Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Desember yang Berat bagi Petani Sumsel

Desember yang Berat bagi Petani Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 869
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DESEMBER biasanya datang seperti tamu spesial, ada aroma libur akhir tahun, kalender penuh warna merah, dan harapan baru yang disimpan rapi untuk tahun depan. Namun untuk petani  di Sumatera Selatan, Desember 2025 itu, justru terasa seperti tamu yang datang tanpa senyum, pasalnya datang membawa angka, pulang meninggalkan beban.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumsel pada Desember 2025 tercatat turun 0,66 persen, dari 130,85 pada November menjadi 130,00. Angka ini mungkin terlihat sepele bagi yang hanya memandang tabel statistik, bahkan bagi petani, penurunan ini terasa seperti timbangan beras di dapur yang mendadak lebih berat, padahal isinya tidak bertambah.

Masalahnya bukan cuma soal NTP aja yang turun, di saat bersamaan, BPS Sumsel juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 1,18 persen, dari 127,80 menjadi 129,31. Artinya sederhana tapi menohok, karena biaya hidup naik, sementara daya tukar petani melemah.

Ibarat kata, petani Sumsel sedang mendayung perahu, tapi arus sungai malah ke hulu, dayungnya sudah capek, perahu tetap terasa berat. NTP adalah indikator kesejahteraan petani yang membandingkan harga yang diterima petani dengan harga yang harus mereka bayarkan. Ketika NTP turun sementara IKRT naik, ini menjadi sinyal  tekanan inflasi rumah tangga lebih cepat dibandingkan peningkatan pendapatan dari sektor pertanian.

Dalam kajian ekonomi rumah tangga, kondisi seperti ini akan mempersempit ruang konsumsi, menekan tabungan, dan meningkatkan kerentanan sosial petani.

BPS Sumsel juga mencatat penurunan NTP terjadi pada sejumlah subsektor utama. Subsektor tanaman pangan turun 0,52 persen, perkebunan turun 0,89 persen, dan perikanan menjadi penyumbang penurunan terbesar dengan kontraksi 1,14 persen. Perikanan tangkap turun 1,08 persen, sedangkan perikanan budidaya turun 1,19 persen.

Nelayan pun merasakan tekanan berlapis, sudah berjibaku dengan cuaca dan ombak di laut, di darat mereka masih harus berhadapan dengan harga solar, pakan, dan kebutuhan rumah tangga yang terus merangkak naik.

Meski demikian,  tidak semua subsektor muram,  ada subsektor hortikultura justru melonjak 5,47 persen, disusul subsektor peternakan yang naik 0,46 persen. Data ini menunjukkan  komoditas yang cepat panen dan memiliki permintaan harian relatif lebih tahan terhadap gejolak harga.

Secara teori pasar, subsektor dengan elastisitas permintaan rendah, seperti sayuran, cabai, telur, dan daging cenderung lebih stabil, dan orang bisa menunda beli gawai, tapi sulit menunda makan.

Naik tipis

BPS Sumsel juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Desember 2025 sebesar 134,42, atau naik tipis 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandakan usaha pertanian masih bertahan di tengah tekanan, meski belum cukup kuat untuk disebut pulih.

Dalam perspektif ekonomi pertanian, NTUP yang naik tipis menunjukkan biaya produksi relatif terkendali, tetapi margin keuntungan masih sempit. Petani masih bisa berdiri, tapi belum bisa melangkah lebih cepat.

Pepatah bilang “Air tenang menghanyutkan, harga pelan-pelan mencekik,” kenaikan harga kebutuhan memang tidak selalu melonjak drastis, namun bisa bergerak perlahan dan konsisten, menggerus kesejahteraan tanpa terasa.

Oleh karena itu, data statistik bukan  angka mati, sebab dibalik penurunan 0,66 persen itu, ada dapur yang harus diakali, ada uang sekolah anak yang tetap harus dibayar, dan ada petani yang memutar otak, agar tetap bertahan sampai musim berikutnya.

Jadi, setidaknya jangan biarkan petani jalan sendiri, ada beberapa langkah strategis yang bisa dipertimbangkan ke depan, misalnya memperkuat subsektor yang terbukti tahan tekanan terutama pada hortikultura dan peternakan.

Selain itu, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, agar kenaikan IKRT tidak semakin menekan rumah tangga petani. Mendorong diversifikasi usaha tani, supaya petani tidak bergantung pada satu komoditas saja, dan menekan biaya produksi, khususnya pupuk, pakan, dan energi yang sangat menentukan NTUP.

Dalam teori pembangunan pertanian, kesejahteraan petani hanya akan meningkat jika pendapatan naik lebih cepat dibandingkan biaya hidup.

Desember 2025 mungkin bukan bulan yang manis bagi petani Sumsel. Namun data BPS Sumsel memberi cermin yang jujur tentang kondisi di lapangan. Petani masih bertahan, masih berdiri. Tinggal satu pekerjaan rumah bersama, yaitu jangan biarkan mereka berdiri sendirian.

Akhir tahun lalu, boleh dirayakan dengan kembang api, tapi kesejahteraan petani harus dijaga dengan kebijakan yang berpijak di bumi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Dunia U20 Diundur, Sumsel Tetap Dapat Keuntungan

    Piala Dunia U20 Diundur, Sumsel Tetap Dapat Keuntungan

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    FIFA memastikan gelaran Piala Dunia U20 yang akan berlangsung tahun 2021 diundur menjadi tahun 2023. Hal ini disebabkan masih merebaknya pandemi Covid 19 di sejumlah wilayah termasuk Indonesia. Kendati diundur Indonesia masih menjadi tuan rumah pagelaran Piala Dunia U20. Sumatera Selatan yang ditunjuk salah satu sebagai kota penyelenggara dengan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang tetap […]

  • Gelar Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Hukum, Kontribusi Korpri untuk Muba

    Gelar Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Hukum, Kontribusi Korpri untuk Muba

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin kembali mengadakan Sosialisasi Penyelesaian Sengketa di Bidang Hukum Angkatan II Bersama Kantor Hukum H Idham Kholid dan Hj Nurmala SH MH. Sosialisasi dibuka Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, Senin (22/3/2021) bertempat di Auditorium Pemkab Muba. Pada […]

  • Optimistis Sumsel Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Optimistis Sumsel Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru kian yakin  dalam waktu yang tidak lama lagi Sumsel akan dapat mengembalikan kerjayaannya sebagai Lubung Pangan Nasional. Keyakinan Herman Deru tersebut diungkapkannya saat melakukan  Panen Raya Padi IP 200 dan sekaligus meninjau penangkaran benih  harapan makmur Desa Cahya Maju Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (30/7/2019). “Panen […]

  • Anak Sulit Fokus dan Membaca? Bisa Jadi Bukan Karena Malas

    Anak Sulit Fokus dan Membaca? Bisa Jadi Bukan Karena Malas

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    ANAK sulit berkonsentrasi saat belajar sering kali dianggap tidak serius, mudah bosan, atau kurang berusaha. Begitu pula ketika anak membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca, sebagian orang tua mungkin mengira ia kurang rajin berlatih. Padahal, tidak semua kesulitan belajar disebabkan oleh kemalasan. Ada anak membutuhkan pendekatan belajar berbeda karena mengalami kesulitan memusatkan perhatian atau memproses […]

  • Samsung Luncurkan Jajaran Monitor Cerdas 2023 Secara Global

    Samsung Luncurkan Jajaran Monitor Cerdas 2023 Secara Global

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.634
    • 0Komentar

    Jajaran Smart Monitor Samsung 2023 menghadirkan peningkatan yang memaksimalkan produktivitas dan menciptakan pengalaman yang lebih personal. Samsung Electronics hari ini mengumumkan peluncuran global jajaran Smart Monitor 2023 lengkapnya.1 Smart Monitor M8, M7, dan M5 baru (Nama Model: M80C, M70C, M50C) dari Samsung memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan monitor mereka dengan gaya dan kebutuhan unik mereka, saat […]

  • TAWA TAPI TAHU -“Lentera Cinta Sebelum Tidur : Filosofi Lampu Tidur & Nasehat Bijak Sebelum Merem”

    TAWA TAPI TAHU -“Lentera Cinta Sebelum Tidur : Filosofi Lampu Tidur & Nasehat Bijak Sebelum Merem”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    PERNAHKAH kau menatap lampu tidur yang remang-remang sambil merenungi hidup, lalu tiba-tiba sadar “Eh, colokan listrik belum dicabut!”Itulah kekuatan lampu tidur, ia bukan sekadar benda menyala di pojok kamar, ia adalah lentera kehidupan, saksi bisu atas segala drama malam dari bantal basah air mata hingga kentut yang tak sengaja terdengar pas semua hening. Lampu tidur […]

expand_less
WordPress Archive Myour – CV Resume WordPress Theme Mystik Astrology & Esoteric Horoscope Elementor Template Kit Mystique: Blog Magazine WordPress Theme MyThemeShop Ad-Sense WordPress Theme MyThemeShop Adorable WordPress Theme MyThemeShop Authority WordPress Theme MyThemeShop Awake WordPress Theme MyThemeShop Beauty WordPress Theme MyThemeShop Best WordPress Theme MyThemeShop Blocks WordPress Theme