Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Kalau Swasta Bisa, Masa Negeri Enggak?”

“Kalau Swasta Bisa, Masa Negeri Enggak?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 919
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Di tengah lalu lintas yang kadang lebih ramai dari grup WhatsApp keluarga saat lebaran, sebuah rumah sakit swasta bernama Permata Palembang dibilangan  Jalan Soekarno Hatta Palembang mendadak jadi primadona. Bukan karena ada artis rawat inap, tapi karena tempat ini dilirik langsung oleh Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, sebagai “role model” pelayanan kesehatan. Iya, semacam panutan, teladan, atau dalam bahasa zaman now the blueprint.

Warga sempat bingung, kok rumah sakit swasta malah jadi contoh buat rumah sakit pemerintah? Tapi ya begitulah, kadang cinta dan pelayanan kesehatan datang dari arah yang tak terduga.

“Ini bisa mengcover 1,8 juta penduduk kota Palembang,” kata Prima Salam, dengan mimik serius, mirip dosen yang ngasih kuliah umum di fakultas kedokteran. Dan kita pun manggut-manggut, meski agak bertanya-tanya juga 1,8 juta itu kayaknya nyaris seluruh isi kota, lho? Tapi kalau RS Permata ini bisa seluas dan sefleksibel Netflix bisa diakses semua kalangan, maka bolehlah.

Dalam lawatannya, Wawako tidak hanya datang untuk meresmikan atau dadah-dadah ke kamera. Beliau menyampaikan bahwa Rumah Sakit Permata, meskipun swasta, punya hati selembut bubur ayam tanpa sambal. Pihak manajemen terbuka, ramah, dan tidak pelit ilmu. Bahkan, RS milik Pemkot seperti RS BARI dan RS Gandus diharap bisa mencontoh cara kerja di sini.

Ini semacam kisah cinta yang tak sampai dulu rumah sakit pemerintah ingin mandiri, tapi sekarang kembali belajar dari swasta yang lebih rapi. Kayak mantan yang sekarang udah kerja mapan, pakai mobil listrik, dan tahu cara booking dokter pakai aplikasi.

Wawako menyebut bahwa pemerintahan RDPS (Ratu Dewa-Prima Salam) punya niat suci merombak pelayanan rumah sakit pemerintah. “Yang sudah baik akan lebih ditingkatkan menjadi lebih baik,” ujarnya, dalam kalimat yang kalau diketik ulang bisa jadi quote di kalender dinding puskesmas.

Maksudnya jelas jangan puas dengan pelayanan yang cuma ‘lumayan’. Harus outstanding, ramah, efisien, dan nggak bikin pasien stress duluan cuma gara-gara antrean loket. Kalau bisa, saat orang sakit datang ke RS, mereka disambut bukan dengan muka masam atau sistem antrian yang lebih ribet dari urus SIM.

Tengok ke negeri orang, sebut saja Negeri Sakura Jepang, disana rumah sakit itu bukan cuma tempat berobat, tapi juga jadi tempat edukasi kesehatan. Warganya bisa cek tensi sambil ngopi di vending machine. Bahkan, di rumah sakit kota kecil pun, sistemnya digital dan antreannya rapi nggak ada drama rebutan kursi.

Di Jerman, rumah sakit umum berkolaborasi erat dengan rumah sakit swasta. Sama-sama belajar, saling bantu. Bahkan manajemen rumah sakit umum Jerman kadang dikelola dengan efisiensi setara perusahaan startup teknologi.

Palembang pun sebenarnya bisa kayak begitu, asal jangan cuma kunjungan simbolik, terus balik ke kantor tanpa tindak lanjut. Ibarat masak mi instan, jangan cuma direbus airnya, terus ditinggal pergi. Harus diaduk, dibumbui, dan disajikan biar pelayanan pun matang dan siap dinikmati warga.

Kunjungan ke RS Permata ini sebenarnya bukan soal siapa lebih hebat  swasta atau pemerintah. Tapi soal kesadaran bahwa pelayanan kesehatan itu kayak nasi  harus selalu hangat, bergizi, dan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.

Kalau RS swasta bisa jadi role model, ya kenapa tidak? Ibarat belajar masak dari tetangga, kalau dia jago bikin rendang, masa kita tetap keukeuh bikin mie goreng gosong?

Dan harapan besarnya RS BARI, RS Gandus, dan segenap RS Pemkot lainnya bukan cuma jadi tempat rawat, tapi jadi tempat di mana masyarakat merasa diperlakukan bermartabat, meski sedang lemah, tetap dihargai.

Toh, yang kita butuhkan bukan rumah sakit megah dengan ornamen emas, tapi rumah sakit yang tahu cara menyembuhkan sambil tersenyum.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentan Perkirakan Luas Panen Padi Pada Maret 2 Juta Hektare

    Mentan Perkirakan Luas Panen Padi Pada Maret 2 Juta Hektare

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.683
    • 0Komentar

    LANGKAH strategis disiapkan pemerintah guna mengamankan produksi atau stok beras nasional dan harga pada saat musim panen raya padi pada Maret 2021. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan Luas panen padi pada bulan Maret 2021 atau puncak panen diperkirakan 2 juta hektare. Mentan SYL mengatakan mengikuti pola musim di Indonesia,  pada saat musim […]

  • Kemenag Lakukan Verifikasi Faktual Kemandirian Pesantren, Untuk Apa ?

    Kemenag Lakukan Verifikasi Faktual Kemandirian Pesantren, Untuk Apa ?

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    PENYUSUNAN Peta Jalan Kemandirian Pesantren memasuki tahap verifikasi faktual di pesantren yang memiliki potensi ekonomi di beberapa daerah di Indonesia. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa pasca terbitnya UU nomer 18 tahun 2019 tentang Pesantren, Kementerian Agama menyususn Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Kemenag akan bersinergi dengan K/L yang selama ini […]

  • Luar Biasa, Dalam Sehari Polres OKI Cokok 3 Pria Ini, Kasus Apa ?

    Luar Biasa, Dalam Sehari Polres OKI Cokok 3 Pria Ini, Kasus Apa ?

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.657
    • 0Komentar

    JAJARAN Polres OKI melalui Satre Narkoba Polres OKI dalam sehari berhasil ungkap kasus bisnis barang haram yang dilakoni 3 pria di dua tempat berbeda. Ketiga pelaku, yakni Ali Endi alias Endit (49), dan Iskandar (61), digulung Satres narkoba di Desa Rawang Bukit Sirah Pulau Padang, OKI, serta Ruslan alias Bentek (25), dicokok polisi di Desa Arisan Buntal […]

  • Kesenjangan Sosial dan Lapangan Kerja Jadi Keluhan, Warga Kemang Agung : AKHOR Harapan Kami

    Kesenjangan Sosial dan Lapangan Kerja Jadi Keluhan, Warga Kemang Agung : AKHOR Harapan Kami

    • calendar_month Kamis, 1 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    “Untuk memenangkan Pilkda guna pemerataan pembangunan di daerah pinggiran, meningkatkan kesejahteran masyarakat,”

  • JSC Resmi Aset Prov. Sumsel  

    JSC Resmi Aset Prov. Sumsel  

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    “Kementerian PUPR yang telah menghibahkan asetnya. Dan kami  tetap  berharap  bantuan dalam bentuk lainnya sehingga bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk  kesejahteraan masyarakat Sumsel sesuai dengan visi dan misi Gubernur kami yaitu Maju Untuk Semua,”

  • Pantau, Muba Bakal Buka Penerimaan CPNS &PPPK Formasi 2021

    Pantau, Muba Bakal Buka Penerimaan CPNS &PPPK Formasi 2021

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 641
    • 0Komentar

    KABAR gembira bagi pejuang NIP ( nomor induk pegawai) alias masyarakat yang bermimat mengabdikan diri sebagai CPNS atau PPPK di Musi Banyuasin (Muba) Formasi 2021. Kepastian pembukaan seleksi penerimaan CPNS dan PPPK Muba 2021 ditegaskan oleh Bupati Muba H Dodi Reza Akex melalui Plt Kepala BKPSDM Muba, Sunaryo, SSTP. MM. “Kita sudah mendapatkan hasil usulan […]

expand_less
WordPress Archive Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme Kidzena – Kindergarten & Preschool Elementor Template Kit Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit