Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Rumah Jadi Mesin Uang, KUR Perumahan Angkat UMKM Naik Kelas”

“Rumah Jadi Mesin Uang, KUR Perumahan Angkat UMKM Naik Kelas”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 1.121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA rumah Anda bukan cuma tempat tidur nyenyak, tempat rebahan manja sambil nonton drakor, atau tempat sembunyi dari debt collector. Tapi rumah itu bisa berubah jadi ATM berjalan. Serius, bukan guyon, dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang lagi digembar-gemborkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) bareng HIPMI, rumah sekarang bisa jadi modal bisnis sekaligus mesin uang.

Kalau kata pepatah, “jangan jadikan rumahmu sekadar papan, tapi jadikan ia tumpuan harapan”. Nah, program ini kira-kira ingin mewujudkan pepatah itu, biar rumah tak cuma jadi atap berteduh, tapi juga jadi pondasi usaha.

Menteri Ara ngomongnya simpel tapi dalam plafon KUR perumahan buat pengusaha muda, minimal Rp 5 miliar sampai maksimal Rp 20 miliar. Itu kalau diibaratkan, bukan lagi saweran di kondangan, tapi lebih kayak modal kawin plus biaya resepsi sekampung.

Yang dapat siapa? Kontraktor, pengembang, sampai pengusaha toko bangunan. Bahkan, buat demand side, ada juga pedagang online dan catering. Jadi bayangkan, kalau dulu usaha cuma di dapur sempit kontrakan, sekarang bisa punya rumah + dapur produksi sendiri. Dari jualan bakso online bisa punya “pabrik pentol skala rumahan”.

Selama ini UMKM banyak yang terjebak di lingkaran sewa, sewa kios, sewa rumah produksi, sewa gudang. Akibatnya, uang tiap bulan habis buat bayar sewa, bukan buat pengembangan usaha. Seperti pepatah, “air hujan jatuh ke genteng orang, air mata jatuh ke dompet sendiri”

Nah, dengan KUR perumahan ini, pengusaha muda bisa beli atau bangun properti yang sekaligus bisa dipakai buat usaha. Jadi, rumah bukan sekadar “tempat tinggal”, tapi tempat tinggalin masalah biaya sewa.

Biasanya, HIPMI itu identik dengan acara kumpul, pakai batik keren, networking, terus foto bareng pejabat buat dipajang di Instagram. Tapi kali ini, HIPMI ditantang untuk benar-benar jadi pilot project ekosistem KUR Perumahan. Artinya, bukan cuma selfie, tapi juga self-improvement.

Menteri Ara bahkan sudah set deadline 8 Oktober 2025 evaluasi, jadi ini kayak tugas sekolah, kalau HIPMI malas-malasan, bisa-bisa remedial. KPI-nya jelas seberapa cepat KUR ini diserap, dan seberapa banyak efek ganda alias multiplier effect yang lahir. Dari rumah ke usaha dan   kerjaan serta ke kesejahteraan.

Coba kita bayangkan sederhana, ada warung kopi di gang kecil. Dulu, pemiliknya ngontrak tempat 3×4 meter, kursi cuma dua, meja bolong-bolong. Setiap bulan bayar sewa, untung ludes.

Sekarang, dengan KUR perumahan, dia bisa punya rumah sendiri. Lantai satu dipakai buat warung kopi, lantai dua buat tempat tinggal. Dari situ, omzet naik, bisa rekrut karyawan, bahkan bisa buka cabang.

Rumah yang tadinya cuma jadi tempat rebahan, sekarang jadi pabrik ide dan mesin uang, seperti pepatah Jawa “ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake” – usaha bisa menang tanpa harus nginjak orang lain.

Tapi, jangan lupa, namanya kredit tetap kredit, kalau salah kelola, bisa jadi rumah idaman berubah rumah tanggungan. UMKM harus hati-hati punya NIB, sudah jalan minimal 6 bulan, masuk SIKP Kemenkeu. Jangan sekadar ikut-ikutan karena “lagi tren KUR.”

Di sinilah pentingnya literasi finansial, jangan sampai uang Rp 5 miliar dipakai buat beli mobil mewah atau liburan ke Maldives. Ingat pepatah, “lebih baik makan tempe punya rumah, daripada makan sushi ngontrak terus”

KUR perumahan ini memberi pencerahan rumah itu bukan beban, tapi bisa jadi aset hidup, bukan sekadar warisan, tapi warisan yang produktif. Anak cucu nanti bisa bangga “Rumah ini bukan hanya tempat kita tumbuh, tapi juga tempat usaha keluarga berkembang”

Seperti filosofi rumah adat, atap melindungi, dinding menopang, lantai menghidupi. Itulah yang coba diwujudkan pemerintah lewat skema ini.

