Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bursa & Index » Rupiah Tangguh Hadapi Penguatan Dollar AS

Rupiah Tangguh Hadapi Penguatan Dollar AS

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
  • visibility 1.859
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSETERKINI.CO.ID, JAKARTA -Rupiah ternyata masih cukup kuat ditengah pelemahan mata uang sejumlah negara dibandingkan dollar Amerika Serikat. Bahkan rupiah termasuk yang paling tangguh dibandingkan mata uang enam negara anggota G-20.

Berdasarkan data Bloomberg, terhitung sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2018, nilai tukar rupiah lebih mampu menahan penguatan Dolar AS jika dibandingkan dengan mata uang Turki, Argentina, Rusia, Brasil, Afrika Selatan dan India. Bahkan dalam sepekan terakhir, nilai rupiah tidak menyentuh Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat.

Sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2018, rupiah melemah 7,7 persen terhadap dolar AS. Sementara Lira Turki melemah 80,43 persen dan Peso Argentina (56,90 persen). Rupiah juga lebih kuat jika dibandingkan Rubel Rusia yang melemah 17,62 persen, Real Brasil (16,66 persen), Rand Afrika (16,65 persen) dan Rupee India (9,66 persen).

Data Reuters juga menunjukkan pelemahan nilai tukar rupiah tidak terlalu dalam jika dibandingkan enam negara anggota G-20. Dari awal tahun hingga akhir Agustus 2018 atau year to date, rupiah melemah 8,4 persen.Untuk periode yang sama, pelemahan Lira Turki sebesar 42,9 persen, sedangkan Peso Argentina (51,1 persen). Sementara Rupee India mengalami pelemahan 10,4 persen, Rubel Rusia (15,1 persen), Rand Afrika Selatan (16,7 persen) dan Real Brasil (20,4 persen).

Sedangkan khusus untuk Agustus 2018, rupiah melemah 1,6 persen. Angka ini jauh di bawah Lira Turki yang sebesar 25 persen dan Peso Argentina (26 persen).

Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP) Denni Puspa Purbasari menegaskan pelemahan rupiah tidak akan mencapai titik krisis moneter seperti tahun 1998. Pemerintah tidak panik, tetapi lebih mawas diri dalam mengobservasi data market Indonesia serta berbagai perkembangan terkini di dunia internasional.

“Situasi Indonesia ini jauh berbeda dibandingkan kondisi pada 1998 atau 2008. Satu hal yang pasti cadangan devisa kita jauh lebih kuat, lima kali lebih kuat dibanding 1998,” kata Denni, dalam rilis Nawala KSP diterima ST,  Rabu (12/9/2018).

Cadangan devisa Indonesia per akhir Juli 2018 mencapai 118,3 miliar dolar AS. Sementara saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998, cadangan devisa Indonesia hanya sebesar 23,61 miliar dolar AS. Indikator positif lainnya, kata Denni, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran masuk modal asing sebesar 4,5 miliar dolar AS ke Indonesia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga solid serta tidak ada masalah dengan peringkat surat utang pemerintah.

“Sehingga kita masuk dalam investment grade yang bagus atau layak investasi menurut lima lembaga pemeringkat ekonomi,” ungkapnya.

Dikatakan Denni, yang tak kalah penting dalam situasi seperti saat ini adalah independensi BI. Situasi ini berbeda dengan negara lain seperti Turki dan Argentina yang juga tengah mengalami krisis.

“Ini beda dengan intervensi yang dilakukan pemerintah Turki dan Argentina terhadap bank sentralnya, sehingga ada hambatan ketika bank sentral ingin menaikkan suku bunga, misalnya,” kata Denni.

Denni menambahkan, Indonesia juga memiliki hubungan baik dengan bank sentral negara lain seperti Jepang, Cina, Korea Selatan dan Australia.

“Kita punya bilateral soft arrangement, jadi saat misalnya kita butuh dolar, kita bisa minta bank sentral negara-negara itu untuk memback-up, walaupun cadangan devisa kita saat ini ada 118 miliar dolar AS,” jelas doktor ekonomi lulusan University of Colorado itu.

Terkait pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS, Denni mengingatkan, sebagai negara pengekspor minyak dan beberapa komoditas lain, pemerintah juga mendapatkan windfall berupa kenaikan PNBP. Keuntungan ini antara lain digunakan untuk mensubsidi solar agar dapat menstimulasi produktivitas di bidang industri, khususnya transportasi barang dan jasa.[one/ksp]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurangi Gas Rumah Kacah, UIN RF Palembang Tanam Ribuan Pohon

    Kurangi Gas Rumah Kacah, UIN RF Palembang Tanam Ribuan Pohon

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Prov. Sumsel H Rosidin Hasan, menghadiri penanaman 5.000 pohon di Kampus UIN RF Palembang. Penanaman 5.000 pohon di Kampus UIN Raden Fatah Palembang sebagai “Reduksi CO2 dan Tingkatkan Produksi Oksigen (Kontribusi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Untuk Keberlangsungan Lingkungan Hidup dan Kesejahteraan Umat […]

  • Yudisium VIII FISIP UIN Raden Fatah Angkat Tema Berdedikasi & Berprestasi Di Era New Normal

    Yudisium VIII FISIP UIN Raden Fatah Angkat Tema Berdedikasi & Berprestasi Di Era New Normal

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.305
    • 0Komentar

    ACARA yudisium VIII Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang digelar secara virtual melalui aplikasi zoom dengan tema berdedikasi dan berprestasi di era new normal, Selasa (06/10/20). Yudisium kali ini dihadiri langsung oleh ibu Rektor UIN Raden FATAH Prof DR Nyayu Khodijah S Ag Msi dan 15 orang […]

  • “Tanjung Carat: Proyek Strategis Sumsel, Tantangan atau Peluang?”

    “Tanjung Carat: Proyek Strategis Sumsel, Tantangan atau Peluang?”

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    PELABUHAN Tanjung Carat resmi diluncurkan pada Kamis (9/4), menandai langkah besar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengakhiri 40 tahun keterlambatan dalam urusan pelabuhan. Namun, dibalik gemerlap seremoni dan janji efisiensi logistik, proyek strategis nasional ini menyimpan sejumlah tantangan yang patut dicermati. Pelabuhan Boom Baru, yang selama ini menjadi jantung ekspor Sumsel, kerap menghadapi pendangkalan dan […]

  • HMI LK II Nasional Palembang, Sumsel Siap Libatkan UMKM

    HMI LK II Nasional Palembang, Sumsel Siap Libatkan UMKM

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PALEMBANG  bersiap menjadi pusat pertemuan ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai daerah dalam Intermediate Training Raya (LK II) Tingkat Nasional yang digelar 11–18 Juni 2026 di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Di balik agenda kaderisasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan skema pelibatan UMKM lokal sebagai bagian dari upaya menggerakkan perputaran ekonomi daerah. […]

  • Sidak Pembangunan Saluran Air, 2 Hal Ini Ditegaskan Fitri kepada Pihak ke-3

    Sidak Pembangunan Saluran Air, 2 Hal Ini Ditegaskan Fitri kepada Pihak ke-3

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.306
    • 0Komentar

    KONDISI Sepanjang Jalan Abdul Rozak, [Patal-Pusri], Kecamatan Kalidoni, sejak beberapa bulan ini dilakukan perbaikan saluran air sehingga membuat arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut sering mengalami kemacetan, disaat jam-jam padat. Ribetnya lagi banyak truk tronton peti kemas kerap parkir di sepanjang jalan tersebut sehingga kondisi jalan tersebut sangat macet, ditambah lagi dengan tumpukan material pengerjaan […]

  • Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit

    Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Likuiditas perbankan nasional mulai menghadapi tekanan pada semester I-2026, meski demikian, kondisi tersebut belum terlihat menekan penghimpunan dana Bank Sumsel Babel (BSB) hingga Juni 2026, tercatat Dana Pihak Ketiga (DPK) BSB mencapai Rp29,43 triliun, atau tumbuh 3,50% secara tahunan, bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang sebesar 3,41%. Kondisi itu membuktikan kemampuan funding Bank […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Neto WooCommerce Theme CSS Igniter Neuton WordPress Theme CSS Igniter Noozbeat WordPress Theme CSS Igniter Nozama WooCommerce Theme CSS Igniter Oikia WordPress Theme CSS Igniter Olympus Inn Hotel Motel WordPress Theme CSS Igniter Oscillator WordPress Theme CSS Igniter Oxium WordPress Theme CSS Igniter Palermo WordPress Theme CSS Igniter Paperbag WordPress Theme