Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.429
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA perumahan itu sebuah hajatan kampung, maka developer besar biasanya jadi tuan rumah yang nyediain tenda dan kursi. Tapi jangan salah, tanpa ibu-ibu yang masak di dapur, hajatan bisa bubar jalan. Dalam ekosistem perumahan, ibu-ibu dapur itu ya… toko bangunan dan UMKM kecil. Mereka yang jual semen, pasir, cat, sampai paku, barang-barang yang kalau nggak ada, rumah impian tinggal jadi gambar di brosur.

Sekarang bayangin, pemerintah lagi bagi-bagi amplop kondangan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Bedanya, ini bukan buat belanja baju lebaran, tapi buat modal kerja. Bunganya disubsidi pemerintah, jadi lebih ringan. Mirip kayak warung kopi yang kasih promo beli satu gratis segelas air putih, tetap saja menguntungkan buat pelanggan.

Ambil contoh Yasin, pemilik toko bangunan dari Cirebon, katanya, dia siap banget ambil KUR Perumahan, buat Yasin, modal segar itu ibarat tabung gas cadangan bikin kompor usaha nggak gampang padam. Lalu ada Ita dari Garut, seorang pengembang rumah subsidi. Tahun ini dia bangun 213 unit, tapi dengan KUR, targetnya bisa melonjak jadi 500 unit. Coba bayangin, dari 213 jadi 500, itu kayak kamu niat buka warung pecel lele cuma satu lapak, eh tiba-tiba punya cabang di lima kota.

Cerita mereka ini menunjukkan satu hal, KUR Perumahan bukan cuma bancakan untuk konglomerat properti, tapi bisa jadi bensin oktan tinggi buat motor ekonomi kecil yang sehari-hari mondar-mandir di jalan kampung.

Pernah dengar pepatah “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”?. Nah, di sektor perumahan, pepatah itu berlaku banget, setiap satu rumah dibangun, puluhan karung semen terjual, ratusan batang kayu berpindah tangan, ribuan paku masuk ke ember tukang.

Efek bergandanya dahsyat, sopir truk dapet setoran, warung nasi di dekat proyek kebanjiran pembeli, bahkan tukang tambal ban di pojokan pun kecipratan rezeki.

Artinya, KUR Perumahan bukan sekadar kredit, tapi seperti jaring ikan yang sekali tebar bisa nangkep banyak, modal cair ke toko bangunan, toko bangunan jual barang ke pengembang, pengembang bayar tukang, tukang belanja di warung. Roda berputar, ekonomi lokal berdendang.

Tapi tunggu dulu, program bagus itu sering kandas di lapangan gara-gara birokrasi ribet, syarat kredit tebalnya bisa ngalahin skripsi mahasiswa, prosesnya lama kayak antre berobat gratis. Padahal UMKM butuh cepat, sederhana, jelas, jangan sampai KUR Perumahan yang harusnya jadi motor malah berubah kayak sepeda ontel ban kempes, jalannya seret, bikin ngos-ngosan.

Pepatah Jawa bilang “Alon-alon asal kelakon”, betul sih, tapi kalau soal ekonomi, alon-alon bisa bikin proyek mandek. Ingat, tukang bangunan nggak bisa nunggu lima bulan hanya karena formulirnya kurang tanda tangan RT, jadi, perbankan harus bisa kayak kasir minimarket: gesek kartu, langsung bunyi ting modal masuk.

KUR Perumahan ini pada dasarnya bentuk gotong royong modern, pemerintah kasih subsidi bunga, bank salurkan kredit, UMKM manfaatkan, rakyat punya rumah. Semua pihak pegang sendok masing-masing di dapur besar pembangunan, kalau salah satu sendok hilang, masakannya hambar.

Jadi jangan heran kalau menteri sampai keliling sosialisasi ke kampus, asosiasi, bahkan hotel-hotel, karena program ini baru pertama kali ada dalam sejarah Indonesia merdeka. Ibarat baru buka warung sate pertama di kota harus gencar promo biar pembeli datang, jangan sampai ayamnya gosong tapi nggak ada yang makan.

Program sebesar Rp 130 triliun akan percuma kalau nggak menyentuh orang-orang seperti Yasin dan Ita. Jangan sampai kredit ini cuma mampir ke developer gede yang sudah kenyang modal. Ingat pepatah Minang “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan amal”.

Nah, pemerintah pun akan diingat bukan dari berapa kali pidato soal KUR, tapi sejauh mana program itu bikin rakyat kecil senyum karena punya rumah dan punya kerja.

Pada akhirnya, rumah itu bukan sekadar tembok dan atap, rumah adalah simbol kemandirian, dan di balik setiap rumah, ada toko kecil yang jual semen, ada sopir yang nganter pasir, ada tukang yang keringetan pasang bata. KUR Perumahan harus jadi bensin agar motor ekonomi kecil bisa terus ngebut, bukan mogok di tikungan.

Kalau ini berhasil, kita akan melihat perumahan bukan lagi sekadar proyek, tapi hajatan nasional, dari rakyat, untuk rakyat, dengan cara gotong royong. Jadi, jangan ragu kasih akses modal ke toko bangunan di pojokan desa, karena dari situlah semen berubah jadi senyum, dan paku kecil bisa ikut memaku kokoh masa depan bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari 100 podcast baru dari aplikasi dan layanan teratas diluncurkan di Apple Podcasts

    Lebih dari 100 podcast baru dari aplikasi dan layanan teratas diluncurkan di Apple Podcasts

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    Pelanggan Apple Music, Apple News+, dan aplikasi yang berpartisipasi seperti Calm dan Lingokids kini dapat menghubungkan langganan mereka untuk mengakses acara baru dan banyak lagi   Sumselterkini.co.id, – Apple Podcasts adalah tempat terbaik bagi pendengar untuk menemukan, menikmati, dan mendukung podcast favorit mereka, menampilkan jutaan acara yang mencakup setiap topik — dan dengan iOS 17, […]

  • Keuangan Syariah 2025 Cetak Rekor, Aset Tembus Rp3.131 Triliun

    Keuangan Syariah 2025 Cetak Rekor, Aset Tembus Rp3.131 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Keuangan syariah Indonesia mencatatkan capaian baru sepanjang 2025. Nilai aset industri keuangan syariah nasional menembus Rp3.131,02 triliun atau tumbuh 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak industri keuangan syariah mulai dikembangkan di Indonesia. Pertumbuhan itu ditopang hampir seluruh sektor keuangan syariah, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan nonbank […]

  • Komunitas Komala Family Muba Berikan Sembako Bagi Lansia

    Komunitas Komala Family Muba Berikan Sembako Bagi Lansia

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    DALAM rangka Gerakan Sosial Peduli Kasih Kepada Sesama, Camat Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Okta Rizal bersama Komunitas Komala Family memberikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu dan lansia di Kecamatan Lalan, Penyerahan tersebut dilaksanakan Balai Desa Bandar Agung Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin  Selasa (28/5/2019). Menurut laporan yang diterima, bantuan sembako tersebut diserahkan langsung oleh […]

  • Dua Kurir Sabu 79 Kilogram Dituntut Hukuman Mati

    Dua Kurir Sabu 79 Kilogram Dituntut Hukuman Mati

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.562
    • 0Komentar

    DUA terdakwa Deni Santoso dan Herman ketar-ketir setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amanda SH MH dan Imam Murtadlo SH menuntut hukuman mati terhadap keduanya lantaran terbukti membawa narkoba jenis sabu seberat 79 Kilogram. Tuntutan itu dismpaikan dalam persidangan yang berlangsung secara visual di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1A Khusus Palembang, Rabu (29/4). “Dari fakta – […]

  • gerhana-bulan-sebagian

    Jangan Lewatkan, Esok Malam Gerhana Bulan

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    Besok malam sebagian warga Indonesia dapat menyaksikan fenomena alam yang langkah, yakni Gerhana bulan persial (sebagian). Gerhana akan mulai terjadi pada pukul 22.50 WIB, hingga fase selanjutnya pada pukul 03 50 WIB.

  • Dari Masalah Kecilnya Dulu,  Baru Besar Jika Masalah yang Satu Ini Serius Garap, Pasti Daerah Mu Aman…Apa Itu ?

    Dari Masalah Kecilnya Dulu,  Baru Besar Jika Masalah yang Satu Ini Serius Garap, Pasti Daerah Mu Aman…Apa Itu ?

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda turun langsung melakukan pemantauan normalisasi Badan Usaha AP Sumsel di kawasan  Alang -Alang Lebar (AAL) Simpang Kades Kelurahan Sukodadi Kecamatan ALL. Menurut Fitri, normalisasi saluran air menjadi solusi yang tepat untuk memetakan permasalahan banjir yang kerap terjadi dikawasan tersebut. “Saya meminta agar mereka fokus terlebih dahulu terhadap saluran air yang […]

expand_less
WordPress Archive Dunker – Fashion and Clothing Shop WordPress Theme Dunmedic – Medical & Healthcare Elementor Template Kit Duo – PWA Mobile Kit Duos Product Tabs Duplicator Pro D’Urban – Digital Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Dustri – Factory & Industrial Elementor Template Kit Dustro – Construction Company Elementor Template Kit Dvents – Events Management Companies and Agencies WordPress Theme DVPN | Multipurpose VPN WordPress Theme