Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “UMKM Indonesia, Saatnya Dagang Global Pakai QRIS”

“UMKM Indonesia, Saatnya Dagang Global Pakai QRIS”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 990
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH  lama bilang “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, maka di era digital sekarang pepatahnya berubah jadi “scan-scan ke awal, transfer-transfer ke rekening”. Ya, begitulah kira-kira gambaran masa depan transaksi lintas negara dengan QRIS antarnegara dan Local Currency Transaction (LCT) yang sedang diuji coba Indonesia-Tiongkok.

Sebagai penulis yang sering nongkrong di warung kopi sambil mendengar curhat pedagang kecil, saya melihat langkah ini bukan sekadar jargon ekonomi. Ini senjata baru bagi UMKM Indonesia, bukan hanya untuk bertahan, tapi juga menyerang dalam arti merambah pasar global tanpa perlu drama konversi dolar yang bikin pusing.

Sebut saja Pak Tono, pemilik warung kelontong di Palembang, dulu dia hanya pusing kalau pembeli bayar pakai receh segenggam. Sekarang, dengan QRIS antarnegara, bayangkan dia bisa terima pembayaran langsung dari pembeli di Shanghai. Tinggal scan, saldo masuk, kalau dulu dagangannya cuma di kampung, kini bisa sampai luar negeri.

Lucunya, saat pertama kali coba QRIS, Pak Tono sempat panik “Lho, kok duitnya masuk nggak lewat teller bank? Apa jangan-jangan ini sulap?”. Untung ada penjelasan dari petugas BI yang sabar, akhirnya Pak Tono paham kalau ini bukan dukun, tapi teknologi finansial modern.

Di sinilah saya melihat daya tariknya QRIS dan LCT itu bukan teori rumit untuk para ekonom doang, tapi solusi nyata yang bisa bikin dagang kecil rasa Internasional.

Kalau ditarik ke atas, ada analisa menarik, LCT Indonesia–Tiongkok sudah tembus 6,23 miliar dolar AS ekivalen di Januari–Juli 2025, naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Ini sinyal bahwa Indonesia pelan-pelan mengurangi ketergantungan pada dolar.

Kenapa penting? karena terlalu bergantung pada satu mata uang ibarat menggantungkan hidup pada satu keran air, kalau kerannya macet, ya kita kehausan. Dengan LCT, kita bisa buka keran lain, yuan, yen, ringgit, bahkan dirham. Risiko lebih kecil, ongkos konversi juga lebih hemat.

Artinya, bukan cuma UMKM yang diuntungkan, ekonomi nasional juga lebih stabil, kalau pepatah bilang “sediakan payung sebelum hujan”, maka LCT inilah payungnya di tengah badai global.

Saya suka membandingkan QRIS dengan kopi sachet, dulu kalau mau minum kopi enak, harus repot beli bubuk, gula, air panas, takaran pas. Sekarang tinggal sobek sachet, tuang, aduk, beres. Sama dengan QRIS, dulu transaksi lintas negara harus pakai dolar, transfer bank lama, biaya tinggi, sekarang? tinggal scan QR, duit langsung masuk, nggak pake ribet.

Tapi, seperti kopi sachet, rasanya tetap tergantung cara menyajikan, kalau UMKM nggak mau belajar, ya QRIS tetap cuma jadi stiker nempel di meja, butuh literasi digital, pendampingan, dan keberanian pedagang untuk benar-benar memanfaatkannya.

Ada pepatah Jawa bilang “alon-alon asal kelakon”, tapi dalam dunia bisnis digital, pepatahnya harus dimodifikasi “cepet-cepet asal selamat” UMKM yang terlalu lambat belajar teknologi bisa ketinggalan.

QRIS antarnegara dan LCT bukan hanya soal pembayaran, tapi soal mindset, UMKM harus berani berpikir bahwa dagangannya bukan hanya buat tetangga, tapi juga untuk orang Singapura, Jepang, bahkan Tiongkok.

Di sinilah pemerintah juga punya peran penting, jangan biarkan UMKM jalan sendiri. Edukasi, pendampingan, bahkan humor dalam sosialisasi harus dipakai supaya masyarakat nggak alergi dengan istilah ribet seperti “LCT” atau “cross-border payment.”

Bagi saya, langkah Indonesia -Tiongkok memperkuat LCT dan QRIS antarnegara adalah kombinasi antara strategi ekonomi jangka panjang dan peluang keseharian UMKM.

UMKM dapat pasar lebih luas, negara dapat stabilitas ekonomi, semua orang dapat kemudahan.

Jadi kalau ada yang masih bilang teknologi keuangan itu ribet, coba ingat cerita Pak Tono, dari warung kelontong kampung bisa langsung jadi “merchant internasional”, tinggal scan, saldo masuk, senyum merekah.

Karena pada akhirnya, dagang itu soal rasa percaya, dan dengan QRIS plus LCT, kepercayaan itu tak lagi terbatas jarak.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarif Listrik di Indonesia Masih Kompetitif dari Negara di Asia Tenggara

    Tarif Listrik di Indonesia Masih Kompetitif dari Negara di Asia Tenggara

    • calendar_month Selasa, 28 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Taruf listrik di Indonesia masih dinilai relatif kompotitif dibanding negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). “Tarif listrik masih kompetitif dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Data bulan Juni 2018 menunjukkan bahwa tarif tenaga listrik di Indonesia cukup bersaing bila dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Vietnam,”ungkap Kepala Biro Komunikasi, […]

  • Pit Stop Kilang Plaju Tuntas, 2.500 Pekerja Lokal Ikut Kecipratan Rezeki

    Pit Stop Kilang Plaju Tuntas, 2.500 Pekerja Lokal Ikut Kecipratan Rezeki

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pit Stop Kilang Plaju tuntas dikerjakan, sekitar 2.500 pekerja kontraktor ikut kecipratan rezeki dari pekerjaan pemeliharaan tersebut. Sebab, 65 persen dari pekerja yang terlibat merupakan tenaga kerja lokal Sumatera Selatan. Keterlibatan ribuan pekerja itu turut menggerakkan aktivitas ekonomi selama pelaksanaan Pit Stop Tahap II 2026. Pit Stop tersebut berlangsung pada 27 Juli hingga […]

  • Gubernur Tinjau Pengerjaan Jalan Provinsi di OKU Timur dan OKU

    Gubernur Tinjau Pengerjaan Jalan Provinsi di OKU Timur dan OKU

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    Jalan Provinsi di sini 205 Kilometer tetapi tidak semuanya rusak. Insya Allah akhir tahun ini semua sudah selesai.

  • Libur Sekolah, Ini Pesan Bunda Baca Muba Untuk Anak di Muba

    Libur Sekolah, Ini Pesan Bunda Baca Muba Untuk Anak di Muba

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    LIBUR sekolah adalah hal yang paling dinantikan bagi sebagian besar pelajar, baik dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena dihari libur anak-anak bisa leluasa bermain tanpa memikirkan tugas sekolah. Di Kabupaten Musi Banyuasin anak sekolah libur pasca pembagian raport pada tanggal 20 Desember 2019 lalu, dan mulai belajar lagi tanggal 6 Januari […]

  • Positif COVID-19, Jumat di Sumsel Nihil, Yang Sembuh 49 Orang

    Positif COVID-19, Jumat di Sumsel Nihil, Yang Sembuh 49 Orang

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    KASUS Positif COVID-19 Sumsel hari ini belum ada penambahan,sementara yang sembuh total 49 orang. Kasus positif covid-19 di Sumsel masih sebanyak 227 orang. “Ada dua orang lagi di Sumsel yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, yakni satu orang di wilayah Palembang dan satu orang lagi dari Kabupaten Ogan Ilir,” ujar Kadiskominfo Sumsel, Ahmad Rizwan dalam press […]

  • Terpilih Jadi Ketum PBSI Palembang, Ini Target Ratu Dewa

    Terpilih Jadi Ketum PBSI Palembang, Ini Target Ratu Dewa

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kota Palembang Ratu Dewa terpilih sebagai Ketua Umum PBSI Kota Palembang dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) yang digelar di Hotel Santika, Jumat (9/8/2019). Ratu Dewa terpilih secara aklamasi berdasarkan kesepakatan seluruh peserta Musyawarah.  Usai dirinya terpilih, Ratu Dewa mengungkapkan akan melakukan upaya terbaik dalam rangka kemajuan Bulu Tangkis di Kota Palembang. “Dalam waktu […]

expand_less
WordPress Archive iDent – Dentist & Medical WordPress Theme IDonatePro - Blood Donation, Request And Donor Management WordPress Plugin Idoni – Creative Agency WordPress Theme iDonte – Charity Non-Profit Elementor Template Kit Idonte – Charity NonProfit WordPress Theme If-So Dynamic Content Pro Ignavo – Auto Parts WooCommerce Theme iGUE – Podcaster Elementor Template Kit Ijin – Legal Business & Tax Consultant Services Elementor Template Kit Ika – Portfolio