Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA: Cinta Tumis di Balik Dandang – Resep Tumis Bunga Pepaya ala Manado

CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA: Cinta Tumis di Balik Dandang – Resep Tumis Bunga Pepaya ala Manado

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 1.181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICIK Moya,  perawan muda berumur 20 tahun asal Palembang yang tinggal di RT8 Lorong Suka Sama Suka ini, hobinya di dapur, bahkan jiwanya seperti mak-mak Ilir-Ulu yang lidahnya sudah lulus S3 rasa”. Meski lidah Bicik Moya yang baru dua dasawarsa lewat dikit itu tumbuh besar di tempoyak dan pindang, tapi hatinya selebar tampah dihajatan dan siap nampung rasa dari mana saja, asal jangan dari mantan.

Bahkan, jiwanya Bicik Moya, seperti emak-emak Sekanak, yang kalo masak pindang, bisa bikin tamu lupa jalan pulang”. Hahay…

Dia punya ritual, eksperimen resep khas daerah lain juga, selain khas Palembang, Jumat ini, dia lagi demen mencoba resep khas Manado “Tumis Bunga Pepaya”, bukan cuma lidah yang dibuat jedag-jedug, tapi hati juga mendadak hangat kayak magic jar nyala 24 jam. Bukan juga cuma bikin lidah “meledak di mulut”, kayak cabai rawit disuruh ngomong kasar”.

Tapi juga bikin hati nyengir-nyengir ketusuk kenangan, rasanya bukan sekadar enak, melainkan kayak ada cinta yang diam-diam ditumis bareng bawang merah.

“Aku ni lum cak emak-emak, tapi  selero dapurni  la cak emak-emak,”  [aku belum kayak emak-emak, tapi seleranya dapur kayak emak-emak],” kata Bicik Moya sambil nyalain kompor pakai korek hati-hati, kayak nyalain perasaan ke gebetan yang takut salah langkah.

Bicik muncul di dapur dengan pakaian hijab menutup tubuh dengan sopan sembari ia nyolok YouTube resep, bunga pepaya udah siap ditaruk di baskom biru, bumbu-bumbu udah dikupas rapi, tinggal semangat yang kadang on kadang nyantol di DM orang.

“Hari ini aku nak masak menu dari tanah Manado, kaget dak!. biso jugo aku, bukan bae masakan  khas Palembang?. Nah, bunga kates [pepaya] ni katonyo pahit, tapi kalo diolah pake dengan teknik idak kan pahit lagi, biso jadi lauk andalan”, [Hari ini aku mau masak menu dari tanah Manado, kaget gak !, bisa juga akum bukan saja masaah kita, nah bungak pepaya ini katanya pahit tapi kalo diolah pake tekni tidak kan pahit nian, bisa jadi lauk andalan],” ujar Bicik dengan ekspresi kayak chef yang baru ditinggal driver sayur.

Resep Tumis Bunga Pepaya ala Bicik Moya

Bahan-bahan:

  • 1 genggam bunga pepaya (yang masih muda dan belum disakiti)

  • 3 siung bawang putih

  • 5 siung bawang merah

  • 1 tomat merah, biar warnanya hidup kayak feed IG

  • 10 cabe rawit (atau sesuai tingkat galaumu)

  • Ikan roa asap (bisa diganti ikan teri, atau skip kalau mantan udah cukup pedas)

  • Minyak goreng secukupnya

  • Garam, gula, dan ketulusan secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rebus bunga pepaya dengan air garam, kayak hubungan yang perlu proses detox dari masa lalu. “Kalau masih pahit, rebus lagi. Sama kayak mantan, kadang harus diulang biar sadar” kata Bicik sambil ngecip.

  2. Tiriskan, remas-remas pelan, jangan kasar, kita bukan toxic relationship.

  3. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe rawit, dan tomat sampai wangi.

    “Masakan itu harus sabar, kayak nunggu notifikasi dia yang typing tapi gak jadi ngirim”

  4. Masukkan ikan roa suwir, atau ikan teri kalau budget ketat.

  5. Terakhir, masukin bunga pepaya yang udah diproses dengan cinta.
    Tambah garam dan gula secukupnya. “Rasa itu harus imbang, jangan semua pedes. Nanti disangka hidupmu penuh kemarahan”.

  6. Aduk sampai layu dan bumbu meresap.
    Kalau tetangga keluar dapur karena cium aroma, tandanya berhasil.

Petuah Dapur “Bunga pepaya itu kayak rasa penasaran kalau dibiarin terus bisa pahit. Tapi kalau diolah dengan niat, bisa jadi lauk favorit sekelurahan”.

Tumis bunga pepaya ala Bicik Moya ini adalah bukti bahwa umur bukan penentu kualitas masak. Yang penting ada niat, bumbu lengkap, dan dapur yang mau diajak kerjasama. Meski baru umur 20-an, selera masak Moya udah bikin geger ibu-ibu arisan RT.

“Kadang, cinta itu kayak masakan daerah. Awalnya asing, tapi lama-lama bikin nagih. Asal jangan kelamaan di-rebus, bisa overcooked perasaan”

Kesimpulan Jumat Ini:

Bicik Moya membuktikan bahwa “Tak harus tua dulu untuk bisa bikin tumisan yang bikin tua-tua kelimpungan”. Di balik dandang dan bumbu, ada cinta yang tumis-tumis dengan sabar dan rasa penasaran seperti pepatah Moya. “Makonyo jangan ngecikke bunga pahit tu, karena biso jadi lauk legit. Samo cak pengalaman pahit, bisa jadi bahan ketawo besok luso”. [Makanya jangan remehke bunga pahit itu, karena bisa jadi lauk legit, sama kauak pengalaman pahit, bisa jadi bahan ketawa besok lusa]” kata bikcik. Sampai jumpa di edisi Cerita Bumbu Jumat berikutnya!.[***]


Rubrik Cerita Bumbu Jumat adalah sajian cerita fiksi lucu dari dapur khayalan milik Bicik Moya – bibi kecil umur dua puluhan yang lebih sering stalking resep daripada stalking mantan. Tiap Jumat, Bicik akan berbagi kisah masakannya yang penuh bumbu perasaan, banyolan, dan tentu saja resep yang bisa langsung dicoba.
Selamat menikmati, dan jangan salah goreng, ya..

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indikator Pecegahan Korupsi di OKI Sudah di Jalur yang Benar, KPK : utamakan pencegahan, penangkapan adalah cara terakhir

    Indikator Pecegahan Korupsi di OKI Sudah di Jalur yang Benar, KPK : utamakan pencegahan, penangkapan adalah cara terakhir

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menyebut indikator pencegahan korupsi di Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah di jalur yang benar. Hal ini dilihat dari capain MCP (Monitoring Center for Prevention) tahun 2021 diangka 78.40 persen dan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2021 diangka 75. “Sudah on the track agar terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang” ujar Yudhiawan […]

  • Dua Lokasi Berbeda, Ditpolairud Baharkam Polri Gagalkan Penyelundupan 1.396 Kayu Ilegal

    Dua Lokasi Berbeda, Ditpolairud Baharkam Polri Gagalkan Penyelundupan 1.396 Kayu Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    DITPOLAIRUD Baharkam Polri berhasil menggagalkan penyelundupan kayu ilegal sebanyak 1.396. Tangkapan tersebut didapatkan dari dua lokasi operasi yang berbeda di wilayah Kaltim. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengungkapkan, operasi pertama dilakukan di perairan muara Sungai Belayan, Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dalam hal ini, polisi menangkap satu […]

  • Punya RRJ di Desa Mulya Guna OKI, Begini Asanya Iskandar

    Punya RRJ di Desa Mulya Guna OKI, Begini Asanya Iskandar

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengapresiasi program kerja Kepala Kejari OKI bersama jajarannya karena merupakan satu hal yang positif dan memberikan peluang kepada masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan hukum secara damai melalui dialog dan mediasi. “Alhamdulillah sekarang masyarakat OKI dapat memanfaatkan fungsi dari program Restorative Justice ini, kalau ada perkara yang sifatnya ringan dan […]

  • Karhutla Sumsel Makin Panas, 5 Wilayah Ini Jadi Prioritas

    Karhutla Sumsel Makin Panas, 5 Wilayah Ini Jadi Prioritas

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Sumatera Selatan (Sumsel) makin panas. Penanganan kini difokuskan di lima wilayah prioritas, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim. Penguatan dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan, sekaligus mempercepat pemadaman agar kebakaran tidak meluas. Kasatgas Karhutla sekaligus Danrem Gapo Khabib Mahfud menjelaskan OKI menjadi wilayah dengan titik […]

  • PON Berlangsung Sukses, Bupati Merauke Yakin Penyelenggaran PON Bersih dari Penyalahgunaan Administrasi

    PON Berlangsung Sukses, Bupati Merauke Yakin Penyelenggaran PON Bersih dari Penyalahgunaan Administrasi

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    KRITERIA sukses Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 adalah sukses prestasi, penyenggaran, administrasi dan juga pertanggung jawaban pelaksanaan. Bupati Merauke Romanus Mbaraka kepada InfoPublk di Media Center PON XX Papua 2021 Klaster Merauke, Jum’at (15/10/2021) menegaskan pelaksanaan administrasi dan pertanggung jawaban PON Papua di Klaster Merauke dijamin bersih tidak akan ada penyahgunaan administasi. “Saya […]

  • Thia Yufada Raih Penghargaan Inspiring Figure Moeslim Nasional

    Thia Yufada Raih Penghargaan Inspiring Figure Moeslim Nasional

    • calendar_month Selasa, 22 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.161
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza kembali meraih penghargaan di tingkat nasional, kali ini istri dari Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tersebut meraih award dari Moeslim Choice Award 2020 kategori Inspiring Figure Nasional. Moeslim Choice Award 2020 memberikan award kepada sejumlah Tokoh Nasional di Republik ini, diantaranya Presiden […]

expand_less
WordPress Archive KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme Kidzena – Kindergarten & Preschool Elementor Template Kit Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit Kidzieo – Kindergarten School WordPress Theme Kidzonia – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kidzy Elementary School Elementor Template Kit Kilio – Sport Shop WooCommerce WordPress Theme Kimberly – WordPress Blog & Shop Theme Kimchi – Asian Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Kimono – Photography Portfolio WordPress Theme