Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Udang RI Paling Banyak Diekspor ke Amerika, China dan Jepang

Udang RI Paling Banyak Diekspor ke Amerika, China dan Jepang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH terus mendorong peningkatan ekspor udang Indonesia ke pasar global seiring meningkatnya produksi tambak modern di berbagai daerah. Saat panen raya udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, China dan Jepang masih menjadi pasar terbesar ekspor udang RI.

“Ini semua hasil panen raya sekitar 80-an ton untuk diekspor. Ekspor udang kita itu paling besar ke Amerika, kemudian China dan Jepang,” ujar Menteri Trenggono di sela panen raya udang vannamei di Kebumen, akhir pekan ini.

Panen raya udang vannamei di tambak modern Kebumen tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya kapasitas produksi budidaya udang nasional. Seluruh hasil panen yang mencapai sekitar 80 ton diserap pelaku usaha lokal dengan harga jual rata-rata Rp70 ribu per kilogram sebelum dikirim ke pasar ekspor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai tambak modern berbasis kawasan menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat daya saing ekspor udang Indonesia di tengah persaingan pasar global. Selain meningkatkan produksi, model budidaya modern juga dinilai mampu menjaga kualitas hasil panen agar memenuhi standar negara tujuan ekspor.

BUBK Kebumen sendiri merupakan tambak modern seluas 100 hektare yang mulai beroperasi sejak diresmikan pada 2023. Panen raya kali ini menjadi siklus kedelapan sejak proyek tersebut berjalan. Dari total luas kawasan, sekitar 65 hektare telah dibangun menjadi area produksi lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung budidaya.

Fasilitas tersebut meliputi saluran inlet dan outlet terpisah, kolam produksi, tandon air, intake hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dirancang ramah lingkungan. Seluruh sistem budidaya di kawasan itu disebut mengacu pada prinsip best practice untuk menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak 139 petak kolam produksi di kawasan tersebut terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan produksi udang vannamei nasional. Selain menjadi pusat produksi, operasional tambak modern Kebumen juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar karena berhasil menyerap 645 tenaga kerja lokal.

Pemerintah menargetkan pengembangan tambak modern tidak hanya berhenti di Kebumen. Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan terus mendukung proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Saat menghadiri panen raya udang vannamei di Kebumen, Presiden Prabowo menyebut sektor budidaya udang memiliki prospek besar untuk mendongkrak kekuatan ekonomi nasional, terutama melalui ekspor hasil perikanan.

“Saya hadir menyaksikan panen raya udang, ini sudah tiga tahun dan hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Sangat menjanjikan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan pemerintah akan melanjutkan pembangunan kawasan budidaya udang terintegrasi di berbagai daerah. Salah satunya berada di Waingapu dengan luas pengembangan mencapai 2.000 hektare serta proyek tambak udang di Sulawesi Utara seluas 200 hektare.

Menurut Prabowo, proyek produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah ke depan. Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek budidaya udang modern juga dinilai mampu meningkatkan devisa negara dari sektor ekspor nonmigas.

“Yang harus kita dukung adalah proyek yang produktif, yaitu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita,” tegasnya.

Data KKP menunjukkan nilai ekspor udang nasional pada 2025 mencapai USD 1,87 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berada di level USD 1,68 miliar pada 2024 dan USD 1,73 miliar pada 2023.

Peningkatan nilai ekspor tersebut memperlihatkan permintaan pasar global terhadap udang Indonesia masih cukup tinggi. Amerika Serikat hingga kini menjadi pasar terbesar ekspor udang RI, disusul China dan Jepang yang juga terus mencatat permintaan stabil terhadap produk udang vannamei asal Indonesia.

