ASAP manis itu kelihatannya tidak bersalah, malah wanginya bau buah stroberi, mangga, anggur yang bikin menggoda, pokoknya bau-bau itu yang bikin orang mikir, “Ini anak hidupnya rapi” padahal belum tentu. Bisa jadi hidupnya rapi di luar, tapi di dalam sudah mulai berantakan kayak kabel listrik dan tali layangan kusut.
Sekarang vape itu bukan cuma alat, tapi sudah kayak kartu identitas sosial. Nongkrong tanpa vape itu rasanya seperti datang ke kondangan tapi lupa selfie. Pegang vape, hisap pelan, buang asap ke langit sambil mikir, “Aku keren, aku kekinian” masalahnya, yang kekinian dan keren itu bukan cuma gayanya, tapi juga modus kejahatannya.
Di era digital serba update ini, narkoba juga ikut update. Bandar narkoba sekarang tidak mau kalah sama influencer. Mereka tahu genrasi sekarang anti dipaksa, tapi gampang penasaran. Maka narkoba tidak lagi datang dengan wajah sangar, tapi menyamar jadi asap manis vape narkoba, wangi, kalem, dan kelihatannya sopan.
Modusnya licin kayak belut dikasih minyak kayu putih, cairan vape yang kelihatannya biasa saja, disisipi zat terlarang. Botolnya sama, baunya sama, rasanya pun kadang tidak beda. Awalnya gratis. Ya… iya-lah, siapa juga yang mau langsung beli masalah jutaan rupiah. Gratis itu seperti senyum mantan, bikin senang, tapi biasanya ada niat tersembunyi.
Bandar narkoba itu paham betul psikologi manusia. Kalau disuruh, orang ngelak. Kalau dikasih, orang nyoba. Kalau sudah nyoba, baru cerita bisa panjang. Gratis itu memang bikin iman goyah lebih cepat dari sinyal HP di parkiran basement mall.
BNNP Sumsel juga sudah kasih lampu merah sambil klakson panjang. Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan mengingatkan, cairan vape sekarang rawan disusupi narkoba.
Harganya tidak main-main, bisa jutaan rupiah, tapi justru sering dibagi gratis di awal sebagai jerat. Logikanya simpel, pancing dulu ikannya, urusan digoreng belakangan.
Tapi, Hisar juga menegaskan hal penting yang sering orang tidak tahu tentang Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 menjamin pecandu yang melapor untuk rehabilitasi tidak diproses hukum dan bahkan dapat layanan gratis.
Negara ini, urusan narkoba, ternyata lebih penyayang daripada omongan tetangga. Ironisnya, meski Sumatera Selatan sudah darurat narkoba, yang datang rehab masih sepi.
Bukan karena pada sehat semua, tapi karena takut. Takut dicap, takut diomongkan, takut hidup makin ribet. Padahal hidup yang sekarang ini saja sudah ribet tanpa narkoba.
Di sinilah masalahnya. Banyak orang lebih takut omongan orang daripada omongan dokter. Lebih takut gosip daripada jarum suntik. Akhirnya masalah disimpan rapat-rapat, kayak utang yang pura-pura lupa.
Gerak cepat bukan gerak jalan
Wali Kota Ratu Dewa memilih gerak cepat, bukan gerak jalan.. sambil menunggu pembentukan BNN Kota yang jalurnya panjang dan berliku kayak jalan rusak habis hujan, Pemkot langsung bikin langkah darurat.
Dibentuklah Satgas Anti Narkoba, disiapkan kantor layanan di Mal Pelayanan Publik Jakabaring, dan sosialisasi digas ke sekolah, kampus, sampai lingkungan ASN.
Intinya jelas, jangan kebanyakan seminar, tapi minim hasil. Ini bukan soal wacana, tapi soal kerja nyata. Langkah ini penting, karena asap manis vape narkoba tidak pilih-pilih korban.
Narkoba tidak peduli kamu anak baik-baik, mahasiswa teladan, atau pegawai rajin absen. Targetnya justru orang yang merasa paling aman dan yakin bisa ngatur semuanya. Padahal dalam hidup, yang paling sering tumbang itu bukan yang ceroboh, tapi yang terlalu percaya diri.
Jadi sebenarnya simpel, cuma sering kalah sama gaya. Jangan sembarangan terima apa pun dari orang yang tidak dikenal, apalagi yang gratis sebab dalam hidup ini yang benar-benar gratis itu jarang bahkan biasanya ada harga yang ditagih belakangan. Dan untuk urusan narkoba, harganya bukan pakai cicilan.
Vape itu alat, nongkrong itu hak, yang bikin hidup berantakan adalah kebiasaan meremehkan. Meremehkan risiko, meremehkan peringatan, dan terlalu yakin dengan mantra sakti, “Tenang, aku bisa berhenti kapan saja.” Kalimat ini sudah menjatuhkan lebih banyak orang daripada kulit pisang.
Perlu dingat, asap manis vape narkoba adalah potret era yang lagi bingung. Kejahatan rajin update, sementara kewaspadaan kita sering malas upgrade. Asapnya memang wangi, tapi efeknya bisa panjang dan pahit.
Oleh sebab itu, gaya hidup boleh kekinian, tapi akal sehat jangan ketinggalan. Jangan sampai demi asap wangi beberapa detik, hidup berantakan bertahun-tahun, karena asap itu cepat hilang, tapi penyesalan itu bisa stay lama, bahkan lebih setia dari mantan mu.(***)