Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mangrove Sumsel: Potensi Besar, Kenapa Baru Diajarkan?

Mangrove Sumsel: Potensi Besar, Kenapa Baru Diajarkan?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELATIHAN mangrove sering terdengar seperti kabar baik, tapi kali ini, ada cara lain untuk membacanya sebagai tanda sesuatu belum sepenuhnya berjalan.

Apalagi Sumatera Selatan sendiri merupakan provinsi di Pulau Sumatera  tidak kekurangan mangrove.

Seperti contohnya di kawasan pesisir  Ogan Komering Ilir dan Banyuasin sudah lama menyimpan kekayaan itu, hijau, dan diam-diam bekerja menjaga garis pantai.

Manfaat mangrove sendiri sangat penting untuk menahan abrasi, menyaring air, dan menyerap karbon.

Terlebih mangrove itu setia menjalankan tugasnya, bahkan saat manusia belum sepenuhnya menghargainya.

Namun satu pertanyaan sederhana mulai terasa mengganggu, kalau mangrove sudah lama ada dan potensinya besar, kenapa baru sekarang masyarakat didorong serius untuk mengolahnya?

Pelatihan teknis yang dibuka Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, H. Edward Candra, di Hotel Santika Premiere, Rabu (8/4/2026), memang membawa harapan.

Peserta belajar mengolah produk turunan mangrove dan memahami konsep silvofishery,  yaitu model budidaya yang menggabungkan tambak dengan pelestarian mangrove.

Tapi lebih dari itu sebenarnya, pelatihan ini seperti membuka lapisan yang selama ini tertutup ada jarak antara potensi dan pemanfaatan.

Pasalnya selama bertahun-tahun, mangrove lebih sering hadir dalam dua wajah ekstrem.

Di satu sisi, mangrove ditebang untuk kepentingan tambak dan pembangunan.

Di sisi lain, ia dilindungi ketat tanpa memberi nilai ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Namun dua pendekatan ini sama-sama menyisakan masalah, pasalnya yang satu merusak, yang satu lagi sering tidak memberi insentif.

Di tengah tarik-menarik itu, masyarakat pesisir berdiri di posisi paling sulit.

Mereka paham mangrove penting, tapi kebutuhan hidup tidak bisa menunggu.

Ketika pilihan ekonomi lebih cepat datang dari aktivitas lain, mangrove sering kalah.

Di sinilah perlunya pelatihan guna  mencoba mengubah arah cerita, bukan lagi sekadar menjaga mangrove, tapi menghidupkannya dalam ekonomi.

Produk turunan seperti sirup, makanan olahan, hingga bahan alami mulai dikenalkan sebagai peluang nyata.

Sementara silvofishery menawarkan jalan tengah yaitu tetap menghasilkan, tanpa merusak.

Pendekatan ini terdengar ideal, tapi tantangan sebenarnya tidak berhenti di ruang pelatihan.

Masalah klasik sering muncul setelah kegiatan selesai.

Peserta pulang membawa pengetahuan, tapi tidak selalu membawa akses pasar.

Produk sudah bisa dibuat, tapi belum tentu bisa dijual.

Akibatnya  banyak program berhenti sebagai pengalaman, bukan perubahan.

Oleh karena itu, keberhasilan pelatihan seperti ini tidak bisa diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang dibagikan.

Ukurannya jauh lebih konkret sebenarnya, yaitu apakah dalam beberapa bulan ke depan akan muncul produk mangrove dari Sumsel di pasar?

Apakah masyarakat benar-benar mendapat tambahan penghasilan? atau semuanya kembali seperti semula?

Untuk menjawab itu, dibutuhkan langkah lanjutan yang lebih serius.

Misalnya, pemerintah daerah perlu memastikan pendampingan berkelanjutan, bukan hanya pelatihan sekali jalan.

Akses permodalan juga harus dibuka, terutama bagi kelompok masyarakat yang ingin memulai usaha berbasis mangrove.

Selain itu, koneksi ke pasar baik lokal maupun digital harus diperkuat agar produk tidak berhenti di skala kecil.

Edukasi juga perlu diperluas. Tidak hanya soal cara mengolah, tapi juga soal branding, kualitas produk, dan standar keamanan pangan.

Di era sekarang, produk bagus saja tidak cukup, sebab harus punya cerita, kemasan menarik, dan mampu bersaing.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah konsistensi kebijakan.

Program ekonomi hijau sering terdengar menjanjikan, tapi goyah di lapangan sering berubah arah.

Padahal, masyarakat butuh kepastian, mereka butuh tahu  usaha yang mereka bangun hari ini akan tetap relevan dan didukung ke depan.

Dalam konteks ini, mangrove sebenarnya punya peluang besar menjadi wajah baru ekonomi pesisir Sumsel.

Dunia sedang bergerak ke arah keberlanjutan.

Ramah lingkungan

Produk ramah lingkungan punya pasar yang terus tumbuh.

Jika hal ini dikelola dengan benar, mangrove tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga membuka pintu ekonomi yang lebih luas.

Namun semua itu kembali pada satu hal yaitu masalah keseriusan.

Pelatihan bisa menjadi awal yang baik, tapi bukan tujuan akhir, pelatihan ini hanya pintu masuk.

Sebab tanpa langkah lanjutan, pintu itu akan tetap terbuka tanpa ada yang benar-benar masuk.

Selain itu masyarakat pesisir juga perlu mengambil peran aktif.

Peluang yang datang tidak selalu sempurna.

Karena kadang  datang dalam bentuk pelatihan sederhana, yang perlu dikembangkan lebih jauh secara mandiri.

Kolaborasi antar kelompok, inovasi produk, dan keberanian mencoba pasar baru menjadi kunci agar peluang tidak terlewat.

Sekretaris Daerah Sumsel, H. Edward Candra, dalam arahannya menegaskan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung pesisir sekaligus sumber ekonomi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah mangrove secara produktif dan tetap menjaga kelestariannya,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan sekadar harapan namun menjadi pengingat  masa depan pesisir tidak bisa hanya bertumpu pada satu sisi lingkungan atau ekonomi saja.

Keduanya harus berjalan bersama, pasalnya mangrove sudah lama menjaga pesisir Sumsel tanpa banyak tuntutan.

Kini giliran manusia mengelolanya dengan lebih bijak.

Karena pertanyaannya bukan lagi apakah mangrove itu penting, semua orang sudah tahu jawabannya.

Pertanyaannya adalah, apakah kita benar-benar siap menjadikannya bernilai?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapkan Ratusan Dosis Vaksin, Polda Sasar Santri dan Tempat Ibadah

    Siapkan Ratusan Dosis Vaksin, Polda Sasar Santri dan Tempat Ibadah

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 597
    • 0Komentar

    POLDA Jateng saat ini tengah menyiapkan 320 ribu dosis vaksin tahap satu untuk para santri dan pengunjung tempat ibadah. Demikian disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., saat mengunjungi Ponpes Al Munawwir di Gringsing Kabupaten Batang, Senin (6/9/2021). Kapolda hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Jateng dan disambut Forkompinda Batang serta […]

  • Bersama Presiden, Bupati Banyuasin Siap Sukseskan Gerakan Eliminasi TBC 2030

    Bersama Presiden, Bupati Banyuasin Siap Sukseskan Gerakan Eliminasi TBC 2030

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 952
    • 0Komentar

    BUPATI Kabupaten Banyuasin H.Askolani,SH.,MH di dampingi Kadinkes dr.Hakim dan Kabapedalitbang Erwin Ibrahim,ST.,MM MBA turut hadir memenuhi undangan PRESIDEN RI, Ir.Joko Widodo dalam kegiatan Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 yang berlangsung di Cimahi Technopark Jalan Baros, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020). Kegiatan yang di ikuti 34 gubernur, 119 Bupati dan wali kota se-Indonesia, serta sejumlah menteri […]

  • Amali Senang Kadin Ikut Dukung DBON Mengembangkan Industri Olahraga Indonesia

    Amali Senang Kadin Ikut Dukung DBON Mengembangkan Industri Olahraga Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali merasa senang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ikut mengembangkan industri olahraga. Hal ini sejalan dengan desain besar olahraga nasional (DBON), yang mana salah satu didalamnya berisi tentang industri olahraga. Demikian disampaikan Menpora Amali usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid […]

  • Gempabumi M 5.7 Guncang Kepulauan Mentawai, Warga Panik dan Mengungsi ke Tempat Tinggi

    Gempabumi M 5.7 Guncang Kepulauan Mentawai, Warga Panik dan Mengungsi ke Tempat Tinggi

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    GEMPABUMI dengan kekuatan magnitudo 5.7 mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (3/5) pukul 00.46 WIB dini hari. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempat berada di laut dengan kedalaman 29 kilometer pada posisi 2.34 LS dan 99.66 BT atau 35 kilometer tenggara Tuapejat, Sipora Utara dan 37 kilometer tenggara Kepulauan Mentawai. […]

  • Cerita Bupati Muba Soal Aspal Karet Kepada Pusat Penelitian Karet Indonesia

    Cerita Bupati Muba Soal Aspal Karet Kepada Pusat Penelitian Karet Indonesia

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 608
    • 0Komentar

    SETELAH melakukan gelar aspal perdana pada tahun 2018. Di  Desa Mulyorejo Kecamatan Sungai Lilin,  tahun 2019 Presiden RI Joko Widodo menyarankan untuk menggunakan aspal karet seperti yang ada di Musi Banyuasin. Untuk daerah-daerah penghasil sentra karet, maka dianjurkan untuk sebisa mungkin mengoptimalkan penggunaan teknologi aspal karet. Amanah ini diungkapkan saat presiden berkunjung ke sembawa Sumatera […]

  • Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Kerja sama Sub-Regional IMT-GT Perlu Diperkuat

    Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Kerja sama Sub-Regional IMT-GT Perlu Diperkuat

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan perlunya memperkuat solidaritas dan kerja sama Sub-Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) untuk menanggulangi krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi. Pernyataan ini disampaikan saat memimpin Delegasi Indonesia pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-27 yang digelar secara virtual di Jakarta, belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut hadir Menteri di Jabatan […]

expand_less
WordPress Archive LeadEngine – Multi-Purpose WordPress Theme with Page Builder LeadGen – Multipurpose Marketing Landing Page Pack with HTML Builder Leadinjection – Landing Page Theme League Table League Table – Table Plugin for WordPress Lean – One Page Portfolio WordPress Theme LearnDash | Easy Digital Downloads Integration LearnDash LMS 2Checkout Integration LearnDash LMS ConvertKit Integration LearnDash LMS Elementor Integration