Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » BUKU DIARI : “Sepotong Tenang dari Kalidoni yang Rintik”

BUKU DIARI : “Sepotong Tenang dari Kalidoni yang Rintik”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 1.190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RABU pagi ini, langit Kalidoni tampak murung seperti wajah anak kos yang baru sadar uang kiriman belum turun. Mendung menggantung rendah, lalu meneteskan hujan rintik-rintik yang bikin badan ingin terus meringkuk. Usai subuh, bukannya bersemangat, saya justru memilih duduk diam di pojok rumah, sambil mendengarkan musik lagu lama yang tak lekang oleh waktu. Rumah saya berdiri di Perumahan Pesona Harapan Jaya RT 50, Kalidoni Palembang,  wilayah yang kadang oleh orang kota disebut “marjinal”. Tapi bagi saya, inilah kampung tenang, kampung damai, kampung yang sesungguhnya.

Perumahan Pesona Harapan Jaya tahap I letaknya paling ujung, jauh dari kebisingan kota, kiri kanan, depan belakang, masih dipeluk hutan tua. Pohon karet, akasia, sampai sawit berdiri gagah seperti para veteran yang sudah puluhan tahun berjaga. Angin datang membawa bisikan dari daun-daun yang selalu bergoyang, kadang lembut, kadang keras, seperti nasihat emak yang mood-nya naik turun. Kalau saya sebut tempat ini “kampung”, rasanya lebih pas. Karena selain rumah-rumah sederhana, ayam masih bebas main di jalan, kucing bergelimpangan di teras tetangga, dan suara burung pagi selalu jadi alarm alami.

Kota mungkin menyebutnya perumahan marjinal, tapi bagi saya justru di sinilah letak kemewahan sejati, coba bandingkan orang kota berdesak-desakan, suara klakson tiap menit, AC menyala 24 jam sampai listrik jantungan. Sementara kami, tiap hari dapat AC gratis dari angin hutan, musik gratis dari kicau burung, dan hiburan gratis melihat ayam berkelahi rebutan cacing. Bukankah hidup sederhana ini justru lebih sehat bagi jiwa?

Di kampung ini, ayam jadi profesor kehidupan, mereka berlarian ke sana ke mari, lalu tiba-tiba berhenti, mengais tanah, dan berebut apa saja yang muncul dari bawah. Dari ayam saya belajar, bahwa hidup itu jangan terlalu banyak rencana.

Kadang rezeki justru nongol dari tanah yang kita cakar tanpa diduga. Pepatah lama bilang “Rezeki sudah ada yang ngatur, tapi tangan tetap harus bekerja”. Begitu juga ayam tak menunggu, tapi terus mengais.

Sementara kucing? Mereka adalah seniman sejati, tidur di mana saja, berguling di jalan, kadang pura-pura lapar padahal baru saja makan di rumah tetangga. Dari kucing saya belajar filosofi santai “Kalau hidup terlalu serius, nanti cepat tua”. Kucing tahu betul cara menikmati waktu. Kadang saya iri, mereka bisa jadi ‘penguasa kampung’ tanpa harus ikut pemilu.

Rabu ini hujan rintik seperti payung alam yang membasuh segala resah, banyak orang mengeluh kalau hujan bikin malas. Tapi bukankah malas itu juga bagian dari kehidupan? Bayangkan kalau manusia bekerja terus tanpa jeda, bukankah nanti kita lebih mirip robot ketimbang manusia? Hujan, dengan rintik pelan, seakan berkata “Tenanglah, diamlah sebentar, dengarkan musik, resapi hidup”

Pepatah Jawa pernah bilang “Alon-alon asal kelakon”. Artinya, tak perlu tergesa, karena yang penting sampai juga. Hujan rintik pagi ini seperti reminder, bahwa hidup itu tak melulu soal berlari mengejar target. Ada kalanya kita duduk, diam, dan mengizinkan alam yang berbicara.

Tinggal di ujung perumahan, diapit hutan tua, membuat saya sering merenung sebetulnya manusia itu sering terlalu ribut dengan ambisinya. Kita sibuk berlomba-lomba membangun gedung tinggi, jalan tol panjang, dan mal megah. Tapi ujung-ujungnya, saat lelah, kita mencari yang paling sederhana, secangkir kopi, suara hujan, dan ketenangan, bukankah ironis?

Kalidoni mungkin bukan pusat kota, Pesona Harapan Jaya RT 50 mungkin dianggap perumahan marjinal. Tapi justru di sinilah saya menemukan apa yang tak dimiliki orang kota, keseimbangan alam yang masih hidup, udara yang masih murni, serta tetangga yang masih suka menyapa tanpa perlu janji temu via WhatsApp.

Pagi yang mendung dan hujan rintik di Kalidoni ini memberi pelajaran bahwa ketenangan bukan dicari di pusat keramaian, melainkan di hati yang mampu menerima kesederhanaan. Ayam, kucing, hutan, bahkan rintik hujan menjadi guru yang sabar, mengajarkan kita tentang sabar, syukur, dan santai.

Jadi, kalau ada orang berkata “perumahan marjinal”, saya jawab dengan senyum “Silakan bilang begitu, tapi di sini kami hidup damai, sehat, dan merdeka”, karena sejatinya, kampung yang dikelilingi pohon tua dan suara hujan lebih mahal nilainya daripada gemerlap neon kota.

Mungkin benar kata orang bijak “Orang sibuk mencari surga, padahal kadang surga sudah ada di kampung sendiri”, dan pagi ini, di Kalidoni yang rintik, saya merasa telah menemukannya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TC di Turki, Ini Komen Skuad Garuda Nusantara

    TC di Turki, Ini Komen Skuad Garuda Nusantara

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.758
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Turki -Tim U-20 Indonesia sudah satu pekan menjalani pemusatan latihan (TC) di Antalya, Turki. Dalam sehari, skuad Garuda Nusantara berlatih dua kali, pada pagi dan sore hari. Latihan pada pagi hari berlangsung di gym Sementara sore harinya tim asuhan Shin Tae-yong itu berlatih di Lapangan Kempinski Hotel The Dome. “Menu latihannya kami di pagi […]

  • Zain Ismed, Ajak Masyarakat Bangun Indonesia dari Desa

    Zain Ismed, Ajak Masyarakat Bangun Indonesia dari Desa

    • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang -Calon legistatif [Caleg] Nasdem Dapil Sumatera Selatan II, Nomor Urut 4, M Zain Ismed, MBA mengajak masyarakat membangun Indonesia dimulai dari desa. Selain itu katanya masyarakat petani di daerah untuk membangun Desa produktif dan mandiri, hal ini sejalan dengan Program Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah dan Desa. Menurutnya langkah awal […]

  • Bangkitkan Lagi Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi

    Bangkitkan Lagi Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    BERBAGAI kebijakan dan stimulus diluncurkan sesuai kebutuhan pelaku usaha guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. “Kementerian Perindustrian telah melakukan berbagai upaya strategis dalam rangka meningkatkan daya saing sektor industri agar bisa membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional di tengah masa pandemi,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, katanya […]

  • Jurnal SLRev FH Unsri Terindeks Scopus

    Jurnal SLRev FH Unsri Terindeks Scopus

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    KABAR gembira bagi Akademisi di Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) khususnya di lingkungan Fakultas Hukum dan bagi kalangan akademisi yang bergelut dibidang Ilmu Hukum. Di tengah pandemi yang melanda dunia, jurnal ilmiah Sriwijaya Law Review (SLRev) yang diterbitkan Fakultas Hukum Unsri, kini sudah terindeks Scopus. “Sekarang jurnal Sriwijaya Law Review sudah terindeks Scopus. Kini SLRev menjadi […]

  • Puluhan Tahun Kilang Polypropylene Plaju Temani Industri Plastik Indonesia

    Puluhan Tahun Kilang Polypropylene Plaju Temani Industri Plastik Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.949
    • 0Komentar

    LIMA belas tahun silam, tepatnya pada 2005, saya pernah menulis berita terkait produksi Polypropylene (PP)/Polytam (Biji Plastik) yang dihasilkan dari Kilang Pertamina Refinery [RU] III, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. Kebetulan memang, saat itu, saya masih tercatat sebagai kontributor disalah satu media cetak Ekonomi Nasional. Di Hupmas RU III [dulunya, Unit Pengelohan/UP III], saya sempat diterima oleh salah […]

  • Pesan Unsur Pimpinan DPRD Muba untuk Warganya Via Siaran Radio Gema Randik

    Pesan Unsur Pimpinan DPRD Muba untuk Warganya Via Siaran Radio Gema Randik

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    DALAM rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Muba, Wakil Ketua II Irwin Zulyani SH menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi masyarakat yang menjalankan. Pihaknya mewakili instansi DPRD Muba turut memohon maaf kepada masyarakat di Muba . “Atas nama DPRD Muba kami juga mengimbau kepada masyarakat muba untuk […]

expand_less
WordPress Archive Quickbooks Payments Gateway for WooCommerce QuickBooks(Intuit) Payment API Gateway for WooCommerce QuickCal – Appointment Booking Calendar for WordPress QuickDate Android – Mobile Social Dating Platform Application QuickFood – Delivery or Takeaway Food Template Quickshop – Responsive Shopify Sections Theme Quiety – Software & IT Solutions WordPress Theme Quiff – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit Quill Blog – Responsive Minimal WordPress theme Quincy – Business Consulting WordPress Theme