Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Bayi Banteng Jawa Lahir di Pangandaran! Exploitasia, Satwa Langka Bangkit Setelah Dinyatakan Punah

Bayi Banteng Jawa Lahir di Pangandaran! Exploitasia, Satwa Langka Bangkit Setelah Dinyatakan Punah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 612
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI penuh berkah di Pangandaran, Jawa Barat pasalnya masih beraroma embun dan suara burung yang belum ngopi, seekor bayi lahir dengan gaya anggun dan langkah gemetar, seperti penari jaipong pemula.

Ia bukan bayi biasa. Ia adalah Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus), si ratu rimba yang kini lebih langka daripada WiFi gratis yang kenceng.

Namanya Exploitasia, jangan salah sangka, bukan karena dia dieksploitasi. Nama ini justru diberikan langsung  Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni, nama yang seolah bisa jadi merk minuman herbal dan sekaligus penyelamat satwa liar.

Kelahiran Exploitasia ini terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025  kemarin sekitar jam 6 pagi, waktu yang sama ketika emak-emak biasanya baru nyeduh kopi sambil ngomel karena sinetron favoritnya diganti acara masak.

Bayi banteng betina ini lahir dari induk bernama Uchi, bukan Uchiha kayak di Naruto, tapi Uchi si banteng cantik yang sebelumnya diboyong dari Taman Safari Bogor ke Cagar Alam Pananjung, Pangandaran.

Ia tak sendiri, ada tiga kawannya si Bindi dari Prigen, serta dua jantan Bejo dan Senta dari Gianyar, Bali. Empat sekawan ini dilepasliarkan sejak 11 Desember 2024.  Hei!, tak sampai setahun, muncul anak, cepet juga mereka PDKT-nya, mungkin Bejo jagonya ngode, he..he…

Untuk yang masih bingung dengan Banteng Jawa itu, bukan sepupu jauh dari Sapi Limosin atau kerabat dekat Sapi Kurban Idul Adha.

Ini hewan liar, liar yang sesungguhnya, Banteng Jawa adalah hewan herbivora asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali, serta sedikit menyelinap di Kamboja dan Thailand, tapi ingat, yang versi javanicus javanicus, itu hanya ada di Jawa.

Banteng ini bisa dibilang “hewan bangsawan” karena masuk daftar merah IUCN. Artinya? terancam punah! Jumlahnya makin dikit, kalah sama jumlah akun pinjol ilegal.

Dalam ilmu latin, namanya saja sudah elegan Bos javanicus javanicus dua kali javanicus, mungkin biar makin nasionalis.

Kalau manusia, ini udah level tokoh legenda, kalau hewan, ya kayak macan tutul atau harimau, cuma banteng ini lebih kalem, nggak suka drama, dan anti tawuran.

Cerita Exploitasia ini tak bisa dilepaskan dari konsep pengembangbiakan semi alami. Jadi bukan buatan pabrik, tapi juga bukan ala-ala cinta terlarang di sinetron.

Di lahan seluas 5 hektar atau setara 7 lapangan bola ditambah lapak jualan cilok, empat banteng hidup dengan penjagaan super ketat.

Sembilan petugas berjaga seperti pasukan Avengers versi konservasi, tugas mereka?, mulai dari kasih makan, periksa kesehatan, sampai ngecek masa birahi. Bayangin aja, tiap hari mantau banteng birahi. Itu bukan kerjaan biasa, bro.

Dan lihatlah hasilnya, setelah beberapa bulan, muncullah Exploitasia, bayi perempuan yang jadi bukti bahwa harapan itu masih ada, walaupun sempat diumumkan populasi Banteng di kawasan itu punah sejak tahun 2023. Tapi sekarang? Eh, muncul generasi baru, kayak kisah cinta yang udah move on tapi jodohnya balik lagi.

Orang tua dulu bilang, “Kalau kita kuat seperti banteng, jangan suka nanduk orang”, tapi banteng ini, justru ngajarin kita arti cinta alam yang sebenar-benarnya.

Ia tak banyak tingkah, tak bikin podcast, tak bikin konten joget, ia cuma pengin hidup tenang, makan rumput, dan punya anak di habitatnya sendiri.

Pelajaran dari Exploitasia? rehabilitasi itu mungkin, bahkan untuk satwa liar, selama ada niat baik, cinta tumbuh. Kayak jodoh yang ketemu di warung soto.

Kolaborasi itu penting dari pemerintah, Lembaga Konservasi, sampai rakyat biasa. Semua bisa bantu, asal niatnya bukan buat selfie doang.

Kehidupan liar itu bukan tontonan, tapi bagian dari ekosistem, eksistensi mereka bukan buat hiburan, tapi penyeimbang alam. Tanpa mereka, kita yang repot.

Kelahiran Exploitasia adalah alarm lembut bahwa alam masih ingin berdamai, tapi jangan sampai bayi banteng ini cuma jadi bahan berita viral lalu dilupakan kayak tren lagu TikTok.

Kalau kita bisa jaga sinyal HP 4G biar gak lemot, kenapa nggak bisa jaga satwa asli Indonesia yang makin langka?, Yuk, jaga hutan, jaga habitat, dan jaga etika.

Jangan sampai kita tinggalin bumi ke anak cucu cuma berisi kenangan soal “dulu pernah ada Banteng Jawa” dan bukan “masih ada Banteng Jawa yang hidup berdampingan dengan kita.”

Karena, seperti kata pepatah Sunda modifikasi “Lamun alam dirusak, nu buntung lain sato, tapi urang sorangan”

Selamat datang di dunia, Exploitasia, semoga kamu tumbuh jadi banteng yang kuat, bijak, dan tidak mudah baper kayak netizen +62.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WA Rilis Versi Terbaru Sistem Operasi iOS

    WA Rilis Versi Terbaru Sistem Operasi iOS

    • calendar_month Senin, 26 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Aplikasi chating online, WhatsApp, belum lama ini merilis versi terbaru untuk sistem operasi iOS, yakni versi 2.18.110.17 beta, sebagai perbaikan atas kelemahan pada versi sebelumnya dan peningkatan antarmuka, termasuk pada panggilan telepon grup. Berkat peningkatan ini, Anda akan melihat tombol baru Grup call dalam obrolan di grup, menurut pemerhati aplikasi WhatsApp yang selalu […]

  • OPPO Find N5, the World’s Thinnest Book-Style Foldable, Set to Hit the Shelve on February 28

    OPPO Find N5, the World’s Thinnest Book-Style Foldable, Set to Hit the Shelve on February 28

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPORE – Media OutReach Newswire – 21 February 2025 – OPPO, the world’s leading smart device brand, announced that the OPPO Find N5 will be available for purchase starting February 28, 2025, priced at S$2499 for the 16GB + 512GB configuration. The device will initially launch in Singapore, Malaysia, and Hong Kong China, with more […]

  • Ini Dilakukan Pertamina di Daerah, Agar “Si Pinky Bright Gas” LPG Non Subsidi Tepat Sasaran

    Ini Dilakukan Pertamina di Daerah, Agar “Si Pinky Bright Gas” LPG Non Subsidi Tepat Sasaran

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.390
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel mengungkapkan, saat ini kesadaran masyarakat Lahat untuk menggunakan LPG Non Subsidi semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya konsumsi masyarakat untuk menggunakan Bright Gas, yaitu naik 76% dari konsumsi sebelumnya sebesar 45,14 Metrik Ton menjadi 79,492 Metrik Ton. Hal tersebut disambut positif oleh Pemerintah Daerah […]

  • Operasi Pekat Musi 2024, Polres OKU rilis ungkap banyak kasus, ini rinciannya

    Operasi Pekat Musi 2024, Polres OKU rilis ungkap banyak kasus, ini rinciannya

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Musi 2024 yang berlangsung sejak 7 Maret lalu. Hasil operasinya dirilis Kapolres OKI pada Minggu, (24/3/2024) sore. Dalam rilis tersebut Kepolisian Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI)  berhasil mengungkap  sejumlah perkara pada “Target Operasi (TO) Reskrim 2 laporan polisi (LP) terungkap 100 persen dan narkoba 2 LP terungkap 100 […]

  • Kabar baik, insentif RT & RW naik jadi Rp 1 Juta, Sekda Pemkot Palembang : Sesuai amanat Kemendagri, tak ada kaitan dengan salah satu pasangan di Pilkada

    Kabar baik, insentif RT & RW naik jadi Rp 1 Juta, Sekda Pemkot Palembang : Sesuai amanat Kemendagri, tak ada kaitan dengan salah satu pasangan di Pilkada

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kota Palembang menaikkan insentif untuk ketua Rukun Tetangga (RT). Kabar gembira ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, di acara pengarahan dan pembinaan tugas ketua RT dan RW serta penyerahan insentif bulan Agustus, di Balai Kecamatan Ilir Barat Dua, Kamis (26/9/2024).   “Alhamdulillah, kajian di Badan Anggaran DPRD Kota Palembang, disetujui […]

  • Cegah Stunting, Ini Yang Diprogramkan Pemkot Palembang

    Cegah Stunting, Ini Yang Diprogramkan Pemkot Palembang

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang terus berkomitmen dalam percepatan penanggulangan stunting atau kekerdilan dengan melaksanakan berbagai upaya seperti pemetaan ibu hamil. “Dengan mengalokasikan dana yang akan kita manfaatkan untuk betul-betul menyelesaikan stunting serta pemetaan ibu-ibu hamil yang berpotensi stunting,” ujar Ketua Penanggulangan Stunting, yang juga Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, usai memimpin rapat membahas percepatan penanganan […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Stripe Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme