Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tawa Anak Tukar Botol dengan Susu di PAUD Ceria

Tawa Anak Tukar Botol dengan Susu di PAUD Ceria

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.417
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI yang tak terlalu panas, di Sungai Pedado, Palembang, tawa anak-anak pecah, seperti kembang api yang meletus di langit malam. Mereka berlarian ke halaman PAUD KB Ceria sambil menenteng botol plastik bekas, bukan untuk dijual ke tukang loak, bukan pula untuk dilempar ke sungai, melainkan untuk ditukar dengan sayur-mayur, susu, tempe, hingga telur.

Sistemnya sederhana, tapi idenya brilian barter plastik dengan pangan sehat, program ini lahir dari inovasi PAUD Ceria bersama Bunda PAUD Kota Palembang, Dewi Sastrani.

Bukannya mahal-mahal bikin program, mereka justru mengajarkan anak-anak bahwa sampah plastik punya nilai, asalkan diolah dengan cara cerdas. Kata orang tua dulu, sampah bagi yang malas, emas bagi yang cerdas.

Coba misalnya, seorang bocah mungil menyerahkan dua botol plastik, lalu dengan wajah serius bertanya “Bu, bisa tukar ayam goreng crispy nggak?”, sang guru tersenyum dan menjawab “Nak, ini pasar sehat, bukan restoran cepat saji”, semua pun tertawa.

Itulah suasana yang bikin Pasar Sehat jadi bukan sekadar kegiatan, tapi pengalaman berharga. Anak-anak belajar matematika sederhana (berapa botol ditukar berapa sayur), belajar biologi (mana yang sehat buat tubuh), bahkan belajar ekonomi dasar. Kalau bahasa kerennya edutainment pendidikan plus hiburan.

Tak hanya anak-anak yang tertawa, ibu-ibu di sekitar PAUD juga kebagian rezeki, dengan tangan cekatan, mereka mengubah kain perca sisa jahitan menjadi keset kaki. Harganya hanya Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, tapi nilainya tak ternilai.
Seorang ibu sambil bercanda berkata “Keset ini kalau diinjak suami sepulang kerja, bukan hanya debu yang hilang, tapi juga penat”
Disambut tawa ibu-ibu lain yang sibuk merapikan hasil karya.

Inilah bukti pendidikan anak tak bisa dilepaskan dari ekonomi keluarga. Kalau anak-anak belajar hidup sehat, ibu-ibu belajar mandiri secara finansial, seperti pepatah lama, “serampang dua mata, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui”.

Kalau ditelisik lebih dalam, program ini sebenarnya bentuk pendidikan holistik. Ada tiga dimensi, yakni antara lain, pertama, lingkungan (anak belajar mengurangi sampah plastik), ke dua, kesehatan, hasil barter berupa pangan bergizi, ke tiga, ekonomi, ibu-ibu kreatif mendapat penghasilan tambahan.

Bandingkan dengan model pendidikan yang hanya menjejali anak dengan hafalan. Di sini, anak-anak justru diajak “belajar dari pasar, bukan sekadar dari papan tulis”, bukankah hidup memang sekolah terbesar?

Suasana Pasar Sehat penuh dengan banyolan, seorang bocah dengan polos bertanya, “Kalau tukar galon kosong, bisa dapat motor?” Gurunya menjawab, “bisa, kalau motornya mainan plastik juga”, tawa pun meledak.

Humor-humor kecil itu bukan sekadar hiburan, ia jadi vitamin pembelajaran, anak-anak lebih mudah menyerap pesan kalau disampaikan dengan candaan. Kata orang bijak, “tertawa itu ibadah, tapi kalau ketawa sambil belajar, pahalanya dobel”.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa pendidikan tak harus mahal, tak harus selalu di ruang kelas. Pendidikan bisa hadir di pasar sederhana, di keset kain perca, di tawa anak-anak yang polos. Nilai utamanya adalah membentuk karakter, peduli lingkungan, hidup sehat, dan menghargai kerja keras orang tua.

Mungkin benar kata pepatah Jawa, “ngelmu iku kalakone kanthi laku”- ilmu itu tercapai lewat praktik, dan di PAUD Ceria, praktik itulah yang ditanamkan.

Kunjungan Dewi Sastrani ke PAUD KB Ceria bukan sekadar acara seremonial. Ia jadi bukti inovasi kecil bisa punya dampak besar. Tawa anak-anak saat menukar botol dengan susu adalah simbol harapan, pendidikan masa depan bukan hanya mencetak anak pintar, tapi juga anak peduli, sehat, dan berdaya.

Kalau program ini direplikasi di PAUD lain, bayangkan betapa banyak sampah plastik bisa disulap jadi pangan sehat, betapa banyak ibu bisa tersenyum karena ekonomi keluarga terbantu.

Pada akhirnya, cerita ini mengingatkan kita pada pepatah lama “dari hal kecil datanglah perubahan besar”, dari botol plastik seharga nol rupiah, lahirlah pelajaran hidup yang tak ternilai, dan dari tawa anak-anak PAUD Ceria, lahirlah inspirasi yang bisa membuat Palembang, bahkan Indonesia, lebih ceria.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ornamen Tol Berciri Khas Lokal

    Ornamen Tol Berciri Khas Lokal

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan bahwa jalan tol yang berada di daerah ini harus berci khas lokal sehingga provinsi yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota itu memiliki khas tersendiri. Untuk teknis pembangunan sarana-prasarana tol Indralaya – Prabumulih memiliki ciri khas kearifan lokal. Seperti ornamen pada fasilitas penunjang tol harus menunjukkan identitas budaya […]

  • Bongkar Gerbong Lagi, Sejumlah Pejabat Pemkab OKI di Rotasi

    Bongkar Gerbong Lagi, Sejumlah Pejabat Pemkab OKI di Rotasi

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Bongkar gerbong alias gonta-ganti pejabat di Lingkungan Pemerintahan itu hal biasa, ya namanya butuh penyegaran, seperti yang terjadi di Lingkungan Pemerintah OKI melakukan rotasi pejabat administrator dan pengawas. Sekitar 23 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilantik untuk menduduki jabatan administrator dan pengawas. Pelantikan dan pengambilan sumpah digelar di Ruang Rapat Bupati oleh Wakil […]

  • Kriya Nusa 2026 Pilih Sumsel Jadi Ikon, 17 Daerah Bawa Kriya Unggulan

    Kriya Nusa 2026 Pilih Sumsel Jadi Ikon, 17 Daerah Bawa Kriya Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sumatera Selatan (Sumsel) datang ke Kriya Nusa 2026 bukan hanya membawa produk kerajinan untuk memenuhi stan pameran. Tahun ini posisinya berbeda, pasalnya Sumsel dipercaya menjadi ikon, sementara perajin dari 17 kabupaten dan kota disiapkan untuk membawa kekayaan kriya daerah masing-masing ke panggung nasional di Jakarta. Kriya Nusa 2026 digelar pada 26-30 September 2026 […]

  • Mundur Bukan Karena Malu

    Mundur Bukan Karena Malu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

      “(Aku mundur alon alon mergo sadar aku sopo) Aku mundur pelan-pelan karna sadar aku siapa (Mung digoleki pas atimu perih) Cuma kau cari saat hatimu pedih (Aku mundur alon alon mergo sadar aku sopo) Aku mundur pelan-pelan karna sadar aku siapa (Mung dibutuhno pas atimu loro) Cuma kau butuhkan saat hatimu sakit”   Potongan […]

  • Kumpulkan Donasi, Bupati Muba Bantu Korban Sulbar

    Kumpulkan Donasi, Bupati Muba Bantu Korban Sulbar

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

      AWAL tahun 2021 menjadi beban berat bagi warga di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Januari 2021 lalu provinsi ini diguncang gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR. Atas musibah ini, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tergerak berbuat. Kepala Daerah Inovatif ini langsung bergerak mengumpulkan donasi. “Ada uang terkumpul Rp580.167.000 dan […]

  • Masyarakat Yang Tidak Pakai Masker Jangan Dilayani

    Masyarakat Yang Tidak Pakai Masker Jangan Dilayani

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam memakai masker ketika keluar rumah. Karena masker ini salah satu upaya untuk mencegah menyebarnya virus covid 19. Dan perlu diketahui, penyebaran virus ini sangat cepat sekali dan sudah memakan korban. Setidaknya sudah ada empat warga Banyuasin yang positif covid 19 dan diharapkan tidak ada korban […]

expand_less
WordPress Archive Link Whisper Pro Linoor – Digital Agency Services WordPress Theme Liotta – a Responsive Blog Theme For WordPress Liquory – Drinks Shop WooCommerce Theme Lisbeth – A Lifestyle Responsive WordPress Blog Theme Lisfinity – Classified Ads WordPress Theme List Fusion – Best PopUp and Lead Generation Plugin Listable – A Friendly Directory WordPress Theme Listar FluxPro – mobile directory listing – claim listing – booking and payment Listdom Pro – Business Directory and Classified Ads Listings WordPress Plugin