Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » [TAWA TAPI TAHU] “Kompor Tua, Cinta Lama & Ayam Oper Abadi: Kisah Sebuah Tungku Setia Sejak Mantan Masih Jadi Gebetan!”

[TAWA TAPI TAHU] “Kompor Tua, Cinta Lama & Ayam Oper Abadi: Kisah Sebuah Tungku Setia Sejak Mantan Masih Jadi Gebetan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 1.033
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH bilang, “Kalau cinta bisa memudar, kompor tua ini malah tetap menyala”, jangan tanya mereknya, soalnya tulisan di tengah udah buram, kalah sama ujung sendok sayur yang digigit tikus. Tapi satu hal yang pasti dialah saksi bisu rumah tangga kami sejak zaman Orde Reformasi masih panas-panasnya. Tahun 2001 kami nikah, tapi kompor ini? Udah nongkrong duluan di dapur sebelum ijab kabul disahkan.

Waktu itu, dia (istri saya, bukan kompornya) masih gadis lugu yang lebih sibuk ngumpulin perabotan dapur ketimbang kenangan mantan. Kompor, panci, teflon, sampai lap meja warna norak,jreng semua udah diborong sebelum akad. Katanya, “Biar nanti nggak repot kalau udah nikah”. Saya cuma manggut-manggut, padahal dalam hati, “Nah ini cewek serius, bukan yang cuma bisa foto-foto latte”

Sejak saat itulah, kompor ini jadi bagian penting dalam rumah tangga kami, mulai dari masak nasi pagi-pagi sambil merem, sampai oper ayam buat acara arisan RT, dia selalu hadir, bahkan waktu gas habis dan tetangga ngutang dua hari, kompor ini tetep setia ditatap sambil nunggu si abang gas datang kayak ditunggu mantan yang nggak jadi pulang kampung.

Meski rumah kami udah pindah empat kali, dari seputar Palembang Timur Sekojo – Jl Azhari Kalidoni, lalu ke Lemabang, dan terakhir ke tempat kami sekarang. Tapi kompor ini? Dia ikut terus, walau kadang protes lewat nyala api yang mulai seiprit-seiprit, seperti orang tua yang udah ngos-ngosan naik tangga masjid.

Kalau dihitung, umurnya sekarang udah 24 tahun, wah…luar biasa kan. Itu lebih tua dari dua srikandi kecil kami, yang (dulu masih di awang-awang) sekarang sudah  meranjak dewasa. Bahkan waktu mereka masih dalam rencana Tuhan, kompor ini udah rajin masak sayur bening dan telur dadar tiap pagi. Dan anehnya, sampai sekarang dia masih awet, kayak wajah temen TK yang nggak tua-tua karena skincare dan doa ibu.

Ada yang bilang, “Kompor itu hanya alat.” Tapi buat kami, dia lebih dari itu. Dia adalah simbol cinta yang terus menyala, bahkan saat api asmara mulai redup karena rebutan saluran YouTube di TV. Dia jadi penjaga dapur, penghangat rumah, dan saksi pertengkaran kecil yang diselesaikan dengan sepiring nasi goreng jam 10 malam.

Kalau kompor bisa ngomong, mungkin dia udah nulis novel, judulnya bisa Dari Ayam Oper ke Telur Ceplok Memoar Sebuah Kompor Tua. Di bab pertamanya, dia akan cerita bagaimana pertama kali api dinyalakan dengan pemantik tua yang bunyinya kayak kentut anak kecil. Di bab terakhir, dia pasti cerita soal cucunya. Eh…., maksudnya panci-panci baru yang datang, tapi tetap kalah tua sama dia.

Dia juga paham ritme hidup kami, tiap pagi jam 6 dia menyala, malam kadang istirahat jam 9. Tapi kalau tiba-tiba ada acara bakar sosis dadakan atau bikin mi instan jam 2 pagi, dia tak pernah menolak. Setia, tabah, dan nggak pernah ngomel, nggak kayak beberapa orang, ya kan?

Bukan hanya jasanya dalam urusan dapur, tapi juga filosofi hidup yang dia ajarkan. Bahwa yang tua bukan berarti usang. Yang lama bukan berarti tak berguna. Dan yang sederhana bukan berarti tak luar biasa. Kadang yang paling penting dalam hidup kita justru yang nggak pernah kita perhatikan kayak kompor tua ini, yang bahkan nggak pernah minta ganti spare part.

Kalau dia bisa ngomong pasti dia pesan rawatlah yang ada, jangan tergoda yang baru, karena belum tentu kompor digital bisa kasih rasa nasi goreng seenak buatan kompor manual. Kadang cinta nggak butuh teknologi, cukup kehangatan dan gas yang cukup buat satu panci.

Kami tahu suatu saat mungkin dia harus pensiun. Tapi kalau bisa, kami mau dia tetap di dapur kami. Mungkin nanti dikasih bingkai, dipajang di ruang tamu, atau dijadikan tempat naruh kembang. Karena setia itu langka, bahkan di dunia perkomporan.

Jadi buat kamu yang suka buang barang lama hanya karena udah ada versi baru pikir lagi, bisa jadi yang kamu buang justru yang paling berjasa dalam hidupmu, seperti kompor ini, yang tak hanya menyala di dapur, tapi juga di hati.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Anggarkan Dana Rp37 Miliar Untuk Cegah Karhutla

    Pemprov Anggarkan Dana Rp37 Miliar Untuk Cegah Karhutla

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    Provinsi Sumatera Selatan [Pemprov.Sumsel] menganggarkan dana senilai Rp37 miliar guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Dana untuk Karhutla tahun ini dianggarkan naik signifikan dibanding tahun lalu sebesar Rp1,7 miliar.   KEBIJAKAN ini dilakukan tidak lain untuk mengatasi Karhutla agar tidak terulang kembali, seperti tahun -tahun sebelumnya. Adapaun anggaran sebesar Rp37 miliar akan diperuntukan bagi […]

  • Gub.Sumsel Pilkada di 2 Daerah Ini Harus Sukses

    Gub.Sumsel Pilkada di 2 Daerah Ini Harus Sukses

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.287
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima audensi Ketua Komisioner KPU Sumsel bersama dengan  Komisioner KPU OKU Timur serta  Ogan Ilir Bertempat diruang audensi gubernur. Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan, dirinya tidak ingin jalannya demokrasi di kedua daerah itu terganggu. Untuk itu dia meminta laporan secara rinci terkait dengan  anggaran Pilkada […]

  • Sinergi & Kolaborasi Tata Kelola Perkampungan Nelayan Sungsang

    Sinergi & Kolaborasi Tata Kelola Perkampungan Nelayan Sungsang

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.555
    • 0Komentar

    PERWAKILAAN Yayasan Penabulu Sumsel Ahmad Arief memaparkan antara lain tentang Sinergi dan kolaborasi dalam tata kelola lingkungan mewujudkan perkampungan nelayan yang bersih, sehat dan indah. Dalam paparannya pada acara webinar Internasional ” praktik baik pemulihan ekonomi lokal di Jepang dan Jerman” dan Dialog Nasional ” Penguatan sinergi antara pemerintah, Pemerintah daerah, pelaku usaha dan komunitas […]

  • Upaya Bangkitkan Ekonomi, Menhub Ajak Pelaku Usaha Travel Berovasi

    Upaya Bangkitkan Ekonomi, Menhub Ajak Pelaku Usaha Travel Berovasi

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak para pelaku usaha travel agent untuk terus bergerak dan berinovasi untuk bersama-sama membangkitkan sektor transportasi dan pariwisata dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19. “Pandemi ini membuat kita terpuruk, tapi kita harus mengambil hikmahnya untuk terus bergerak melakukan terobosan dan inovasi yang bermakna,” ujar Menhub saat membuka Munas Asosiasi Travel […]

  • Dukung Pariwisata di Sumut, Kemenhub Bangun 13 Pelabuhan

    Dukung Pariwisata di Sumut, Kemenhub Bangun 13 Pelabuhan

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.456
    • 0Komentar

    DALAM rangkah mendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun sebanyak 13 pelabuhan penyeberangan yang tersebar di 7 (tujuh) kabupaten di Sumatera Utara (Sumut). Pembangunan pelabuhan itu di Kabupaten Toba (4 pelabuhan), Kab. Samosir (4 pelabuhan), Kab. Simalungun (1 pelabuhan), Kab. Tapanuli Utara (1 pelabuhan), Kab. Humbang Hasundutan (1 pelabuhan), Kab. […]

  • Ada yang Dibawa IDAI ke Sumsel, Ternyata Ini Agendanya

    Ada yang Dibawa IDAI ke Sumsel, Ternyata Ini Agendanya

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pertemuan pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Selatan dengan Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Griya Agung Palembang, Selasa (29/9/2026), ternyata bukan hanya agenda audiensi. Ada satu agenda besar yang tengah disiapkan IDAI di Sumatera Selatan dan berkaitan dengan pertemuan dokter anak tingkat nasional. Sumsel disiapkan menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah […]

expand_less
WordPress Archive QuadMenu - Themes Developer Mega Menu Quadric – Modern Creative Agency WordPress Theme Quadrone – Drone, UAV, Video Pilot WordPress Theme Quanto – Creative Agency WordPress Theme Quanzo – Personal Portfolio WordPress Theme Quanzo – Portfolio WordPress Theme Quardo | Deluxe Hotels WordPress Theme Quasar – WordPress Theme with Animation Builder Qube – Responsive Multi-Purpose Theme Qudos – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme