Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Geopark Ijen, Laboratorium Alam yang Hidup di Jawa Timur

Geopark Ijen, Laboratorium Alam yang Hidup di Jawa Timur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.279
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– Fenomena Blue Fire, Kawah Toska, Tradisi Penambang Belerang, dan Wisata Edukasi Berbasis Konservasi Mendunia

ADA tempat di bumi yang bisa bikin ilmuwan, traveler, dan fotografer klepek-klepek sekaligus, jawabannya ada di Jawa Timur. Geopark Ijen bukan sekadar gunung berapi, tapi panggung alam raksasa, kawah hijau toska yang bikin takjub, api biru langka yang cuma ada dua di dunia, sampai penambang belerang yang gagahnya kayak superhero tanpa jubah.

Kalau biasanya orang ke gunung cuma buat selfie, di Ijen lo bisa dapet paket lengkap belajar geologi, biologi, budaya, sampai pelajaran hidup tentang tanggung jawab menjaga alam.

Geopark Ijen bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah laboratorium alam hidup yang udah berjalan jutaan tahun, dari sisi geologi, kawahnya terbentuk dari aktivitas vulkanik ekstrem. Danau kawah Ijen dikenal sebagai yang paling asam di dunia, warnanya hijau toska, cantik banget, tapi jangan coba-coba nyicip, bisa bikin perut langsung protes keras.

Keanekaragaman hayati di kawasan ini juga keren, Ada 14 jenis flora, 27 jenis fauna, dan 6 mamalia yang jadi penghuni tetap. Jadi kalau lo lagi trekking terus tiba-tiba ketemu lutung yang ngeliatin lo kayak dosen waktu ujian, itu tandanya lo lagi benar-benar di rumah mereka.

Budayanya? Lebih kaya lagi, kehidupan penambang belerang yang setiap hari mengangkut 70-an kilo dari kawah jadi bukti nyata bagaimana manusia bisa bertahan hidup dengan alam, meski harus berdampingan dengan bahaya.

Nah, ini dia yang paling bikin Geopark Ijen viral fenomena Blue Fire. Api biru ini muncul karena gas belerang terbakar ketika ketemu oksigen dengan suhu super tinggi. Hasilnya? Pemandangan kayak efek film Hollywood, tapi asli tanpa CGI.

Masalahnya, banyak traveler yang datang cuma ngejar foto “Instagramable”. Padahal di balik cahaya biru itu ada risiko kesehatan, ada kerja keras penambang, ada tanda kalau Gunung Ijen masih aktif, jadi, foto boleh, tapi jangan sampai lupa mikir.

Traveling itu enak, tapi harus ada etika, jangan sampai lo datang ke Ijen, tapi ninggalin sampah kayak abis pesta tahun baru. Ingat, sustainable tourism itu kuncinya, nikmati alam, tapi jangan rusak.

Aturannya sederhana bawa sampah turun, jangan titip ke alam. Jangan maksa foto di area berbahaya, nyawa nggak bisa di-filter kayak Instagram. Hormati penambang, mereka bukan objek wisata, tapi manusia yang lagi kerja keras.

Pepatah lama bilang, alam itu bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu, kalau lo bikin rusak sekarang, generasi setelah lo cuma bisa lihat Ijen di Google Maps.

Selain jadi laboratorium alam, Geopark Ijen juga nyumbang gede ke ekonomi lokal. Ada event Tour de Banyuwangi Ijen buat pecinta sepeda, dan Ijen Green Trail Run buat pelari yang doyan tantangan. Wisatawan datang, homestay rame, kuliner laris, ekonomi masyarakat ikut naik.

Artinya, wisata di Ijen nggak cuma bikin traveler senang, tapi juga kasih rezeki buat warga sekitar. Win-win solution kalau dijalankan dengan bijak.

Kombinasi unik

Jadi, geopark Ijen itu contoh nyata bahwa pariwisata bisa jalan seiring sama konservasi, tapi syaratnya jelas semua pihak harus tanggung jawab, misalnya tanpa konservasi, alam rusak, wisata hilang, selain itu tanpa edukasi,  wisatawan jadi beban, bukan berkah dan terakhir tanpa keterlibatan masyarakat lokal sehingga yang untung cuma investor besar, rakyat cuma jadi penonton nantinya.

UNESCO sudah ngasih pengakuan dengan status Global Geopark pada Mei 2023. Itu kayak nilai A+ buat Indonesia, tapi tetap harus dijaga biar nggak turun jadi nilai D gara-gara ulah kita sendiri.

Oleh sebab itu, kalau orang Jawa bilang, alon-alon waton kelakon, pelan-pelan asal sampai. Di Ijen, maknanya bisa jadi nikmati perlahan, jaga langkah, hargai alam, jangan jadi traveler yang cuma viral sehari, tapi ninggalin kerusakan untuk seribu tahun.

Keren itu bukan soal punya foto estetik di Blue Fire, keren itu kalau lo bisa cerita ke temen, “Gue udah ke Ijen, nikmatin alamnya, belajar dari penambangnya, dan gue pulang tanpa ninggalin jejak buruk”

Geopark Ijen adalah kombinasi unik antara keindahan, ilmu, budaya, dan tantangan, dia ngajarin kita banyak hal tentang sejarah bumi, tentang ketangguhan manusia, dan tentang tanggung jawab menjaga alam.

Jadi, kalau lo lagi nyari destinasi yang bikin mata terpesona, hati tersentuh, otak tercerahkan, sekaligus dompet warga lokal ikut terisi jawabannya jelas, yakni Geopark Ijen, laboratorium alam yang hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demi Dapur Tetap Ngebul, Rela Antri, Emak-emak Berburu Sembako Murah   

    Demi Dapur Tetap Ngebul, Rela Antri, Emak-emak Berburu Sembako Murah   

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    HARGA sembako hingga pertengahan bulan di Awal Tahun masih melambung tinggi membuat emak-emak  rela antri di pagi untuk mendapatkan sembako murah di Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Kamis [13/1/2022]. Terlihat sejak pagi pukul 08.00 WIB Pasar Murah yang digelar di  Tangga Buntung Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang ramai dikunjungi emak-emak. Untuk […]

  • Komit Perangi Narkoba, Polres Linggau Cokok Pengedar

    Komit Perangi Narkoba, Polres Linggau Cokok Pengedar

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.298
    • 0Komentar

    KOMITMEN Polres Lubuklinggau dalam memerangi Narkoba, tak perlu diragukan lagi, pasalnya awal 2020 ini, Satres Narkoba kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkoba. Dengan tertangkap para pengedar itu, nampaknya Polres Lubuklinggau langsung gaspoll menyelesaikan satu demi satu target operasi mereka. Seperti pada Jumat akhir pekan ini sekitar pukul 19.00 WIB, Polres beraksi,  berawal dari penangkapan Ricky […]

  • Alami Dunia Warna yang Semarak dengan OPPO Find X5 Pro Billion Color Bionic Display

    Alami Dunia Warna yang Semarak dengan OPPO Find X5 Pro Billion Color Bionic Display

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    SHENZHEN, CHINA – Media OutReach  – OPPO Find X5 Pro memiliki layar tercanggih yang pernah ada di ponsel OPPO: Layar Bionic 1 Miliar Warna. Ini menggunakan Kecepatan Penyegaran Dinamis Adaptif 120Hz dan panel kecepatan pengambilan sampel sentuh instan 1000Hz dengan kalibrasi multi-titik, peredupan bionik tingkat 8192 dan dukungan untuk HDR10+, di antara sorotan lainnya. Pada […]

  • Ingat, Berdasarkan Aturan Nama Di KTP El Tidak Boleh Disingkat

    Ingat, Berdasarkan Aturan Nama Di KTP El Tidak Boleh Disingkat

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.501
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah mengeluarkan peraturan baru mengenai pencatatan nama di sejumlah dokumen kependudukan. Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri dalam Negeri 73/2022 tentang pencatatan nama pada dokumen kependudukan dan nama tidak boleh disingkat. Adapun ketentuan pada dokumen kependudukan yang dimaksud, yakni biodata penduduk, kartu keluarga, kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), surat keterangan kependudukan, akta pencatatan sipil […]

  • Socfindo Luncurkan Bibit Sawit yang Toleran Terhadap Jamur Ganoderma  

    Socfindo Luncurkan Bibit Sawit yang Toleran Terhadap Jamur Ganoderma  

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.482
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Jamur Ganoderma Boninense di identifikasikan sebagai spesies jamur yang paling umum menyerang tanaman kelapa sawit. Jamur ini adalah patogen yang menyebabkan penyakit busuk pangkal batang atau Basal Stem Rot (BSR), bisa menyebabkan tanaman tumbang, mati  dan berdampak pada  produktivitas kelapa sawit. Untuk mengendalikan hal tersebut, selain melakukan aturan tanam yang baik dan pengelolan […]

  • Akibat Hujan Deras, Banjir Rendam 89 Rumah Warga di Kota Medan

    Akibat Hujan Deras, Banjir Rendam 89 Rumah Warga di Kota Medan

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.327
    • 0Komentar

    BANJIR merendam 89 rumah warga di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (9/3). Menigkatnya debit air dari hulu Sungai Deli terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur pada pukul 23.30 WIB. BPBD Kota Medan melaporkan banjir ini melanda tiga kelurahan yakni Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Aur yang terletak di Kecamatan Medan Maimun. Selanjutnya […]

expand_less
WordPress Archive Dhora – Movie Production & Film Studio WordPress Theme DHPopup – Popup Builder for WPBakery Page Builder DHVC Form DHVC Form – WordPress Form for WPBakery Page Builder DHWCLayout – Woocommerce Products Layouts Dicor - Concrete Service Elementor Template Kit Diego – Creative Personal Portfolio & Resume WordPress Theme Dietitian – Nutrition Health Professionals WordPress Theme Digeco – Startup Agency WordPress Theme Digency – Multi-Purpose Portfolio WordPress Theme