Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Ketika Hutan Mulai Batuk, Sumsel Bersinergi, Dari Helikopter Water Bombing sampai Pepatah Lahan Jangan Dibakar, Disiram Saja!”

“Ketika Hutan Mulai Batuk, Sumsel Bersinergi, Dari Helikopter Water Bombing sampai Pepatah Lahan Jangan Dibakar, Disiram Saja!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 577
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEBUAH desa kecil di pinggiran Kabupaten Ogan Ilir, hiduplah seorang petani nanas bernama Jaiman (37). Pagi itu, ia sedang duduk di bawah pohon jambu yang tumbuh di tepi ladangnya.

Kopi hitam pekat mengepul di cangkir kalengnya, sementara matanya memandang ke arah hutan yang mulai menguning. “Kalau Agustus datang, biasanya hutan itu mulai batuk,” katanya lirih. “Lama-lama bisa bersin semua Sumsel.”

Kalimat itu bukan kiasan semata, Di Sumatera Selatan, musim kemarau seringkali jadi musim penuh kecemasan. Bukan cuma karena air sumur mulai seret atau jemuran cepat kering, tapi karena ancaman kebakaran hutan dan lahan Karhutla yang bisa datang kapan saja.

Apalagi kalau ada yang iseng membakar semak, berharap lahan cepat bersih untuk tanam jagung. Kalau dibiarkan, bisa-bisa hutan jadi sate bakar raksasa, dan warga se-Sumsel mendadak diet oksigen.

Namun tahun ini, sebelum api sempat unjuk gigi, para pemimpin di Sumsel sudah lebih dulu bersiap diri. Hari Selasa, 29 Juli 2025, di Griya Agung yang biasanya dipakai untuk jamuan resmi dan resepsi pejabat, berubah menjadi markas koordinasi darurat. Bukan darurat api, tapi darurat antisipasi. Mirip seperti emak-emak sebelum lebaran stok beras, stok sabun, bahkan stok omelan siap duluan.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2025. Hadir pula para tokoh penting lintas sektor Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, serta barisan birokrat lokal seperti Sekda Sumsel Edward Candra, Kalaksa BPBD Iqbal Alisyahbana, Kadis Kehutanan Koimuddin, dan Kadis LH Herdi Apriansyah.

“Karhutla ini bukan hanya ancaman ekologis, tapi ancaman sosial, ekonomi, bahkan politik, karena kalau udara sudah dibungkus asap, semua program jadi ngadat. Kita harus bergerak lebih cepat dari apinya,” ujar Cik Ujang dalam sambutannya.

Dengan gaya khasnya yang kalem tapi tegas, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga dan kementerian yang terlibat. Tapi Cik Ujang tak hanya berhenti pada pujian. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Jangan ada yang jalan sendiri-sendiri. Ini bukan lomba lari estafet, ini gotong royong. BPBD saya minta pastikan peralatan lengkap. Jangan nanti sirene berbunyi, selangnya malah bocor. Edukasi juga penting, kalau perlu, bikin drama pendek soal bahaya Karhutla, tayangin di TikTok!. Judulnya ‘Cinta Membara di Lahan Gambut’. Siapa tahu viral, kan?”

Tawa kecil terdengar di ruang rapat, tapi tak mengurangi keseriusan suasana, karena semua tahu, Karhutla bukan perkara ringan. Apalagi jika merujuk pada siklus empat tahunan yang disampaikan  Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

“Kebakaran hutan itu biasanya meningkat setiap empat tahun, tapi bukan berarti tahun-tahun di antaranya boleh lengah. Sumsel sejauh ini cukup stabil, hotspot memang naik turun, tapi trennya menurun. Kita pertahankan itu,” jelas Suharyanto.

BNPB sendiri menegaskan komitmen total, tak tanggung-tanggung, mereka siapkan Satgas Darat yang siap menyusur ke titik api, pembentukan Satgas TNI (Kodim) bila eskalasi meningkat, bantuan alat pemadaman canggih, Operasi Modifikasi Cuaca ,OMC) lengkap dengan pesawat untuk hujan buatan dan Patroli Udara dengan 2 helikopter patroli dan 3 helikopter water bombing.

