Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Aturan Tegas atau Macan Kertas di Jalan Protokol”

“Aturan Tegas atau Macan Kertas di Jalan Protokol”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 1.411
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Kota Palembang, truk dan kontainer itu ibarat tamu tak diundang yang sering datang sebelum waktunya, misalnya saja, jam pulang kerja orang kota baru selesai bermacet ria, tiba-tiba muncul truk besar merayap di jalan protokol. Lengkap sudah penderitaanm klakson bersahutan, jalan menyempit, bahkan kadang bahu jalan jadi garasi dadakan.

Wali Kota Ratu Dewa sudah bersuara lantang “Kami akan revisi Perwali No. 20 Tahun 2019, penindakan harus tegas dan terukur”. Kapolrestabes menambahkan pengawasan bakal ketat, ETLE akan dipasang, Satgas gabungan dibentuk, kedengarannya gagah, mirip deklarasi perang melawan truk bandel, tapi, izinkan kita sedikit bercanda, jangan-jangan ini cuma perang-perangan.

Pepatah bilang, “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan terlihat jelas”, di atas kertas aturan bisa mengkilap, tapi di jalan raya bisa jadi macan ompong, kalau sanksi hanya teguran, atau razia cuma musiman, sopir dan perusahaan truk pasti tertawa kecil sambil bilang “Ah, nanti juga lewat lagi”

Masalahnya bukan cuma soal jam malam truk atau kantong parkir Karyajaya, ini soal mentalitas ketegasan, kalau aturan dilanggar dan sanksi diabaikan, apa gunanya rapat koordinasi dengan segudang pejabat? Sama saja seperti beli helm hanya untuk pajangan di etalase, tidak pernah dipakai di kepala.

Contoh kecil di Surabaya, truk kontainer punya jam operasional ketat di kawasan Tanjung Perak. Pelanggar bisa langsung kena denda jutaan rupiah, perusahaan angkutnya juga ikut kena. Hasilnya? lalu lintas kota lebih teratur.

Semarang pun menerapkan aturan serupa, dengan jalur khusus dan pengawasan konsisten di pelabuhan Tanjung Emas. Bandung lebih kreatif, menata truk pengangkut barang masuk ke pasar grosir dengan jam bongkar muat terbatas. Balikpapan? mereka tegas memaksa truk bermuatan besar berhenti di luar kota pada jam sibuk, empat kota ini bisa jadi guru kecil untuk Palembang.

Coba tengok lebih jauh, lihat Singapura, negara mungil itu bisa mengatur ribuan kontainer setiap hari tanpa bikin jalanan jadi sirkus truk. Caranya? sistem logistik modern, terminal darat terpadu, dan tentu saja, sanksi yang lebih menakutkan dari wajah polisi. Sopir truk di Singapura tidak berani coba-coba, karena sekali melanggar, bisa tamat riwayat izin kerjanya.

Palembang mestinya bisa belajar, Sungai Musi terbentang luas, jalur rel ada, pelabuhan tersedia, tinggal kemauan politik yang serius. Kalau tidak, truk akan terus jadi raja jalanan, dan warga hanya bisa jadi rakyat jelata yang rela menepi, bahkan bisa jadi korban truk.

Bayangkan, kota yang katanya “Bumi Sriwijaya” tapi kalah mengatur truk dibanding Surabaya, jangan-jangan kita sibuk bikin jargon, lupa eksekusi. Pepatah lama bilang, “rajin pangkal pandai, tegas pangkal tertib”, kalau aturan hanya digoreng saat rapat lalu dingin begitu keluar pintu, ya akhirnya jadi lauk basi tak enak dimakan, apalagi ditelan.

Mari kita bumbui dengan humor sopir truk masuk kota sore hari itu ibarat tamu kondangan datang sebelum tuan rumah masak. Semua panik, semua repot. Tapi kalau tuan rumah tegas bilang “Tunggu di luar, nanti jam 9 baru boleh masuk”, pasti acaranya berjalan tertib. Nah, di sinilah pentingnya ketegasan tuan rumah bernama Pemkot.

Konsisten

Pertama, perkuat sanksi, jangan cuma teguran, tapi denda progresif, pencabutan izin, hingga blacklist perusahaan angkut.

Kedua, pengawasan konsisten, posko penjagaan di Kebun Sayur atau Kramat Jaya harus berfungsi 24 jam, bukan sekadar hiasan seragam.

Ketiga, solusi logistik jangka panjang, bangun terminal barang terpadu di Karyajaya atau pinggiran kota. Manfaatkan jalur sungai dan kereta untuk distribusi.

Ke empat, belajar dari daerah lain, kirim tim studi banding ke Surabaya, Semarang, Bandung, Balikpapan, bukan sekadar jalan-jalan, tapi bawa pulang resep tegas yang bisa langsung diterapkan.

Kelima, berpikir global, Singapura bukan hanya tetangga, tapi contoh nyata bahwa ketertiban lalu lintas bukan mimpi.

Palembang tidak kekurangan aturan, yang kurang hanya ketegasan dan konsistensi, aturan bisa setinggi langit, tapi kalau tidak ditegakkan, hanya jadi macan kertas, garang di teks, ompong di jalan raya.

Mari kita doakan agar revisi Perwali benar-benar jadi pedang tajam, bukan lagi kertas tipis yang mudah ditiup angin. Sebab, rakyat sudah lelah jadi korban truk bandel.

Seperti pepatah, “sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”, kalau aturan kali ini gagal lagi, jangan salahkan warga kalau akhirnya menyebut Pemkot hanya jago rapat, tapi kalah di lapangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Metro Jaya Tangkap Bandar Narkoba

    Polda Metro Jaya Tangkap Bandar Narkoba

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    POLDA Metro Jaya akhirnya kembali menciduk satu orang pelaku penabrak perwira Iptu JM di daerah Waleri, Kendal, Jawa Tengah, Senin 29 November 2021 yang juga bandar narkoba. Dari penangkapan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengembangkan ke Aceh guna membongkar jaringan narkobanya. Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Indrawienny Panjiyoga, S.H., S.I.K., menjelaskan bahwa dari pengembangan […]

  • Fungsikan Karang Taruna, Kemensos Salurkan Masker dan Vitamin ke 514 Daerah

    Fungsikan Karang Taruna, Kemensos Salurkan Masker dan Vitamin ke 514 Daerah

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial memulai pengemasan paket berisi masker dan vitamin bagi masyarakat kurang mampu di 514 kabupaten dan kota di tanah air. Kemensos bermitra dengan Karang Taruna sebagai penyalur. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, dalam penanganan pembangunan kesejahteraan sosial, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, termasuk dalam penanggulangan pandemi. Kemitraan dan sinergi dengan potensi masyarakat sangat membantu. […]

  • Kunker Wawali di Baba Boentjit, Ternyata Memang Dikenal Sebagai Obyek Wisata Tertua, Buktinya Ada Rumah Umurnya 300 Tahun Milik Saudagar Termahsyur

    Kunker Wawali di Baba Boentjit, Ternyata Memang Dikenal Sebagai Obyek Wisata Tertua, Buktinya Ada Rumah Umurnya 300 Tahun Milik Saudagar Termahsyur

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan kunjungan kerja ke Baba Boentjit, salah satu tempat wisata tertua di Kota Palembang. Untuk meninjau kondisi di wilayah Kecamatan Seberang Ulu satu, Wakil Walikota bersama aparat terkait melihat langsung bagaimana keadaan lapangan. “Kita lanjutkan kunjungan hari ini ke 3-4 Ulu,  tepatnya di kawasan sekitar Baba Boentjit. Dan tadi kita […]

  • Cegah Pandemi COVID, Operasional KRL Menyesuaikan PPKM Darurat

    Cegah Pandemi COVID, Operasional KRL Menyesuaikan PPKM Darurat

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    PT KAI Commuter mengumumkan penyesuaian layanan dan operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang dimulai pada Sabtu, 3 Juli 2021. Penyesuaian dilakukan mengikuti aturan pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021. Sejumlah penyesuaian operasional dan layanan ini merujuk Surat Edaran Direktur Jenderal Perkeretaapian (Dirjen […]

  • Ratusan Pesepakbola Muda Antusias Ikuti Seleksi PS Palembang U15

    Ratusan Pesepakbola Muda Antusias Ikuti Seleksi PS Palembang U15

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    GAUNG dari PS Palembang makin mengema di Sumatera Selatan. Tim yang berdiri sejak 1970 ini, kembali booming setelah sempat terbenam. Itu dibuktikan dengan membludaknya peserta seleksi pemain PS Palembang U-15, di Stadion Patra Jaya, Kamis (14/1/2021), yang tercatat menembus sampai 300 pemain. Sebelumnya, 10 pelatih PS Palembang juga telah melakukan seleksi buat pemain U-17 dan […]

  • Kartu Sakti VS Kartu Administrasi

    Kartu Sakti VS Kartu Administrasi

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.955
    • 0Komentar

    Pada masa pandemi dan pasca covid-19, salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk menanggulangi virus salah satunya melalui program vaksin bagi masyarakat. Hal ini tertuang dalam kebijakan yang tertuang dalam peraturan presiden RI Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Saat kebijakan ini diterapkan, […]

expand_less
WordPress Archive Cofery Restaurant & Cafe Elementor Template Kit CoffeeBean – Portfolio and Blogging WordPress Theme Coffeeine – Coffee Shop & Cafe Elementor Template Kit CoffeeKup – Cafe & Coffee Shop Elementor Template Kit Coffo – Cafe & Coffee Shop WordPress Theme Cohubz – Creative Hub & Coworking Space Elementor Template Kit Coiffeur – Hair Salon WordPress Theme Coin Market Cap & Prices - WordPress Cryptocurrency Plugin Coinary – Blockchain Cryptocurrency & Bitcoin Elementor Template Kit CoinOne – Cryptocurrency Elementor Template Kit