Pada akhirnya, KUR Perumahan bukan sekadar angka Rp 5 miliar atau Rp 20 miliar, ia adalah peluang agar UMKM, khususnya pengusaha muda HIPMI, bisa naik kelas, dari rebung kecil yang rapuh, jadi bambu kokoh yang bisa meneduhkan banyak orang.

Rumah tidak lagi dipandang sebagai beban cicilan bulanan, tapi sebagai mesin uang yang produktif, dari dapur rumah lahir produk kuliner, dari garasi rumah lahir startup digital, dari ruang tamu lahir ide-ide bisnis brilian.

Seperti kata pepatah, “setiap rumah adalah sekolah, dan setiap usaha adalah guru”, semoga KUR perumahan ini benar-benar jadi jalan terang bagi UMKM Indonesia untuk mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dan kalau kata orang Palembang, “dak usah mikir ribet, yang penting rumah dak cuma tempat bobok, tapi jugo tempat bikin cuan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karantina dan Isolasi, Apa Bedanya?

    Karantina dan Isolasi, Apa Bedanya?

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    TAHUKAH kamu kalau istilah “Karantina” dan “Isolasi” berbeda walau punya tujuan sama-sama untuk mengurangi risiko penularan? Karantina adalah upaya memisahkan seseorang yang terpapar COVID-19 (baik dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas) meskipun belum menunjukkan gejala apapun atau sedang dalam masa inkubasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko penularan. Karantina […]

  • Tahun Baru 2022, Menag: Mari Jadikan Nilai Agama Motivasi Berbuat Kebajikan

    Tahun Baru 2022, Menag: Mari Jadikan Nilai Agama Motivasi Berbuat Kebajikan

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil menilai tahun baru 2022 sebagai penanda waktu tentang masa lalu, hari ini, dan sekaligus masa mendatang. Moment tahun baru, kata Menag, mengandung makna evaluasi dan mawas diri. Tentang hal ini, semua merasakan bahwa selama tahun 2021, bekal nilai-nilai agama telah mampu memperkuat kita sebagai bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tahun baru […]

  • Nyingok Dialog

    Nyingok Dialog

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.557
    • 0Komentar

        Komikus : Septian Mauludi Naskah   : One

  • Ebola Belum Jadi Pandemi, Tapi Dunia Sudah Siaga, Ini Sebenarnya Ditakuti WHO

    Ebola Belum Jadi Pandemi, Tapi Dunia Sudah Siaga, Ini Sebenarnya Ditakuti WHO

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DUNIA kembali dibuat waspada oleh munculnya wabah Ebola di Afrika Tengah. Meski jumlah kasusnya belum sebesar pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization sudah menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 17 Mei 2026. Keputusan itu langsung membuat banyak negara […]

  • Gowes  di Danau Ranau

    Gowes di Danau Ranau

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.774
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKUS -Tidak kurang dari 3000 pesepeda  dari dalam maupun luar negeri ambil bagian meramaikan event tahunan Sriwijaya Ranau Grand Fondo (SRGF) ke 4 Tahun 2022 yang dipusatkan di Danau Ranau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (12/11) pagi. Tingginya antusias peserta SRGF 2022 disambut baik Gubernur Sumsel H Herman Deru. Bahkan menurut dia […]

  • 353 paket sembako disalurkan Pemkot Palembang

    353 paket sembako disalurkan Pemkot Palembang

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sebanyak 353 sembako disalurkan Pemerintah Kota Palembang di halaman Masjid Al-Kautsar Kecamatan Seberang Ulu (SU) I tersebut, kemarin. Selain menunggu sembako, warga juga nampak ramai dalam mengurus berbagai dokumen meliputi Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran dan juga Kartu Keluarga (KK). Pj. Walikota Palembang Ratu […]

expand_less
WordPress Archive Softa - SaaS, Software & WebApp WordPress Softa – SaaS, Software & WebApp WordPress Theme Softconic – Software and IT Solutions WordPress Theme SoftEase – Multipurpose Software / SaaS Product WordPress Theme Softec – Software & Technology WordPress Theme + RTL Softek – Software IT Solutions Elementor Template Kit SoftLab - Technology & Software SaaS Elementor Pro Template Kit Softo IT Solutions & Business Elementor Template Kit SoftUp – Saas & Startup Elementor Template Kit Software Service Lunatic – App Landing WordPress Theme