Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI HALAMAN SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat lebih sibuk dari biasanya. Guru-guru berdiri rapi. Siswa berbaris sambil sesekali melirik rombongan pejabat yang datang membawa senyum, protokoler, dan kamera dokumentasi.

Di tengah suasana itu, Cik Ujang menanam satu pohon alpukat.

Kelihatannya sederhana.

Tapi justru dari hal kecil itu, ada pertanyaan yang diam-diam terasa menampar banyak sekolah hari ini, kenapa sekolah terus dibangun megah, sementara siswanya masih belajar dalam suasana yang melelahkan?

Sebab jujur saja, banyak sekolah sekarang memang bagus dilihat dari depan. Cat baru. Gerbang tinggi. Plang nama mengilap. Tapi ketika matahari mulai naik, halaman sekolah berubah seperti pantulan seng panas.

Anak-anak datang pagi dengan semangat, lalu mulai layu sebelum jam pelajaran terakhir selesai.

Ironisnya, sekolah sering sibuk mengejar citra modern, tapi lupa menyediakan hal paling sederhana, rasa nyaman.

Mungkin karena pohon tidak bisa masuk proposal pencitraan semudah pembangunan pagar dan gapura.

Karena itu, ketika Wagub Sumsel mulai mendorong konsep “Sekolah Hijau” lewat aksi tanam pohon di sekolah, langkah itu terasa lebih penting daripada sekadar seremoni tanam bibit.

Minimal ada pesan yang ingin disampaikan: sekolah jangan cuma jadi tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang hidup yang manusiawi bagi siswa.

“Anak-anak ini adalah penerus masa depan Sumatera Selatan dan Indonesia. Kita harus pastikan lingkungan belajar mereka nyaman dan fasilitasnya memadai melalui kerja sama lintas pemerintah,” ujar H. Cik Ujang dalam kunjungannya, Jumat (8/5/2026).

Kalimat itu terdengar formal. Tapi kenyataan di lapangan memang tidak selalu nyaman.

Masih ada sekolah yang ruang kelasnya pengap. Halamannya gersang. Tempat duduk siswanya lebih panas daripada suasana rapat dinas. Bahkan ada anak-anak yang lebih hafal sudut teduh sekolah dibanding rumus matematika yang diajarkan pagi itu.

Karena hanya di bawah bayangan pohon kecil mereka bisa bernapas sedikit lega saat jam istirahat.

Dan mungkin di situlah masalah pendidikan kita kadang terasa aneh.

Kita sering bicara kurikulum modern, digitalisasi sekolah, sampai target kualitas lulusan. Tetapi urusan sederhana seperti udara sejuk dan halaman teduh justru sering kalah prioritas.

Padahal suasana sekolah ikut menentukan bagaimana anak bertumbuh.

Sekolah yang nyaman bisa membuat siswa betah belajar.

Nyaman

Bahkan guru juga lebih tenang mengajar. Lingkungan hijau perlahan membentuk kebiasaan disiplin, peduli, dan rasa memiliki terhadap sekolah.

Ini bukan sekadar urusan estetika.

Ini urusan cara kita memperlakukan anak-anak di ruang pendidikan.

Karena itu, gerakan sekolah hijau seharusnya jangan berhenti di acara simbolis yang ramai saat pejabat datang lalu hilang setelah berita selesai tayang.

Publik tentu berharap pohon yang ditanam bukan sekadar properti dokumentasi.

Sebab negeri ini terlalu sering rajin menanam saat kamera menyala, tetapi lupa merawat setelah tamu pulang.

Kalau memang serius ingin menghadirkan sekolah hijau di Sumsel, programnya harus lebih panjang dari sekadar seremoni satu pagi.

Sekolah bisa mulai membangun ruang teduh sederhana. Siswa dilibatkan merawat tanaman. Pemerintah membantu penghijauan dan fasilitas dasar. Bahkan lomba kebersihan dan lingkungan antarsekolah mungkin lebih berguna daripada lomba spanduk ucapan yang besarnya kadang menutupi pagar sekolah.

Sebab anak-anak tidak belajar di baliho.

Mereka belajar di ruang yang setiap hari mereka pijak.

Wali Kota Rachmat Hidayat berharap SMA Negeri 1 Lubuklinggau bisa menjadi contoh sekolah hijau di Lubuklinggau. Harapan itu bagus. Tinggal bagaimana semua pihak konsisten menjaganya, bukan hanya saat ada kunjungan pejabat.

Karena merawat pohon jauh lebih sulit daripada menanamnya.

Sama seperti pendidikan.

Ia tidak selesai dalam satu acara, satu pidato, atau satu foto penanaman bibit.

