Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Warung Kopi Naik Bursa, KreatIPO Bikin Pegiat Kreatif Cuan”

“Warung Kopi Naik Bursa, KreatIPO Bikin Pegiat Kreatif Cuan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 2.992
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK kreatif itu identik sama coretan di kafe, sekarang siapa sangka mereka malah bisa nyantol di lantai bursa, bukan bursa kerja, bro, tapi Bursa Efek Indonesia tempat saham-saham berputar kayak roda kehidupan, kadang naik, kadang bikin jantungan. Nah, di sinilah Kementerian Ekonomi Kreatif barengan BEI lagi getol ngajak para pegiat kreatif buat naik kelas lewat program KreatIPO semacam “bootcamp ekonomi kreatif rasa pasar modal”.

Lokasinya juga nggak main-main Eastparc Hotel Yogyakarta. Hotelnya aja udah kedengaran kayak startup yang baru dapet pendanaan seri A. Di sana, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf, Anggara Hayun Anujuprana, kasih sambutan dengan gaya semangat membara mungkin kalau bisa, beliau langsung lempar saham gratis biar peserta makin semangat.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam siaran persnya dilaman ekraf menyebutkan KreatIPO ini bukan cuma acara gaya-gayaan. Ini bentuk nyata kehadiran negara bukan sekadar hadir buat foto bareng spanduk, tapi buat bantu para pelaku ekonomi kreatif biar nggak terus-terusan jualan ide tapi “duitnya entah ke mana”, katanya, pasar modal itu peluang besar, asal siap dengan tata kelola dan inovasi yang kuat. Bahasa halusnya jangan cuma jago bikin logo, tapi juga ngerti laporan keuangan!

Bayangin aja, pegiat kreatif yang biasanya nongkrong di angkringan sambil nyoret konsep di tisu, sekarang diajak mikir soal IPO alias Initial Public Offering. Dari jual ide ke jual saham transformasi ini mirip kayak ubah motor bebek jadi mobil listrik. Beda kelas, tapi tetap butuh bensin, eh, maksudnya, modal.

Anggara bilang, KreatIPO ini langkah strategis biar pelaku kreatif bisa naik level, bukan cuma jadi  usaha keren di Instagram, tapi perusahaan global di Bloomberg. Gokil kan? Soalnya, kalau mau go public itu nggak bisa cuma bermodal semangat dan kopi sachet. Harus ada audit, manajemen yang rapi, dan mental baja menghadapi investor yang pertanyaannya kadang lebih tajam dari mantan.

Workshop ini juga rame kayak konser akustik sore hari. Ada Alan Fatih dari BEI yang ngomongin startup dan UMKM, ada Steffen dari Surya Fajar Sekuritas, Bimo Iman Santoso dari RSM Indonesia, dan Erlangga Ksatria dari Imago Mulia Persada Tbk. Pokoknya panelnya lengkap, tinggal kurang barista dan MC stand-up aja.

Dari sesi talkshow sampai pendampingan, peserta diajarin segala hal mulai dari tahap IPO, cara audit, strategi siap-siap go public, sampai dengar langsung pengalaman perusahaan yang udah sukses melantai di bursa. Ibarat belajar berenang, mereka bukan cuma dikasih pelampung, tapi langsung disuruh nyemplung, tapi tenang, ada pelatihnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Imam Pratanadi, juga nggak mau ketinggalan. Katanya, ekonomi kreatif itu tulang punggung pariwisata. Kalau pelaku kreatif naik kelas, otomatis wisata juga ikut berkilau. Ya iyalah, siapa yang nggak bangga kalau brand lokal Jogja bisa nongol di ticker saham BEI barengan Unilever dan BCA?

Yogya ini ibarat dapur kreatif nasional tempat ide lahir dari obrolan santai di angkringan. Kalau dapur ini dikasih akses ke modal dan bimbingan finansial yang mumpuni, bukan nggak mungkin nanti kita bakal lihat Gudeg IPO, Batik Tbk, atau Kopi Joss Ventures jadi kenyataan.

Ngomongin ekonomi kreatif, Indonesia nggak sendiri. Di London, pemerintah bikin program Creative Industries Clusters yang bantu seniman dan startup kolaborasi bareng investor hasilnya, ekonomi kreatif nyumbang lebih dari £100 miliar ke ekonomi Inggris.

Di Seoul, pemerintah Korea bikin K-Startup Grand Challenge yang ngegabungin hiburan, teknologi, dan modal asing. Jadi nggak heran kalau drama Korea bisa punya kualitas Hollywood tapi rasa lokal.

Lalu di Bangkok, lewat Creative Economy Agency, pemerintahnya kasih insentif pajak dan bimbingan supaya seniman dan pengusaha kreatif bisa ekspor karya. Dari mural sampai desain interior, semua diseriusin nggak cuma buat gaya-gayaan di Instagram.

Bikin nagih

Nah, kalau mereka bisa, masa kita nggak bisa? Toh, kreatifitas orang Indonesia itu kayak warung indomie ada di mana-mana, murah meriah, tapi selalu bikin nagih.

Dulu, kata orang bijak, “modal utama orang kreatif itu ide”. Sekarang, ternyata ide butuh modal kedua yakni pendanaan. Karena sebrilian apa pun ide kalau dompetnya kering, akhirnya cuma jadi status Twitter.

Program KreatIPO ini ngajarin kita satu hal penting mimpi boleh tinggi, tapi harus punya rencana dan pembukuan yang rapi. Kreatif bukan berarti acak-acakan. Karena di dunia usaha modern, cash flow itu sama pentingnya dengan creative flow.

KreatIPO ini semacam jembatan antara dunia ide dan dunia angka. Antara pelaku kreatif yang jago bikin konsep absurd dan investor yang maunya angka pasti. Kalau dua dunia ini bisa ketemu, bukan nggak mungkin ekonomi kreatif kita bakal jadi motor penggerak baru Indonesia bukan cuma di pameran, tapi juga di bursa saham.

Seperti kata pepatah (yang entah siapa yang bikin) “Rezeki bisa datang dari ide, tapi masa depan datang dari tata kelola”

Jadi, buat para pelaku kreatif, yuk, siap-siap go public! Warung kopi siap saingan sama korporasi besar, karena siapa tahu, obrolan santai hari ini adalah laporan keuangan tahun depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri KKP Minta Cari Tahu Ikan Serandang

    Menteri KKP Minta Cari Tahu Ikan Serandang

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    MENTERI KKP, DR H. Edhy Prabowo menegaskan keberadaan Gedung SEAFDEC merupakan salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan  200 spesies ikan untuk  dikembangkan. “Di Sumsel ini agak unik ada namanya  lebak lebung. Sumsel punya pancingan ikan yang paling besar. Bahkan ada jenis ikan serandang yang hidup di Sungai. Airnya dapat diminum. Nah, sekarang perlu dicari tahu […]

  • Apa Tantangan Vaksinasi COVID-19 Untuk Lansia?

    Apa Tantangan Vaksinasi COVID-19 Untuk Lansia?

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    LANSIA menghadapi beragam tantangan untuk bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19, dari rasa takut, sungkan, enggan datang, hingga keraguan dari anak-anaknya. Kita bisa menjawab tantangan ini dengan meyakinkan mereka dengan informasi yang tepat dan benar. Cari informasi tentang vaksinasi COVID-19 di https://s.id/infovaksin Sukseskan program vaksinasi COVID-19 dan tetap disiplin protokol kesehatan 3M. Memakai masker Menjaga jarak serta hindari kerumunan […]

  • Akselerasi Transformasi Digital, Pemkab OKI Terapkan Tanda Tangan Elektronik

    Akselerasi Transformasi Digital, Pemkab OKI Terapkan Tanda Tangan Elektronik

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai menerapkan penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk meningkatkan mutu pelayanan umum melalui electronic-Government (e-Gov). Penggunaan TTE dalam sistem administrasi ini akan membuat proses birokrasi lebih efektif dan mengakselerasi transformasi digital disektor pemerintahan. Pemkab OKI menjadi bagian dari 15 Kabupaten/ Kota yang melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja […]

  • Sementara, Muba Nihil Penambahan Kasus Positif Covid-19

    Sementara, Muba Nihil Penambahan Kasus Positif Covid-19

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (27/6/2020) melaporkan tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19. “Ya, hari ini nihil kasus terkonfirmasi positif,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Kadin Kominfo Pemkab Muba ini menyebutkan, hingga 27 Juni 2020 kasus terkonfirmasi positif covid-19 tercatat ada 44 kasus dan yang […]

  • HUT RI ke-73, 6.466 Napi Peroleh Remisi

    HUT RI ke-73, 6.466 Napi Peroleh Remisi

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 6.466 narapidana se Sumsel peroleh remisi (pengurangan masa tahanan) dari pemerintah. Remisi umum kepada Napi dan Anak ini diberikan dalam rangka peringatan HUT RI ke-73, di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Palembang yang dihadiri oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, kemarin. Selain Gubernur Sumsel, dihadiri juga  sejumlah pejabat di antaranya Ketua […]

  • Bupati Banyuasin Sambut Kedatangan Dandrem 044 Gapo

    Bupati Banyuasin Sambut Kedatangan Dandrem 044 Gapo

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani SH MH didampingi Wabup H Slamet diruang kerjanya, Senin (27/7/2020) menerima kunjungan silaturahmi Danrem 044 Gapo Brigjen TNI Jauhari. Sinergi kedua lembaga ini tentu akan berdampak positif. dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing, baik dalam pembangunan, keamanan maupun pelayanan masyarakat. Bahkan orang nomor satu di Banyuasin ini akan melakukan kunjungan balik […]

expand_less
WordPress Archive Syramik - Ceramic & Pottery Store WooCommerce Elementor Pro Template Kit Syron | Personal Blog & Magazine WordPress Theme System Email Pro Jetpack CRX Addon Tabbed Gallery for Elementor – Galerie Tabion – Metro Tab Accordion Switcher CSS Table Rate Shipping by Class, Weight, Price, Quantity & Volume for WooCommerce Table Rate Shipping for WooCommerce Tablenator | Advanced Tables for Visual Composer TableTrack – The Complete SaaS Restaurant Management Solution Tabligh – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL