Ekonomi

Udang RI Paling Banyak Diekspor ke Amerika, China dan Jepang

KKP

PEMERINTAH terus mendorong peningkatan ekspor udang Indonesia ke pasar global seiring meningkatnya produksi tambak modern di berbagai daerah. Saat panen raya udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, China dan Jepang masih menjadi pasar terbesar ekspor udang RI.

“Ini semua hasil panen raya sekitar 80-an ton untuk diekspor. Ekspor udang kita itu paling besar ke Amerika, kemudian China dan Jepang,” ujar Menteri Trenggono di sela panen raya udang vannamei di Kebumen, akhir pekan ini.

Panen raya udang vannamei di tambak modern Kebumen tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya kapasitas produksi budidaya udang nasional. Seluruh hasil panen yang mencapai sekitar 80 ton diserap pelaku usaha lokal dengan harga jual rata-rata Rp70 ribu per kilogram sebelum dikirim ke pasar ekspor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai tambak modern berbasis kawasan menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat daya saing ekspor udang Indonesia di tengah persaingan pasar global. Selain meningkatkan produksi, model budidaya modern juga dinilai mampu menjaga kualitas hasil panen agar memenuhi standar negara tujuan ekspor.

BUBK Kebumen sendiri merupakan tambak modern seluas 100 hektare yang mulai beroperasi sejak diresmikan pada 2023. Panen raya kali ini menjadi siklus kedelapan sejak proyek tersebut berjalan. Dari total luas kawasan, sekitar 65 hektare telah dibangun menjadi area produksi lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung budidaya.

Fasilitas tersebut meliputi saluran inlet dan outlet terpisah, kolam produksi, tandon air, intake hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dirancang ramah lingkungan. Seluruh sistem budidaya di kawasan itu disebut mengacu pada prinsip best practice untuk menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak 139 petak kolam produksi di kawasan tersebut terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan produksi udang vannamei nasional. Selain menjadi pusat produksi, operasional tambak modern Kebumen juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar karena berhasil menyerap 645 tenaga kerja lokal.

Pemerintah menargetkan pengembangan tambak modern tidak hanya berhenti di Kebumen. Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan terus mendukung proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Saat menghadiri panen raya udang vannamei di Kebumen, Presiden Prabowo menyebut sektor budidaya udang memiliki prospek besar untuk mendongkrak kekuatan ekonomi nasional, terutama melalui ekspor hasil perikanan.

“Saya hadir menyaksikan panen raya udang, ini sudah tiga tahun dan hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Sangat menjanjikan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan pemerintah akan melanjutkan pembangunan kawasan budidaya udang terintegrasi di berbagai daerah. Salah satunya berada di Waingapu dengan luas pengembangan mencapai 2.000 hektare serta proyek tambak udang di Sulawesi Utara seluas 200 hektare.

Menurut Prabowo, proyek produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah ke depan. Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek budidaya udang modern juga dinilai mampu meningkatkan devisa negara dari sektor ekspor nonmigas.

“Yang harus kita dukung adalah proyek yang produktif, yaitu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita,” tegasnya.

Data KKP menunjukkan nilai ekspor udang nasional pada 2025 mencapai USD 1,87 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berada di level USD 1,68 miliar pada 2024 dan USD 1,73 miliar pada 2023.

Peningkatan nilai ekspor tersebut memperlihatkan permintaan pasar global terhadap udang Indonesia masih cukup tinggi. Amerika Serikat hingga kini menjadi pasar terbesar ekspor udang RI, disusul China dan Jepang yang juga terus mencatat permintaan stabil terhadap produk udang vannamei asal Indonesia.

Dengan meningkatnya produksi tambak modern dan dukungan pembangunan kawasan budidaya baru, pemerintah optimistis ekspor udang Indonesia akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain memperkuat posisi Indonesia di pasar global, sektor budidaya udang juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di daerah pesisir. (***)

To Top