Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Air Tak Lagi Punya Jalan Pulang di Palembang

Air Tak Lagi Punya Jalan Pulang di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Walhi Sumsel tagih komitmen Pemkot jalankan putusan PTUN soal banjir dan rawa kota.

KOTA ini sebenarnya sudah lama akrab dengan air. Dari zaman perahu masih lebih dihormati ketimbang klakson mobil, Palembang tumbuh bersama sungai, rawa, dan tanah basah. Air dulu bukan musuh. Ia seperti tamu lama yang tahu kapan datang dan kapan pulang.

Tapi belakangan, air tampaknya mulai bingung.

Ia datang terlalu lama, masuk gang, menginap di halaman rumah warga, bahkan kadang duduk santai di ruang tamu sambil membuat motor mogok dan sandal hanyut ke tetangga sebelah.

Palembang perlahan berubah. Rawa yang dulu menjadi tempat air “beristirahat” satu per satu menghilang. Ada yang berubah menjadi perumahan, ada yang disulap jadi bangunan beton, ada pula yang tinggal nama di peta lama. Kota berkembang cepat, sementara ruang air menyusut pelan-pelan.

Di tengah kondisi itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan kembali mengingatkan Pemerintah Kota Palembang agar tidak menganggap banjir sekadar urusan hujan deras dan drainase mampet.

Senin (18/5/2026), jajaran pengurus Walhi Sumsel melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang yang dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Pertemuan itu membahas pelaksanaan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang Nomor 10/G/TF/2022/PTUN.PLG terkait pengendalian banjir dan pemulihan lingkungan hidup.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada, menilai persoalan banjir di Palembang jauh lebih kompleks dibanding sekadar saluran air.

“Persoalan banjir di Palembang bukan hanya masalah teknis drainase, tetapi juga akibat hilangnya rawa, kawasan resapan air, minimnya ruang terbuka hijau, serta pembangunan yang terus menekan ruang ekologis kota,” ujar Ersyah.

Kalimat itu sebenarnya sederhana, tapi menohok.

Sebab selama ini, setiap banjir datang, kota sering sibuk mencari pompa air paling besar, menggali drainase paling panjang, atau memperlebar saluran paling cepat. Padahal, air bukan hanya soal ke mana ia dibuang, tetapi juga di mana ia diberi ruang untuk tinggal sejenak.

Rawa selama ini bekerja diam-diam seperti spons raksasa kota. Ia menyerap air tanpa banyak bicara. Masalahnya, spons itu kini makin tipis.

Dalam putusan PTUN tersebut, Pemerintah Kota Palembang diwajibkan menjalankan sejumlah langkah strategis. Mulai dari menyediakan Ruang Terbuka Hijau minimal 30 persen dari luas wilayah kota, mengembalikan fungsi rawa konservasi seluas 2.106,13 hektare, hingga menyediakan kolam retensi dan sistem drainase yang memadai.

Pemerintah juga diminta menyediakan tempat pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta membangun posko bencana banjir di wilayah rawan.

Namun menurut Walhi, pelaksanaan putusan itu belum berjalan optimal. Salah satu yang disorot adalah belum adanya roadmap atau peta jalan implementasi yang jelas dan terbuka ke publik.

Kota Kehilangan Spons

Walhi Sumsel kemudian menyampaikan lima rekomendasi kepada Pemerintah Kota Palembang. Mulai dari pembentukan Tim Percepatan Pelaksanaan Putusan PTUN, penyusunan roadmap yang terukur, audit lingkungan dan tata ruang, moratorium alih fungsi rawa, hingga keterbukaan laporan perkembangan kepada masyarakat.

Permintaan itu terdengar serius, tetapi sebenarnya logis.

Sebab warga kota hari ini mulai hidup dengan pola yang unik: pagi berangkat kerja melihat cuaca, siang memantau awan, sore mulai bertanya di grup WhatsApp, “Daerah sini aman dak?” Palembang seperti perlahan menjadikan banjir sebagai rutinitas musiman, padahal seharusnya tidak demikian.

Yang menarik, Walhi tidak datang sekadar membawa kritik. Mereka juga mendorong perubahan cara pandang pembangunan kota.

Selama ini pembangunan sering diukur dari banyaknya beton berdiri dan cepatnya lahan berubah fungsi. Padahal kota yang sehat bukan hanya kota yang tinggi gedungnya, tetapi juga yang masih punya ruang bernapas untuk air dan lingkungan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam audiensi tersebut menerima berbagai masukan dari Walhi Sumsel terkait penanganan banjir dan pemulihan lingkungan kota. Pemerintah kota diharapkan dapat menyusun langkah konkret agar putusan PTUN tidak berhenti sebagai dokumen hukum semata.

Sebab pada akhirnya, banjir bukan hanya urusan genangan. Ia pelan-pelan menyentuh ekonomi warga, kesehatan lingkungan, hingga kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Ketika air mulai masuk rumah, aktivitas berhenti. Warung tutup lebih cepat, kendaraan mogok, anak sekolah terlambat, dan warga sibuk meninggikan barang elektronik seperti sedang latihan evakuasi tahunan.

Ironisnya, air sering disalahkan penuh. Padahal yang berubah bukan hujan, melainkan kota.

Palembang tentu tidak bisa kembali sepenuhnya menjadi rawa seperti masa lalu. Kota tetap harus tumbuh, jalan tetap perlu dibangun, investasi tetap harus berjalan. Namun pembangunan tanpa perhitungan ekologis ibarat membangun rumah sambil menutup semua ventilasi: terlihat megah dari luar, tetapi pelan-pelan membuat penghuninya sesak sendiri.

Karena itu, titik penting dari persoalan ini bukan memilih antara pembangunan atau lingkungan. Keduanya harus berjalan bersama.

Drainase penting, pompa air juga perlu. Tetapi menjaga rawa, mempertahankan kawasan resapan, dan menata ruang kota secara disiplin jauh lebih menentukan untuk masa depan.

Palembang sejak dulu dikenal sebagai kota air. Maka mungkin sudah waktunya kota ini kembali berdamai dengan air, bukan terus-menerus memusuhinya.

Sebab jika rawa terus hilang dan ruang resapan makin sempit, maka air akan selalu mencari jalannya sendiri. Dan biasanya, jalan paling mudah yang ia temukan adalah rumah warga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Gencar Cari Bibit Berkabat Slalom Mobil Hingga di Pelosok Desa

    Sumsel Gencar Cari Bibit Berkabat Slalom Mobil Hingga di Pelosok Desa

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.714
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Pemprov Sumsel akan terus mensuport event-event yang digelar, hal ini guna mencari bibit berbakat sala satunya slalom mobil. “Pemprov Sumsel selalu mensuport setiap event olahraga yang ada dan dilakukan baik komunitas ataupun lainnya,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Rudi Irawan saat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Slalom Tahun 2022 dalam memperebutkan piala Gubernur Sumsel yang bertempat di […]

  • Sembako Cukup, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Khawatir

    Sembako Cukup, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Khawatir

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengingatkan masyarakat untuk tidak panik terkait kabar kenaikan harga bahan pokok menjelang ramadhan tahun ini. Sebab, pemerintah sendiri termasuk di Sumsel terus melakukan berbagai antisipasi agar harga bahan pokok tetap stabil dan tersedia. “Jangan panik terhadap kabar kenaikan harga menjelang ramadhan ini. Pemerintah juga berupaya agar makanan pokok tetap tersedia […]

  • Kalau Migas Mau Lestari, SDM Jangan Cuma Modal Seragam Safari!

    Kalau Migas Mau Lestari, SDM Jangan Cuma Modal Seragam Safari!

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau ada pepatah lama yang patut direnungkan oleh para pejabat dan pelaku industri migas hari ini, mungkin bunyinya begini. “Takkan tumbuh sumur emas di ladang orang, bila sekop dan cangkul sendiri masih dipinjam dari tetangga”. Pepatah itu tepat betul menggambarkan kondisi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di sektor migas terutama di daerah kaya sumber […]

  • Inilah Wajah Jalan Perum Pesona Harapan Jaya di Kalidoni Akibat Diguyur Hujan, Miris..!!!

    Inilah Wajah Jalan Perum Pesona Harapan Jaya di Kalidoni Akibat Diguyur Hujan, Miris..!!!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.412
    • 0Komentar

    Curah hujan tinggi selama dua pekan ini membuat beberapa Jalan di Perum Perumahan Harapan Jaya Jalan KH. Azhari, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni terendam banjir, bahkan hujan turun subuh pagi yang cukup deras, sabtu [11/4/2020] membuat jalan-jalan di perumahan makin terendam banjir.   Hujan Deras turn beberapa pekan ini membuat sebagian  Jalan Lingkungan Perum Pesona Harapan […]

  • Inilah Harta Kekayaan 39 Paslon Pilkada di Sumsel

    Inilah Harta Kekayaan 39 Paslon Pilkada di Sumsel

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    Akan disampaikan KPU Sumsel dan KPU Palembang secara resmi, jika sudah dilakukan verifikasi.

  • Pekan ini Tim Menhub RI Tinjau Terminal Karya Jaya Kertapati

    Pekan ini Tim Menhub RI Tinjau Terminal Karya Jaya Kertapati

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    KEINGINAN Gubernur Sumsel H. Heman Deru untuk menjadikan terminal terpadu atau multimoda dengan memanfaatkan Terminal Tipe A Karya Jaya Kertapati Palembang langsung direspon cepat oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setyadi. Pasalnya berselang satu hari saat Gubernur Herman Deru menggelar rapat pemanfaatan Terminal Karya Jaya bersama Kementerian Perhubungan melalui virtual, Rabu (16/9) kemarin. […]

expand_less
WordPress Archive Atap – Roofing Service & Construction Elementor Template Kit Atelier – Creative Multi-Purpose eCommerce Theme Atena – College and University template Athens - Law Agency WordPress Theme Athetics – Gym Fitness WordPress Theme (Mobile Layout Ready) Athlete Fitness | Gym and Sport WordPress Theme Athlete – Fluid Responsive Magento Theme Athletex – WooCommerce Sport Equipment Theme Atik – A Simple WordPress Theme for your Online Store Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme