Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bursa & Index » Rupiah Tangguh Hadapi Penguatan Dollar AS

Rupiah Tangguh Hadapi Penguatan Dollar AS

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
  • visibility 1.849
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSETERKINI.CO.ID, JAKARTA -Rupiah ternyata masih cukup kuat ditengah pelemahan mata uang sejumlah negara dibandingkan dollar Amerika Serikat. Bahkan rupiah termasuk yang paling tangguh dibandingkan mata uang enam negara anggota G-20.

Berdasarkan data Bloomberg, terhitung sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2018, nilai tukar rupiah lebih mampu menahan penguatan Dolar AS jika dibandingkan dengan mata uang Turki, Argentina, Rusia, Brasil, Afrika Selatan dan India. Bahkan dalam sepekan terakhir, nilai rupiah tidak menyentuh Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat.

Sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2018, rupiah melemah 7,7 persen terhadap dolar AS. Sementara Lira Turki melemah 80,43 persen dan Peso Argentina (56,90 persen). Rupiah juga lebih kuat jika dibandingkan Rubel Rusia yang melemah 17,62 persen, Real Brasil (16,66 persen), Rand Afrika (16,65 persen) dan Rupee India (9,66 persen).

Data Reuters juga menunjukkan pelemahan nilai tukar rupiah tidak terlalu dalam jika dibandingkan enam negara anggota G-20. Dari awal tahun hingga akhir Agustus 2018 atau year to date, rupiah melemah 8,4 persen.Untuk periode yang sama, pelemahan Lira Turki sebesar 42,9 persen, sedangkan Peso Argentina (51,1 persen). Sementara Rupee India mengalami pelemahan 10,4 persen, Rubel Rusia (15,1 persen), Rand Afrika Selatan (16,7 persen) dan Real Brasil (20,4 persen).

Sedangkan khusus untuk Agustus 2018, rupiah melemah 1,6 persen. Angka ini jauh di bawah Lira Turki yang sebesar 25 persen dan Peso Argentina (26 persen).

Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP) Denni Puspa Purbasari menegaskan pelemahan rupiah tidak akan mencapai titik krisis moneter seperti tahun 1998. Pemerintah tidak panik, tetapi lebih mawas diri dalam mengobservasi data market Indonesia serta berbagai perkembangan terkini di dunia internasional.

“Situasi Indonesia ini jauh berbeda dibandingkan kondisi pada 1998 atau 2008. Satu hal yang pasti cadangan devisa kita jauh lebih kuat, lima kali lebih kuat dibanding 1998,” kata Denni, dalam rilis Nawala KSP diterima ST,  Rabu (12/9/2018).

Cadangan devisa Indonesia per akhir Juli 2018 mencapai 118,3 miliar dolar AS. Sementara saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998, cadangan devisa Indonesia hanya sebesar 23,61 miliar dolar AS. Indikator positif lainnya, kata Denni, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran masuk modal asing sebesar 4,5 miliar dolar AS ke Indonesia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga solid serta tidak ada masalah dengan peringkat surat utang pemerintah.

“Sehingga kita masuk dalam investment grade yang bagus atau layak investasi menurut lima lembaga pemeringkat ekonomi,” ungkapnya.

Dikatakan Denni, yang tak kalah penting dalam situasi seperti saat ini adalah independensi BI. Situasi ini berbeda dengan negara lain seperti Turki dan Argentina yang juga tengah mengalami krisis.

“Ini beda dengan intervensi yang dilakukan pemerintah Turki dan Argentina terhadap bank sentralnya, sehingga ada hambatan ketika bank sentral ingin menaikkan suku bunga, misalnya,” kata Denni.

Denni menambahkan, Indonesia juga memiliki hubungan baik dengan bank sentral negara lain seperti Jepang, Cina, Korea Selatan dan Australia.

“Kita punya bilateral soft arrangement, jadi saat misalnya kita butuh dolar, kita bisa minta bank sentral negara-negara itu untuk memback-up, walaupun cadangan devisa kita saat ini ada 118 miliar dolar AS,” jelas doktor ekonomi lulusan University of Colorado itu.

Terkait pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS, Denni mengingatkan, sebagai negara pengekspor minyak dan beberapa komoditas lain, pemerintah juga mendapatkan windfall berupa kenaikan PNBP. Keuntungan ini antara lain digunakan untuk mensubsidi solar agar dapat menstimulasi produktivitas di bidang industri, khususnya transportasi barang dan jasa.[one/ksp]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKI Deklarasi UHC, Ini  Menurut PJ Gub Sumsel

    OKI Deklarasi UHC, Ini Menurut PJ Gub Sumsel

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendeklarasikan program Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan untuk semesta. Yaitu Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. OKI telah berhasil mengcover 732.397  jiwa  atau 95,39 persen penduduk. Peluncuran UHC  dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD OKI, Rabu, (11/10). Bupati […]

  • Salah Bawa

    Salah Bawa

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.306
    • 0Komentar

        Komikus : Septian Mauludi Naskah   : One

  • “Kalau Swasta Bisa, Masa Negeri Enggak?”

    “Kalau Swasta Bisa, Masa Negeri Enggak?”

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Di tengah lalu lintas yang kadang lebih ramai dari grup WhatsApp keluarga saat lebaran, sebuah rumah sakit swasta bernama Permata Palembang dibilangan  Jalan Soekarno Hatta Palembang mendadak jadi primadona. Bukan karena ada artis rawat inap, tapi karena tempat ini dilirik langsung oleh Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, sebagai “role model” pelayanan kesehatan. Iya, […]

  • Buya Yani Bakal Jadi Tim Sukses Prabowo-Sandi

    Buya Yani Bakal Jadi Tim Sukses Prabowo-Sandi

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 793
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Perekrutan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga hingga kini belum selesai. Untuk melengkapinya,  Buni Yani bakal dimasuk ke anggota tim sukses tersebut. Ketua tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, mengatakan pihaknya berniat mengajak Buni Yani masuk ke anggota tim sukses. Jika terealisasi, Buni Yani akan masuk ke bagian media sosial. “Insya Allah lah kita […]

  • Perlindungan HAM, Harus Mengedepankan Keadilan

    Perlindungan HAM, Harus Mengedepankan Keadilan

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 712
    • 0Komentar

    PEMERINTAH berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi korban dan juga bagi yang diduga menjadi pelaku HAM berat. Hal ini ditegaskan Presiden dalam sambutannya pada International Conference on Islam and Human Rights, Jumat (10/12/2021) di Istana Negara. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia. […]

  • Jamuan Minum Teh Ibu Negara

    Jamuan Minum Teh Ibu Negara

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,​Badung, Indonesia – Ibu Iriana Joko Widodo menerima kedatangan Ibu Negara Republik Korea, Madam Kim Keon-hee, di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, pada Senin, 14 November 2022. Tiba sekitar pukul 16.30 WITA, Ibu Iriana menyambut langsung kedatangan Madam Kim Keon-hee di lobi kedatangan. Selanjutnya Ibu Iriana dan Madam Kim menuju pendopo hotel untuk melakukan sesi foto […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Neto WooCommerce Theme CSS Igniter Neuton WordPress Theme CSS Igniter Noozbeat WordPress Theme CSS Igniter Nozama WooCommerce Theme CSS Igniter Oikia WordPress Theme CSS Igniter Olympus Inn Hotel Motel WordPress Theme CSS Igniter Oscillator WordPress Theme CSS Igniter Oxium WordPress Theme CSS Igniter Palermo WordPress Theme CSS Igniter Paperbag WordPress Theme