freelancers and Agencies Pithree – Construction & Building WordPress Theme Pitnes – Gym Center & Fitness Training Elementor Template Kit Pitstop – Auto Parts WooCommerce Theme