Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » CATATAN PINGGIR : “Perubahan Muba, Saatnya Kata Kerja, Bukan Hanya Kata Benda!”

CATATAN PINGGIR : “Perubahan Muba, Saatnya Kata Kerja, Bukan Hanya Kata Benda!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 773
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI MUBA, kata “perubahan” sudah sering mampir di telinga warga, mulai dari spanduk, baliho, pidato resmi, sampai obrolan di warung kopi, semua bisa membicarakannya. Masalahnya, kadang “perubahan” itu hanya berhenti di papan reklame, seperti papan menu di rumah makan Padang banyak pilihan, tapi yang keluar dari dapur belum tentu sesuai gambar.

Perubahan sejati itu bukan sekadar kata benda yang manis diucapkan, tapi kata kerja yang bergerak, menendang, dan terasa di kehidupan sehari-hari. Membaca rilis Kominfo Muba tentang rapat para camat untuk percepatan pembangunan, saya jadi teringat pepatah Bugis “Taro ada taro gau”, kalau berkata, ya.. lakukan, karena janji tanpa aksi itu, seperti perahu tanpa dayung kelihatannya siap berlayar, tapi cuma melayang di tempat.

Kalau mau jujur, perubahan di Muba mestinya menyentuh empat sektor penting, bukan karena saya sok tahu, tapi karena inilah yang paling dirindukan warga dari Sungai Musi sampai kebun sawit ujung desa, misalnya infrastruktur yang tidak hanya instagramable, maksudnya jalan antar desa jangan cuma mulus saat mau difoto pejabat, lalu sebulan kemudian penuh lubang, seperti roti bolu.

Lihat Banyuwangi mereka membangun jalan kampung pakai beton bermutu tinggi, dan warga ikut terlibat merawatnya. Data Bappeda Banyuwangi (2022) menyebutkan biaya perbaikan turun 40% dalam lima tahun. Artinya, kalau dikerjakan serius, infrastruktur bisa awet, bukan proyek tahunan.

Ekonomi kerakyatan yang hidup, artinya lapangan kerja di Muba harus tumbuh, bukan cuma dibicarakan. Misalnya Kulon Progo, DIY, memberi contoh lewat program Bela Beli Kulon Progo. Pemerintahnya mewajibkan belanja produk lokal untuk proyek daerah. Hasilnya? UMKM naik kelas, pengangguran turun (Gunawan Sumodiningrat, Ekonomi Gotong Royong, 2019).

Kalau Muba mau, model ini bisa diadopsi, mulai dari pengadaan seragam sekolah buatan lokal sampai pengolahan hasil perkebunan di dalam daerah.

Lingkungan yang dirawat, bukan dieksploitasi, maksudnya Sungai Musi bukan cuma jalur transportasi dan sumber air, tapi juga identitas. Tapi kalau terus dikeruk pasirnya tanpa kendali, identitas itu bisa hanyut.

Lebih jauh lagi bisa belajar dari Korea Selatan yang punya cerita sukses Sungai Cheonggyecheon dulu kumuh, kini jadi taman kota yang mendongkrak nilai tanah 30% (Seoul Metropolitan Government, Urban Regeneration in Seoul, 2015).

Kalau mereka bisa, Muba pun mestinya mampu, seperti pelayanan publik yang ramah dan cepat, 
Kantor camat. Singapura punya One Service App, warga lapor lampu jalan mati atau sampah menumpuk, langsung direspon cepat.

Laporan Singapore Civil Service (2021) menyebut tingkat kepuasan publik tembus 90%. Di Muba, konsep sederhana ini bisa diterapkan bahkan dengan grup WhatsApp khusus tiap desa.

Sering kali kita jago bikin rencana, tapi lemah di eksekusi, sama seperti pemain bola yang dribbling cantik, tapi lupa menendang ke gawang. Rapat demi rapat penting, tapi kalau hasilnya cuma tumpukan kertas “usulan”, ya sama saja kita menulis surat cinta lalu disimpan di laci, tidak pernah dikirim.

John C. Maxwell dalam Leadership Gold (2008) bilang, “Perubahan tidak datang dari niat baik saja. Ia lahir dari keberanian mengeksekusi niat itu secara konsisten.” Ini pelajaran mahal yang seharusnya dipegang semua pemangku kebijakan Muba.

Punya tanggunjawab

Mari kita jujur sedikit, jangan sampai program percepatan pembangunan ini bernasib, seperti acara arisan ramai di awal, sepi di tengah, ribut di akhir. Warga sekarang tidak lagi puas dengan slogan manis. Mereka mau bukti yang bisa disentuh, dilihat, dan dirasakan.

Kalau mau belajar, lihat Surabaya di masa Tri Rismaharini dari taman kota, layanan publik, sampai drainase, semua dibenahi. Hasilnya, kota itu jadi rujukan Nasional, dan bukan karena spanduk raksasa, tapi karena perubahan terasa di sendi kehidupan warganya.

Perubahan yang sehat itu seperti menanam pohon, kita tidak bisa berharap panen mangga besok pagi kalau baru menanam bibit semalam. Ada proses, ada perawatan, dan ada ketelatenan. Pepatah Minang bilang, “Kalau ingin menebang pohon, asahlah parang sampai tajam. Jangan cuma bicara panjang”

Jadi, di Muba Infrastruktur harus dibangun merata, bukan hanya di jalur strategis politik. Ekonomi diarahkan untuk memperkuat kantong warga, bukan kantong segelintir orang. Lingkungan dijaga seperti menjaga warisan nenek moyang. Pelayanan publik diubah dari “sekadar prosedur” menjadi “pengalaman yang menyenangkan”.

Solusinya, bentuk tim monitoring independen di setiap kecamatan untuk memastikan proyek berjalan sesuai janji. Libatkan komunitas dan LSM lokal dalam pengawasan anggaran. Adakan open house pelayanan publik setahun dua kali, biar warga bisa menyampaikan kritik dan saran langsung dan terapkan sistem pelaporan cepat (aplikasi, hotline, atau grup WA resmi) untuk masalah infrastruktur dan layanan.

Perubahan di Muba tidak boleh berhenti di kata-kata, ia harus menjadi kata kerja yang berjalan di jalan desa, mengalir di Sungai Musi yang bersih, dan hidup di pasar yang riuh tapi tertata.

Kita semua, dari warga biasa sampai pejabat, punya tanggung jawab menyalakan api perubahan itu, karena perubahan sejati bukan datang dari baliho atau podium, tapi dari kerja nyata yang dirasakan rakyat.

Sampai hari itu tiba, kita hanya bisa mengingatkan jangan biarkan “perubahan” menjadi etalase. Jadikan ia gerak yang nyata, meninggalkan jejak, dan membentuk masa depan Muba yang benar-benar berbeda dari masa lalunya.

Semua berharap lima tahun ke depan Muba benar-benar berubah, bukan hanya berubah di brosur atau spanduk. Lima tahun itu cukup untuk melihat jalan yang tadinya bergelombang jadi mulus, pasar yang tadinya becek jadi rapi, sungai yang tadinya keruh jadi jernih, dan warga yang tadinya mengeluh jadi tersenyum.

Semoga asa ini bukan mimpi kosong, asal setiap janji diterjemahkan jadi kerja, dan setiap kerja dijalankan dengan hati. Kalau lima tahun ini terpakai dengan bijak, kita tidak perlu lagi menunggu “perubahan” di masa depan karena ia sudah hadir, hidup, dan dirasakan setiap hari di tanah Muba tercinta. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • New Normal, Fraksi PKB Banyuasin : Ponpes & Sekolah Masih Luput Perhatian Pemerintah

    New Normal, Fraksi PKB Banyuasin : Ponpes & Sekolah Masih Luput Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.216
    • 0Komentar

    KETUA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Nopizar Teguh. S.Sos meminta agar pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi pendidikan yang ada, mengingat para pelajar ini merupakan generasi penerus bangsa terutama di Pondok Pesantren yang butuh anggaran atau bantuan, seperti tempat cuci tangan, masker dan bimbingan penangan Covid-19 jika sewaktu-waktu terjadi di lingkungan pesantren. “Kita […]

  • Sumi Menangis Haru Terima Bantuan Bupati Banyuasin

    Sumi Menangis Haru Terima Bantuan Bupati Banyuasin

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.842
    • 0Komentar

    SUMI (45), seorang janda  beranak dua ini menangis haru saat menerima bantuan secara pribadi Bupati Banyuasin H. Askolani, SH. MH. Warga Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III ini menerima bantuan sebesar Rp30 juta, lantaran rumah gubuk yang dihuni bersama anaknya itu,  ambruk sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga mereka ke bingung harus tinggal dimana, karena tidak […]

  • Nicke Widyawati Resmi Jadi Dirut Pertamina

    Nicke Widyawati Resmi Jadi Dirut Pertamina

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati telah secara resmi ditetapkan sebagai dirut baru definitif perusahaan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN yang tertuang dalam Surat Keputusan dengan Nomor SK 232/MBU/08/2018 Tanggal 29 Agustus 2018. Surat penetapan pengangkatan Nicke sebagai Dirut Pertamina telah disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, […]

  • Songsong New Normal, Pemuda Diajak Kembali Lagi Ramaikan Masjid

    Songsong New Normal, Pemuda Diajak Kembali Lagi Ramaikan Masjid

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.088
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua DPP BKPRMI Pusat, Said Aldi Idrus mengatakan sangat mengapresiasi support luar biasa yang diberikan Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Menurutnya ajakan Gubernur Sumsel kepada semua pemuda agar kembali ke masjid dalam rangka menyogsong new normal sangat berarti. Karena dapat menyemangati para pemuda masjid untuk kembali beribadah tanpa melupakan protokol kesehatan. “Ajakan “Ayo ke Masjid” […]

  • Samsung Ungkap Rahasia di Balik Inovasi UX, Keamanan, dan AI di Galaxy: “Kami Mendengar untuk Menyempurnakan Setiap Detail”

    Samsung Ungkap Rahasia di Balik Inovasi UX, Keamanan, dan AI di Galaxy: “Kami Mendengar untuk Menyempurnakan Setiap Detail”

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    Melalui One UI 7 dan pengembangan AI terbaru, Samsung fokus pada peningkatan pengalaman pengguna, keamanan, dan kolaborasi dengan pengembang lokal untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan praktis. Sumselterkini.co.id, – Samsung terus berada di garis depan inovasi di dunia perangkat mobile, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna melalui pengembangan One UI 7. Antarmuka ini tidak hanya […]

  • Pantau Distribusi 10 Ribu Paket Sembako, Wawako Palembang Turun Langsung ke Lapangan

    Pantau Distribusi 10 Ribu Paket Sembako, Wawako Palembang Turun Langsung ke Lapangan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang, mendistribusikan  tahap pertama bantuan paket sembako di Seberang Ulu Palembang. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pembagian sembako berupa beras 10 kg, gula pasir 2 kg, minyak 2 liter dan terigu 1 kg ini menyasar warga yang terkena dampak langsung Virus Corona. “Sembako ini sebagai upaya mengurangi beban warga miskin di tengah […]

expand_less
WordPress Archive GoLock - Locksmith & Key Maker Service Elementor Pro Template Kit Gomedic – Medical Elementor Template Kit Gomo – Moving Company Elementor Template Kit Gon - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Gontli – Interior Multipurpose Template Kit Good Energy – Ecology & Renewable Power Company WordPress Theme Good Mood – Wine Shop WordPress Theme Good Tailor – Fashion & Tailoring Services WordPress Theme GoodLife – Magazine & Newspaper WordPress Theme Goodman – Creative Portofolio Elementor Template Kit