Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

Banyak Sekolah Megah, Tapi Siswanya Masih Kepanasan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI HALAMAN SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat lebih sibuk dari biasanya. Guru-guru berdiri rapi. Siswa berbaris sambil sesekali melirik rombongan pejabat yang datang membawa senyum, protokoler, dan kamera dokumentasi.

Di tengah suasana itu, Cik Ujang menanam satu pohon alpukat.

Kelihatannya sederhana.

Tapi justru dari hal kecil itu, ada pertanyaan yang diam-diam terasa menampar banyak sekolah hari ini, kenapa sekolah terus dibangun megah, sementara siswanya masih belajar dalam suasana yang melelahkan?

Sebab jujur saja, banyak sekolah sekarang memang bagus dilihat dari depan. Cat baru. Gerbang tinggi. Plang nama mengilap. Tapi ketika matahari mulai naik, halaman sekolah berubah seperti pantulan seng panas.

Anak-anak datang pagi dengan semangat, lalu mulai layu sebelum jam pelajaran terakhir selesai.

Ironisnya, sekolah sering sibuk mengejar citra modern, tapi lupa menyediakan hal paling sederhana, rasa nyaman.

Mungkin karena pohon tidak bisa masuk proposal pencitraan semudah pembangunan pagar dan gapura.

Karena itu, ketika Wagub Sumsel mulai mendorong konsep “Sekolah Hijau” lewat aksi tanam pohon di sekolah, langkah itu terasa lebih penting daripada sekadar seremoni tanam bibit.

Minimal ada pesan yang ingin disampaikan: sekolah jangan cuma jadi tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang hidup yang manusiawi bagi siswa.

“Anak-anak ini adalah penerus masa depan Sumatera Selatan dan Indonesia. Kita harus pastikan lingkungan belajar mereka nyaman dan fasilitasnya memadai melalui kerja sama lintas pemerintah,” ujar H. Cik Ujang dalam kunjungannya, Jumat (8/5/2026).

Kalimat itu terdengar formal. Tapi kenyataan di lapangan memang tidak selalu nyaman.

Masih ada sekolah yang ruang kelasnya pengap. Halamannya gersang. Tempat duduk siswanya lebih panas daripada suasana rapat dinas. Bahkan ada anak-anak yang lebih hafal sudut teduh sekolah dibanding rumus matematika yang diajarkan pagi itu.

Karena hanya di bawah bayangan pohon kecil mereka bisa bernapas sedikit lega saat jam istirahat.

Dan mungkin di situlah masalah pendidikan kita kadang terasa aneh.

Kita sering bicara kurikulum modern, digitalisasi sekolah, sampai target kualitas lulusan. Tetapi urusan sederhana seperti udara sejuk dan halaman teduh justru sering kalah prioritas.

Padahal suasana sekolah ikut menentukan bagaimana anak bertumbuh.

Sekolah yang nyaman bisa membuat siswa betah belajar.

Nyaman

Bahkan guru juga lebih tenang mengajar. Lingkungan hijau perlahan membentuk kebiasaan disiplin, peduli, dan rasa memiliki terhadap sekolah.

Ini bukan sekadar urusan estetika.

Ini urusan cara kita memperlakukan anak-anak di ruang pendidikan.

Karena itu, gerakan sekolah hijau seharusnya jangan berhenti di acara simbolis yang ramai saat pejabat datang lalu hilang setelah berita selesai tayang.

Publik tentu berharap pohon yang ditanam bukan sekadar properti dokumentasi.

Sebab negeri ini terlalu sering rajin menanam saat kamera menyala, tetapi lupa merawat setelah tamu pulang.

Kalau memang serius ingin menghadirkan sekolah hijau di Sumsel, programnya harus lebih panjang dari sekadar seremoni satu pagi.

Sekolah bisa mulai membangun ruang teduh sederhana. Siswa dilibatkan merawat tanaman. Pemerintah membantu penghijauan dan fasilitas dasar. Bahkan lomba kebersihan dan lingkungan antarsekolah mungkin lebih berguna daripada lomba spanduk ucapan yang besarnya kadang menutupi pagar sekolah.

Sebab anak-anak tidak belajar di baliho.

Mereka belajar di ruang yang setiap hari mereka pijak.

Wali Kota Rachmat Hidayat berharap SMA Negeri 1 Lubuklinggau bisa menjadi contoh sekolah hijau di Lubuklinggau. Harapan itu bagus. Tinggal bagaimana semua pihak konsisten menjaganya, bukan hanya saat ada kunjungan pejabat.

Karena merawat pohon jauh lebih sulit daripada menanamnya.

Sama seperti pendidikan.

Ia tidak selesai dalam satu acara, satu pidato, atau satu foto penanaman bibit.

Di akhir kegiatan, pohon alpukat itu berdiri kecil di halaman sekolah. Belum memberi teduh apa-apa. Tapi setidaknya, ia membawa harapan sederhana, semoga suatu hari nanti sekolah-sekolah kita tidak hanya megah dilihat dari luar, tetapi juga nyaman dirasakan anak-anak di dalamnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Karang Manunggal Banyuasin Keluhkan Lambatnya Pemasangan Listrik

    Warga Desa Karang Manunggal Banyuasin Keluhkan Lambatnya Pemasangan Listrik

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    WARGA Desa Karang manunggal, Kec Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel keluhkan kinerja panitia pemasangan listrik yang dinilai sangat lambat melakukan pemasangan KWH listrik. Padahal pelunasan pembayaran sudah lama dilakukan. Meskipun sudah menyetorkan uang tunai senilai Rp2 juta pada 2019 lalu, namun hingga kini meteran listrik tak kunjung terpasang di rumah warga. Damsuri, Warga setempat mengatakan […]

  • Renungan Suci

    Renungan Suci

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Sekayu, Senin (17/8/2020). Upacara dipimpin oleh Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk tersebut dimulai tepat pukul 00.00 WIB, detik-detik pergantian tanggal menuju peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, […]

  • Muba Bikin Pelatihan Perempuan Peduli Pileg

    Muba Bikin Pelatihan Perempuan Peduli Pileg

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Pemkab Muba  menggelar pelatihan perempuan peduli pemilihan legistatif [legistatif], agar perempuan dapat termotivasi dan  berperan mengisi pembangunan melalui dunia Politik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Menurut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) HM Soleh Naim SE kader partai politik perempuan serta organisasi perempuan dapat berperan dalam pilleg Ia mengatakan, tujuan pendidikan […]

  • Kejurda II FORKI OKI, Hapus budaya impor atlet, bina atlet lokal berprestasi

    Kejurda II FORKI OKI, Hapus budaya impor atlet, bina atlet lokal berprestasi

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    FEDERASI Karateka Indonesia (FORKI) Cabang Ogan Komering Ilir menggelar kejuaraan daerah karate dengan tujuan memberdayakan atlet lokal dan menghapus budaya impor atlet dari luar daerah. Kompetisi ini memperebutkan piala Ketua Ketua Majlis Pertimbangan Karang Taruna OKI, M. Alki Ardhiansyah Iskandar. “Kita berupaya memutus mata rantai mutasi atlet dengan melakukan pembinaan dan menciptakan iklim kompetisi lokal” […]

  • 2 Pasien Positif Covid-19 di RSUD Sekayu Sembuh, Bertambah 1 Kasus OTG

    2 Pasien Positif Covid-19 di RSUD Sekayu Sembuh, Bertambah 1 Kasus OTG

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin mengkonfirmasi data update covid-19 8 Juni 2020 terdapat penambahan 1 kasus positif covid-19 dan kabar baiknya ada 2 pasien kasus 05 PDP 39 umur 29 tahun dan kasus 06 PDP 41 umur 56 tahun Ini setelah mendapatkan hasil dari BBLK Kemenkes dinyatakan telah negatif dan sembuh. Penambahan 1 kasus […]

  • PTPL Gencarkan Ekspansi & Pasarkan Produknya di Pasar Internasional, Jual Hingga di 14 Negara

    PTPL Gencarkan Ekspansi & Pasarkan Produknya di Pasar Internasional, Jual Hingga di 14 Negara

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    PT Pertamina Lubricants (PTPL) terus gencar melakukan ekspansi dan memasarkan produknya di pasar internasional. Gebrakan ini dimulai pada tujuh tahun lalu, ketika tahun 2014 PTPL secara resmi melakukan akuisisi salah satu produsen pelumas di Bangkok, Thailand, yang kini dikenal sebagai Pertamina Lubricants Thailand Co. Ltd. Direktur Utama PTPL, Ageng Giriyono menyatakan bahwa sejak akuisisi tersebut, […]

expand_less
WordPress Archive GreenWay - Golf Club & Course Elementor Template Kit Greeny – Interior Elementor Template Kit Grenda – Event Planner WordPress Theme Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme Grid FX – Ultimate Grid Plugin for WordPress Grid Slider – WooCommerce WordPress Plugin Grider – Grid of Content and Products for Elementor Gridiron | American Football & NFL Superbowl Team WordPress Theme Gridlove | Creative Grid Style News & Magazine WordPress Theme