Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 3.158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah bilang “tak ada rotan, akar pun jadi,” rupanya pepatah itu cocok banget buat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Soalnya, siapa sangka kampus yang selama ini dikenal dengan jurusan hukum, ekonomi, dan ilmu sosial, tiba-tiba digoda ide segar mendirikan Fakultas Pertanian. Jangan salah, ini bukan cuma soal bibit-bibit sayur atau padi, tapi soal membentuk generasi muda yang siap jadi superhero ketahanan Pangan Nasional.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dengan gayanya yang khas seperti guru ngaji tapi versi modern, bilang bahwa UIN Raden Fatah bisa banget menambah Fakultas Pertanian. Alasannya? “Untuk mengangkat ketahanan pangan kita butuh sumber daya manusia yang hebat,” katanya. Sekilas kedengarannya serius, tapi kalau dipikir-pikir, ini ibarat memberi sayap pada ayam kampus agar bisa terbang jauh di langit inovasi Pangan Nasional.

Nah, bayangkan kalau fakultas ini benar-benar ada. Mahasiswa jurusan pertanian tidak cuma belajar cara menanam tomat atau cabai supaya tumbuh subur, tapi juga diajarin cara bikin Indonesia tetap aman dari krisis pangan. Mereka seperti Robin Hood versi modern, bukan mencuri dari orang kaya, tapi menyelamatkan nasi di piring rakyat.

Yang bikin tambah kocak, mahasiswa UIN sekarang bisa punya slogan baru “Dari kampus ke sawah, dari teori ke piring rakyat”.

Tapi jangan salah, ide fakultas baru ini bukan sekadar iseng atau “cuma wacana ngomong doang”. Ada pesan moral yang dalemnya kayak martabak cokelat, karena pendidikan tinggi itu harus relevan dengan kebutuhan bangsa. Kalau cuma belajar hukum atau ekonomi, tapi negara kelaparan, ya sama aja kayak bikin mie instan tapi nggak punya air panas, tidak bisa dinikmati!

Kalau kita tarik ke perumpamaan, keberadaan Fakultas Pertanian di UIN ini, seperti menambahkan bumbu rahasia pada masakan keluarga. Semua sudah lengkap, mahasiswa pintar, dosen hebat, kampus keren. Tinggal ditambah satu “bumbu”, kemampuan bertani dan memahami ketahanan pangan. Hasilnya? Bisa bikin Indonesia makin mantep, seperti rendang yang dimasak berhari-hari, rasanya nendang dan tahan lama.

Yang lucu dan sekaligus bikin ngakak, bayangkan mahasiswa ekonomi dan hukum tiba-tiba harus belajar bercocok tanam. Bisa jadi ada momen drama:

“Pak, ini padi kenapa nggak subur?”

“Eh, jangan salahin padi, salahin pupuknya!”

“Pupuknya habis!”

“Ya.. udah, kita tanam lagi sambil bikin proposal Hukum untuk subsidi pupuk!”

Humor seperti ini memang bikin ngakak, tapi sebenarnya ada benang merahnya, kolaborasi lintas ilmu itu penting, apalagi untuk menghadapi tantangan besar seperti ketahanan pangan. Dan ini bukan cuma mimpi, lho. Banyak Universitas top dunia juga sudah punya Fakultas Pertanian yang jadi pusat inovasi pangan. Jadi, UIN Raden Fatah ikut nimbrung itu artinya ikut main di liga besar.

Selain itu, ide Fakultas Pertanian ini juga membuka peluang buat mahasiswa menjadi pelopor inovasi pangan.

Bayangkan, mereka bisa riset cara menanam padi yang tahan banjir atau cabai yang nggak mudah layu.

Kalau berhasil, mereka bukan cuma jadi mahasiswa keren, tapi juga jadi Pahlawan Nasional yang bikin perut rakyat kenyang.

Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ide yang terlihat aneh atau baru. Kadang, dari ide yang kelihatan receh, lahirlah inovasi yang luar biasa. Kayak kata pepatah, “Air yang tenang menghanyutkan”. Fakultas baru ini bisa jadi arus deras perubahan positif untuk Indonesia.

Jadi, jika UIN Raden Fatah benar-benar membuka Fakultas Pertanian mahasiswa nggak cuma jago teori, tapi juga siap terjun langsung ke lapangan alias hands-on. Indonesia punya peluang lebih besar mencapai ketahanan pangan yang solid. Generasi muda diajari kolaborasi lintas ilmu, dari hukum, ekonomi, sampai bercocok tanam. Dan yang paling penting, kita bisa tertawa bareng melihat mahasiswa serius bercampur tanah sambil bikin inovasi super keren.