Dengan meningkatnya produksi tambak modern dan dukungan pembangunan kawasan budidaya baru, pemerintah optimistis ekspor udang Indonesia akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain memperkuat posisi Indonesia di pasar global, sektor budidaya udang juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di daerah pesisir. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Situasi Terkini, Kepala BNPB Kunjungi Lima Posko Pengungsian Banjir Kalimantan Tengah

    Cek Situasi Terkini, Kepala BNPB Kunjungi Lima Posko Pengungsian Banjir Kalimantan Tengah

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.355
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan situasi lapangan dan pos pengungsi banjir di lima titik di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (21/11). Agenda tersebut menjadi rangkaian kunjungan kerja Kepala BNPB hari kedua di ‘Bumi Tambun Bungai’ setelah sebelumnya juga melakukan kunjungan kerja meninjau banjir di Kalimantan Barat. Lokasi pertama yang […]

  • Setelah Diresmikan, Alex Janji Bakal Ajak Legiun Veteran Naik LRT

    Setelah Diresmikan, Alex Janji Bakal Ajak Legiun Veteran Naik LRT

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sebagai keturunan pejuang dirinya sangat mengapresiasi berbagai kegiatan pelatihan dan sosialisasi dalam rangka melestarikan Jiwa Semangat Nasionalisme 1945

  • Lahirkan Pusat Kawasan Vokasi Industri Terlengkap di Muba, SKK Migas, Petrotekno dan 15 Perusahaan Siap Dukung, Begini Alasan Dodi

    Lahirkan Pusat Kawasan Vokasi Industri Terlengkap di Muba, SKK Migas, Petrotekno dan 15 Perusahaan Siap Dukung, Begini Alasan Dodi

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    BUPATI  Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Beni Hernedi SIP melakukan gebrakan yang luar biasa dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Serasan Sekate yakni mendirikan Muba Vocation Centre (MVC) atau Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD Migas) yang nantinya akan berdiri di lahan seluas 11,2 […]

  • Hadiri Haflah di Ponpes Hidayatul Fudhola, Alex Pamit Jadi Gubernur

    Hadiri Haflah di Ponpes Hidayatul Fudhola, Alex Pamit Jadi Gubernur

    • calendar_month Selasa, 8 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Sungai Lilin- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri Haflah dalam rangka Wisuda 208 orang Santri Khatam Al-Qur’an, Rajabiyah/Ruahan, dan Haul para ahli Kubur seluruh Jama’ah serta pelepasan santri SMK Al-Fudhola ke-3 di Pondok Pesantren Hidayatul Fudhola, Desa Sri Gunung, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (8/5/2018). Nampak hadir juga Sekretaris Daerah Kabupaten Musi […]

  • HUT ke 57, Ini yang Bikin Kepsek SMAN 3 Palembang Bangga

    HUT ke 57, Ini yang Bikin Kepsek SMAN 3 Palembang Bangga

    • calendar_month Sabtu, 24 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Palembang, sukses menggelar perayaan HUT ke 57, di lapangan SMAN Negeri 3 Palembang, Sabtu (24/11/18). Kepala SMAN 3 Palembang, Dra. Hj Furwiastuti Kusumasetiwi. MM, mengatakan dalam moment HUT yang ke 57, semenjak berdirinya di tahun 1961, SMAN 3 Palembang telah meraih segudang prestasi dan mencetak alumni […]

  • eCOM Tokenizer dari G+D dan Netcetera untuk mengamankan privasi pembeli online dan meningkatkan bisnis e-commerce

    eCOM Tokenizer dari G+D dan Netcetera untuk mengamankan privasi pembeli online dan meningkatkan bisnis e-commerce

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.631
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, ZURICH, SWITZERLAND – EQS Newswire, GPE (Pembayaran Global Eropa) dan pakar pembayaran e-commerce, Netcetera, menjalin aliansi yang lebih kuat untuk meningkatkan pengalaman berbelanja bagi banyak pelanggan di seluruh Eropa dan memperkuat kepercayaan terhadap online ekosistem pembayaran. Dengan memperkenalkan teknologi pembayaran yang bermanfaat, tokenisasi jaringan, yang didukung oleh Netcetera dan grup teknologi keamanan global, Giesecke+Devrient […]

expand_less
WordPress Archive Akcel – Crowdfunding Charity WordPress Theme Akhash – Broadband & Internet Services Provider WordPress Theme Aki – Multipurpose Kids WordPress Theme Akko – Portfolio WordPress Theme Aksa – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Alamak – Responsive One Page Portfolio Theme Alarmax – Security Services & Alarm Installation Elementor Template Kit Alasia — Model Agency Elementor Template Kit Alaska – WHMCS & Hosting WordPress Theme Alavion – Private Jet Charters WordPress Theme