Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Diskon 50% Retribusi Alat Berat, Petani Muba Senyum Lebar

Diskon 50% Retribusi Alat Berat, Petani Muba Senyum Lebar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 1.264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABAR gembira datang dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H kembali bikin gebrakan yang bikin masyarakat, khususnya petani dan pekebun, tersenyum sampai kelihatan giginya lantaran di saat dunia lagi heboh dengan isu kenaikan pajak, sebaliknya Pemkab Muba justru memberikan diskon 50 persen retribusi pemakaian alat berat, dari yang awalnya Rp240 ribu, kini cukup bayar Rp120 ribu saja.

Langkah ini bukan sekadar potongan harga ala “cuci gudang akhir tahun”, tapi punya efek domino bagi perekonomian rakyat. “Semoga dengan penurunan retribusi ini bisa membantu masyarakat. Nanti juga diusahakan minimal satu kecamatan ada satu alat berat,” kata Bupati Toha Tohet, Selasa (16/9/2025) saat memimpin rapat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.

Kalau dipikir-pikir, diskon retribusi alat berat ini ibarat “oli” yang bikin roda ekonomi petani dan pekebun lebih mulus. Dulu, biaya sewa alat berat terasa seperti batu besar di tengah jalan, bikin langkah seret. Sekarang, dengan tarif separuh harga, petani bisa lebih leluasa mengolah lahan.

Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir, juga ikut menggarisbawahi dampaknya, menurutnya, kebijakan ini diharapkan meningkatkan produktivitas perkebunan, membuka peluang usaha baru, dan yang paling penting mencegah pembakaran lahan. “Kemudahan membuka lahan tanpa membakar menjadi alternatif terbaik,” tegasnya.

Misalnya seorang petani di Babat Toman, biasanya, kalau mau buka lahan, dia harus berpikir dua kali, “Uang sewa alat berat mahal, nanti lebih baik pakai korek saja?” dengan harga sewa separuhnya, pilihan “korek api” bisa diganti dengan “korek senyum”.

Ada pepatah bilang, “Kalau ada jalan pintas, jangan malah nyemplung sawah.” Begitu juga dengan petani, kalau ada diskon alat berat, jangan malah nekad bakar lahan, hemat itu boleh, tapi jangan sampai bikin bumi ikut “kepanasan”.

Di level Nasional dan global, isu kenaikan pajak, biaya produksi, sampai harga pupuk sering bikin kepala petani cenat-cenut. Tapi di Muba, solusi lokal justru jadi jawaban, diskon retribusi ini bukan cuma soal angka, tapi tentang keberpihakan.

Ibaratnya begini ekonomi global itu, seperti pertandingan bola di stadion megah, kadang rakyat cuma jadi penonton di tribun. Tapi ekonomi lokal ala Muba ini bikin rakyat bisa ikut main di lapangan. Alat berat bukan lagi mimpi mahal, tapi fasilitas yang bisa diakses.

Kalau petani bisa menghemat Rp120 ribu sekali sewa alat berat, bayangkan kalau dalam setahun mereka berkali-kali pakai. Uang yang tadinya habis buat bayar retribusi, bisa dialihkan ke hal lain, beli pupuk tambahan, ongkos sekolah anak, atau bahkan jajan bakso di pasar, di sinilah efek berantai terasa. Perputaran uang lokal makin kencang, warung kopi ramai, pasar desa hidup, ekonomi rakyat pun menggeliat.

Ada cerita unik, seorang camat bercanda saat rapat, “Kalau begini terus, jangan-jangan petani kita jadi ketagihan diskon. Nanti minta promo buy 1 get 1 gratis alat berat pula!” semua tertawa, tapi di balik tawa itu ada kebenaran, kebijakan pro-rakyat memang bikin candu, karena terasa langsung manfaatnya.

Secara ekonomi, diskon 50 persen retribusi ini bisa disebut sebagai subsidi tidak langsung, pemerintah memang tidak memberi uang tunai ke petani, tapi mengurangi beban biaya produksi mereka. Hasilnya, petani bisa meningkatkan margin keuntungan, yang pada akhirnya menaikkan daya beli, dengan begitu, konsumsi rumah tangga naik, ekonomi daerah pun ikut terdongkrak.

Kalau mau dianalogikan, kebijakan ini seperti menurunkan beban tas yang dipikul anak sekolah. Tasnya tetap ada, buku tetap banyak, tapi beratnya berkurang, anak jadi bisa lari lebih cepat menuju masa depan.

Kebijakan ini mengingatkan kita pada pepatah lama “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, pemerintah dan rakyat, kalau saling berbagi beban, maka hasilnya lebih adil dan seimbang.

Diskon 50 persen retribusi alat berat di Muba bukan sekadar angka di kertas, tapi senyum nyata di wajah petani. Dari ladang sampai ke kantong belanja, dampaknya berantai. Humor boleh jadi bumbu, tapi intinya jelas, ketika kebijakan berpihak pada rakyat, ekonomi pun ikut menari, dan siapa tahu, suatu hari nanti pepatah baru lahir dari Muba “Diskon separuh, rezeki penuh”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT -150 Tahun, Banyak Program Berjalan Demi Lahat Bercahaya

    HUT -150 Tahun, Banyak Program Berjalan Demi Lahat Bercahaya

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

      Momen peringatan HUT Kabupaten Lahat dalam rapat paripurna istimewa di perayaan ke– XXI Bupati Lahat sampaikan program yang telah berjalan dalam menciptakan Lahat yang terus Bercahaya. RAPAT istimewa peringatan HUT ke- 150 Tahun Kabupaten Lahat yang dibuka Ketua DPRD Lahat Samarudin dan diteruskan penyampaian amanat Bupati Lahat Cik Ujang. Bupati menyampaikan  HUT -150 Lahatmerupakan perayaan pertama saat menjabat […]

  • Pusri Turun, Panen Naik, Petani Ngikik

    Pusri Turun, Panen Naik, Petani Ngikik

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Kalau pangan itu ibarat bensin, maka petani adalah sopir, dan pupuk? Jelas, pupuk itu semacam oli dan vitamin mobilnya. Tanpa pupuk, sawah cuma jadi kolam renang buat tikus tanaman ngambek, hasil panen nyungsep, dan kita semua bisa puasa dadakan tanpa sahur. Bahkan di negeri yang kadang lebih sering ribut soal harga cabe ketimbang […]

  • Ternyata, Begini Kehidupan Warga Desa Kuala Dua Belas OKI yang Sempat Viral Karena Anak SD Menyebarang Sungai Gunakan Styrofoam, Punya Gaji Puluhan Juta Hingga Rumah Mewah Di Jakarta

    Ternyata, Begini Kehidupan Warga Desa Kuala Dua Belas OKI yang Sempat Viral Karena Anak SD Menyebarang Sungai Gunakan Styrofoam, Punya Gaji Puluhan Juta Hingga Rumah Mewah Di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.347
    • 0Komentar

    DESA Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendadak viral lantaran video berdurasi 2 menit tersebar di dunia maya. Video yang direkam orang dewasa tersebut memviralkan tiga anak laki-laki berseragam sekolah dasar (SD) sedang menyeberangi sungai dengan Styrofoam. Video itu diposting ulang jutaan kali oleh warga net bahkan mendapat komentar oleh […]

  • Curah Hujan Tinggi, Banjir Hanjutkan 4 Rumah Warga

    Curah Hujan Tinggi, Banjir Hanjutkan 4 Rumah Warga

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    BANJIR menghanyutkan empat rumah warga di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian yang dipicu oleh hujan intensitas lebat berlangsung pada Selasa lalu (9/3), pukul 19.00 waktu setempat melansir  https://bnpb.go.id/. Lokasi terdampak berada di dua desa yaitu Desa Daha dan Desa Marada yang berada pada Kecamatan Hu’u. Selain 4 unit rumah hanyut, banjir berdampak […]

  • Buzzer dalam Perspektif Politik Islam

    Buzzer dalam Perspektif Politik Islam

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.675
    • 0Komentar

    BERBICARA mengenai buzzer sudah sangat tidak asing lagi untuk di bahas, terkhusus saat menjelang pesta demokrasi. Diskusi mengenai buzzer telah banyak didiskusikan oleh berbagai entitas masyarakat, bahkan media massa konvensional ataupun media online lokal terus memberitakan. Buzzer merupakan salah satu fenomena baru di era digital. Menurut Turpin (2008), Buzzer berasal dari kata ‘buzz’ yang berarti […]

  • Pj Ketua dan Pengurus TP PKK Muba Kunker Ke Sungai Lilin Lakukan Pembinaan

    Pj Ketua dan Pengurus TP PKK Muba Kunker Ke Sungai Lilin Lakukan Pembinaan

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang diketuai Hj Asna Aini Apriyadi melaksanakan Kunjungan Kerja ke Kecamatan Sungai Lilin, yang sehari sebelumnya sudah mengunjungi TP PKK Kecamatan Keluang dalam rangka Rapat Konsultasi dan Koordinasi serta Pembinaan TP PKK Kecamatan Se-Kabupaten Muba Tahun 2024, bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan […]

expand_less
WordPress Archive Droow – Ajax Portfolio WordPress Theme Droow – Creative Showcase Portfolio Template Drouge – Cosmetic Elementor Template Kit Drox – Agency & Portfolio WordPress Theme Druk – Printing Service WordPress Theme Dryze – Dry Cleaning & Laundry Service Elementor Template Kit DSK – Furniture Store WooCommerce WordPress Theme DT – Directory WordPress Plugin DT – Store Locator WordPress Plugin Dub – Music WordPress Theme