Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » 3 Menit Menebang, 25 Tahun Menunggu Hutan Pulih

3 Menit Menebang, 25 Tahun Menunggu Hutan Pulih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menjelaskan  manusia dapat merusak hutan hanya dalam hitungan menit, namun alam membutuhkan puluhan tahun untuk memulihkannya kembali.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat tentang ancaman kerusakan lingkungan saat menghadiri Festival Kehutanan bertema “Kenal Hutan, Kenal Masa Depan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, kemarin.

Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumsel ke-80.

Herman Deru juga menyaksikan tayangan video mengenai proses penebangan pohon. Ia menilai tayangan itu menjadi pengingat keras tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan.

“Melihat video tadi, menebang pohon itu hanya butuh waktu 3 menit. Tapi untuk tumbuh sampai sebesar itu, butuh waktu hingga 25 tahun,” ujar Herman Deru di hadapan mahasiswa, akademisi, kelompok tani, dan pegiat lingkungan.

Menurutnya kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama generasi muda.

Ia mengatakan, aksi penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis atau seremoni tahunan semata.

Pemerintah dan masyarakat, kata dia, harus membangun kesadaran kolektif agar hutan tetap terjaga untuk masa depan.

Deru menilai banyak anak muda saat ini mulai jauh dari alam akibat perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat literasi lingkungan sejak dini agar generasi mendatang memahami manfaat hutan bagi kehidupan.

“Hutan bukan hanya kumpulan pohon. Hutan menjadi penyangga kehidupan, sumber udara bersih, sumber air, dan pelindung lingkungan. Kalau hari ini kita tidak peduli, maka anak cucu kita yang akan menerima dampaknya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan tidak lagi menjadi isu masa depan, tetapi sudah dirasakan masyarakat saat ini.

Herman Deru menilai banjir, suhu panas ekstrem, hingga berkurangnya kualitas udara menjadi dampak nyata dari menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Ia mengajak masyarakat meninggalkan warisan alam yang hijau dan sehat bagi generasi berikutnya.

Menurutnya, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.

Festival Kehutanan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan mahasiswa, komunitas lingkungan, kelompok tani, serta sejumlah instansi terkait.

Panitia juga menghadirkan berbagai stand pameran hasil hutan dan edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Drs. H. Koimudin, SH, MM mengatakan festival tersebut bertujuan membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga hutan demi masa depan yang berkelanjutan.

Menurut Koimudin, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong rehabilitasi hutan melalui berbagai program penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Hari ini dilakukan penanaman sebanyak 200 pohon sebagai langkah rehabilitasi dan pelestarian hutan. Kegiatan ini juga melibatkan kelompok tani serta dimeriahkan oleh berbagai stand pameran hasil hutan,” ungkap Koimudin.

Keterlibatan mahasiswa dan kelompok tani, paparnya menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan menjaga lingkungan hidup. Pemerintah, lanjutnya tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan dunia pendidikan.

Koimudin berharap Festival Kehutanan dapat menjadi momen memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam di Sumsel.

Ia juga berharap pesan yang disampaikan Gubernur  mengenai cepatnya kerusakan hutan dapat menjadi pengingat bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Pesan “3 menit menebang dan 25 tahun menunggu hutan pulih” yang disampaikan Herman Deru pun menjadi sorotan utama dalam festival tersebut. Pesan itu menggambarkan betapa mudahnya manusia merusak alam, namun begitu sulit dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan hutan seperti semula. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serius Siapkan Zona Pesisir, Sumsel Siapkan Perda

    Serius Siapkan Zona Pesisir, Sumsel Siapkan Perda

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan [Sumsel] serius menyiapkan zona pesisir, kesiapan tersebut dengan menelurkan Peraturan Daerah [Perda] sebagai payung hukum. Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Mawardi menyebutkan zona pesisir dan pulau kecil yang ada di Sumsel ini sudah ada taman nasional dan sudah banyak kegiatan di pulau tersebut. “Pemprov  sangat komitmen untuk mewujudkan zona pesisir ini. […]

