Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » 6.121 Rumah & Satu Ujian, Masihkah Gotong Royong Kuat?

6.121 Rumah & Satu Ujian, Masihkah Gotong Royong Kuat?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUMAH tak hanya untuk tempat berteduh dari panas dan hujan, rumah juga  adalah cerita tentang bertahan, tentang dinding yang menua bersama waktu, atap yang tak lagi sepenuhnya setia menahan hujan, dan keluarga yang tetap tinggal meski tahu, tempat itu jauh dari kata layak.

Di tengah realitas itu, sebuah angka muncul 6.121, luar biasa cukup besar, tapi juga bukan angka yang otomatis menenangkan. Angka yang mencul itu tak lain target perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2026.

Namun, terselip satu pertanyaan yang lebih besar dari sekadar capaian, yaitu masihkah gotong royong cukup kuat untuk menjawab persoalan ini?

Di kawasan Jalan Pantai Musi, Kelurahan 11 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (5/5) Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, datang meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang akrab disebut Gebrak Rutilahu. Bukan hanya melihat, tapi memastikan satu hal, gerakan ini benar-benar berjalan, bukan hanya berhenti di atas kertas.

Dua rumah menjadi titik awal cerita hari itu. Milik Nurmalinda dan Zainal Arifin. Tak ada yang istimewa dari bangunan mereka sebelumnya, justru sebaliknya. Di situlah letak pentingnya program ini menyentuh yang selama ini nyaris tak terdengar.

Nurmalinda, seorang ibu dengan tiga anak, sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Jalanan adalah ruang hidupnya, tempat ia menukar tenaga dengan penghasilan yang tak selalu pasti. Pulang ke rumah, ia masih harus menghadapi kenyataan lain, tempat tinggal yang belum sepenuhnya memberi rasa aman.

Ketika rumahnya masuk dalam program perbaikan, tak ada pidato panjang dalam benaknya. Hanya rasa syukur yang sederhana bahwa hidupnya, pelan-pelan, mulai berubah arah.

Di sinilah letak perbedaan mendasar program ini dibanding banyak program lain.

Ia tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah membuka jalan, tapi bukan satu-satunya pemain. Ada ruang bagi swasta, komunitas, dan masyarakat luas untuk ikut terlibat.

Konsep ini bukan hal baru bagi Herman Deru. Ia pernah melakukannya pada 2012, bahkan mencatatkan rekor MURI untuk program bedah rumah tanpa APBD. Kini, pendekatan yang sama dicoba kembali dengan skala yang lebih besar dan tantangan yang tentu berbeda.

Sementara  pendekatan gotong royong menawarkan harapan. Ia bisa menjangkau lebih luas, bergerak lebih fleksibel, dan tidak sepenuhnya terikat pada birokrasi anggaran. Tapi di sisi lain, ia menyimpan risiko masalah ketergantungan pada partisipasi yang tidak selalu konsisten.

Apalagi, persoalan hunian bukan masalah kecil. Ia terkait dengan kemiskinan, akses ekonomi, hingga ketimpangan pembangunan. Menyelesaikannya butuh lebih dari sekadar niat baik, ia butuh sistem yang kuat dan keberlanjutan.

Menariknya, gerakan ini tidak berjalan sendiri. Secara bersamaan, kegiatan serupa dilakukan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Melalui sambungan virtual, para kepala daerah ikut melaporkan progres di wilayah masing-masing. Sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa ini bukan aksi tunggal, tapi gerakan kolektif.

Namun kembali lagi, angka 6.121 tetap menyisakan ruang tanya. Berapa banyak rumah lain yang belum masuk daftar? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar menuntaskan persoalan ini?

Gerakan kolektif

Di sinilah gotong royong benar-benar diuji. Bukan dalam slogan, tapi dalam konsistensi. Apakah masyarakat masih mau terlibat? Apakah sektor swasta melihat ini sebagai tanggung jawab bersama? Dan apakah pemerintah mampu menjaga ritme gerakan ini agar tidak sekadar menjadi euforia sesaat?

Jawabannya mungkin tidak datang sekaligus. Ia muncul perlahan, dari satu rumah ke rumah lain yang berhasil diperbaiki. Dari satu keluarga yang hidupnya berubah, ke keluarga berikutnya yang mulai melihat harapan.

Bagi Nurmalinda, jawabannya sudah cukup jelas. Rumahnya yang dulu rapuh kini mulai dibenahi. Dinding diperkuat, atap diperbaiki. Bukan hanya fisik bangunan yang berubah, tapi juga rasa aman yang selama ini ia cari.

Dan mungkin, di situlah esensi dari seluruh program ini. Bukan sekadar mengejar angka 6.121, tapi memastikan bahwa di balik setiap angka, ada kehidupan yang benar-benar disentuh.

Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya soal bangunan. Ia adalah fondasi dari banyak hal, pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga martabat manusia itu sendiri.

Jika gotong royong masih mampu berdiri di atas semua itu, maka harapan belum benar-benar hilang. Tapi jika tidak, maka angka sebesar apa pun akan selalu terasa kurang.

Untuk saat ini, Sumatera Selatan sedang mencoba membuktikan  di tengah keterbatasan, kebersamaan masih bisa menjadi jawaban.

Pelan-pelan, dari satu rumah ke rumah berikutnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selama Pandemi, Kontribusi Industri Makanan dan Minuman Meroket

    Selama Pandemi, Kontribusi Industri Makanan dan Minuman Meroket

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    INDUSTRI Makanan dan minuman (mamin) merupakan penyumbang kontribusi terbesar terhadap sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2021 yang mencapai 38,42% serta memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 6,66%. Capaian kumulatif sektor strategis ini dari sisi ekspor juga sangat baik, yaitu mencapai USD19,58 miliar atau naik 42,59% dari periode yang sama […]

  • Pj Bupati OKI Kunjungi Sekolah, Ini Hasilnya

    Pj Bupati OKI Kunjungi Sekolah, Ini Hasilnya

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Asmar Wijaya mengunjungi sejumlah sekolah di Kecamatan Lempuing dan Mesuji OKI pada Selasa (14/5/2024). Sekolah yang dikunjungi antara lain SDN 1 Tugu Mulyo, SDN Cahya Bumi Kecamatan Lempuing dan SDN 3 Margo Bhakti Kecamatan Mesuji.   Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi sekolah, kegiatan belajar mengajar, […]

  • ASN Gowes Bersama Ratu Dewa, Antar Beras Setengah Ton Untuk Korban Kebakaran

    ASN Gowes Bersama Ratu Dewa, Antar Beras Setengah Ton Untuk Korban Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    PASCA terjadinya kebakaran hebat di kawasan padat pemukiman Jalan Merante RT 56 Rw 10 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang belum lama ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) Comunity besutan Ratu Dewa Jumat (14/1/2022) turun langsung menyalurkan bantuan. Bertolak dari ruang kerjanya Jalan Merdeka Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa gowes menggunakan sepeda lipatnya diikuti puluhan […]

  • HUT Muba ke -68, Asa Muba Expo 2024, Pj Bupati : IKM Harus Naik Kelas

    HUT Muba ke -68, Asa Muba Expo 2024, Pj Bupati : IKM Harus Naik Kelas

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.747
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Malam Grand Opening Muba Expo 2024 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Musi Banyuasin ke-68 berlangsung sangat meriah. Ribuan masyarakat Muba tampak antusias turut menyaksikan rangkaian kegiatan yang terpusat di Area Stable Berkuda Sekayu tersebut, Sabtu malam (28/9/2024). Acara yang dibuka oleh Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi dan diawali peninjauan stand […]

  • Stsss..Jangan Berisik!, Ada Paripurna Istimewa Terkait Ini di DPRD Kota Palembang

    Stsss..Jangan Berisik!, Ada Paripurna Istimewa Terkait Ini di DPRD Kota Palembang

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    RAPAT Paripurna Istimewa Masa Persidangan II Tahun 2021 dibuka dengan mendengar Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia oleh Jokowi dalam rangka HUT ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang. Walikota Palembang, Harnojoyo ingatkan masyarakat Kota Palembang pandemi Covid 19 jangan dijadikan kepasrahan justru dijadikan momentum kebangkitan. Hal tersebutlah diungkapkannya usai mendengar […]

  • H-7 Pemkab Muba bakal bagikan THR ASN & Pegawai TKK/honorer, Alhamdulillah..

    H-7 Pemkab Muba bakal bagikan THR ASN & Pegawai TKK/honorer, Alhamdulillah..

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Alhamdulillah,  Pemerintah Kabupaten Muba bakal mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau seminggu sebelum perayaan Idul Fitri. untuk ASN dan Pegawai TKK/Honorer di lingkungan Pemkab Muba. Pasalnya, Pj Bupati Apriyadi Mahmud dengan tegas akan mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau seminggu sebelum perayaan Idul Fitri. “Target saya H-7 […]

expand_less
WordPress Archive Woo Advanced Product Shipping Woo Cart – Slide Cart / Floating Cart For WooCommerce Woo Coming Soon Woo Extra Slider – WooCommerce WordPress Slider Plugin Woo Gift : Advanced Woocommerce Gift Plugin Woo Grid For WPBakery Page Builder Woo Import Export WOO Product Grid/List Design- Responsive Products Showcase Extension for WooCommerce Woo Product Table Pro - WooCommerce Product Table view solution Woo Quote a product