Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Angka Bisa Bohong, Data Jangan”

“Angka Bisa Bohong, Data Jangan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 1.023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANYAK orang alergi kalau dengar kata statistik, katanya ribet, penuh angka, bikin ngantuk, namun buat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, data bukan sekadar angka yang numpuk di file Excel. Data adalah senjata, kompas, bahkan pondasi biar pembangunan tenaga kerja nggak nyasar kayak ojek salah alamat.

Dalam peringatan Hari Statistik Nasional 2025 sekaligus sosialisasi Sensus Ekonomi 2026  belum lama ini, Afriansyah menegaskan sensus ekonomi punya peran vital. “Melalui sensus ini, kita memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan yang komprehensif,” ujarnya.

Sering kali masyarakat nganggep data itu cuma formalitas, kertas laporan tebal, grafik warna-warni, tapi habis itu masuk laci. Padahal, kata Afriansyah, di era digital, statistik dituntut lebih adaptif, inklusif, dan real-time. “Dengan keterpaduan data, kita tak hanya menghadirkan angka, tetapi juga insight yang berdampak,” tegasnya.

Seandainya  kalau pemerintah bikin program pelatihan tanpa data, bisa jadi peserta yang datang cuma segelintir orang, lebih sepi daripada warung kopi pas puasa atau kebalikannya, peserta membludak, kursi kurang, ujung-ujungnya gaduh. Nah, data yang akurat bikin semua lebih pas, yakni berapa kursi disiapin, siapa yang layak ikut, sampai keterampilan apa yang lagi dibutuhin pasar kerja.

Afriansyah mencontohkan, sensus ekonomi bukan sekadar catat pabrik dan perusahaan besar, data ini juga memetakan kebutuhan tenaga kerja di semua sektor, termasuk UMKM, pekerja informal, sampai anak muda yang banting setir jadi barista atau driver ojek online.

Dengan informasi ini, pemerintah bisa nyusun kebijakan lebih strategis, apakah perlu kursus barista biar kopi kita makin estetis, atau pelatihan teknisi panel surya biar anak muda nggak cuma jago bikin konten, tapi juga siap jadi tenaga kerja hijau.

“Seperti peningkatan keterampilan, penguatan kewirausahaan, dan perluasan kesempatan kerja yang selaras dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global,” jelas Afriansyah.

Lebih jauh, Afriansyah ngajak semua pihak, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, sampai masyarakat buat anggap statistik sebagai bahasa pembangunan.

“Setiap data yang kita olah, analisis yang kita buat, dan diseminasi yang kita lakukan harus memiliki dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Analogi gampangnya, statistik itu mirip Google Maps, kalau diabaikan, kita bisa nyasar ke jalan buntu, buang waktu, buang bensin. Kalau dipakai dengan benar, perjalanan jadi lebih efisien. Dan ya, pembangunan tenaga kerja juga butuh peta biar nggak muter-muter kayak driver baru yang bingung baca aplikasi.

Biar gampang, bayangin ada orang buka usaha tahu bulat, jargonnya “digoreng dadakan lima ratusan” kedengaran keren, tapi dia nggak pernah catat siapa yang beli. Ternyata pembelinya mayoritas anak sekolah. Begitu libur panjang, penjualannya ambruk. Andai dari awal dia rajin ngumpulin data, mungkin bisa inovasi bikin “tahu bulat isi WiFi” biar mahasiswa juga doyan nongkrong.

Itu contoh kecil betapa data bisa jadi penyelamat usaha, dagelannya jelas, tapi pesannya serius: jangan remehkan statistik.

Afriansyah juga menekankan pentingnya data ketenagakerjaan akurat untuk mendorong terciptanya tenaga kerja hijau, produktif, dan kompeten. Bukan hijau rambutnya, tapi hijau dalam arti ramah lingkungan: energi terbarukan, transportasi rendah emisi, hingga industri daur ulang.

Kata Afriansyah, arah pembangunan Indonesia sekarang harus sinkron sama tren global. Kalau dunia bergerak ke ekonomi hijau, masa kita masih sibuk ribut soal debat minyak goreng curah. Data bisa jadi panduan supaya tenaga kerja kita nggak ketinggalan kereta menuju Indonesia Emas 2045.

Kalau dipikir-pikir, selama ini kita sering lebih percaya kabar WhatsApp ketimbang angka resmi. Padahal, gosip bisa bohong, angka bisa salah tafsir, tapi data yang dikumpulkan dengan benar seharusnya jujur apa adanya.

Oleh sebab itu, data itu nyawa pembangunan, tanpa data, kebijakan cuma tebak-tebakan, dan kita tahu, tebak-tebakan paling sering berujung zonk.

Jadi, ketika Wamenaker bilang sensus ekonomi penting, jangan anggap itu sekadar pidato. Itu peringatan, bahwa masa depan tenaga kerja, ekonomi, bahkan nasib anak cucu kita bisa ditentukan dari seberapa serius kita ngurus data hari ini, karena ya itu tadi angka bisa bohong, tapi data jangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-7, Lubricants Pertahankan Market Leader di Pasar Domestik 

    HUT ke-7, Lubricants Pertahankan Market Leader di Pasar Domestik 

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.734
    • 0Komentar

      PERJALANAN PT Pertamina Lubricants sebagai market leader produsen pelumas di Indonesia telah memasuki tahun ke -7 tepat pada Rabu, 23 September 2020. Dengan komitmen “Inovasi untuk Melayani Lebih Baik” PT Pertamina Lubricants telah melakukan berbagai upaya perubahan dan transformasi seriring dengan cepatnya perubahan pasar dan perkembangan teknologi saat ini. Sejak berdirinya sebagai anak perusahaan […]

  • Jelang Idul Adha, Tim U-19 wanita ke Palembang, Sumbang hewan kurban

    Jelang Idul Adha, Tim U-19 wanita ke Palembang, Sumbang hewan kurban

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.735
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Jelang Idul Adha dan ajang Piala AFF U-19 Women’s tahun ini di Palembang, tim U-19 wanita Indonesia menyumbangkan hewan kurban berupa seekor Sapi, Selasa (27/6). Pelatih kepala tim, Rudy Eka Priyambada mengatakan, “Tadi kami serahkan ke SD Muhammadiyah, Palembang. Jelang Idul Adha nanti sebagai cara mensyukuri apapun pemberian Allah SWT selama ini […]

  • Dugaan Proyek Fiktif, Kades Sungai Somor Korupsi Dana Desa

    Dugaan Proyek Fiktif, Kades Sungai Somor Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.300
    • 0Komentar

    BADAN Komite Pemberantasan Korupsi Kabupaten Ogan Komering Ilir (BKPK OKI) Ustra Harianda kembali merilis sejumlah dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun 2018, Desa Sungai Somor Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Menurut Ustra, penyelewengan terberat dari sejumlah dugaan praktik korupsi lainnya, yakni berupa bangunan MCK fiktif yang diakui kades hanya kesalahan cetak prasasti proyek. “Berbekal sejumlah bukti berupa […]

  • Kenapa PBB Kota Palembang Belum Tercapai Target ? Ini Alasannya

    Kenapa PBB Kota Palembang Belum Tercapai Target ? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

     PENUTUPAN penyetoran Pajak Bumi dan Bangunan [PBB] sudah berakhir pada 30 September 2019. BPPD Kota Palembang mencatat realisasi masih di bawah target, baru 71,4% atau Rp196 miliar dari target hingga akhir tahun ini mencapai Rp275 miliar. Kepala BPPD kota Palembang Kgs Sulaiman Amin mengatakan jiika telah melewati jatuh tempo masa pembayaran, wajib pajak akan dikenai denda […]

  • Mendagri, KPK dan BPKP Resmikan MCP, Dorong Tata Kelola Pemerintah Daerah untuk Cegah Korupsi, Ini Arahan Tito, Begini Respon Bupati Muba

    Mendagri, KPK dan BPKP Resmikan MCP, Dorong Tata Kelola Pemerintah Daerah untuk Cegah Korupsi, Ini Arahan Tito, Begini Respon Bupati Muba

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengikuti rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah secara Nasional (Rakorwasdanas) 2021 dan Launching Sinergitas PengelolaanBersama Monitoring Centre Prevention (MCP) Pencegahan Korupsi Oleh Kemendagri, KPK dan BPKP untuk Mendorong Tata Kelola Pemerintah Daerah Secara Virtual, Selasa (31/8/2021). Rakorwasdanas dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam […]

  • Bupati Banyuasin Ajak Masyarakat Manfaatkan Perkarangan Rumah untuk Bercocok Tanam

    Bupati Banyuasin Ajak Masyarakat Manfaatkan Perkarangan Rumah untuk Bercocok Tanam

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.576
    • 0Komentar

    DITENGAH Pandemi Covid-19, Bupati Banyuasin mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Pekarangan rumah  untuk bercocok tanam. “Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan syukur-syukur bisa menambah penghasilan keluarga ditengah Covid-19,” kata Askolani usai video conference dengan Menteri Pertanian RI di Areal Sawah Lebak Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Selasa [12/5/2020]. Bupati Banyuasin berkomitmen untuk bisa menjaga dan […]

expand_less
WordPress Archive HuskyPaws – Dog Breeder Elementor Template Kit Hyani – Bold Blog and Magazine Hydd – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Hyfinance – Financial Advisor Elementor Template Kit Hygienex – Cleaning Services Elementor Template Kit Hypermart – Fast, Conversion Optimized WooCommerce Theme HyperX – Responsive WordPress Portfolio Theme Ibble – Education WordPress Theme iBid – Multi Vendor Auctions WooCommerce Theme iCalendars Add-on: Chauffeur Taxi Booking System