Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Gas 3 Kg Bocor ke Mana, Negara Tak Boleh Cuma Sidak Sesaat?

Gas 3 Kg Bocor ke Mana, Negara Tak Boleh Cuma Sidak Sesaat?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 441
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GAS LPG 3 kilogram itu sekarang mirip tamu kos.
Datangnya cepat, pamitnya lebih cepat. Pagi dipasang, sore sudah minta diganti. Belum sempat gulai nangka mendidih, api sudah batuk-batuk kayak habis ngerokok semalam.

Di titik itulah emak-emak  mulai mikir keras.
“Ini gas, apo angin dari Bukit Barisan?”

Jawabannya belakangan kebuka, bukan salah kompor, tapi ada yang hobi mengoplos. Gas subsidi yang harusnya buat rakyat kecil malah dioper-oper ke tabung gede, isinya jadi cuan, sisanya jadi masalah.

Begitu kasus ini terendus, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turun ke lapangan. Ia datang ke SPPBE, melihat timbangan, segel tabung, sampai proses pengisian. Singkatnya, negara ikut nimbrung ke dapur rakyat.

Langkah ini patut diapresiasi. Tidak semua pemimpin mau pegang tabung gas, apalagi yang beratnya bukan cuma di tangan, tapi juga di tanggung jawab.

Tapi di sinilah kita perlu jujur, mafia gas itu bukan tipe yang takut kamera. Mereka takutnya cuma satu kalau duit berhenti mengalir dan pintu besi mulai bunyi.

Pengoplosan LPG bukan kerja sambilan. Ini bukan cerita satu tabung nyasar ke rumah tetangga. Ini kerja serius, terstruktur, dan terencana. Kalau cuma disidak, besok mereka rapi lagi. Kalau cuma ditegur, lusa mereka ganti jalur.

Di sinilah negara jangan cuma jadi tamu.
Kalau sudah turun, jangan pulang cepat.

Karena rakyat tidak minta yang ribet-ribet. Mereka cuma mau gas yang isinya jujur, beratnya sesuai timbangan, dan nyalanya sampai masakan matang, bukan sampai emosi duluan.

Kalau Pemprov ikut di rantai usaha, maka logikanya sederhana pengawasan harus paling galak. Jangan sampai negara kebobolan di rumah sendiri.

Sidak harus jadi pembuka, bukan penutup.
Yang ditunggu publik itu bukan foto, tapi siapa yang ditangkap, siapa yang dicabut izinnya, dan siapa yang dibuat kapok.

Sebab menegur mafia itu seperti menasihati nyamuk, didengar, tapi tetap menggigit.

Oleh karena itu subsidi itu sebenarnya  amanah, bukan kesempatan. Gas 3 kg itu bukan barang murah, ia simbol kehadiran negara di dapur rakyat. Kalau simbol ini bocor, kepercayaan ikut menetes.

Langkah gubernur sudah benar. Tapi langkah benar tanpa kelanjutan cuma jadi langkah pemanasan. Yang ditunggu rakyat adalah lari sprint-nya.

Karena pada akhirnya, dapur rakyat tidak butuh janji panjang.
Ia cuma butuh satu hal api yang jujur dan negara yang tidak datang sesekali.

Kalau gas rakyat masih bocor, pertanyaannya tinggal satu
yang bocor tabungnya, atau pengawasannya? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Berakhir, Masyarakat Silahkan Kembali ke Rumah

    BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Berakhir, Masyarakat Silahkan Kembali ke Rumah

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.361
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, Peringatan Dini Tsunami yang sempat dikeluarkan atas kejadian gempa tektonik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 14 Desember 2021 tadi pagi telah dinyatakan selesai/berakhir. “Masyarakat setempat dipersilahkan untuk kembali ke rumah masing-masing, kata dia, Selasa. Hanya saja dihimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi rumahnya […]

  • Wabup OKI Siap Padamkan Karhutla, Status Siaga Darurat Telah Ditetapkan

    Wabup OKI Siap Padamkan Karhutla, Status Siaga Darurat Telah Ditetapkan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.432
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab.OKI siap mengantisipasi dan memadamkan Kebakaran Hutan Kebun dan lahan [Karhutla], oleh sebab itu jauh -jauh hari telah ditetapkan siaga darurat bencana asap sejak 1 Juni – 31 Oktober 2020. Wakil Bupati OKI, H M Dja’far Shodiq menjalaskan, pengalaman lalu menjadi guru bagi OKI,yang terpenting dalam menghadapi karhutbunlah, perlu bergotong royong. Bahkan masyarakat pun harus […]

  • Jadi Contoh Penggerak Pendidikan & Budaya di Sumsel 

    Jadi Contoh Penggerak Pendidikan & Budaya di Sumsel 

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    HUMAS Dikbud Muba – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara Hermansyah Syamsiar beserta rombongan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Kunker   diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musi Banyuasin Musni Wijaya, SSos MSi di Ruang Wiyata, Senin ( 26/4/21 ). Musni Wijaya, memaparkan program – program unggulan Dikbud Muba Tahun […]

  • Biar Seniman Lokal Bisa Berkarya, Sumsel Bakal Bangun Kembali Taman Budaya  

    Biar Seniman Lokal Bisa Berkarya, Sumsel Bakal Bangun Kembali Taman Budaya  

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    “Jadi bukan hanya dalam kegiatan acara satu hari saja kemudian selesai, namun harus berkelanjutan. Nah ini salah satu hikmah dari Asian Games di Sumsel,”

  • Meski Pertumbuhan Ekonomi Palembang ‘Rebound’, Walkot Minta OJK Tidak Bersikap Lemah

    Meski Pertumbuhan Ekonomi Palembang ‘Rebound’, Walkot Minta OJK Tidak Bersikap Lemah

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.519
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel memang tertatat memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik dibanding provinsi lain di Indonesia, bahkan pertumbuhan ekonomi  ‘Rebound’ di atas rata-rata ini sejak beberapa tahun belakangan. Bahkan adanya Sea Games dan Asean Games dan event besar baik nasional maupun Internasional di Kota Palembang sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan sebagai Ibu Kota Provinsi sangat […]

  • Gelar Doa Bersama Hingga Datangkan Musik Gambus

    Gelar Doa Bersama Hingga Datangkan Musik Gambus

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    LANTUNAN musik gambus hingga ayat-ayat suci Alquran terdengar jelas di pendopoan Guest House Griya Serasan Sekate, Jumat (1/11/2019) pagi. Suasana ini tampak tak seperti biasanya, bahkan ada pula puluhan orang memakai jubah putih dengan penampilan ala Timur Tengah. Rupanya suasana ini merupakan bagian dari surprise perayaan hari ulang tahun Bupati Muba Dodi Reza yang ke-49. Pantauan […]

expand_less
WordPress Archive Quanto – Creative Agency WordPress Theme Quanzo – Personal Portfolio WordPress Theme Quanzo – Portfolio WordPress Theme Quardo | Deluxe Hotels WordPress Theme Quasar – WordPress Theme with Animation Builder Qube – Responsive Multi-Purpose Theme Qudos – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme Qudrat – Islamic Center & Mosque Elementor Template Kit Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme