RAPBN 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Ini 8 Program Prioritas Prabowo
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – RAPBN 2027 mengalokasikan rencana belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Presiden Prabowo Subianto mengatakan anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperkuat delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), mulai dari kedaulatan pangan hingga pengentasan kemiskinan.
Prabowo menyampaikan rencana tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8). Angka belanja negara dalam RAPBN 2027 itu meningkat Rp254,5 triliun dibandingkan APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan pendapatan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun. Target tersebut naik dari Rp3.153,6 triliun dalam APBN 2026.
Dengan proyeksi tersebut, defisit fiskal RAPBN 2027 dipatok sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah memperkirakan kebutuhan pembiayaan mencapai Rp671,2 triliun, lebih rendah dibandingkan rencana pembiayaan dalam APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun.
Prabowo mengatakan APBN 2027 tetap akan digunakan sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, belanja negara akan difokuskan pada sejumlah sektor yang dinilai penting bagi transformasi ekonomi dan penguatan daya beli masyarakat.
Berikut delapan Program Kerja Prioritas Nasional yang menjadi fokus RAPBN 2027:
-
Kedaulatan pangan
Pemerintah menempatkan penguatan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
-
Kemandirian energi dan air
Anggaran juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus memastikan ketersediaan air sebagai bagian dari kebutuhan dasar dan pendukung kegiatan ekonomi.
-
Pendidikan
Sektor pendidikan menjadi bagian dari prioritas pembangunan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
-
Kesehatan
Pemerintah memasukkan penguatan sektor kesehatan dalam agenda utama RAPBN 2027 untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
-
Hilirisasi dan industrialisasi
Pemerintah mendorong pengembangan industri dan hilirisasi agar aktivitas ekonomi menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
-
Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
Pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan menjadi bagian dari agenda belanja negara, bersamaan dengan penguatan ketahanan menghadapi bencana.
-
Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa
Pemerintah juga memberi perhatian pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, serta pembangunan di tingkat desa.
-
Penurunan kemiskinan
Pengentasan kemiskinan menjadi prioritas melalui penguatan perlindungan sosial dan program pemberdayaan masyarakat.
Selain delapan program tersebut, pemerintah akan memperkuat pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.
Prabowo mengatakan peningkatan pendapatan negara akan dilakukan secara lebih optimal, sementara efisiensi belanja dan ketepatan sasaran perlindungan sosial akan terus diperkuat. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan yang dinilai inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung agenda pembangunan.
Dengan desain tersebut, RAPBN 2027 diarahkan untuk tetap ekspansif, tetapi dengan pengelolaan fiskal yang terukur. Pemerintah berharap kebijakan anggaran tersebut dapat memperkuat transformasi ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