Di akhir kegiatan, pohon alpukat itu berdiri kecil di halaman sekolah. Belum memberi teduh apa-apa. Tapi setidaknya, ia membawa harapan sederhana, semoga suatu hari nanti sekolah-sekolah kita tidak hanya megah dilihat dari luar, tetapi juga nyaman dirasakan anak-anak di dalamnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DI Tengah Kabut Asap, Wawako Lantik 700 Anggota PMR se – Palembang

    DI Tengah Kabut Asap, Wawako Lantik 700 Anggota PMR se – Palembang

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    MESKIPUN kabut asap terlihat pekat,  sebanyak 700 anggota Palang Merah Indonesia [PMR] se – Kota Palembang  tetap dilantik  Walikota Palembang Fitrianti Agustinda. Wawako mengatakan PMR merupakan bagian Palang Merah Indonesia [PMI], pelantikan anggota PMR ini dilaksanakan di lapangan Bumi Perkemahan Cadika kota Palembang, Senin [23/9/2019]. “Tetap kita lantik dulu, namun setelah itu mereka kita pulang untuk […]

  • Bupati Muba Ingatkan Benteng Terakhir Melawan COVID-19 Pribadi Masing-masing

    Bupati Muba Ingatkan Benteng Terakhir Melawan COVID-19 Pribadi Masing-masing

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    BUPATI Muba mengingatkan masyarakat agar terus hidup disiplin, karena Benteng terdepan dalam melawan COVID-19 adalah pribadi masing-masing, pribadi yang disiplin menjaga dan membudayakan gaya hidup sehat. Pemkab juga terus berjibaku melakukan pemutusan mata rantai penyebaran covid19   “Kita sejak awal bergerak cepat,” tegas Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, kemarin. Menurutnya, Pemkab Muba juga Gugus Tugas […]

  • Target 23 Persen Pada Tahun 2025, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Sudah Capai 13 Persen

    Target 23 Persen Pada Tahun 2025, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Sudah Capai 13 Persen

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    DIREKTUR Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menyatakan bauran pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), telah mencapai 13 persen atau setara 7,9 gigawatt (GW) dari total kapasitas pembangkit sebesar 63 GW per Juni 2021. “Kami berkomitmen penuh mendukung pemerintah mencapai target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025,” kata Zulkifli melalui keterangan […]

  • Jangan Anggap Sepele, Waspadai Demam Berdarah ! 

    Jangan Anggap Sepele, Waspadai Demam Berdarah ! 

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP mengimbau agar masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). “Selain menaati protokol kesehatan COVID-19, kami terus mengingatkan warga terhadap ancaman penyakit lainnya yang juga mengintai, salah satunya DBD,” kata Beni Hernedi, Rabu (23/2/2022). Ia mengatakan saat ini kasus demam berdarah mulai muncul, dan wajib diwaspadai, namun juga tetap […]

  • Nostalgia Sesama Pecinta Offroad, Mantan Gubernur Sumsel [SO] Berkunjung ke Muba

    Nostalgia Sesama Pecinta Offroad, Mantan Gubernur Sumsel [SO] Berkunjung ke Muba

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

     Sumselterkini.co.id, Muba – Gubernur Sumsel 2003-2008 Syahrial Oesman (SO), Selasa (11/10/2022) pagi sowan ke Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi.   Pembina Bedulur Land Rover Sumatera Selatan ini membawa kaos berwarna kuning yang merupakan identitas komunitas pecinta offroad dari Bedulur Land Rover.   “Pak Bupati Apriyadi ini pecinta olahraga offroad juga, jadi kami kesini nostalgia karena […]

  • Berkas Perkara Dugaan Penggelapan Dana KUD Senilai Rp4,1 Miliar Dilimpahkan di Kejari OKI

    Berkas Perkara Dugaan Penggelapan Dana KUD Senilai Rp4,1 Miliar Dilimpahkan di Kejari OKI

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    Diduga telah menggelapkan uang milik anggota KUD senilai Rp 4,1 miliar, mantan Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Rahayu Bakti Desa C1 Sumber Baru Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersandung hukum. Mantan Ketua KUD dua periode tersebut, sebelumnya telah diamankan pihak kepolisian pada November lalu setelah sempat kabur ke daerah Kediri Jawa Timur. […]

expand_less
WordPress Archive GreenWay - Golf Club & Course Elementor Template Kit Greeny – Interior Elementor Template Kit Grenda – Event Planner WordPress Theme Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme Grid FX – Ultimate Grid Plugin for WordPress Grid Slider – WooCommerce WordPress Plugin Grider – Grid of Content and Products for Elementor Gridiron | American Football & NFL Superbowl Team WordPress Theme Gridlove | Creative Grid Style News & Magazine WordPress Theme