“Ini bukan pamer alat, ini kesiapan. karena kalau api sudah membesar, kita nggak bisa cuma mengandalkan hujan yang tak kunjung datang. Masa iya, mau nunggu langit kasihan sama kita dulu?” ujar Suharyanto sambil menunjuk peta wilayah rawan Karhutla.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, menambahkan narasi kebijakan yang lebih luas. Dalam kunjungan lapangan bersama tim, ia hanya menemukan satu titik api, yang langsung disikat habis pakai water bombing. Gaya pemadaman ala superhero, cuma kurang background musik dramatis saja.

“Artinya sinergi jalan, tapi jangan cepat puas, kita sedang menyusun dokumen NDC 3.0 yang akan disampaikan September ini ke dunia. Artinya, dunia sedang menilai apakah Indonesia serius menjaga hutan atau hanya basa-basi,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Hanif juga mengingatkan pentingnya penegakan hukum. “Kalau masih ada yang bandel bakar lahan, jangan cuma ditegur. Denda administratif, sanksi tegas.

Bahkan bila perlu, cabut izin usaha, alam ini bukan barang dagangan, jangan dikira hutan bisa digosok tiga kali lalu keluar jin penyiram api.

Latar penting

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan data cuaca yang menjadi latar penting “Agustus akan jadi puncak kemarau. Kita deteksi potensi kekeringan meteorologis, namun bukan berarti pasrah, dengan teknologi OMC dan sinergi lintas sektor, diyakini  bisa kendalikan situasi.”

Sekda Sumsel Edward Candra menegaskan  Pemprov siap all out, bahkan ia menyebut, tahun ini sudah ada dana khusus untuk edukasi Karhutla di desa-desa rawan.

Kalaksa BPBD Iqbal Alisyahbana menimpali, “Kami juga rekrut relawan desa, adakan simulasi rutin, dan siap lakukan penegakan disiplin. Kalau ada yang masih nakal bakar lahan, kita bawa ke depan layar proyektor, kasih nonton film ‘Asap Membuatmu Jomblo’ biar kapok.”

Dari sisi teknis, Kadis Kehutanan Koimuddin dan Kadis LH Herdi Apriansyah menjelaskan strategi monitoring dan pengawasan wilayah rawan, mulai dari pemasangan sensor asap hingga pengaktifan posko komunitas.

Di luar gedung, di bawah langit yang mulai biru kembali, Pak Jaiman yang sejak tadi kita tinggalkan di awal cerita tiba-tiba dapat undangan pelatihan Karhutla dari BPBD, ia datang dengan baju batik, topi petani, dan selembar notes kecil.

“Saya datang karena saya tahu, kalau hutan terbakar, bukan cuma pohon yang mati, tapi juga rezeki saya. Lebah kabur, semut kocar-kacir, nanas gosong,” katanya sambil terkekeh.

Pak Jaiman pun belajar memadamkan api pakai karung basah, cara menelepon posko cepat, dan yang paling penting membedakan antara kabut asap dan kabut cinta. Yang terakhir ini dia pelajari sendiri sambil dengerin lagu lawas Rhoma Irama.

Karhutla bukan musibah alami,  ia buatan manusia oleh kelalaian, keserakahan, dan kadang oleh alasan klasik “Bakar dikit aja.” Tapi dari “dikit” itu, satu provinsi bisa sesak napas. Maka sinergi bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan.

Sumsel menunjukkan bahwa sebelum hutan batuk, pemimpinnya sudah bersinergi. Dari Wagub sampai petani, dari helikopter sampai karung basah, semua bergerak. Karena menjaga hutan tak bisa ditunda, seperti menjaga cinta: harus setiap hari, bukan musiman.

Dan seperti kata pepatah lama yang entah siapa penciptanya, tapi selalu relevan “Kalau api sudah menyala, air mata pun tak cukup buat padamkannya,maka cegahlah sebelum nyala.”

Sumsel, terus jaga paru-parumu, biar Indonesia bisa terus bernapas lega, dan jangan lupa, kalau nemu yang bakar lahan—tegur, siram, atau ajak ke pengajian, biar hatinya adem duluan.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Token Metasens Meroket Sebesar 1000%, Volume Perdagangan Minggu Pertama Melebihi US $ 60 Juta

    Token Metasens Meroket Sebesar 1000%, Volume Perdagangan Minggu Pertama Melebihi US $ 60 Juta

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.342
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR – Metasens, proyek metamesta di bawah Imperium Technology Group (0776.HK, Group), memulai debut global token MSU di bursa mata uang kripto tingkat institusional AAX pada tanggal 4 Maret. lebih dari 1000% pada hari pertama pencatatan dari 0,25 USDT menjadi hampir 3 USDT Volume perdagangan untuk minggu pertama telah melampaui lebih dari US […]

  • Potensi Besar, MIND ID Fokuskan Tiga Sektor di Sumsel

    Potensi Besar, MIND ID Fokuskan Tiga Sektor di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.486
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menerima audiensi sejumlah jajaran direksi dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), di ruang kerjanya, Selasa (11/1) sore. Selain Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan, turut hadir juga dalam audiensi tersebut yakni SPV Institutional Relation, Niko Candra, VP Corporate Social […]

  • VAKSINASI COVID-19 LINDUNGI DIRI, LINDUNGI NEGERI

    VAKSINASI COVID-19 LINDUNGI DIRI, LINDUNGI NEGERI

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.647
    • 0Komentar

      Paket Advokasi Vaksinasi COVID-19  Paket advokasi ini menyasar kepala daerah mulai dari Gubernur, Walikota, Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas dan semua Pemangku Kepentingan di daerah.  Tujuan paket advokasi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lengkap tentang vaksinasi COVID-19 kepada kepala daerah memobilisasi sumber daya dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti media, akademisi, tokoh […]

  • Tingkatkan Akses, Menpora Dukung Pemerataan  Internet

    Tingkatkan Akses, Menpora Dukung Pemerataan Internet

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.160
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendukung upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam meningkatkan pemerataan akses internet ke seluruh wilayah Indonesia. “Untuk meningkatkan literasi keuangan digital harus didukung dengan kemudahan akses internet. Saya berterima kasih kepada bapak Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny. G. Plate yang luar biasa kerjanya untuk pendorong supaya seluruh […]

  • Dalam Sidang PBB, Negara Vanuatu Mengusik Kedaulatan RI dengan Isu HAM

    Dalam Sidang PBB, Negara Vanuatu Mengusik Kedaulatan RI dengan Isu HAM

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia menyatakan Vanuatu telah mengusik kedaulatan negara lain terutama Republik Indonesia (RI) dengan isu hak asasi manusia (HAM). Dalam keterangan tertulis pada Minggu (26/9/2021) Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap RI di New York, Amerika Serikat, Sindy Nur Fitri, saat mewakili Indonesia di rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menegaskan Vanuatu juga terus menggencarkan tuduhan agresif […]

  • Sidak Pembangunan Saluran Air, 2 Hal Ini Ditegaskan Fitri kepada Pihak ke-3

    Sidak Pembangunan Saluran Air, 2 Hal Ini Ditegaskan Fitri kepada Pihak ke-3

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    KONDISI Sepanjang Jalan Abdul Rozak, [Patal-Pusri], Kecamatan Kalidoni, sejak beberapa bulan ini dilakukan perbaikan saluran air sehingga membuat arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut sering mengalami kemacetan, disaat jam-jam padat. Ribetnya lagi banyak truk tronton peti kemas kerap parkir di sepanjang jalan tersebut sehingga kondisi jalan tersebut sangat macet, ditambah lagi dengan tumpukan material pengerjaan […]

expand_less
WordPress Archive Foodo – Fast Food & Pizza Elementor Template Kit FoodSense Food Delivery Elementor Template Kit Foodsy – WordPress Food Blog Theme FoodTiger – Food delivery – Multiple Restaurants Foody – WordPress Restaurant Reservation & Food Store Website Theme Foodymat – Restaurant WordPress Theme Foodzey – Restaurant Elementor Template Kit FooEvents for WooCommerce football club soccer WordPress Theme Forcast – Newspaper & Magazine WordPress Theme