Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.449
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA perumahan itu sebuah hajatan kampung, maka developer besar biasanya jadi tuan rumah yang nyediain tenda dan kursi. Tapi jangan salah, tanpa ibu-ibu yang masak di dapur, hajatan bisa bubar jalan. Dalam ekosistem perumahan, ibu-ibu dapur itu ya… toko bangunan dan UMKM kecil. Mereka yang jual semen, pasir, cat, sampai paku, barang-barang yang kalau nggak ada, rumah impian tinggal jadi gambar di brosur.

Sekarang bayangin, pemerintah lagi bagi-bagi amplop kondangan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Bedanya, ini bukan buat belanja baju lebaran, tapi buat modal kerja. Bunganya disubsidi pemerintah, jadi lebih ringan. Mirip kayak warung kopi yang kasih promo beli satu gratis segelas air putih, tetap saja menguntungkan buat pelanggan.

Ambil contoh Yasin, pemilik toko bangunan dari Cirebon, katanya, dia siap banget ambil KUR Perumahan, buat Yasin, modal segar itu ibarat tabung gas cadangan bikin kompor usaha nggak gampang padam. Lalu ada Ita dari Garut, seorang pengembang rumah subsidi. Tahun ini dia bangun 213 unit, tapi dengan KUR, targetnya bisa melonjak jadi 500 unit. Coba bayangin, dari 213 jadi 500, itu kayak kamu niat buka warung pecel lele cuma satu lapak, eh tiba-tiba punya cabang di lima kota.

Cerita mereka ini menunjukkan satu hal, KUR Perumahan bukan cuma bancakan untuk konglomerat properti, tapi bisa jadi bensin oktan tinggi buat motor ekonomi kecil yang sehari-hari mondar-mandir di jalan kampung.

Pernah dengar pepatah “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”?. Nah, di sektor perumahan, pepatah itu berlaku banget, setiap satu rumah dibangun, puluhan karung semen terjual, ratusan batang kayu berpindah tangan, ribuan paku masuk ke ember tukang.

Efek bergandanya dahsyat, sopir truk dapet setoran, warung nasi di dekat proyek kebanjiran pembeli, bahkan tukang tambal ban di pojokan pun kecipratan rezeki.

Artinya, KUR Perumahan bukan sekadar kredit, tapi seperti jaring ikan yang sekali tebar bisa nangkep banyak, modal cair ke toko bangunan, toko bangunan jual barang ke pengembang, pengembang bayar tukang, tukang belanja di warung. Roda berputar, ekonomi lokal berdendang.

Tapi tunggu dulu, program bagus itu sering kandas di lapangan gara-gara birokrasi ribet, syarat kredit tebalnya bisa ngalahin skripsi mahasiswa, prosesnya lama kayak antre berobat gratis. Padahal UMKM butuh cepat, sederhana, jelas, jangan sampai KUR Perumahan yang harusnya jadi motor malah berubah kayak sepeda ontel ban kempes, jalannya seret, bikin ngos-ngosan.

Pepatah Jawa bilang “Alon-alon asal kelakon”, betul sih, tapi kalau soal ekonomi, alon-alon bisa bikin proyek mandek. Ingat, tukang bangunan nggak bisa nunggu lima bulan hanya karena formulirnya kurang tanda tangan RT, jadi, perbankan harus bisa kayak kasir minimarket: gesek kartu, langsung bunyi ting modal masuk.

KUR Perumahan ini pada dasarnya bentuk gotong royong modern, pemerintah kasih subsidi bunga, bank salurkan kredit, UMKM manfaatkan, rakyat punya rumah. Semua pihak pegang sendok masing-masing di dapur besar pembangunan, kalau salah satu sendok hilang, masakannya hambar.

Jadi jangan heran kalau menteri sampai keliling sosialisasi ke kampus, asosiasi, bahkan hotel-hotel, karena program ini baru pertama kali ada dalam sejarah Indonesia merdeka. Ibarat baru buka warung sate pertama di kota harus gencar promo biar pembeli datang, jangan sampai ayamnya gosong tapi nggak ada yang makan.

Program sebesar Rp 130 triliun akan percuma kalau nggak menyentuh orang-orang seperti Yasin dan Ita. Jangan sampai kredit ini cuma mampir ke developer gede yang sudah kenyang modal. Ingat pepatah Minang “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan amal”.

Nah, pemerintah pun akan diingat bukan dari berapa kali pidato soal KUR, tapi sejauh mana program itu bikin rakyat kecil senyum karena punya rumah dan punya kerja.

Pada akhirnya, rumah itu bukan sekadar tembok dan atap, rumah adalah simbol kemandirian, dan di balik setiap rumah, ada toko kecil yang jual semen, ada sopir yang nganter pasir, ada tukang yang keringetan pasang bata. KUR Perumahan harus jadi bensin agar motor ekonomi kecil bisa terus ngebut, bukan mogok di tikungan.

Kalau ini berhasil, kita akan melihat perumahan bukan lagi sekadar proyek, tapi hajatan nasional, dari rakyat, untuk rakyat, dengan cara gotong royong. Jadi, jangan ragu kasih akses modal ke toko bangunan di pojokan desa, karena dari situlah semen berubah jadi senyum, dan paku kecil bisa ikut memaku kokoh masa depan bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demi Keselamatan,  Gubernur Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

    Demi Keselamatan, Gubernur Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendukung rencana pembangunan double track dan flyover ataupun underpass beberapa titik jalan sebidang yang  berlintasan  dengan jalur rel kereta api. Gubernur menilai, pembangunan flyover tersebut tentu akan berdampak baik sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. “Untuk pembangunan double track tentu tidak ada masalah, silahkan saja dibangun karena intensitas angkutan […]

  • Stok Darah RSUD Empat Lawang Bergantung Pada PMI Lubuk Linggau

    Stok Darah RSUD Empat Lawang Bergantung Pada PMI Lubuk Linggau

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Stok Darah RSUD Empat Lawang Bergantung Pada PMI Lubuk Lingga, meskipunsaat ini masih terbilang cukup. “Memang saat ini RSUD selalu bekoordinasi dengan PMI agar saat butuh darah kita tidak kekurangan,” ungkap Direktur RSUD Tebing Tinggi Dr. Devy Andrianty melalui Kabid Rekam Medik dan Perencanaan Joko Prayitno.SKM di ruangnya, belum lama ini. Menurutnya setiap jenis […]

  • Aman dari Covid-19, Masyarakat Dihimbau Urus Perizinan di Mall Pelayanan Publik Jakabaring

    Aman dari Covid-19, Masyarakat Dihimbau Urus Perizinan di Mall Pelayanan Publik Jakabaring

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    MALL Pelayanan Publik Jakabaring milik Pemkot Palembang dijamin aman dari covid-19, masyarakat dihimbau untuk mengurus perizinan disana. Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda memastikan mal layanan publik nyaman dan aman dari Covid-19. “Adanya mal pelayanan publik ini, sangat membantu warga Palembang karena satu tempat bisa mengurus apa saja. Fasilitas aman dan nyaman,” ungkap Fitrianti Agustinda […]

  • Situasi Pandemi, Rayakan Kemerdekaan RI di Rumah Digital Indonesia

    Situasi Pandemi, Rayakan Kemerdekaan RI di Rumah Digital Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    BANGSA Indonesia akan kembali merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) pada bulan Agustus mendatang. HUT ke-76 RI ini mengangkat tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Guna menyemarakkan Peringatan HUT RI, sejak 2017 pemerintah telah menginisiasi Bulan Kemerdekaan, yang meliputi acara pokok kenegaraan, berbagai acara festival, serta kegiatan bernuansa khidmat seperti Zikir dan Doa […]

  • Mahasiswa KAMPB-SS Desak Transparansi Anggaran Sekolah Palembang

    Mahasiswa KAMPB-SS Desak Transparansi Anggaran Sekolah Palembang

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    PULUHAN mahasiswa dari Koalisi Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi dan Birokrasi Sumatera Selatan (KAMPB-SS) mendatangi Kantor Wali Kota Palembang, Rabu (25/2/2026), menuntut evaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan transparansi anggaran pendidikan. Koordinator aksi, M. Rahman, menekankan  dunia pendidikan di kota ini masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ketimpangan kualitas antar satuan pendidikan hingga keterbatasan sarana dan […]

  • Polda Bengkulu Berhasil Ungkap Perdagangan Satwa dilindungi, Seorang Diamankan, Lainnya Masih Dikejar

    Polda Bengkulu Berhasil Ungkap Perdagangan Satwa dilindungi, Seorang Diamankan, Lainnya Masih Dikejar

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    SUBDIT Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu Bersama Ditjen Gakkum Kementrian LHK RI, Balai Besar TNKS dan BKSDA Bengkulu berhasil meringkus pelaku Perdagangan Satwa Yang Dilindungi yakni Harimau Sumatra. Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno mengungkapkan 1 dari 3 pelaku berhasil ditangkap pada Sabtu 19 Juni 2021 sekira pukul 17,00 WIB di Desa Lubuk Sini, Kecamatan […]

expand_less
WordPress Archive Dunker – Fashion and Clothing Shop WordPress Theme Dunmedic – Medical & Healthcare Elementor Template Kit Duo – PWA Mobile Kit Duos Product Tabs Duplicator Pro D’Urban – Digital Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Dustri – Factory & Industrial Elementor Template Kit Dustro – Construction Company Elementor Template Kit Dvents – Events Management Companies and Agencies WordPress Theme DVPN | Multipurpose VPN WordPress Theme