Maksudnya, siapa bilang kampus itu cuma soal skripsi, ujian, dan kopi instan tengah malam?. Dengan Fakultas Pertanian baru, UIN Raden Fatah bisa jadi pahlawan tak dikenal yang diam-diam menjaga nasi di meja kita tetap aman. Dan mahasiswa?. Mereka bukan cuma mahasiswa biasa, tapi superhero Pangan Nasional.

Kalau ada pepatah lama bilang, “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, maka itu,  pendirian fakultas baru ini ibarat mendayung bukan cuma satu, tapi seluruh nusantara menuju Indonesia Emas 2045.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

    Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) memang berkurang dalam sehari. Namun, penurunannya belum membuat provinsi ini keluar dari radar utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 5 September 2026, masih terdeteksi 120 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di wilayah Sumsel. Angka itu turun 45 titik dibanding sehari sebelumnya yang […]

  • Dorong Pengembangan Pelaku Ekraf Subsektor Film & Fotografi, Hadirkan Program “Lensa Krearif 2022

    Dorong Pengembangan Pelaku Ekraf Subsektor Film & Fotografi, Hadirkan Program “Lensa Krearif 2022

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.787
    • 0Komentar

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya, di Jakarta, Rabu (10/8/2022), menjelaskan bahwa kehadiran program “Lensa Krearif 2022” ini sebagai bentuk bantuan pemerintah dalam mendorong serta mendukung pengembangan pelaku ekonomi kreatif di subsektor film dan fotografi, agar semakin aktif dan kreatif dalam memproduksi karya film dan […]

  • Pemkab Muba Gelar Millenial Bussines Creatif Twenty One, Akan Dibuka Menteri Parekraf

    Pemkab Muba Gelar Millenial Bussines Creatif Twenty One, Akan Dibuka Menteri Parekraf

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba dalam waktu dekat ini bakal gelar Event Gebyar Millenial Bussines creatif Twenty One, guna memperluas, membangun semangat kewirausahaan (enterpreneur) muda untuk menjadi tangguh dalam menghadapi tantangan dalam berusaha serta untuk membangkitkan aktivitas ekonomi rakyat yang terdampak Pandemi COVID-19. Hal ini diketahui saat Plt Bupati Beni […]

  • Pingin Batik Sumsel Punya Nilai Filosofi

    Pingin Batik Sumsel Punya Nilai Filosofi

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.677
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Yogyakarta – Ketua TP PKK Sumsel sekaligus Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel  Hj Febrita Lustia HDF berkeinginan melakukan inovasi terhadap kain batik Sumsel agar bisa memiliki nilai filosofi seperti batik tulis Giriloyo produksi Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta. Hal ini diutarakannya saat kunjungan ke sentra batik di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta pada Senin (31/10) […]

  • Prabowo Janji Jaga Etnis dan Agama Jika Terpilih Jadi Presiden

    Prabowo Janji Jaga Etnis dan Agama Jika Terpilih Jadi Presiden

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan etnis Tionghoa sebagai warga negara memiliki hak yang sama dengan etnis yang lain. Karena itu dia berjanji apabila terpilih sebagai Presiden Indonesia periode 2019-2024, akan menjadi pemimpin semua etnis dan agama yang ada di Indonesia. “Kalau saya dipilih dan menerima mandat dari rakyat, maka […]

  • Pandemi Belum Berakhir, Kapolda Sumsel Imbau Personel Polri Tetap Waspadai COVID-19

    Pandemi Belum Berakhir, Kapolda Sumsel Imbau Personel Polri Tetap Waspadai COVID-19

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    KEPALA Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol. Toni Hermanto, mengimbau kepada personel yang tersebar di 17 kabupaten dan kota untuk tetap mewaspadai penularan COVID-19 karena pandemi tersebut belum berakhir. Hal itu dinyatakan langsung dikatakan saat memimpin apel perdana mengawali tugasnya sebagai Kapolda Sumsel di mapolda Palembang, Kemaren. Masalah COVID-19 tetap menjadi perhatian utama dalam melaksanakan […]

expand_less
WordPress Archive Akcel – Crowdfunding Charity WordPress Theme Akhash – Broadband & Internet Services Provider WordPress Theme Aki – Multipurpose Kids WordPress Theme Akko – Portfolio WordPress Theme Aksa – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Alamak – Responsive One Page Portfolio Theme Alarmax – Security Services & Alarm Installation Elementor Template Kit Alasia — Model Agency Elementor Template Kit Alaska – WHMCS & Hosting WordPress Theme Alavion – Private Jet Charters WordPress Theme