Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Kunci Rumah Baru, Buka Pintu Rezeki, Tutup Aib Lama di Bantaran Sungai”

“Kunci Rumah Baru, Buka Pintu Rezeki, Tutup Aib Lama di Bantaran Sungai”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 567
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Dari gembok bocor ke kunci berkode, hidup warga Muba mulai bab baru)

ADA satu momen sakral yang mungkin tidak akan dilupakan Aji Jiad seumur hidup ketika sebuah kunci kecil berpindah dari tangan bupati ke tangannya, bukan kunci warung, bukan juga kunci lemari, tapi kunci rumah sebuah logam mungil yang nilainya lebih besar dari sepeda motor bekas atau cincin kawin berbatu akik.

Dan, seperti pepatah dari kampung sebelah “Kunci yang baik bisa membuka pintu harapan, tapi juga bisa menutup pintu kenangan pahit di rumah lama.”

Dulu, rumah Aji di pinggir Sungai Musi ibarat panggung sandiwara. Dindingnya dari papan bekas, atapnya berdoa tiap angin datang, dan jambannya… ya, kalau kita sebut ‘alam terbuka’, itu masih terlalu mewah.

Kalau hujan turun, rumahnya berubah jadi kapal Titanic versi darat. Tikus bisa berenang di bawah kolong ranjang, dan ember jadi langganan naruh air bocoran dari langit-langit.

Namun semua berubah ketika Bupati Toha dan Wakil Bupati Rohman datang dengan Program Relokasi, Bedah Rumah, dan Sanitasi Sehat, seperti host reality show, mereka menyerahkan “kunci rumah baru” lengkap dengan senyum dan sambutan warga yang udah masak kue lapis.

Kunci memang kecil, bahkan bisa nyelip di saku celana sebelah. Tapi jangan remehkan benda satu ini. Ia ibarat hidup kecil, berliku, tapi kalau pas, bisa membuka apa saja.

Dulu, hidup Aji dan warga lain seperti pintu rusak susah dibuka, susah ditutup, dan gampang dijebol tikus atau banjir. Tapi sekarang, mereka punya pintu yang bisa dikunci rapat-rapat, baik dari maling maupun kenangan buruk.

Kunci itu bukan cuma buka pintu rumah, tapi juga membuka rasa percaya diri. Anak-anak bisa belajar tanpa was-was, ibu-ibu bisa masak tanpa khawatir kompor jatuh karena lantai miring.

Babak Baru

Kita boleh saja bilang “rumah adalah tempat pulang”, tapi kalau rumahnya nyaris hanyut tiap seminggu sekali, pulang pun terasa seperti misi penyelamatan.

Program rumah relokasi Muba ini sejatinya bukan cuma soal bangun fisik, tapi bangun mental. Karena orang yang dulu merasa jadi ‘warga pinggiran’, kini merasa jadi bagian dari masyarakat yang diperhatikan.

Dan seperti kata kakek saya dulu “Orang bisa hidup seadanya, asal tidak tinggal seadanya”

Apa yang dilakukan Muba ini, walau skalanya belum selevel negara-negara besar, tapi aroma niat baiknya satu frekuensi dengan negara-negara yang lebih dulu sadar bahwa rumah bukan sekadar bangunan, tapi soal martabat.

Di Singapura, ada program HDB (Housing and Development Board), di mana pemerintah bangun apartemen rapi nan padat karya untuk warga menengah ke bawah. Rumah-rumah itu tak cuma tempat tinggal, tapi juga punya taman, sekolah, dan kadang tempat cari jodoh. Cicilan murah, kualitas bagus pemerintah turun tangan langsung.

Di Brasil, ada Favela Bairro Project, upaya serius pemerintah memindahkan warga dari kawasan kumuh ke permukiman lebih manusiawi. Mereka tidak hanya bangun rumah, tapi juga ruang terbuka, fasilitas olahraga, bahkan pelatihan keterampilan agar rumah baru juga membawa hidup baru.

Di India, mereka punya program Pradhan Mantri Awas Yojana, targetnya jutaan rumah untuk warga miskin, dengan fasilitas sanitasi, listrik, dan air bersih. Negara datang bukan sekadar sebagai pembangun, tapi juga sebagai pengasuh dan pendamping.

Jadi, kalau Muba hari ini membagikan kunci rumah ke warganya, artinya kita sedang ikut berdiri di barisan negara-negara yang paham rumah bukan hadiah, tapi hak dasar rakyat.

Kadang kita sibuk mencari pintu rezeki, pintu jodoh, atau pintu surga. Tapi lupa satu hal punya kunci yang cocok adalah langkah pertama.

Program ini menunjukkan bahwa pemerintah bisa jadi ‘tukang kunci’ rakyat membuka akses, mengunci risiko, dan memperbaiki gembok-gembok hidup yang berkarat.

Bagi warga Muba, menerima kunci rumah bukan akhir cerita, tapi justru awal dari hidup yang lebih terarah, lebih sehat, dan mungkin lebih romantis (karena tidur nggak perlu ditemani suara tikus lagi).

Membangun rumah memang bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tapi membangun peradaban dari rumah baru butuh komitmen panjang dari pemerintah, dari warga, dan dari kita semua yang percaya bahwa hidup layak itu hak, bukan bonus.

Dan jangan lupa “Rumah boleh baru, tapi sikap jangan ikut jadi sombong, karena kadang, pintu paling kokoh pun bisa jebol kalau isinya cuma gaya-gayaan”

Selamat menempati rumah baru, warga Muba. Jaga kuncinya baik-baik, jangan sampai jatuh di got, karena hidup yang baik, kadang cukup dimulai dari sebuah pintu…yang bisa ditutup dengan tenang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benar Dak, Survei 7 dari 10 Orang di Amerika Serikat Tolak Vaksin COVID-19

    Benar Dak, Survei 7 dari 10 Orang di Amerika Serikat Tolak Vaksin COVID-19

    • calendar_month Minggu, 6 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    BEREDAR unggahan di media sosial yang menyebutkan lembaga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengeluarkan survei terkait vaksin COVID-19. Dalam unggahan itu disebutkan, 7 dari 10 orang menolak vaksinasi COVID-19. Pengunggah menyebutkan, sumber survei tersebut berasal dari CDC. Dilansir dari Kumparan.com yang mengutip dari Usatoday.com, hal tersebut dibantah oleh Juru bicara CDC […]

  • Didik Gunakan Uang Negara, Alumni IPDN Harus Lebih Unggul dan Cekatan

    Didik Gunakan Uang Negara, Alumni IPDN Harus Lebih Unggul dan Cekatan

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    PENEKANAN pada kualitas SDM yang cekatan dan cerdas, menjadi pesan Walikota Palembang, H. Harnojoyo, saat menerima audiensi Alumni IPDN Angkatan 25, di rumah dinas Walikota, Kamis (8/8/2019). Harnojoyo menekankan bahwa alumni IPDN sudah dididik secara khusus dan dibiayai oleh negara, sehingga harus lebih unggul dibandingkan yang lain. “Alumni IPDN harus cerdas dan cepat berfikir, sehingga tugas […]

  • Dukung BSPS Sumsel, BSB Ubah Hunian Warga Jadi Layak

    Dukung BSPS Sumsel, BSB Ubah Hunian Warga Jadi Layak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel (BSB) mengambil peran strategis dalam percepatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sumatera Selatan. Melalui kerja sama dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera V, Kementerian PUPR, BSB memastikan bantuan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tersalur tepat waktu dan tepat sasaran. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Pusat Bank […]

  • Askot PSSI Palembang Tidak “Suceng” Perihal Seleksi Timnas

    Askot PSSI Palembang Tidak “Suceng” Perihal Seleksi Timnas

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.243
    • 0Komentar

    KEPENGURUSAN Askot PSSI Palembang dibawah pimpinan Ketua Askot Palembang Ansori Tohir Roni menimbulkan polemik terhadap publik sepakbola di kota penghasil kuliner khas pempek ini. Penyebabnya lantaran Askot PSSI Palembang tidak melakukan Seleksi Timnas U16 dan U19. Sebelumnya Asprov PSSI Sumsel mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Askab dan Askot di Sumsel terkait seleksi timnas tersebut sesuai […]

  • Obor Asian Games 2018 Bakal Berkeliling di Sumsel

    Obor Asian Games 2018 Bakal Berkeliling di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Setelah diarak dan berkeliling (pawai) ke beberapa Provinsi di Indonesia, obor Asian Games 2018 akhirnya diinapkan semalam di rumah dinas Walikota Palembang dibilangan Jalan Tasik. Pawai obor Asian Games itu dalam beberapa perjalanan dibawa oleh sejumlah artis dan mantan atlet Indonesia itu dengan gelaran bertajuk estafet “Torch Relay” Pawai Obor Asian Games […]

  • Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

    Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Satu kelurahan satu bank sampah menjadi target yang dikejar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Untuk merealisasikannya, camat dan lurah diinstruksikan menjadi ujung tombak dengan menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing. Tugas mereka bukan hanya  memastikan bank sampah terbentuk. Camat dan lurah juga diharapkan mampu membuat program tersebut benar-benar berjalan di lingkungan warga, terutama dalam membiasakan masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive aWeather Forecast Awebani – Restaurant WordPress Theme Aweber Connect Jetpack CRX Addon Awesome Gallery - Instagram, Flickr, Facebook galleries on your site Awesome Support Jetpack CRX Addon AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme