Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Desember yang Berat bagi Petani Sumsel

Desember yang Berat bagi Petani Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 844
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DESEMBER biasanya datang seperti tamu spesial, ada aroma libur akhir tahun, kalender penuh warna merah, dan harapan baru yang disimpan rapi untuk tahun depan. Namun untuk petani  di Sumatera Selatan, Desember 2025 itu, justru terasa seperti tamu yang datang tanpa senyum, pasalnya datang membawa angka, pulang meninggalkan beban.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumsel pada Desember 2025 tercatat turun 0,66 persen, dari 130,85 pada November menjadi 130,00. Angka ini mungkin terlihat sepele bagi yang hanya memandang tabel statistik, bahkan bagi petani, penurunan ini terasa seperti timbangan beras di dapur yang mendadak lebih berat, padahal isinya tidak bertambah.

Masalahnya bukan cuma soal NTP aja yang turun, di saat bersamaan, BPS Sumsel juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 1,18 persen, dari 127,80 menjadi 129,31. Artinya sederhana tapi menohok, karena biaya hidup naik, sementara daya tukar petani melemah.

Ibarat kata, petani Sumsel sedang mendayung perahu, tapi arus sungai malah ke hulu, dayungnya sudah capek, perahu tetap terasa berat. NTP adalah indikator kesejahteraan petani yang membandingkan harga yang diterima petani dengan harga yang harus mereka bayarkan. Ketika NTP turun sementara IKRT naik, ini menjadi sinyal  tekanan inflasi rumah tangga lebih cepat dibandingkan peningkatan pendapatan dari sektor pertanian.

Dalam kajian ekonomi rumah tangga, kondisi seperti ini akan mempersempit ruang konsumsi, menekan tabungan, dan meningkatkan kerentanan sosial petani.

BPS Sumsel juga mencatat penurunan NTP terjadi pada sejumlah subsektor utama. Subsektor tanaman pangan turun 0,52 persen, perkebunan turun 0,89 persen, dan perikanan menjadi penyumbang penurunan terbesar dengan kontraksi 1,14 persen. Perikanan tangkap turun 1,08 persen, sedangkan perikanan budidaya turun 1,19 persen.

Nelayan pun merasakan tekanan berlapis, sudah berjibaku dengan cuaca dan ombak di laut, di darat mereka masih harus berhadapan dengan harga solar, pakan, dan kebutuhan rumah tangga yang terus merangkak naik.

Meski demikian,  tidak semua subsektor muram,  ada subsektor hortikultura justru melonjak 5,47 persen, disusul subsektor peternakan yang naik 0,46 persen. Data ini menunjukkan  komoditas yang cepat panen dan memiliki permintaan harian relatif lebih tahan terhadap gejolak harga.

Secara teori pasar, subsektor dengan elastisitas permintaan rendah, seperti sayuran, cabai, telur, dan daging cenderung lebih stabil, dan orang bisa menunda beli gawai, tapi sulit menunda makan.

Naik tipis

BPS Sumsel juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Desember 2025 sebesar 134,42, atau naik tipis 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandakan usaha pertanian masih bertahan di tengah tekanan, meski belum cukup kuat untuk disebut pulih.

Dalam perspektif ekonomi pertanian, NTUP yang naik tipis menunjukkan biaya produksi relatif terkendali, tetapi margin keuntungan masih sempit. Petani masih bisa berdiri, tapi belum bisa melangkah lebih cepat.

Pepatah bilang “Air tenang menghanyutkan, harga pelan-pelan mencekik,” kenaikan harga kebutuhan memang tidak selalu melonjak drastis, namun bisa bergerak perlahan dan konsisten, menggerus kesejahteraan tanpa terasa.

Oleh karena itu, data statistik bukan  angka mati, sebab dibalik penurunan 0,66 persen itu, ada dapur yang harus diakali, ada uang sekolah anak yang tetap harus dibayar, dan ada petani yang memutar otak, agar tetap bertahan sampai musim berikutnya.

Jadi, setidaknya jangan biarkan petani jalan sendiri, ada beberapa langkah strategis yang bisa dipertimbangkan ke depan, misalnya memperkuat subsektor yang terbukti tahan tekanan terutama pada hortikultura dan peternakan.

Selain itu, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, agar kenaikan IKRT tidak semakin menekan rumah tangga petani. Mendorong diversifikasi usaha tani, supaya petani tidak bergantung pada satu komoditas saja, dan menekan biaya produksi, khususnya pupuk, pakan, dan energi yang sangat menentukan NTUP.

Dalam teori pembangunan pertanian, kesejahteraan petani hanya akan meningkat jika pendapatan naik lebih cepat dibandingkan biaya hidup.

Desember 2025 mungkin bukan bulan yang manis bagi petani Sumsel. Namun data BPS Sumsel memberi cermin yang jujur tentang kondisi di lapangan. Petani masih bertahan, masih berdiri. Tinggal satu pekerjaan rumah bersama, yaitu jangan biarkan mereka berdiri sendirian.

Akhir tahun lalu, boleh dirayakan dengan kembang api, tapi kesejahteraan petani harus dijaga dengan kebijakan yang berpijak di bumi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Said Aqil Siroj Apreasiasi Zero Konflik Sumsel

    Said Aqil Siroj Apreasiasi Zero Konflik Sumsel

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    “Dan didukung penuh seluruh kepengurusan NU di wilayah Sumsel,”

  • Skyline Kesehatan – Rumah Sakit 28 Lantai yang Mengubah Cara Merawat

    Skyline Kesehatan – Rumah Sakit 28 Lantai yang Mengubah Cara Merawat

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.587
    • 0Komentar

    COBA intip ini, sebuah gedung setinggi 28 lantai menjulang megah di tengah hiruk-pikuk Jakarta, bukan hotel bintang lima atau kantor CEO yang tiap jam wangi parfum, tapi RSPPN Panglima Besar Soedirman, rumah sakit yang siap bikin kamu bilang, “Wah, ini baru rumah sakit masa depan!”. Dengan 1.000 tempat tidur, 100 ICU, dan teknologi yang bikin […]

  • Kabupaten Muba Siap Gandeng BTKL PP Wilayah I Palembang Tes Covid-19

    Kabupaten Muba Siap Gandeng BTKL PP Wilayah I Palembang Tes Covid-19

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    BERBAGAI aksi dan langkah strategis terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin untuk mencegah dan menanggulangi wabah Covid-19 atau virus Corona di wilayah Muba. Dukungan pun terus datang mengalir dari semua pihak, salah satunya dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Wilayah I Palembang yang […]

  • Tahap ke-62: Tiba 274.950 Dosis Vaksin Pfizer, Vaksinasi Lansia dan Remaja Ditingkatkan (15 September 2021)

    Tahap ke-62: Tiba 274.950 Dosis Vaksin Pfizer, Vaksinasi Lansia dan Remaja Ditingkatkan (15 September 2021)

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 555
    • 0Komentar

    PADA 15 September 2021, kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-62 menghadirkan 274.950 dosis vaksin jadi produksi Pfizer. Pemerintah selalu mengupayakan ketersediaan vaksinasi COVID-19, dan menggenjot pelaksanaannya untuk kelompok prioritas lansia dan remaja. Saat ini realisasi vaksinasi untuk lansia baru sekitar 26,43% untuk dosis 1 dan 18,73% untuk dosis 2, sedangkan untuk remaja capai 11,83% untuk dosis […]

  • Peserta APEKSI Kumpul di Kota Semarang

    Peserta APEKSI Kumpul di Kota Semarang

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Semarang– Peserta APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) para Kepala Daerah (Walikota) se-Indonesia melaksanakan event rutin tahunan yakni Rapat Kerja Komisariat Wilayah III Tahun 2019 di Ballroom Hotel Po Semarang, Jumat (29/3/2019). Acara ini dihadiri oleh Ketua APEKSI, Hj. Airin Rahmidiani, Ketua Korwil I, II, III dan seluruh anggota APEKSI yang merupakan para Walikota se-Indonesia. […]

  • Prabowo Kumpulkan 10 Ribu Orang Pengemudi Ojek Daring

    Prabowo Kumpulkan 10 Ribu Orang Pengemudi Ojek Daring

    • calendar_month Sabtu, 15 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA- Calon Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan sekitar 10 ribu tukang ojek daring (online) di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Minggu (16/12/2018). Pertemuan atau “kopi darat” Prabowo dengan ribuan ojek “online” itu digagas Forum Gabungan Roda 02 (Forgab 02). Prabowo akan dibonceng motor menuju lokasi acara di Sirkuit Sentul itu. “Tapi tadi ada pesan […]

expand_less
WordPress Archive Myour – CV Resume WordPress Theme Mystik Astrology & Esoteric Horoscope Elementor Template Kit Mystique: Blog Magazine WordPress Theme MyThemeShop Ad-Sense WordPress Theme MyThemeShop Adorable WordPress Theme MyThemeShop Authority WordPress Theme MyThemeShop Awake WordPress Theme MyThemeShop Beauty WordPress Theme MyThemeShop Best WordPress Theme MyThemeShop Blocks WordPress Theme