Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Dugong Mali sampai Tenun Umapura, Menyelam Lebih Dalam dari Sekadar Air Laut

Dugong Mali sampai Tenun Umapura, Menyelam Lebih Dalam dari Sekadar Air Laut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 844
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KATANYA, orang yang jatuh cinta itu sama seperti penyelam rela menahan napas demi melihat sesuatu yang indah. Bedanya, kalau penyelam di Alor menahan napas untuk melihat terumbu karang warna-warni, kita di darat sering menahan napas karena tagihan listrik belum dibayar. Ya begitulah hidup, di laut penuh ikan pari, di darat penuh cicilan yang ngeri-ngeri sedap.

Tapi di balik kelakar itu, Alor ternyata sedang naik daun, lewat Famtrip wisata selam yang digelar Kementerian Pariwisata, beberapa pelaku usaha diving dari Malaysia dan Singapura diajak nyemplung langsung ke laut Alor. Bukan sekadar nyelam gaya “selfie di dasar laut”, tapi benar-benar melihat betapa wisata bahari Alor ini, seperti warung makan Padang, apa pun menunya, bikin nagih. Ada Kalabahi Bay, Apuri Bay, sampai Wolang Wall, semua nama spot selamnya terdengar kayak nama penyanyi dangdut yang siap menghibur turis.

Dan jangan salah, highlight terbesar bukan cuma pemandangan bawah lautnya, tapi dugong legendaris di Pantai Mali. Bayangkan, peserta Famtrip bisa ketemu “Mawardi”, si duyung ramah yang kayak selebritas lokal. Dugong ini lebih terkenal daripada ketua RT, karena tiap kali nongol langsung bikin tamu berteriak “uwow!”. Kalau dugong bisa masuk Instagram, mungkin dia sudah centang biru.

Nah, yang bikin wisata bahari Alor makin lengkap adalah paket “land tour”. Karena penyelam profesional butuh waktu jeda sebelum naik pesawat, mereka diajak mampir ke Desa Takpala. Di situ, tamu disambut tarian Lego-Lego dan Cakalele. Percaya atau tidak, orang asing yang tadinya keren pakai wetsuit di laut, begitu joget bareng suku Abui, langsung berubah jadi “om-om kaku di kondangan”. Tapi justru di situlah letak serunya wisata bukan cuma soal memandang, tapi juga ikut bergerak.

Selepas itu, peserta menyeberang ke Desa Umapura. Di sini, wisata selam berubah jadi wisata “menyelam dalam benang”. Para tamu diajak lihat proses menenun, dari kapas sampai jadi kain. Warna-warnanya alami, motifnya rumit, seperti karang laut yang dipindahkan ke kain. Pepatah bilang, “benang yang disulam dengan sabar bisa jadi warisan.” Nah, tenun Umapura ini bukti pepatah itu hidup.

Kalau direnungkan, wisata bahari Alor ini ngajarin banyak hal. Pertama, laut itu ibarat hati manusia kalau dijaga, dia indah, tapi kalau dirusak, jadinya keruh. Pepatah dagelan bisa bilang “Laut tanpa ikan seperti dompet tanpa uang, ada tapi bikin nangis.” Makanya promosi wisata selam harus diiringi kesadaran menjaga ekosistem. Jangan sampai orang datang nyelam, pulangnya cuma bawa karang patah buat hiasan akuarium.

Kedua, budaya lokal di Alor seperti jangkar dia menahan kapal pariwisata supaya tidak hanyut jadi sekadar bisnis. Wisata bahari tanpa budaya ibarat es teh manis tanpa gula, ada bentuknya tapi nggak ada rasanya. Dengan tarian Lego-Lego, dengan tenun Umapura, wisata selam di Alor jadi punya “aftertaste” yang panjang, seperti kopi robusta yang bikin mata melek sampai subuh.

Puncak acara Famtrip adalah networking dinner, bayangkan, pengusaha dive center, land tour, dan pejabat setempat duduk semeja, berdiskusi tentang masa depan wisata bahari Alor. Kalau dugong Mali ikut hadir, mungkin dia bakal mengangkat sirip dan berkata “Jangan cuma sibuk promosi, tapi pikirkan juga keberlanjutan. Saya kan butuh rumah yang tenang, bukan jadi seleb tanpa privasi.”

Jelas promosi itu penting, tapi pariwisata berkelanjutan jauh lebih penting. Kalau karang rusak, ikan kabur, dan dugong pindah alamat, wisata selam bisa bubar jalan. Pepatah bilang, “Air yang tenang jangan disangka tak ada buaya.” Nah, laut yang indah jangan disangka tak bisa rusak.

Cerita tentang wisata bahari Alor atau dugong Mali yang jadi ikon lokal. Lebih dari itu, ini refleksi bahwa wisata selam adalah cara Indonesia “menjual jati diri” ke dunia. Kita bukan hanya negeri karang dan ikan, tapi juga negeri tarian dan tenun. Laut memberi pengalaman, darat memberi makna.

Jadi, kalau ada pepatah baru dari Alor, mungkin bunyinya begini “Barang siapa menyelam di laut Alor, ia akan menemukan cinta, barang siapa menari Lego-Lego, ia akan kehilangan gengsi”.

Dan di antara gelak tawa dagelan ini, terselip pesan serius, mari menjaga laut, menghargai budaya, dan membangun pariwisata yang bukan hanya laku jual, tapi juga adil bagi semua, karena pada akhirnya, pariwisata bukan sekadar tamu datang dan pergi, tapi bagaimana tuan rumah bisa tetap tersenyum meski rumahnya ramai dikunjungi.

Kalau dugong Mali saja bisa sabar menyambut turis, masa kita nggak bisa sabar membangun wisata bahari Alor jadi destinasi kelas dunia?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Ingin HKTI Berkiprah Bangun Sektor Pertanian Sumsel

    Alex Ingin HKTI Berkiprah Bangun Sektor Pertanian Sumsel

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 955
    • 0Komentar

    2016 Provinsi Sumsel surplus beras hingga 2.5 juta ton, sedangkan untuk target 2017 2,7 juta ton.

  • Kios di Pasar Shoping Senter Kayuagung, Ini Alasannya..

    Kios di Pasar Shoping Senter Kayuagung, Ini Alasannya..

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id -Dinas Perdagangan Ogan Komering Ilir (OKI) mendapatkan Bantuan dari Kementerian Perdagangan untuk pembangunan kios atau lapak dan loss pasar Shoping Senter Kayuagung yang didanai APBN tahun 2022, Progresnya sudah rampung. Namun pada tahun 2023 proyek pembangunan kios ini, belum bisa difungsikan para pedagang. Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) M. Iqbal Rasid menuturkan proses […]

  • Marketing Politik for Pilkada

    Marketing Politik for Pilkada

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.241
    • 0Komentar

    MUSIM Pilkada (pemilihan kepala daerah) langsung kembali tiba. Setelah tahapan Pilkada terhenti karena pandemi virus Corona, pemerintah telah menetapkan jadwal tahapan Pilkada serentak dimulai kembali pada 15 Juni 2020 dan pemungutan suara akan dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2020. Selama masa jeda tahapan Pilkada banyak bakal calon kepala daerah memanfaatkannya untuk mensosialisasikan diri atau sosoknya kepada […]

  • Resep Martabak Asin Bicik Mona, Lezat & Praktis di Rumah

    Resep Martabak Asin Bicik Mona, Lezat & Praktis di Rumah

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    PARA pecinta kuliner sejati!, kali ini Bicik Mona kembali hadir dengan resep martabak asin yang bisa kamu buat sendiri di rumah, siapa yang bisa menolak adonan tipis yang diisi telur, daging, dan sayuran, lalu digoreng sampai renyah di luar tapi tetap lembut di dalam? Resep martabak asin ala Bicik Mona ini mudah dipraktikkan, penuh humor, […]

  • Tak Butuh Alasan

    Tak Butuh Alasan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    GAJAH mati  sisakan  gading Harimau tiada masih ada loreng Nama selalu dikenang meski  jasad terkubur Boleh punya panggilan sama Bisa saja kantongi alias Tak senama bukan alasan untuk saling bersitegang Merasa lebih Jangan jadi prinsip   Adonan gandum memang enak Nasi pasti lebih pas di lidah Jagung tak kalah gurihnya Roti serasa empuk dikunyah Apapun […]

  • 4 Miskonsepsi Isu Klaster PTM Terbatas

    4 Miskonsepsi Isu Klaster PTM Terbatas

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    ADA 4 miskonsepsi yang beredar di masyarakat mengenai isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang beredar di masyarakat. Di antaranya adalah miskonsepsi bahwa terjadi klaster penularan COVID-19 akibat PTM Terbatas di 2,8% satuan pendidikan, miskonsepsi tentang penularan COVID-19 terjadi di satuan pendidikan, miskonsepsi bahwa 2,8% klaster satuan pendidikan dari pelaksanaan PTM Terbatas, dan miskonsepsi […]

expand_less
WordPress Archive Gym fitness gym yoga, boxing WordPress Theme RTL Gym | Gym fitness WordPress Theme | Hercules RTL Gym Master – Gym Management System Gymax – Gym & Fitness Elementor Template Kit GymBase – Gym Fitness WordPress Theme GymBase – Responsive Gym Fitness WordPress Theme Gymfito – Fitness and Gym WordPress Gymmy – Fitness & Gym Elementor Template Kit Gymna – Fitness & Gym Elementor Template Kit Gymness – Sport & Fitness Elementor Template Kit