Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Listrik atau Jalan Tenang, Haruskah Salah Satu Mengalah?

Listrik atau Jalan Tenang, Haruskah Salah Satu Mengalah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 387
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEGARA ini kadang ribut bukan soal ideologi, ributnya malah soal hal sederhana, truk jalan atau truk berhenti. Kalau jalan misalnya berdebu dan menyerang paru-paru? Kalau berhenti gimana dengan listriknya jadi ngos-ngosan.

Tentu yaang kebagian pusing itu? Ya.. rakyatnya juga.

Rakyat itu cuma bisa mangut -mangut, nggak ada ngaruh karena nggak punya jabatan, tapi peningnya pasti kayak masuk kelas nasional.

Itulah yang tengah terjadi di Sumatera Selatan.

Baru -baru ini ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sumsel untuk membatasi angkutan batu bara, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Di sisi lain, PLN juga bicara pelan-pelan tapi serius, katanya stok batu bara untuk PLTU Bengkulu tinggal hitungan hari.

Kalau terlambat, pasokan listrik bisa terganggu sampai Sumsel dan Jambi.

Singkatnya, satu rem ditarik, satu mesin langsung ngadat, dashboard pun padam semua.

Sikap dukungan terhadap kebijakan Gubernur Herman Deru baru-baru ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Ade Pramanja.

Ia menegaskan aturan harus dijalankan konsisten dan tidak boleh ada intervensi.

Pesannya sebenarnya jelas, tidak boleh ada yang merasa kebal hanya karena membawa embel-embel “kepentingan nasional.” Mau perusahaan swasta atau BUMN, aturannya tetap satu.

Yaitu jalan umum bukan halaman gudang, apalagi jalur VIP batu bara.

Kalau diterjemahkan ke bahasa wong kito itu. “Jalan itu punyo besamo, bukan jalur eksklusif angkutan tambang.”

Motor emak-emak, mobil ambulans, dan bocah sekolah tidak boleh kalah status dengan truk 12 roda.

Namun PLN juga tidak sepenuhnya salah, mereka bicara soal listrik, dan listrik itu adalah urusan perut banyak orang.

Rumah sakit, sekolah, industri, hingga rumah tangga kini hidupnya bergantung pada colokan.

Apalagi, mati listrik itu bukan cuma gelap, tapi bisa melumpuhkan aktivitas.

Warung kopi tutup, WiFi mati hingga emosi jadi naik.

Maka dari itu, ketika PLN meminta akses dibuka, itu bukan drama sinetron itu bertanda alarm.

Di sinilah dilema itu terlihat telanjang.

Pasalnya Pemprov Sumsel berusaha menjaga warganya dari debu, macet, kecelakaan, serta jalan rusak, yang tiap tahun ditambal, tapi tiap bulan juga tetap berlubang lagi.

Sementara tugas PLN juga menjaga sistem kelistrikan agar tidak kolaps dan tidak berubah menjadi krisis nasional esok hari.

Dua-duanya memang membawa nama rakyat.

Dua-duanya juga merasa paling darurat. Yang satu berkata “demi warga” bro…, yang satu lagi “demi listrik.”

Akhirnya warganya jadi bengong di tengah jalan.

Masalahnya bisa muncul ketika kedua kepentingan itu sama-sama ngotot tanpa mencari jalan tengah.

Jadinya hasilnya bukan solusi, melainkan lomba tunjuk jari, sehingga jari rakyatlah akhirnya juga ikut pegal.

Melalui pernyataan Ade Pramanja, DPRD Sumsel mencoba menarik rem emosi.

Kepentingan strategis nasional, katanya harus sejalan dengan perlindungan masyarakat dan lingkungan daerah.

Artinya sederhana, pembangunan itu jangan mengakibatkan warga yang jadi korban.

Selain itu, nasionalisme juga tidak cukup di spanduk dan pidato, tapi harus terasa di aspal kampung.

Yang membuat banyak orang yang menggeleng -geleng kepala, yaitu jalur darat terus dijadikan tumpuan utama.

Padahal laut kita  luas, tidak macet, tidak perlu pake klakson, tidak juga bakal menyerempet motor, bahkan tidak meninggalkan debu di jemuran.

Skema transisi

Memang benar, jika jalur laut bisa dimaksimalkan, mengapa jalan desa terus dijadikan lintasan utama seolah-olah aspal kampung adalah conveyor belt tambang yang bisa diganti tiap bulan?

Oleh sebab itu setidaknya harus ada jalan keluarnya, bukan membuka atau menutup angkutan secara membabi buta. Yang dibutuhkan adalah aturan yang masuk akal, penjadwalan jam operasional, pembatasan volume harian, serta percepatan pemanfaatan jalur alternatif seperti jalur laut.

Dengan skema transisi yang jelas setidaknya pasokan energi tetap aman tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga.

PLN perlu memperkuat perencanaan logistik, agar pasokan energi tidak selalu berbenturan dengan masyarakat.

Disamping itu pemerintah daerah harus konsisten, tidak galak di awal, tapi akhirnya longgar di tengah.

Sementara perusahaan tambang juga perlu sadar, sebab usaha itu tidak akan awet, jika setiap hari memicu keluhan dan keresahan.

Pada intinya, semuanya tidak salah,  hanya saja rakyat itu tidak menuntut yang muluk-muluk.

Rakyat juga tidak meminta debat panjang di ruang rapat.

Rakyat itu hanya ingin jalan tetap aman dan nyaman, udara bersih, dan listrik tetap menyala. Tiga hal itu saja kok.

Ingat! orang tua dulu bilang, menarik rambut dalam tepung,  rambutnya dapat, tapi tepungnya jangan berserak.

Kebijakan yang cerdas bukan yang paling keras suaranya, melainkan yang paling rapi pelaksanaannya.

Jadi, negara hadir itu bukan untuk memaksa satu kepentingan tumbang, melainkan untuk menata agar semuanya bisa berjalan berdampingan.

Sebab, bangsa yang besar bukan cuma mampu menyalakan lampu, melainkan juga memastikan warganya pulang ke rumah dengan selamat, tanpa debu di dada, tanpa was-was di jalan.

Dan tanpa pertanyaan yang terus berulang “ngapo selalu kame yang disuruh ngalah?.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Titik Nol Palembang Kini Punya Ikon Darussalam

    Titik Nol Palembang Kini Punya Ikon Darussalam

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    WAJAH jantung Kota Palembang kini tampil berbeda. Di kawasan yang dikenal sebagai titik nol kota, tepat di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, sebuah ikon baru resmi diperkenalkan kepada publik. Revitalisasi Tugu Cempako Telok Bundaran Air Mancur diresmikan pada Minggu (15/3/2026) malam. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur […]

  • Bersih-Bersih Rumah dari COVID-19? Wajib Disinfeksi 8 Benda Ini!

    Bersih-Bersih Rumah dari COVID-19? Wajib Disinfeksi 8 Benda Ini!

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    BERSIHKAN dengan rutin 8 benda yang sering disentuh di rumah, seperti gagang pintu, wastafel, meja, keran, remote TV/AC, kursi/sofa, toilet, dan saklar lampu. Caranya mudah, cukup dengan air dan sabun atau deterjen atau cairan pembersih khusus. Hindari penularan COVID-19 dengan pakai masker, divaksinasi, dan tentunya disiplin protokol kesehatan yang lain, termasuk menjaga kebersihan diri dan […]

  • Bertambah 11 Kasus, Positif COVID-19 di Samsel Jadi 210 Kasus

    Bertambah 11 Kasus, Positif COVID-19 di Samsel Jadi 210 Kasus

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    HARI ini, Rabu [6/5/2020] penderita positif COVID-19 di Sumsel semakin meningkat dratis dari sebelumnya kemarin tercatat 199 kasus, kini hari ini bertambah 11 kasus sehingga total menjadi 210 kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, SKm saat video conference, sore ini, mengatakan, 11 orang yang positif Covid-19 dari Palembang tujuh orang. Kemudian, […]

  • Jokowi : Ini Tol Pertama di Sumsel, Jadi Jangan Dipungut Biaya Dulu Ya..

    Jokowi : Ini Tol Pertama di Sumsel, Jadi Jangan Dipungut Biaya Dulu Ya..

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    Meski kondisi cuaca terlihat mendung, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap hadir meresmikan pengoperasian Jalan Tol Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

  • Apa hukumnya mandi wajib setelah sahur, apakah puasa yang dikerjakan tidak sah ?…

    Apa hukumnya mandi wajib setelah sahur, apakah puasa yang dikerjakan tidak sah ?…

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.646
    • 0Komentar

    “Assalamulaiku, mohon izin bertanya, ustadz. Apa hukumnya mandi wajib setelah sahur, apakah puasa yang dikerjakan tidak sah? Kadang-kadang malas mandi malam-malam, atau bahkan tertidur duluan hingga akhirnya lupa mandi. Mohon petunjuknya, Ustadz. Terimakasih” Jawaban: Wa’alaikum salam wr wb Berdasarkan informasi dari Imam An-Nawawi, salah seorang ulama besar madzhab Asy-syafi’i, bahwa Jumhur (mayoritas) ulama termasuk didalamnya […]

  • 4 Hari di Isolasi di RSMH, 2 Pasien PDP COVID-19 Meninggal

    4 Hari di Isolasi di RSMH, 2 Pasien PDP COVID-19 Meninggal

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.369
    • 0Komentar

    DUA pasien dalam pengawasan [PDP] COVID-19 di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin [RSMH] Palembang akhirnya meninggal dunia. Ke duanya meninggal setelah 4 hari masuk dalam kamar isolasi. Pasien pertama yang meninggal dunia, Dia meninggal dunia tadi pagi, Senin (23/3/2020), sekitar pukul 5.45 WIB. Sementara pasien kedua adalah seorang tenaga medis, meninggal dunia pukul 06.15 WIB. […]

expand_less
WordPress Archive Larch – Responsive Minimal Multipurpose WordPress Theme Larson – Architecture WordPress Theme Laszlo – Creative Agency & Portfolio Lottie WordPress Theme LatePoint – Appointment Booking & Reservation Plugin for WordPress Laundry, Dry Cleaning Services WordPress Theme Laundryes – Laundry & Cleaning Elementor Template Kit Laurits – Portfolio and Agency WordPress Theme Lauv – Trendy Portfolio WordPress Theme Lavan – Fashion Model Agency WordPress CMS Theme Lavelo – Wedding WordPress Theme