Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Perang AI Dimulai, Anak Muda RI Jangan Jadi Penonton

Perang AI Dimulai, Anak Muda RI Jangan Jadi Penonton

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA tengah memasuki era perang artificial intelligence (AI). Persaingan global kini bukan lagi hanya soal sumber daya alam, tetapi perebutan teknologi, data, chip semikonduktor, dan talenta digital. Di tengah cepatnya perkembangan AI itu, generasi muda Indonesia diingatkan agar tidak hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi di negeri sendiri.

Apalagi perkembangan AI saat ini memang bergerak sangat cepat. Mulai dari generative AI, agentic AI, hingga robotika berbasis physical AI perlahan mulai masuk ke kehidupan sehari-hari.

Mungkin, banyak orang menganggap AI hanya fitur lucu untuk membuat gambar atau membantu tugas sekolah, padahal dibalik itu semua ada persaingan teknologi raksasa yang sedang berlangsung ditingkat dunia.

Apalagi, negara-negara besar tidak hanya berlomba menguasai sumber daya alam, tetapi juga berebut data, komputasi, semikonduktor, dan talenta digital. Artinya siapa yang menguasai teknologi AI, berpotensi menguasai ekonomi digital masa depan.

Sementara, masyarakat modern juga hidup dalam ruang digital yang semakin dipengaruhi algoritma media sosial. Apa yang disukai akan terus muncul di layar, sementara pandangan berbeda perlahan menghilang.

Oleh karena itu, tanpa sadar, banyak orang akhirnya hidup dalam “ruang gema” digital atau echo chamber, tempat dimana seseorang hanya mendengar pendapat yang sejalan dengan dirinya sendiri.

Akibatnya, batas antara fakta, opini, hingga manipulasi informasi menjadi semakin tipis. Fenomena ini menjadi perhatian Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.

Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru di era digital, yakni dominasi algoritma yang secara perlahan membentuk cara berpikir, perilaku, hingga persepsi publik.

“Hari ini hidup kita dimediasi platform digital. Bahkan isi kepala kita perlahan dibentuk algoritma. Apa yang kita suka terus diperlihatkan, sementara pandangan lain disingkirkan. Kita hidup dalam filter bubble dan echo chamber,” ujar Nezar mengutip laman resmi komdigi saat acara Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79 di Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital (Puspa Komdigi), Jakarta Barat, Sabtu (24/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu polarisasi sosial, memperkuat misinformasi, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis masyarakat, terutama generasi muda yang sangat aktif di media sosial.

Nezar bahkan mengutip laporan World Economic Forum yang menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global terbesar tahun 2026. Situasi ini dinilai semakin berbahaya ketika masyarakat lebih mudah percaya pada sentimen dibanding fakta.

“Sekarang orang lebih dulu percaya sentimen dibanding fakta. Kalau suka langsung dipercaya, kalau tidak suka langsung ditolak. Ini yang berbahaya,” tegasnya.

Bonus demografi

Di tengah derasnya perkembangan AI, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi modal penting untuk bersaing dalam industri digital global. Apalagi Indonesia juga mempunyai kekayaan mineral strategis yang dibutuhkan industri teknologi dunia.

Namun, peluang itu bisa hilang begitu saja kalau generasi mudanya hanya menjadi pengguna teknologi tanpa ikut menguasainya.

Ibarat menonton pertandingan sepak bola, Indonesia jangan sampai hanya sibuk membeli tiket dan bersorak di tribun, sementara negara lain menjadi pemain utama di lapangan. Sebab di era AI sekarang, negara yang hanya menjadi pasar teknologi berisiko tertinggal dalam persaingan global.

Karena itu, Nezar meminta generasi muda memperkuat kemampuan science, technology, engineering, and mathematics (STEM), sekaligus meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terjebak manipulasi algoritma maupun banjir informasi palsu.

“Kita harus masuk menjadi pemain dalam industri digital global. Jangan hanya jadi pasar dan konsumen teknologi,” tandasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tidak selalu bergerak netral. AI bisa membantu pendidikan, kesehatan, dan produktivitas manusia, tetapi juga bisa memperkuat manipulasi informasi kalau digunakan tanpa kontrol dan literasi yang baik.

