Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA bambu itu identik dengan tiang jemuran, kandang ayam, atau alat musik angklung, kursi nyantai,  yang bikin nostalgia pelajaran seni budaya, sekarang jangan remehkan dia lagi ya..

Soalnya, pemerintah lagi serius banget, bambu mau dinaikkan kelas jadi anak industri yang bisa bersaing di pasar global. Bahkan bukan hanya jadi pelengkap halaman belakang rumah, tapi juga calon bintang di panggung industri hijau. Keren kan!

Kementerian Perindustrian lewat program Akademi Komunitas Bambu (AKB) lagi ngebut bikin ekosistem bambu dari hulu sampai hilir. Bahasa gampangnya begini dari bambu masih di kebun sampai jadi produk keren yang bisa diekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin bilang, bambu itu bukan tanaman biasa lho.  Bambu itu bisa jadi material masa depan. Kedengarannya agak serius ya? Tapi kalau dipikir-pikir, iya juga. Bambu itu cepat tumbuh, kuat, dan ramah lingkungan. Bahkan kalau dia jadi mantan, dia tetap bisa tumbuh lagi tanpa drama.

“Pengembangan industri bambu sejalan dengan industri hijau,” begitu kurang lebih pesan resminya.

Intinya, dunia lagi mencari yang ramah lingkungan, dan bambu ini lagi PD banget siap masuk pasar.

Nah, yang menarik dari program ini bukan cuma bambunya, tapi orang-orang di baliknya.

Ada yang namanya Akademi Komunitas Bambu (AKB).

Kedengarannya seperti Hogwarts, tapi bukan tempat belajar sihir. Ini tempat orang-orang belajar jadi “Master Bambu”.

Iya, serius. Ada gelar “Master Bambu”.

Di Bali, program ini sudah jalan sejak 2025. Hasilnya? Sudah lahir 25 Master Bambu. Bukan master ngopi, bukan master rebahan, tapi orang-orang yang dilatih khusus lewat sistem training of trainers (ToT). Jadi mereka nanti balik ke daerah masing-masing buat ngajarin orang lain lagi.

Kalau dipikir-pikir, ini seperti “Lu belajar bambu, terus pulang jadi guru bambu. Hidup berputar seperti roda, tapi versi anyaman.”

Menurut Dirjen Industri Agro, program ini bukan cuma soal tanam bambu lalu tunggu tumbuh. Tapi ada proses panjang, misalnya dengan budidaya, pengawetan, sampai pengolahan. Jadi bambunya nggak cuma hidup, tapi juga naik kelas jadi bahan industri.

Di Bali, khususnya Kabupaten Bangli, bambu ini bahkan dianggap serius banget. Daerah itu lagi diproyeksikan jadi pusat ekosistem bambu. Sudah ada lahan, mesin, sampai fasilitas logistik.

Coba misalnya nanti  ada gudang bambu modern, bukan gudang mie instan, bukan gudang galon, tapi gudang bambu siap ekspor. Kalau lewat mungkin aromanya bukan wangi kopi, tapi wangi menjadi andalan, hutan masa depan.

Tahun 2026 nanti, program ini mau ditingkatkan lagi. Bukan cuma teori, tapi 70% praktik lapangan. Artinya peserta bakal lebih banyak berkeringat daripada melihat gambar di “PowerPoint”.

Jadi bukan Bambu itu tanaman monokotil…

Tapi, “Ini cara motong, ngawetin, dan bikin bambu jadi produk yang bisa dijual.”

Lebih real, lebih hidup, lebih… kena tangan.

Ekspor 

Menariknya lagi, peserta program ini diprioritaskan dari para penyedia bambu. Jadi mereka yang selama ini mungkin cuma tahu bambu dari sisi jual batang, sekarang diajak naik level jadi arsitek industri bambu.

Kemenperin juga nggak jalan sendiri. Mereka lagi ngajak kerja sama pihak swasta lewat CSR, termasuk PT KT&G, untuk bantu fasilitas seperti asrama pelatihan dan tempat pengawetan bambu.

Kalau biasanya CSR itu bikin taman atau jalan, sekarang ada yang lebih unik bikin “kampus bambu”.

Asanya ke depan anak-anak pelatihan tinggal di asrama, pagi belajar bambu, siang ngolah bambu, malam… mungkin mimpi bambu juga.

Lucunya, dibalik semua ini ada satu pesan serius, Indonesia lagi mendorong industri berbasis sumber daya terbarukan.

Artinya, bukan cuma tambang dan pabrik besar, tapi juga tanaman sederhana kayak bambu bisa jadi pemain ekonomi.

Kalau ini berhasil, bukan nggak mungkin nanti kita lihat kursi bambu di ekspor ke Eropa, rumah bambu jadi tren arsitektur global atau bahkan “bamboo lifestyle” di Instagram

Dan siapa tahu, suatu saat ada orang ditanya. “Kerja di mana?”
Jawabnya. “Saya Master Bambu.”

Bukan bercanda, itu bisa jadi profesi beneran.

Akhirnya, bambu yang dulu sering dianggap “tanaman pinggir jalan” sekarang lagi naik pangkat. Dari tiang jemuran jadi simbol industri hijau.

Tinggal satu pertanyaan yang masih menggantung
Kalau bambu saja bisa naik kelas…
kita kapan naik kelas juga? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Impor Kayu, Jangan Sampai Hutan Kita Jadi ‘Salon Cukur’ Dunia!”

    “Impor Kayu, Jangan Sampai Hutan Kita Jadi ‘Salon Cukur’ Dunia!”

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    KATANYA, hutan adalah paru-paru dunia, tapi kalau setiap hari disuruh ekspor oksigen dan impor kayu terus, lama-lama bisa jadi paru-paru bolong!. Jangan-jangan nanti hutan Indonesia bukan lagi tempat bernaung burung rangkong dan orangutan, tapi cuma jadi showroom belaka dipajang, difoto, lalu ditebang diam-diam sambil nyanyi lagu nostalgia “Kenangan Terindah…”. Nah, kemarin itu Menteri Kehutanan, Bang […]

  • Sriwijaya, Budaya yang Tak Boleh Sekadar Dipentaskan

    Sriwijaya, Budaya yang Tak Boleh Sekadar Dipentaskan

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di malam yang biasanya cuma jadi tempat pacaran remaja dan jualan jagung bakar, Monpera Palembang mendadak berubah jadi panggung kejayaan! Bukan karena konser dangdut atau flashmob TikTok, tapi karena Festival Sriwijaya XXXIII Tahun 2025 resmi digelar dengan tema “The Glory of Sriwijaya”. Sebuah tema yang terdengar megah, seolah-olah Palembang siap jadi Athena-nya Asia […]

  • Muba Siap jadi Pilot Project  Implementasi Kawasan Tanpa Rokok 

    Muba Siap jadi Pilot Project  Implementasi Kawasan Tanpa Rokok 

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah komando Pj Bupati H Apriyadi Mahmud dalam implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mendapat apresiasi dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Halik Sidik selaku Project Manager Adinkes, di Ruang Rapat Randik Sekretariat Daerah Kabupaten Muba saat mengunjungi Bumi Serasan Sekate yang disambut oleh […]

  • DPRD Sumsel dan Pj Gubernur Tandatangani Nota  Kesepakatan Bersama Terhadap Perubahan KUA dan PPAS APBD 2024

    DPRD Sumsel dan Pj Gubernur Tandatangani Nota  Kesepakatan Bersama Terhadap Perubahan KUA dan PPAS APBD 2024

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna LXXXVII (87) DPRD Provinsi Sumsel dengan Agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Pimpinan DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel terhadap Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD Sumsel Tahun Anggaran 2024 diruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Jumat (23/8). Rapat paripurna di pimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel HM […]

  • Sukses di Piala Dunia U-17, Erick : Bismillah, PSSI Siap Calonkan Lagi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2025 & Piala Dunia U-17 bersama Singapura

    Sukses di Piala Dunia U-17, Erick : Bismillah, PSSI Siap Calonkan Lagi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2025 & Piala Dunia U-17 bersama Singapura

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.501
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ketua Panitia Piala Dunia U-17 Indonesia yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan Piala Dunia U-17 2023. Menurut Erick dunia bertepuk tangan atas prestasi Indonesia sebagai peserta dan tuan rumah yang telah sangat baik menyelenggarakan event sepak bola level dunia itu. Berkat kesuksesan […]

  • Wajibkan Instansi Suguhkan Kopi Khas Sumsel, Kata Gubernur

    Wajibkan Instansi Suguhkan Kopi Khas Sumsel, Kata Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.508
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – “Tidak ada alasan untuk tidak mendukung industri ini. Bahkan di setiap instansi saya harapkan kopi Sumsel jadi sajian pertama  untuk rapat maupun ada tamu. Saya minta itu tapi harus kopi Sumsel,” tegas Herman Deru, Gubernur Sumsel  saat membuka Festival Kopi Sriwijaya 2018, Sabtu (10/11/2018) di Griya Agung. Ia mengatakan hal itu demi mengangkat […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Conditional Shipping and Payments WooCommerce ConstantContact Integration WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields