Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 821
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI hari HUT RI ke-80, rakyat berjoget sambil teriak “Merdekaaa!” di lapangan, tapi di pabrik, suasananya beda banget. Mesin produksi berdengung lirih, pekerja menatap layar monitor sambil bergumam, “Gasnya di mana nih? Kok mahal banget?” Hari kemerdekaan berubah jadi hari… gelisah?

Febri Hendri Antoni Arief, juru bicara Kemenperin, menyebut situasi ini sebagai “kado buruk” bagi sektor manufaktur, Kenapa ? kalau kado ulang tahun itu isinya gigi palsu buat nenekmu, padahal dia pengen cokelat, tentu sakit hati kan? Nah, industri nasional lagi seperti itu diberi harga gas mahal di saat seharusnya murah.

Gas bumi, selama ini teman setia pupuk, kaca, keramik, baja, oleokimia, sampai sarung tangan karet, tiba-tiba jadi seperti pacar yang ghosting. Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) naik dari USD 6,5 ke USD 15–17 per MMBTU.

Mesin produksi pun seperti anak yang nggak bisa bangun pagi terpaksa berhenti, dan nyalainnya butuh tenaga ekstra dan biaya lebih besar. Bisa dibilang, ini kayak nonton film horor tapi lampu mati, dan listrik harus bayar tarif VIP.

Yang bikin absurd  gas mahal lancar jaya, gas murah malah ngambek, logikanya, ini kayak beli es teh manis tapi dijatah seteguk doang, sementara es teh kotak mahal bebas ngisi gelas sepuasnya. Industri pun mulai stres, dan pekerja menatap kalender sambil bilang, “Merdeka? Ya merdekalah… tapi duit gaji nanti bisa kepotong PHK”.

Febri bilang, lebih dari 100 ribu pekerja bisa terdampak, jika pabrik menurunkan kapasitas. Jika seandainya pekerja yang semestinya senyum-senyum sambil menghitung bonus, sekarang mikir, “Kalau pabrik tutup, aku bakal jual apa? Jualan cilok di depan rumah?” Kegelisahan ini bisa bikin hari kemerdekaan terasa seperti ujian matematika tanpa kalkulator pusing, bingung, dan takut salah.

Selain itu, harga produk akhir ikut naik, daya saing produk nasional melemah, ibarat pedagang sate punya resep rahasia, tapi daging naik harga, pelanggan kabur ke warung tetangga. Begitu juga industri nasional kalah bersaing dengan produk impor. Moralnya jelas tanpa pasokan energi murah, usaha sekuat apapun bisa rontok.

Febri juga menekankan, pembatasan HGBT bertentangan dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian energi dan pangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Bayangkan jika pupuk yang semestinya bikin sawah subur malah langka. Sayuran mahal, petani stress, ibu rumah tangga ikutan pusing. Moralnya energi murah adalah fondasi industri, seperti akar pohon yang kuat menopang batang dan buahnya.

Yang lucu, Febri menawarkan solusi ala ekonom kreatif fokus pendapatan negara pada pajak produk hilir, bukan gas di hulu. Setiap Rp 1 yang hilang di hulu bisa diganti Rp 3 dari nilai tambah produk hilir. Artinya, daripada buru-buru jual gas mahal, mendingan investasi jangka panjang. Seperti pepatah “Beri orang ikan, mereka kenyang sehari. Ajar mereka memancing, mereka kenyang seumur hidup.” Bedanya, di sini kita ajari industri memanfaatkan gas murah untuk jadi produk bernilai tinggi.

Oleh karena itu, kemerdekaan itu bukan sekadar bendera dan parade, tapi juga kebebasan industri dari ketidakpastian ekonomi. Kalau pasokan gas stabil, pabrik jalan, pekerja aman, harga produk terkendali, dan daya saing meningkat, itu baru namanya “merdeka secara ekonomi.” Dan siapa bilang HUT cuma soal kembang api? Merdeka juga berarti industri bisa bernafas lega tanpa stres, dan rakyat bisa makan sayur tanpa harus hitung kalori plus harga pasar.

Pembatasan HGBT bukan sekadar angka di laporan, tapi cerita nyata industri gelisah, pekerja cemas, dan negara yang harus cerdas menyeimbangkan pendapatan dan nilai tambah.

Kemerdekaan sejati baru terasa ketika fondasi ekonomi kokoh, harga energi terjangkau, dan semua pihak dari investor sampai pekerja bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk soal gas mahal.

Jadi, sambil mengibarkan bendera, mari kita ingat kemerdekaan itu bukan cuma tanggal merah, tapi kemampuan menjaga industri hidup, pekerja produktif, dan bangsa tetap bersaing. Tanpa energi murah, bendera merah putih pun bisa terlihat pucat… dan itu lucu tapi menyedihkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fisip UIN Raden Fatah dan Fisip Undana Kupang Teken Kerjasama

    Fisip UIN Raden Fatah dan Fisip Undana Kupang Teken Kerjasama

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.241
    • 0Komentar

    Duduk santai di waktu petang, sambil ditemani gorengan pisang, untuk tamu dari kota Kupang kami ucapkan selamat datang di kota Palembang” “Alangkah lemak pindang tebakang, ditambah dengan lalapan kemangi,  selamat datang di Fisip UIN Palembang, semoga berkenan di tempat kami”   DUA pantun yang dibacakan oleh Putri Citra Hati selaku pembawa acara menyambut dan mengawali […]

  • Forum Aktivis Sumsel akui kinerja Pj Bupati Apriyadi Mahmud

    Forum Aktivis Sumsel akui kinerja Pj Bupati Apriyadi Mahmud

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Terhitung sudah masuk periode kedua Apriyadi Mahmud menjabat Pj Bupati Muba. Apresiasi kemajuan Bumi Serasan Sekate dibawah nahkoda mantan Kadinsos Pemprov Sumsel tersebut silih berganti datang dari berbagai elemen. Kali ini, giliran Forum Aktivis Sumsel yang mengakui kinerja Pj Bupati Apriyadi Mahmud telah berhasil mengembalikan kepercayaan publik di Muba serta memaksimalkan pembangunan infrastruktur. […]

  • Wow, Aura Pengasih Masih di Minati Caleg

    Wow, Aura Pengasih Masih di Minati Caleg

    • calendar_month Sabtu, 23 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.098
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Ilmu pengasihan buka aura diri, adalah ilmu yang berguna untuk menciptakan rasa kasih sayang dan menyayangi, saya merupakan media pengasih, daya tarik supaya apa yang dia lakukan tertarik dan senang. Sejatinya, budaya ini memang ada di Indonesia, namun pada umumnya, orang yang ingin dan memakai ilmu ini, tidak mau secara langsung mengakuinya. […]

  • Tindak Pidana ITE, Polda Aceh Ungkap Penjualan Kartu Seluler yang Teregistrasi Data Orang Lain

    Tindak Pidana ITE, Polda Aceh Ungkap Penjualan Kartu Seluler yang Teregistrasi Data Orang Lain

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    POLDA Aceh berhasil mengungkap tindak pidana ITE di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh berupa Penjualan kartu seluler perdana yang telah teregistrasi NIK dan NKK Orang Lain yang tersebar dibeberapa wilayah. “Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pengungkapan itu meliputi Kota Banda Aceh, Bireuen, Kota Lhokseumawe dan Aceh Tamiang,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol. Soni Sanjaya, […]

  • HUT Bekang ke 70, Gubernur Kasih Hadiah Umroh

    HUT Bekang ke 70, Gubernur Kasih Hadiah Umroh

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru memberikan hadiah umroh bagi dua anggota Pembekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam II Sriwijaya yang berprestasi. Pemberian hadiah umroh tersebut diungkapkannya ketika hadir dalam acara syukuran 70 Tahun Bekang Kodam II  Sriwijaya  yang terletak di  Jalan Sekanak Palembang, Senin  (25/3/2019). “Saya atas nama   masyarakat Sumatera Selatan, begitu bangga melihat […]

  • Mural Palembang, Kreativitas Anak Muda Hiasi Kota dengan Goresan Seni

    Mural Palembang, Kreativitas Anak Muda Hiasi Kota dengan Goresan Seni

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    – “Lomba Mural Grafiti Palembang hadir dengan tema “Goresan Cindo Palembang Belagak”. Anak muda menyalurkan kreativitas tanpa vandalisme, mengubah sudut kota menjadi galeri hidup yang inspiratif” SABTU akhir pekan (06/09), kota Palembang berubah menjadi galeri seni jalanan, ada 19 tim anak muda berlomba mengekspresikan kreativitasnya melalui mural grafiti di beberapa titik strategis, seperti Simpang Charitas, […]

expand_less
WordPress Archive Ivent – Event & Conference Elementor Template Kit iVent – Multipurpose Event WordPress Theme IvyPrep – Education & School WordPress Theme iWP-DevToolz (Pro) – WordPress Plugin Maker + Code Generator Izeetak – IT Solutions & Services Elementor Template Kit iZooto for AMP iZPAY – Mobile App & Fintech Startup Elementor Template Kit Jackie – Karate & Martial Arts School WordPress Theme Jagga – Real Estate Template Kit Jamaah – Mosque & Islamic Center Elementor Template Kit