Perbankan & Keuangan

BI FAST & Nexus Go Global, Remitansi TKI Kini Secepat Kilat

foto : BI/Ilustrasi

BANK Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus, jaringan pembayaran lintas negara yang menghubungkan sistem instan bank di Asia, termasuk Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan India.

Langkah ini membuat BI FAST, sistem pembayaran instan domestik, langsung terhubung ke jaringan internasional. Integrasi ini bukan sekadar teknologi, tetapi strategi nasional untuk memperkuat efisiensi pembayaran lintas negara dan mendukung inklusi keuangan.

Kalau seandainya Nexus itu seperti jalan tol uang digital antarnegara. Misalnya, uang yang dikirim TKI dari Riyadh ke rumah di Sumsel kini meluncur secepat transfer antarbank lokal, aman, dan tanpa biaya tinggi.

Sebelumnya, remitansi bisa memakan waktu 1-3 hari dengan biaya tambahan. Kini, pekerja migran menerima uangnya dalam hitungan menit, dan keluarga mereka bisa langsung memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari atau sekolah anak.

Integrasi ini juga langsung menguntungkan UMKM. Pedagang kopi di Bandung yang menjual ke Singapura menerima pembayaran dari luar negeri instan, tanpa ribet konversi mata uang atau biaya tambahan besar.

Bisa diibaratkan seperti “tali penghubung langsung” antara pembeli internasional dan penjual lokal. Dengan kemudahan ini, UMKM menjangkau pasar global lebih luas, meningkatkan omzet, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan  Indonesia terlibat dalam Nexus bukan sekadar soal teknologi. Indonesia memperkuat koridor remitansi dan perdagangan internasional, sementara semua transaksi domestik tetap dilakukan kliring di dalam negeri.

Sistem ini menjaga kedaulatan pembayaran nasional sekaligus memberi fleksibilitas bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan transaksi lintas negara.

Bank for International Settlements (BIS) menginisiasi Proyek Nexus pada 2021 untuk meningkatkan kelancaran pembayaran antarnegara dengan menghubungkan berbagai Instant Payment Systems (IPS) di Asia. Pada 2025, bank-bank sentral mendirikan Nexus Global Payments (NGP).

Anggota penuh

BI, yang sebelumnya menjadi special observer, kini resmi menjadi anggota penuh. Bisa diibaratkan Indonesia memiliki gerbang khusus yang langsung menghubungkan sistem pembayaran domestik ke jaringan internasional.

Integrasi ini juga memperluas akses masyarakat ke layanan keuangan. Mereka yang sebelumnya sulit mengirim atau menerima uang lintas negara kini menikmati kemudahan pengiriman, baik untuk keluarga maupun kegiatan usaha.

Sistem ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan kerangka Regional Payment Connectivity ASEAN 2022, mendorong sistem pembayaran lintas negara lebih efisien, transparan, dan inklusif.

Koneksi BI FAST-Nexus membuat Indonesia bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dengan negara tetangga. Konektivitas ini membuka peluang kolaborasi internasional dan memperkuat kedaulatan finansial nasional. Bisa diibaratkan seperti jembatan digital yang menghubungkan semua pihak secara cepat dan aman.

Bergabungnya BI dalam Nexus memberikan dampak nyata bagi pekerja migran, UMKM, dan ekonomi Indonesia. Remitansi kini lebih cepat, biaya lebih rendah, dan transaksi lintas negara lebih aman.

UMKM menjangkau pasar global tanpa hambatan, sementara Indonesia memperkuat posisi sebagai hub pembayaran lintas negara. Setiap rupiah yang dikirim pekerja migran atau setiap transaksi UMKM langsung memberikan manfaat. Inovasi sistem pembayaran ini bukan sekadar teknologi, tetapi jalan menuju kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi nyata bagi bangsa. (***)/ril

To Top