Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » “Mampukah Sumsel United Mengulang Kejayaan Sriwijaya FC di Championship 2025/2026?”

“Mampukah Sumsel United Mengulang Kejayaan Sriwijaya FC di Championship 2025/2026?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 1.544
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG, tanah legenda sepak bola Sumatera Selatan, kini disambut oleh gelombang semangat baru, setelah era keemasan Sriwijaya FC yang pernah menjuarai kompetisi nasional dan memiliki suporter militan, hadir Sumsel United FC, tim yang siap menorehkan sejarah baru di Championship 2025/2026. Dengan pelatih kepala Nilmaizar di pucuk pimpinan, Juaro, julukan Sumsel United tampil di launching meriah di Ballroom Hotel Arya Duta Palembang, Minggu (7/9/2025).

Tapi sebelum membahas Sumsel United, mari sejenak menengok sejarah panjang sepak bola di Bumi Sriwijaya.

Di Palembang, ibukota Sumatera Selatan, sebelumnya sudah lama dikenal sebagai kota yang hidup dengan sepak bola sebagai hiburan, beberapa dekade lalu, di era kompetisi Galatama, muncul Kramayudha Tiga Berlian, klub yang meraih prestasi gemilang bukan hanya di kompetisi PSSI, tapi juga menembus level Asia. Klub ini dimiliki  Sarnubi Said, sosok pengusaha yang berani menginvestasikan sumber daya dan semangatnya untuk sepak bola Sumsel. Nama Kramayudha menjadi kebanggaan warga Sumsel, simbol bahwa sepak bola lokal bisa bersaing di panggung besar.

Tak hanya itu, ada juga Pusri Palembang, klub milik Pabrik Pupuk tertua di Tanah Air  ini, meski prestasinya tidak semulus Kramayudha atau Sriwijaya FC, tapi tetap dikenal sebagai klub yang konsisten menumbuhkan talenta lokal dan membangun budaya sepak bola di Palembang.

Lompatan berikutnya terjadi saat Sriwijaya FC, yang dibentuk di era Gubernur Sumsel Syarial Oesman, dan dilanjutkan di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Klub ini bukan sekadar tim baru, tapi proyek ambisius yang menegaskan bahwa Sumsel ingin menjadi pusat sepak bola di Indonesia. Sriwijaya FC pun menorehkan sejarah, juara kompetisi nasional, pemain berbakat, dan suporter fanatik.

Saat itu, Sriwijaya FC bukan hanya tim mereka adalah simbol kejayaan sepak bola Sumsel, namun  juara kompetisi Nasional, pemain berbakat, dan suporter fanatik membuat lawan gentar. Jika Sriwijaya FC adalah keris tajam yang disegani lawan, Sumsel United baru seperti pedang bayi yang sedang diasah.

Kehadiran Sumsel United adalah pengingat bahwa sejarah tidak bisa diwariskan begitu saja, tapi semangat juang bisa menular, seperti kata pepatah “Air tenang jangan disangka tiada buaya”. Artinya, dibalik tenangnya permukaan, selalu ada potensi yang menunggu untuk dibuktikan.

Yang membuat Sumsel United FC unik adalah hampir seluruh pemainnya adalah putra daerah Sumsel. Presiden klub, H. Cik Ujang, menegaskan, ini adalah inisiatif mandiri tanpa dana dari pemerintah provinsi. Tidak main-main, total 33 pemain diperkenalkan, termasuk pemain dari Brasil dan Korea sebagai bumbu Internasional.

Pelatih Nilmaizar menyebut tim ini sudah kompak, setelah beberapa latihan. Kapten Rachmad Hidayat optimistis memimpin skuad ini meraih kesuksesan. Dalam bahasa sepak bola sehari-hari, kalau Sriwijaya FC dulu seperti “kereta cepat ditarik lokomotif veteran”, Sumsel United adalah “mobil balap siap ngebut di lintasan baru”.

Keunggulan lokal ini juga berarti dukungan fanbase lebih mudah dibangun, karena warga Sumsel bisa langsung mengidentifikasi diri dengan para pemainnya, bukan hanya tim, tapi bagian dari komunitas.

Mari sedikit bercanda, Sumsel United masih baru, energik, dan penuh percaya diri, kadang, semangat ini bisa membuat pemain “menendang bola ke tribune, bukan ke gawang.” Tapi itu wajar, bagian dari proses belajar, pepatah yang pas “Belajar berjalan, jangan lari terburu-buru, nanti jatuh”.

Kepercayaan masyarakat & sponsor

Selain itu, membangun chemistry dengan suporter juga tantangan tersendiri. Suporter fanatik Sriwijaya FC dulu rela hujan panas tetap memberi support. Sumsel United harus membuat fans ikut “terbawa euforia”, kalau tidak, stadion bisa terasa sepi seperti warung kopi pagi-pagi.

Persaingan di Championship 2025/2026 tidak akan mudah, banyak tim sudah berpengalaman dan memiliki strategi matang. Sumsel United harus membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim baru yang ramai di launching, tapi benar-benar punya taring di lapangan.

Jika Sriwijaya FC sukses, karena kombinasi pemain lokal dan impor yang matang, Sumsel United menekankan talenta lokal plus bumbu Internasional, formula ini bisa jadi rahasia sukses, asal disiplin dijalankan.

Yang menarik, Sumsel United punya kesempatan menulis sejarah sendiri, tanpa bayang-bayang terlalu menekan, sebab pemain muda lebih energik, strategi lebih fleksibel, dan semangat juara lebih segar.

