Ekonomi

Udang Indonesia Mendarat di 10 Pelabuhan Utama AS

KKP/ilustrasi

PRODUK udang Indonesia kini tersedia di 10 pelabuhan strategis AS, termasuk Los Angeles, Houston, Oakland, New York, Chicago, Kansas, Baltimore, Norfolk, Savannah, dan Miami, menegaskan efisiensi distribusi global industri perikanan nasional.

Distribusi udang Indonesia ke 10 pelabuhan utama AS menunjukkan strategi logistik dan rantai pasok yang matang. Setiap kontainer dikemas dengan standar industri tinggi dan sistem pendingin, menjaga kesegaran produk sejak diproduksi di Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Jawa dan Lampung hingga tiba di konsumen.

Koordinasi antara pemerintah, pelaku industri, eksportir, dan pihak pelayaran memastikan pengiriman tepat waktu.

Rute laut dioptimalkan untuk mengurangi risiko keterlambatan, sementara sistem pemantauan real-time menjaga kualitas selama transportasi. Pendekatan ini menegaskan kemampuan Indonesia menghadapi tantangan distribusi global skala besar.

Volume produksi yang tinggi sekaligus fleksibel memungkinkan industri menyesuaikan kapasitas dengan permintaan internasional. Integrasi UPI lokal, inovasi pengolahan, dan pengemasan canggih memperkuat rantai pasok domestik.

Semua kontainer dilengkapi dokumen resmi termasuk Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (SMKHP), yang diakui oleh Bea Cukai AS (CBP) dan Food and Drug Administration (FDA).

Ekspor ke 10 pelabuhan utama ini berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Permintaan tinggi mendorong penciptaan lapangan kerja baru, inovasi pengolahan, dan peningkatan kapasitas produksi. Industri perikanan Indonesia dapat menyesuaikan strategi produksi sesuai kebutuhan pasar internasional, menjadikannya sektor andalan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di laman resmi kkp belum lama ini menekankan  keberhasilan ekspor bukan sekadar soal jumlah kontainer, melainkan kemampuan mengelola rantai pasok global, kepatuhan regulasi, dan inovasi industri. Strategi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar perikanan dunia.

Keunggulan distribusi ini membuka peluang untuk memperluas pasar ke negara lain, meningkatkan diversifikasi ekspor, dan menjaga stabilitas ekonomi sektor perikanan. Sistem pengawasan ketat dan pemeliharaan kualitas memastikan produk memenuhi standar global, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen internasional.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan eksportir memperlihatkan efektivitas manajemen rantai pasok skala besar. Sinergi ini menjamin distribusi tepat waktu, kualitas produk tetap terjaga, dan kepatuhan terhadap regulasi internasional selalu terpenuhi.

Sebagian kontainer juga telah melewati pengujian bebas Cs-137 dan memperoleh sertifikasi SMKHP sesuai regulasi KKP. (***)

To Top