Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kenapa Sumsel Masih Jual Bahan Mentah?

Kenapa Sumsel Masih Jual Bahan Mentah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FORUM Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 kembali menempatkan isu lama dalam ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan lambatnya hilirisasi sektor unggulan.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjelaskan peningkatan nilai tambah hanya dapat dicapai melalui penguatan industri pengolahan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Pernyataan itu memperkuat posisi hilirisasi sebagai agenda utama pembangunan ekonomi daerah. Namun dalam praktiknya, struktur ekonomi Sumsel masih menunjukkan ketergantungan kuat pada komoditas primer seperti kopi, sawit, dan kelapa.

Bahkan sebagian besar produk masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi, dengan proses pengolahan lanjutan yang terbatas di dalam daerah.

Oleh karena itu, kondisi ini mencerminkan struktur rantai nilai yang belum berkembang,  pasalnya aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi pada tahap produksi awal, sementara nilai tambah terbesar terjadi di luar daerah, terutama pada tahap pengolahan, branding, dan distribusi.

Akibatnya, Sumsel tetap berada pada posisi pemasok bahan baku dalam sistem ekonomi yang lebih luas.

Ketergantungan pada bahan mentah menciptakan kerentanan ekonomi yang signifikan. Harga komoditas ditentukan oleh pasar global yang fluktuatif, sehingga pendapatan petani dan pelaku usaha lokal sangat bergantung pada kondisi eksternal. Bahkan ketika harga turun, dampaknya langsung terasa pada ekonomi daerah tanpa adanya penyangga nilai dari sektor hilir.

Dalam forum tersebut, Herman Deru juga menyoroti peran pemuda dalam transformasi ekonomi daerah. Ia menyebutkan generasi muda sebagai aktor penting dalam menghadapi arus investasi dan perubahan struktur industri.

Namun, tantangan utama tidak terletak pada jumlah tenaga kerja muda, melainkan pada kesenjangan keterampilan yang masih cukup lebar antara kebutuhan industri hilir dan kapasitas tenaga kerja lokal.

Sektor hilir membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, manajerial, serta kewirausahaan yang lebih kompleks dibandingkan sektor hulu, sebab tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga setidaknya peran pemuda berisiko terbatas pada sektor ekonomi non-strategis yang tidak memiliki dampak besar terhadap peningkatan nilai tambah daerah.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel M. Puri Andamas menyampaikan  FORBISDA 2026 difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya pada komoditas unggulan daerah.

Ia menekankan pentingnya memetakan strategi hilirisasi dari hulu hingga hilir, agar potensi ekonomi seperti kopi, sawit, dan kelapa dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar di tingkat lokal.

Salah satu fokus yang juga ditekankan adalah perluasan peran pengusaha muda hingga ke tingkat desa.  Apalagi desa di Sumsel memiliki basis produksi yang kuat, namun masih lemah dalam aspek pengolahan, manajemen usaha, dan akses pasar.

Akibatnya, sebagian besar desa hanya berperan sebagai penyedia bahan baku tanpa kemampuan untuk mengolah atau meningkatkan nilai produk.

Sehingga dengan kondisi  ini  terkesan ada ketimpangan dalam distribusi nilai ekonomi, karena  desa yang menjadi pusat produksi tidak secara otomatis menjadi penerima manfaat terbesar dari aktivitas ekonomi tersebut.

Nilai tambah justru terkonsentrasi di luar wilayah produksi, terutama pada pelaku industri pengolahan dan distribusi yang memiliki akses lebih kuat terhadap modal dan teknologi.

Secara struktural, tantangan hilirisasi di Sumsel tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga dengan keterbatasan infrastruktur industri.

Oleh sebab itu industri pengolahan masih belum berkembang secara merata, sementara akses terhadap pembiayaan dan teknologi masih terbatas. Kondisi ini menghambat proses transformasi ekonomi dari berbasis komoditas primer menjadi berbasis industri bernilai tambah.

Selain itu, integrasi antara sektor produksi, industri, dan pasar masih lemah. Rantai pasok belum terhubung secara efisien, sehingga proses hilirisasi berjalan parsial dan tidak berkelanjutan. Dalam banyak kasus, upaya pengolahan produk masih berskala kecil dan belum mampu masuk ke pasar yang lebih luas.

Kemampuan eksekusi

FORBISDA 2026 berfungsi sebagai ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk membahas arah kebijakan ekonomi. Namun efektivitas forum seperti ini sangat bergantung pada tindak lanjut konkret setelah diskusi berlangsung.

Tanpa implementasi yang terukur, forum berisiko hanya menjadi ruang repetisi narasi kebijakan tanpa perubahan struktural yang nyata.

Kesenjangan antara narasi kebijakan dan implementasi lapangan menjadi pola yang berulang dalam pembangunan ekonomi daerah. Hilirisasi telah lama menjadi agenda prioritas, namun transformasi industri berjalan lambat karena hambatan struktural yang bersifat multidimensi, mulai dari infrastruktur, pembiayaan, hingga kapasitas sumber daya manusia.

Sumsel saat ini berada dalam masa transisi ekonomi dari berbasis komoditas primer menuju ekonomi berbasis nilai tambah, apalagi proses transisi ini masih menghadapi sejumlah hambatan yang signifikan.

Oleh sebab itu, tanpa percepatan dalam penguatan industri hilir, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan integrasi ekonomi desa ke dalam rantai nilai, ketergantungan pada bahan mentah akan terus berlanjut dalam jangka panjang.

FORBISDA 2026 kembali menegaskan kesadaran atas masalah tersebut, tetapi juga memperlihatkan  tantangan utama bukan lagi pada pemahaman konsep, melainkan pada kemampuan eksekusi.

Perubahan struktural membutuhkan konsistensi kebijakan, investasi jangka panjang, dan keterlibatan aktif sektor swasta serta generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih bernilai tambah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Berinvestasi di Muba ? Ini Syarat Utamanya Kata Sekda

    Ingin Berinvestasi di Muba ? Ini Syarat Utamanya Kata Sekda

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    “Muba ini sangat potensial, terlebih sejak dua tahun belakangan perkembangan dan percepatan pembangunan di Muba sangat pesat,”

  • Atthahirah Natasya Rahma: Selama Pandemi Tetap Rutin Latihan Olah Suara

    Atthahirah Natasya Rahma: Selama Pandemi Tetap Rutin Latihan Olah Suara

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.872
    • 0Komentar

    SEKARANG, di masa pandemi, Atahira mengakui benar-benar tak bisa beraktivitas seperti biasa. Sekolah pun, belajar daring. “Kalau kita nyanyi, gimana ya mau bisa manggung kalau semuanya aktif di daring. Kita semua pada suka #dirumah saja karena protokol kesehatan,” ujar Atthahirah Natasya Rahma. Meski demikian, Atahira yang bisa main piano ini, masih rajin berlatih di rumah. […]

  • Bupati Muba Tekankan Sinergi Bangun Umat Berbasis Agama

    Bupati Muba Tekankan Sinergi Bangun Umat Berbasis Agama

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.467
    • 0Komentar

    Selain capaian pembangunan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sangat masif di Bumi Serasan Sekate, dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin juga kerukunan umat beragama, zero konflik, hingga sinergi antar umat beragama sangat terjaga dengan baik. “Kita selalu menekankan untuk sinergi membangun umat berbasis agama, termasuk dengan PKB ini sinergi Pemkab […]

  • Ponorogo Berguru dengan Palembang, Tentang Apa ?

    Ponorogo Berguru dengan Palembang, Tentang Apa ?

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengunjungi Pemerintah Kota Palembang guna mempelajari peningkatan serapan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang. Mereka disambut Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa di  Balai Kota, Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi, Kepala BPKAD Kota PAlembang, M Hoyin Rizmu dan OPD terkait lainnya, Jumat (16/11/2018). Pada kunjungannya kali […]

  • Gedung Juang Muba Kembali Jadi Museum Perjuangan

    Gedung Juang Muba Kembali Jadi Museum Perjuangan

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengembalikan lagi fungsi Gedung Juang menjadi Museum Perjuangan dan Pusat Kegiatan LVRI Muba.   Sebelumnya Gedung tersebut digunakan sebagai kantor KPU Muba, dikarenakan Kantor KPU sudah berdiri sendiri akhirnya Gedung Juang dikembalikan lagi fungsinya oleh Pj Bupati Apriyadi Mahmud.   Diketahui, proses renovasi yang di-handle Dinas Perumahan dan […]

  • Sriwijaya Diisi Dengan Berbagai Suku, Gubernur Berharap Permatabagsel Dapat Majukan Bumi Sriwijaya

    Sriwijaya Diisi Dengan Berbagai Suku, Gubernur Berharap Permatabagsel Dapat Majukan Bumi Sriwijaya

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 631
    • 0Komentar

    KEBERADAAN Dewan Perkumpulan Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (PERMATABAGSEL) di Bumi Sriwijaya   diharapkan bisa menjadi  kekuatan ekonomi baru. “Kedepannya  organisasi ini menjadi  kekuatan ekonomi baru, misalnya dengan membentuk koperasi atau yang sejenisnya,” ungkap Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (PERMATABAGSEL) Masa Bakti […]

expand_less
WordPress Archive Wilcity – Directory Listing WordPress Theme Wildcard Coupons WooCommerce Plugin Wilmër – Construction WordPress Theme Wiloke 3D Parallax Wiloke Business Hours For Elementor Wiloke Elementor Image Comparison Wiloke FAQs Prite Elementor Addon Wiloke Highlight Featured Products for Elementor Wiloke Icon Box Envy For Elementor Wiloke Posts Slider for Elementor