Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANPA banyak sorotan, industri kerajinan Indonesia ternyata sedang melaju cukup kencang dibanding dengan sektor lain sibuk bicara pemulihan dan tantangan global. Sektor ini justru diam-diam mencatatkan lonjakan menyusul nilai ekspornya sudah menembus USD 806,63 juta pada 2025 atau naik lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka ini mungkin tidak sering jadi bahan obrolan, mungkin juga tidak sepopuler sawit atau tambang. Tapi justru di situlah menariknya, industri kerajinan bergerak tanpa banyak gaduh, tapi hasilnya nyata.

Di balik capaian itu, ada satu hal yang mulai terlihat jelas, arah pembinaan yang tidak lagi setengah-setengah.

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, tampaknya mulai mengubah cara pandang. Industri kerajinan tidak lagi cuma dilihat sebagai pelengkap, tapi sebagai sektor yang punya potensi ekspor serius.

Ibaratnya salah satu ‘mesin sunyi’ dari strategi yang  ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,  kota yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya, berdiri balai yang tugasnya tidak main-main menempa sumber daya manusia industri kerajinan agar bisa naik kelas.

Di tempat ini, pelatihan tidak berhenti di cara membuat produk. Pengrajin tidak hanya diajari menghasilkan barang yang rapi atau menarik. Mereka juga didorong memahami standar mutu, sertifikasi, hingga bagaimana produk bisa diterima pasar yang lebih luas.

Pendekatannya mulai terasa lebih komplet. Ada pelatihan teknis, ada sertifikasi produk, ada sertifikasi kompetensi, bahkan sampai ke sertifikasi halal dan industri hijau. Kalau diibaratkan, ini bukan lagi sekadar belajar membuat barang, tapi belajar bagaimana bertahan dan bersaing di pasar yang makin ketat.

Apa yang disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini terkait soal peningkatan daya saing pelaku industri memang mulai terlihat bentuknya di lapangan. Bukan hanya jargon, tapi sudah masuk ke level teknis.

Namun, cerita ini tidak sepenuhnya mulus, Masalah klasik industri kecil sebenarnya belum benar-benar hilang. Banyak pelaku usaha yang bisa naik setelah pelatihan, tapi kemudian kembali melambat. Penyebabnya beragam, seperti  akses pasar yang belum stabil, keterbatasan modal, atau pendampingan yang tidak berlanjut.

Di sinilah sering kali program bagus kehilangan momentum. Pelatihan selesai, sertifikat didapat, tapi jalan setelah itu terasa sepi. Tidak semua pelaku usaha siap langsung lompat ke pasar yang lebih besar.

Makanya, langkah memperkuat kolaborasi mulai jadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta jadi penting untuk memastikan pembinaan tidak berhenti di ruang pelatihan.

Kalau ekosistemnya nyambung, dampaknya bisa jauh lebih terasa. Produk tidak hanya jadi, tapi juga terserap pasar. Pelaku usaha tidak hanya belajar, tapi juga berkembang.

Oleh sebab itu, industri kerajinan Indonesia sebenarnya punya satu keunggulan yang sulit ditiru negara lain terkait identitasnya. Produk-produk ini bukan sekadar barang, tapi membawa cerita. Dari batik, anyaman, ukiran, sampai berbagai wastra, semuanya punya karakter yang kuat.

Di pasar global yang semakin seragam, justru hal-hal seperti ini yang dicari. Produk dengan cerita punya nilai lebih. Tapi tentu saja, cerita saja tidak cukup.

Pasar internasional tetap bicara soal kualitas dan konsistensi sehingga sertifikasi dan standardisasi menjadi semacam tiket masuk. Tanpa itu, produk lokal sering kali hanya berhenti di pasar domestik.

Karena itu, pendekatan yang menggabungkan pelatihan dan sertifikasi bisa dibilang langkah yang cukup relevan. Tidak instan, tapi punya arah.

Kalau melihat data dan program yang berjalan, industri kerajinan Indonesia sekarang sedang ada di fase yang menarik. Fondasi mulai diperkuat, pelaku usaha mulai dipersiapkan, dan peluang pasar sudah terbuka.

Tapi tetap saja, tantangan terbesarnya ada di konsistensi.

Industri seperti ini tidak bisa tumbuh dengan pola kejut. Tidak cukup dengan program besar sesekali. Yang dibutuhkan justru ritme yang stabil pembinaan yang terus jalan, akses pasar yang dijaga, dan ekosistem yang makin rapi.

Kalau itu bisa dijaga, bukan tidak mungkin angka ekspor yang sekarang terlihat lumayan akan berubah jadi jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dan mungkin, saat itu terjadi, orang baru sadar sektor yang selama ini dianggap kecil ternyata punya peran yang tidak kecil.

Industri kerajinan memang tidak selalu tampil di depan. Tapi pelan-pelan, ia menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu datang dari yang paling besar, melainkan dari yang paling konsisten bergerak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada, Cuaca Ekstrem Datang Tak Terduga

    Waspada, Cuaca Ekstrem Datang Tak Terduga

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.184
    • 0Komentar

    POTENSI kejadian cuaca ekstrem kini kembali muncul. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa ada potensi hujan lebat disertai angin puting beliung, kilat, petir, dan butiran butiran es, di sejumlah daerah di Indonesia antara 13–19 Mei 2022 sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Awan besar dan tinggi itu akan datang bersama gerak angin dari arah Barat […]

  • Capai Herd Immunity Dengan Membiarkan Penularan Virus Covid-19 Adalah Keliru

    Capai Herd Immunity Dengan Membiarkan Penularan Virus Covid-19 Adalah Keliru

    • calendar_month Sabtu, 30 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    SATGAS Penanganan Covid-19 meluruskan anggapan di masyarakat, yang menyatakan bahwa kekebalan komunitas atau herd immunity dapat dicapai dengan membiarkan orang yang terkena Covid-19 sembuh sendiri Sehingga kekebalan tubuh akan tercipta dengan sendirinya.  “Membiarkan orang sakit menjadi kebal dengan sendirinya, adalah keliru. Hal ini telah ditegaskan WHO (World Health Organization) sejak Oktober 2020,” jelas Juru Bicara […]

  • TMMD Kodim 0401 Muba Resmi Dimulai, Pj Bupati Optimistis Bisa Tuntuskan Pembangunan Infrastruktur di Lalan

    TMMD Kodim 0401 Muba Resmi Dimulai, Pj Bupati Optimistis Bisa Tuntuskan Pembangunan Infrastruktur di Lalan

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud  optimistis melalui program TMMD ke-119 tersebut juga akan menuntaskan sejumlah pembangunan infastruktur di Lalan terutama peningkatan jalan poros di Lalan mencapai belasan kilometer serta pembangunan 1 unit jembatan komposit. Harapannya dengan infrastruktur yang baik setidaknya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok perairan di  Muba. “Ini Komitmen Pemkab […]

  • Wagub Hadiri Rapat Paripurna, Fraksi DPRD Berikan Masukan ke Pemprov Sumsel

    Wagub Hadiri Rapat Paripurna, Fraksi DPRD Berikan Masukan ke Pemprov Sumsel

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.435
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mendengarkan penyampaian pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2021 pada Rapat Paripurna ke 51 DPRD Provinsi Sumsel dipimpin  oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, H . Muchendi M, Senin. Dalam pandangan umumnya masing-masing fraksi menyampaikan masukan, saran serta catatan dan jawaban terhadap […]

  • Rapat dengan PLN Palembang, Ini Hasilnya

    Rapat dengan PLN Palembang, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda hadiri pertemuan dengan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN UP3), Kamis (28/10/11). “Hari ini kita mengadakan rapat dengan PLN terkait masalah pelayanan PLN ke depan,” ujar Fitrianti setelah rapat yang diadakan di kantor BAPPEDA litbang kota Palembang. Rapat kali ini membahas kualitas pelayanan PLN selama ini […]

  • Agar Pembangunan Merata, Sumsel Butuh Santri Berkarakter

    Agar Pembangunan Merata, Sumsel Butuh Santri Berkarakter

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Peran santri sangat dibutuhkan dalam menciptakan pembangunan yang adil dan merata, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan(Sumsel), karena santri adalah salah satu aset terbesar bangsa ini, untuk membentuk karakter yang dilandasi oleh iman dan ilmu. Demikian yang dikatakan, Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumsel bernomor urut 46, Muhammad Arif Gunawan (MAG), saat […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit