Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Tenun Bukan Sekadar Kain: Saat UMKM Kediri Menganyam Asa hingga Afrika dan Eropa!

Tenun Bukan Sekadar Kain: Saat UMKM Kediri Menganyam Asa hingga Afrika dan Eropa!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 615
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI  sebuah sudut kota yang aromanya lebih harum dari tahu takwa yang baru digoreng, tenun Kediri diam-diam mengukir prestasi. Jangan salah tenun kediri bukan kain sembarang kain,  karena hasil anyaman sejarah, budaya, dan peluh perajin yang sejak zaman Kerajaan Kediri sudah paham, hidup itu harus sabar dan telaten… kayak narik benang satu-satu di alat tenun bukan mesin.

Oke, mari jujur sejenak, meskipun cantik dan eksotik, tenun kita itu kadang suka “salah kostum” kalau dikirim ke Eropa.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri yang baru saja blusukan ke Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul menjelaskan tenun bercorak rame ala Indonesia tuh digandrungi warga Afrika, tapi di Eropa malah dianggap terlalu “meriah”, padahal maksud hati mau tampil manis, malah dianggap overdressed.

Oleh sebab itu, Wamendag Roro kasih wejangan penting ke UMKM, pahami dulu preferensi pembeli, baru lempar produk. Jangan sampai jualan sarung motif gajah duduk ke negara yang lebih suka motif polos kayak meja rapat PBB, bukan soal kualitas yang kurang, tapi soal selera yang berbeda, bahasa kerennya, “Know Your Market.”

Kalau dulu prinsipnya “asal jadi asal laku”, kini pelaku UMKM kudu naik kelas, harus belajar selera konsumen internasional, kayak mahasiswa S2 belajar budaya asing sebelum PDKT ke bule, jangan sampai semangat ekspor malah zonk karena produk kita “nggak nyambung”.

Wamendag Roro juga mengingatkan, UMKM bisa ngobrol langsung ke 46 Perwakilan Dagang Indonesia di luar negeri. Mereka bisa jadi mak comblang, eh maksudnya fasilitator yang mempertemukan perajin dengan calon pembeli luar negeri lewat program business matching. Yah, semacam speed dating untuk produk dan pasar.

Dalam kunjungannya ke UMKM Medali Mas, Wamendag Roro juga sempat ngobrol santai dengan Bu Siti Ruqoyah, pemilik usaha yang kini punya 15 pekerja perempuan.

Di situ kita sadar, UMKM itu nggak cuma tentang omzet, tapi juga tentang pemberdayaan perempuan, regenerasi pengrajin, dan harapan agar usaha kecil jangan selamanya kecil, biar kayak tanaman, bisa tumbuh beranak pinak, bukan kerdil di pot yang sama.

Untungnya, Pemkot Kediri juga nggak tinggal diam. Lewat Instruksi Wali Kota No. 4 Tahun 2010, para ASN di Kediri diwajibkan memakai tenun ikat sebagai pakaian kerja, ini semacam endorsement kelas negara, kalau selebgram endorse sabun muka, ini endorsement dari pemda buat kain lokal. Cerdas, dan bisa ditiru oleh daerah lain.

Revolusi

Tak hanya jadi bahan fesyen, tenun Kediri juga sudah berevolusi jadi tas, sepatu, dompet, dan bahkan syal syar’i. Nggak hanya jual produk, Kampung Tenun kini juga jual pengalaman.

Ada wisata edukasi, pertunjukan Jaranan Unyil, homestay, hingga cemilan lokal yang bisa bikin wisatawan luar negeri bilang, “This is amazing, where can I buy more tahu takwa?”

Kampung Tenun Ikat ini adalah contoh hidup bahwa UMKM bisa jadi “kampung miliarder” asal ada strategi. Kata pepatah, “Rajin menabung pangkal kaya”, tapi untuk UMKM, pepatahnya berubah jadi. “Rajin belajar pasar, pangkal ekspor lancar”.

Kampung Tenun Kediri membuktikan bahwa warisan budaya bisa jadi mesin ekonomi, namun tidak cukup hanya bertumpu pada tradisi, harus ada transformasi. Harus ada inovasi,  tentunya harus ada koneksi, bukan koneksi kabel charger, tapi jaringan global yang bisa mendongkrak produk lokal.

Jangan biarkan tenun hanya dipakai buat kawinan atau seragam dinas, sudah saatnya kita bangga, pakai dan pasarkan tenun ke mana pun kaki melangkah ke pasar lokal, pasar regional, bahkan pasar luar negeri yang lidahnya belum tentu cocok dengan tahu takwa, tapi pasti bisa jatuh cinta sama keindahan buatan tangan orang Kediri.

Jadi, wahai anak muda dan pelaku UMKM se-Indonesia, ayo kita belajar dari Kampung Tenun Kediri, karena seperti kata pepatah “Bila tak pandai menjahit benang, jangan salahkan kain yang koyak”. Kalau tak pandai membaca pasar, ya jangan salahkan kalau produk kita cuma laku di grup arisan.

Siap-siap!, jangan cuma jadi penonton, UMKM itu bukan usaha Mikro, Melempem, dan Menyerah, tapi Usaha Maksimal, Mengglobal, dan Meledak di Pasar Dunia!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • De Beers kenalkan Metamorfosis Bab Dua: koleksi Perhiasan Tinggi yang merayakan kekuatan transformatif dari berlian alami

    De Beers kenalkan Metamorfosis Bab Dua: koleksi Perhiasan Tinggi yang merayakan kekuatan transformatif dari berlian alami

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.108
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin: metamorfosis konstan alam terwujud dalam siklus ritme musim. Bunga mekar, daun berubah warna, sungai membeku. Seekor ulat muncul dari kepompongnya sebagai kupu-kupu yang agung. Dan berlian kasar yang terbentuk miliaran tahun yang lalu diubah menjadi permata yang dibuat dengan […]

  • Bisa jadi bahan renungan, ini kata-kata mutiara yang mungkin ente suka

    Bisa jadi bahan renungan, ini kata-kata mutiara yang mungkin ente suka

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.589
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Menjalankan aktivitas dalan setiap harinya harus dilakukan dengan semangat. Ada beberapa kata-kata mutiara yang bisa jadi inspirasi dan renungan ente hari ini, baca yuk ! “Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaanlah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda akan sukses.” – Albert Schweitzer “Jadilah aliran yang mengalir. Jangan menjadi batu yang menghalangi […]

  • Berdasarkan Hasil Survei, Penanganan COVID-19 di Indonesia Semakin Baik

    Berdasarkan Hasil Survei, Penanganan COVID-19 di Indonesia Semakin Baik

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    BERDASARKAN Survei Nasional Evaluasi Kebijakan dan Peta Politik di Masa Pandemi yang dilakukan oleh Charta Politika, penanganan COVID-19 di Indonesia semakin membaik setiap harinya. Hasil survei yang dilakukan selama periode 12-20 Juli 2021, sebanyak 51,4 persen responden mengatakan bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia saat ini sangat baik dan baik, berada di atas yang menyatakan buruk […]

  • Pemerataan Pembangunan Kabupaten Kota Terus Dilaksanakan, Kali Ini Infrastruktur PALI Diresmikan

    Pemerataan Pembangunan Kabupaten Kota Terus Dilaksanakan, Kali Ini Infrastruktur PALI Diresmikan

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN yang merata hingga pelosok desa sudah semakin nyata dan kian terasa memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumsel, tak terkecuali bagi masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Seperti hari ini, Minggu (1/5) bertempat di SDN 17 Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Gubernur Sumsel H Herman Deru kembali meresmikan puluhan proyek infrastruktur […]

  • Gigi Sehat dari Bangku Sekolah, Kota Cerdas Dimulai dari Mulut yang Tak Mengeluh

    Gigi Sehat dari Bangku Sekolah, Kota Cerdas Dimulai dari Mulut yang Tak Mengeluh

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini, seringkali urusan gigi baru dianggap penting kalau sudah cenut-cenut dan pipi sebelah membengkak kayak bakpao direndam air panas. Padahal, pepatah lama sudah mengingatkan “sedia sikat gigi sebelum gigi menjerit”. Untunglah, Palembang mulai sadar sebelum terlambat. Senin lalu, biasanya penuh kemalasan itu mendadak jadi harapan, […]

  • Percepat Pembangunan Jalan Tol, Pemerintah Kucurkan Penyertaan Modal Negara

    Percepat Pembangunan Jalan Tol, Pemerintah Kucurkan Penyertaan Modal Negara

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.144
    • 0Komentar

    PT HUTAMA Karya (Persero) (Hutama Karya) akan melanjutkan dan mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sesuai dengan amanah Presiden Republik Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian BUMN mengusulkan untuk mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN tahun anggaran 2023 sebesar Rp 30,56 Triliun ke Hutama Karya yang dikemukakan dalam Rapat Kerja Kementerian BUMN dengan Komisi VI […]

expand_less
WordPress Archive eClassify – Classified ads Buy and Sell Marketplace Flutter App with Laravel Admin Panel eClipse – Photography Portfolio WordPress Theme Eco Nature – Environment & Ecology WordPress Theme Eco Press – Nature, Ecology & NGO WordPress Theme Eco Recycling – Ecology & Nature WordPress Theme EcoClean – House Cleaning Company WordPress Theme eCode WP – Multipurpose WooCommerce Elementor Theme EcoGrow – Green Farming & Agriculture WordPress Theme EcoHosting | Responsive Hosting and WHMCS WordPress Theme Ecoife – Charity Fundraising Elementor Template Kit