  • IPC Serahkan Beasiswa untuk 20 Anak Berkebutuhan Khusus
    CSR

    IPC Serahkan Beasiswa untuk 20 Anak Berkebutuhan Khusus

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.807
    • 0Komentar

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menyerahkan bantuan beasiswa untuk 20 anak berkebutuhan khusus di Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin, Sukarame, Palembang, Sumatera Selatan [Sumsel]. IPC ingin memastikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tersebut terakses dengan pendidikan yang layak, seperti anak-anak pada umumnya. Selain beasiswa, IPC bersama beberapa BUMN yang dikoordinir Kementerian BUMN menyerahkan bantuan […]

  • Cari Rumah Gak Perlu Muter Komplek, Ini 5 Jurus AI yang Lebih Tajam dari Firasat!

    Cari Rumah Gak Perlu Muter Komplek, Ini 5 Jurus AI yang Lebih Tajam dari Firasat!

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    MASA lalu, beli rumah itu mirip nyari jodoh, banyak yang bilang, “Kalo jodoh, rumah itu gak ke mana”, tapi sekarang, kalau cuma ngandelin firasat dan spanduk warna pink di pinggir jalan, siap-siap nyesel pas tahu cicilannya kayak angsuran kapal. Jaman udah berubah, bro… sekarang beli rumah udah kayak nyari tiket konser Coldplay, siapa cepat, dia […]

  • ASUS Luncurkan Kampanye Merek Global Zenbook Baru 2023 Incredible Comes From Within

    ASUS Luncurkan Kampanye Merek Global Zenbook Baru 2023 Incredible Comes From Within

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 704
    • 0Komentar

      Ahli biologi kelautan Kirshia Govender, astrofotografer Bartosz Wojczyński, dan seniman warna Liz West mendaftar untuk kampanye laptop tipis dan ringan Zenbook 2023   Tipis dan ringan: Ultralight 1 kg Zenbook S 13 OLED adalah laptop OLED tertipis di dunia, memperkuat reputasi merek untuk desain ultraportable terdepan di dunia Berfokus pada keberlanjutan: Zenbook S 13 […]

  • FESyar Indonesia Region Sumatera 2019, Gencarkan Ekonomi Syariah

    FESyar Indonesia Region Sumatera 2019, Gencarkan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.768
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya menghadiri pembukaan Festival Ekonomi Syariah road to FESyar Indonesia Region Sumatera tahun 2019 di Ballroom Hotel Aryaduta, Jumat (2/8/2019). Acara ini diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Palembang. Festival tersebut kali ini mengusung tema penguatan ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan sudah dimulai dari tahun 2017 hingga […]

  • Bentuk Lembaga Pencegahan Karhutla, OKI Gandeng Swasta & CSO, BPBD : Butuh Satu Rumus Permanen Perkuat Sumber Daya & Kapasitas Pelaku Pencegahan

    Bentuk Lembaga Pencegahan Karhutla, OKI Gandeng Swasta & CSO, BPBD : Butuh Satu Rumus Permanen Perkuat Sumber Daya & Kapasitas Pelaku Pencegahan

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki komitmen tinggi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di bumi bende seguguk. Hal ini dibuktikan dengan rencana pembentukan lembaga pencegahan Karhutla yang melibatkan pihak swasta dan organisasi masyarakat sipil. Hal ini menjadi salah satu kesimpulan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh KEMITRAAN bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), […]

expand_less
WordPress Archive Aequity - Law WordPress Theme Aero for WordPress – Image Hover Effects Aesthetica – Plastic Surgery & Beauty Clinic WordPress Theme Aether – AI Agency & Technology WordPress Theme Aether Content Hider Plugin for WordPress Aethos – Creative Agency WordPress Theme Aevent – Conference & Event WordPress Theme Afela | Flexible Multi-Purpose HTML5 Template Affiliate Butler Pro Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin