Prabowo: Negara Kaya Sumber Daya Alam Kerap Hadapi Tekanan Geopolitik
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : BPMI Setpres
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID -Presiden Prabowo Subianto menilai kekayaan sumber daya alam dapat menjadi kekuatan besar bagi sebuah negara, tetapi di saat yang sama juga berpotensi memicu tekanan geopolitik dari berbagai pihak.
Menurutnya, negara-negara memiliki sumber daya strategis sepanjang sejarah kerap menjadi sasaran perebutan kepentingan karena nilai ekonominya yang tinggi.
Pandangan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari tingkat pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Di hadapan para pelaku usaha, Presiden mengajak semua pihak memahami dinamika global secara bijak tanpa terjebak dalam kepanikan.
“Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan, tapi juga membuat kita harus lebih sadar. Bertindak, berkata, bertutur kata harus dengan kearifan, harus dengan kebaikan. Kita waspada karena memang kita negara sangat besar, kita negara sangat kaya,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan posisi strategis Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
Ia mencontohkan, sejak berabad-abad lalu Nusantara telah menjadi tujuan berbagai bangsa karena menghasilkan rempah-rempah dan kayu yang dibutuhkan untuk mendukung pelayaran serta perdagangan dunia.
Menurut Presiden, pada masa itu kapal-kapal yang berlayar dalam waktu lama membutuhkan rempah-rempah agar persediaan makanan tetap terjaga, sementara kayu berkualitas dari Nusantara menjadi bahan utama pembuatan kapal.
Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia menjadi pusat perhatian berbagai kekuatan dunia.
Dari pengalaman sejarah itu, Prabowo menilai negara atau kawasan yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah sering kali menghadapi tekanan geopolitik. Ia mencontohkan kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih dilanda konflik berkepanjangan, yang menurutnya tidak terlepas dari besarnya cadangan energi dan mineral strategis yang dimiliki kawasan tersebut.
Presiden mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi global.
Berbagai konflik internasional terus terjadi menjadi pengingat bahwa persaingan geopolitik masih berlangsung dan perlu disikapi dengan kebijaksanaan serta menjaga persatuan nasional.
“Ini saya dengan panjang lebar saya tekankan kembali ke saudara-saudara karena apa yang kita bahas sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore, tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi,” kata Prabowo. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