Pembina sepak bola Sumsel, H. Herman Deru, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan sponsor. Ini bukan soal uang semata, tapi soal kredibilitas dan reputasi. Klub yang menjaga kepercayaan akan mendapat dukungan jangka panjang.

Dengan memadukan talenta lokal, semangat juang, dan strategi matang, Sumsel United suka tidak suka harus bisa mengambil inspirasi dari sejarah Kramayudha, Pusri, dan Sriwijaya FC, bukan intimidasi atau menghilangkannya, jika perlu prestasi Sumsel United lebih baik dari ke tiga klub yang pernah ada di Palembang, Sumsel. Mereka punya peluang membuktikan bahwa sepak bola Sumsel masih bisa bersinar di level Nasional.

Mampukah Sumsel United FC mengulang kejayaan Sriwijaya FC?, Jawabannya mampu, jika mereka pintar belajar dari sejarah panjang sepak bola Sumsel, memaksimalkan talenta lokal, dan menjaga kepercayaan publik serta sponsor. Dengan semangat kebersamaan, humor sebagai perekat mental, dan strategi tepat, tim ini bisa menjadi harapan baru bagi sepak bola Sumatera Selatan.

Jika Sriwijaya FC adalah legenda yang dihormati, Sumsel United berpotensi menjadi legenda baru yang lahir dari akar sendiri, dengan pepatah sederhana sebagai pedoman “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”.

Palembang, bersiaplah, petualangan Juaro baru saja dimulai, dan siapa tahu, dalam beberapa musim ke depan, nama Sumsel United akan bersinar setara atau syukur-syukur bisa melebihi Sriwijaya FC.

Dengan tekad, kerja keras, dan kebanggaan lokal sebagai fondasi, tim ini bisa menjadi simbol aspirasi generasi muda Sumsel.
Setiap gol, setiap kemenangan, akan menulis bab baru yang menginspirasi. Dan yang terpenting, Sumsel United bisa membuktikan bahwa sejarah sepak bola bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang masa depan yang siap ditaklukkan. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKN Baru Di Kaltim, Pindah Lebih Awal Istana Negara

    IKN Baru Di Kaltim, Pindah Lebih Awal Istana Negara

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.150
    • 0Komentar

    RAPAT Paripurna Dewan Perwkilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada 18 Januari 2022 lalu, akhirnya menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU IKN. IKN nantinya berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. “Proses perpindahan ke ibu kota negara yang baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan dilakukan secara […]

  • 2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) menargetkan 90 % desa di wilayah Muba bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada 2021. Demikian disampaikan Bupati Musi Banyuasin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi saat memimpin Rapat Koordinasi Awal Dokumen Tatanan Kabupaten / Kota Sehat (KKS), Dalam Rangka Persiapan Kabupaten Muba Mengikuti Penilaian Swastisaba […]

  • Agar Tetap Bugar, Sehat dan Kompak, Personil Polres Banyuasin Lakukan Ini

    Agar Tetap Bugar, Sehat dan Kompak, Personil Polres Banyuasin Lakukan Ini

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    “Muda-mudahan melalui olahraga rutin ini anggota Polres Banyuasin dapat selalu menjaga kerukunan, meningkatkan silahturahim dan selalu menjaga kekompakan,”

  • Tangkal Covid, Kemenhub dan TNI AL Selenggarakan Vaksinasi di Simpul-Simpul Transportasi

    Tangkal Covid, Kemenhub dan TNI AL Selenggarakan Vaksinasi di Simpul-Simpul Transportasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan dan TNI AL melaksanakan vaksinasi Covid-19 di simpul transportasi Pelabuhan Penyeberangan Merak, belum lama ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono meninjau langsung program “Serbuan Vaksinasi Covid-19” yang menyediakan vaksin sekitar 1.500 vaksin, yang menyasar para para pekerja di pelabuhan, masyarakat di sekitar Pelabuhan Penyeberangan […]

  • Ingat..!! Di OKI Para Kandidat Cakades Deklarasi Siap Kalah-Menang

    Ingat..!! Di OKI Para Kandidat Cakades Deklarasi Siap Kalah-Menang

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    298 calon kepala desa yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada102 desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengikrarkan deklarasi damai di GOR Perahu Kajang Kayuagung, Jum’at, (8/11/2019). Pada deklarasi tersebut perwakilan calon kepala desa membacakan kesiapan mereka untuk mengikuti Pilkadas damai dengan siap menang dan juga siap kalah. “Kami siap menerima hasil pilkades […]

  • Cek Perbatasan Sumsel – Bengkulu

    Cek Perbatasan Sumsel – Bengkulu

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengecek posko perbatasan Provinsi Sumatera Selatan- Bengkulu bertempat di Kelurahan Watas Lubuk Durian Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 Kota Lubuklinggau, kemarin. Disini Gubernur Herman Deru melihat penjagaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Namun dibalik penjagaan tersebut juga dilakukan dengan cara yang humanis. Walaupun begitu, hal tersebut juga tidak menghalangi pertukaran […]

expand_less
WordPress Archive Rib-Eye — Steakhouse WordPress Theme Ribbon Panel WordPress Plugin Rich Text Field for Elementor Form Richter – Creative WordPress Blog Theme Riclean - Cleaning Service Company Elementor Template Kit Riff – Music, Concert & Festival WordPress Theme Riffel – A Bold & Rich Portfolio WordPress Theme Rigel – Multi-Purpose Business Portfolio Theme Rigel – Ultimate Agency & Portfolio Theme Right Candidate – Election Campaign and Political WordPress Theme