Hari ini mungkin banyak orang merasa perang AI masih terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, dampaknya sudah masuk ke genggaman tangan melalui media sosial, mesin pencari, hingga aplikasi yang digunakan setiap hari.

Apa yang ditonton, disukai, bahkan dipercaya, perlahan dibentuk oleh sistem yang bekerja diam-diam di balik layar.

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi yang sibuk scroll layar tanpa arah. Di tengah persaingan digital global, kemampuan berpikir kritis, memahami teknologi, dan menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi pembeda antara bangsa yang memimpin dan bangsa yang hanya mengikuti.

Sebab di era sekarang, penjajahan tidak selalu datang lewat perebutan wilayah. Kadang ia hadir melalui algoritma, data, dan ketergantungan teknologi yang perlahan membuat manusia kehilangan kendali atas cara berpikirnya sendiri.(***)

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segera Digunakan, Presiden akan Meluncurkan Paket Obat Gratis untuk COVID-19

    Segera Digunakan, Presiden akan Meluncurkan Paket Obat Gratis untuk COVID-19

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo akan meluncurkan “Paket Obat Gratis” sebanyak 300 ribu paket yang ditujukan kepada masyarakat yang terinfeksi wabah global COVID-19. Rencananya, dalam satu pekan ke depan, beliau akan segera meluncurkan hal di atas. “Peluncuran paket obat gratis tersebut akan dilakukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dalam minggu ini,” ujar Juru Bicara Menteri Komunikasi dan […]

  • Ajak Pengurus Masjid Jaga Silahturmi

    Ajak Pengurus Masjid Jaga Silahturmi

    • calendar_month Sabtu, 2 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    LANGKAH pengurus masjid Al Ikhlas yang ada di Jalan Sematang Borang Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang dalam melakukan pengembangan bangunan dan  fungsi masjid mendapat apresiasi dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Dimana dengan kekompakan dan silaturahmi dari warga sekitar. Masjid yang didirikan tahun 2008 silam itu ini berkembang dengan pesat. “Niat membangun masjid ini baik. Apalagi […]

  • menhub-budi-karya-sumadi

    Tak Ingin Bebani Keuangan Negara, Menhub Sebut 10 Bandara 20 Pelabuhan Dilepas ke Swasta

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa pemerintah berencana melepas sejumlah bandara dan pelabuhan yang tidak beroperasi optimal ke pihak swasta agar tidak terlalu membebani keuangan negara.

  • Judi Online Kian Ancam Masyarakat, Pemerintah Tingkatkan Kampanye Literasi Digital

    Judi Online Kian Ancam Masyarakat, Pemerintah Tingkatkan Kampanye Literasi Digital

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.361
    • 0Komentar

     Sumselterkini.co.id,- Pemerintah terus memperkuat upaya mencegah praktik judi online yang makin mengancam masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat bergerak bersama untuk meningkatkan kesadaran atas bahaya judi online melalui kampanye literasi digital. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakam edukasi masyarakat, terutama di tingkat akar rumput ditujukan agar tidak mudah terjerat ilusi keuntungan judi online. […]

  • Nama Penerima Bansos Masuk Data Judol, Kemensos Belum Langsung Ambil Keputusan

    Nama Penerima Bansos Masuk Data Judol, Kemensos Belum Langsung Ambil Keputusan

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Nama penerima bansos masuk dalam data judi online (judol). Meski begitu, Kemensos belum langsung mengambil keputusan karena data tersebut masih harus diperiksa dan diklarifikasi. Pemerintah masih ingin memastikan siapa yang sebenarnya melakukan aktivitas judi online tersebut. Pasalnya, nama yang tercantum sebagai penerima bantuan belum tentu merupakan orang yang bermain judol. Menteri Sosial Saifullah Yusuf […]

  • Bisa Jadi Contoh, IAIN Lhokseumawe Kasih Keringanan UKT

    Bisa Jadi Contoh, IAIN Lhokseumawe Kasih Keringanan UKT

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    INSTITUT Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe memberikan keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi seluruh mahasiswa akibat dari pandemi covid 19 yang masih mewabah di Indonesia. Khusus bagi mahasiswa yang orang tuanya wafat terdampak Covid, dibebaskan UKT nya. Hal ini disampaikan Rektor IAIN Lhokseumawe saat  menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Pendopo Aceh […]

expand_less
WordPress Archive Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme