Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Tos Dulu, Baru Rawat Jalan, RSUD Siti Fatimah & Mimpi Wisata Sembuh

Tos Dulu, Baru Rawat Jalan, RSUD Siti Fatimah & Mimpi Wisata Sembuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 846
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU rumah sakit bisa ikut main TikTok, mungkin RSUD Siti Fatimah sudah bikin konten duet dengan Gubernur video tos bareng maskot Sifa sambil iringan lagu “Heal The World”. Tapi sayangnya, rumah sakit bukan akun receh, ia adalah tempat serius yang  kata orang kampung saya  bisa bikin orang antara sembuh atau makin kepikiran cicilan kalau lihat biaya.

Di usia tujuh tahun, RSUD Siti Fatimah sebetulnya udah seperti anak kelas 2 SD, sudah bisa baca, sudah bisa nulis, dan harusnya sudah tahu cara senyum meski ulangan dapat nilai enam.  Wajar kalau Gubernur Sumsel Herman Deru/HD bilang, rumah sakit ini jangan sekadar berdiri tegap penuh penghargaan, tapi juga melayani dengan sepenuh hati, bukan sepenuh shift.

HD, dalam pidato yang cukup berapi-api tapi tetap bernapas, bilang bahwa RSUD Siti Fatimah ini punya unggulan pelayanan jantung. Bagus, artinya rumah sakit ini punya “denyut nadi” pembangunan kesehatan Sumsel. Namun  jantung bukan cuma soal organ. Pasien juga butuh “disambut pakai hati, bukan hanya ditimbang pakai tensimeter”.

Lha, percuma ruangan steril, tapi kalau muka petugas steril juga dari senyum, ini top, artinya harus jadi pelayanan plus-plus..

Tambahnya sangat penting, karena di beberapa tempat di dunia  sebut saja Thailand  orang berobat sambil liburan. Wisata medis, masuk rumah sakit di sana, aromanya lemon, bukan obat luka. Disambut perawat yang senyum bukan karena disuruh, tapi karena sudah dilatih dan digaji pantas. Kita? Kadang baru masuk IGD saja sudah disuruh isi formulir 8 lembar, belum juga pingsan sudah stres.

Kita memang harus jujur, masih banyak warga Sumsel yang, kalau ada duit lebih, ngacir ke Penang, ke Johor, atau minimal ke Sleman buat berobat, kan RS Fatimah yang sudah berkualitas.. Mereka bilang pelayanan di sana lebih cepat, ramah, dan tidak ada petugas yang jawab dengan “Nanti ya Bu, tunggu dulu”. Meski tak semua begitu, tapi anggapan itu tetap jadi tantangan.

Sleman, misalnya, punya RSUP Sardjito yang jadi rujukan nasional. Petugasnya dikenal telaten dan fasilitasnya lengkap. Bahkan beberapa rumah sakit swasta di Jogja punya standar kamar rawat inap lebih mirip hotel daripada RS, kalau RSUD Siti Fatimah bisa meniru manajemen seperti itu,  sambil tetap pakai batik khas Sumsel dan sambal tempoyak di kantin,  siapa tahu Penang bisa kalah dalam 10 tahun.

Tahun ini, RSUD Siti Fatimah meluncurkan banyak inovasi dari home care, kemoterapi, kelas rawat inap standar, sampai rontgen panoramic. Yang terakhir ini bikin orang awam sempat bingung, “Ini mau rontgen apa foto pemandangan?”. Tapi oke lah, yang penting niatnya baik.

Tapi perlu diingat, jangan sampai rumah sakit ini kebanyakan launching tapi lupa ngelatih ulang petugas satpam dan bagian pendaftaran, karena pasien pertama kali bertemu mereka, bukan dokter. Dan pengalaman pertama itu, kata pepatah patah hati, sering menentukan luka kedua.

Rumah sakit itu, kalau boleh saya pinjam istilah dari dunia dagang, kayak warung teh botol. Mau teh-nya seenak apapun, kalau gelasnya kotor dan pembelinya dijutekin, ya orang pindah ke warung sebelah.

RSUD Siti Fatimah sudah punya banyak modal, gedung modern, layanan jantung unggulan, bahkan maskot yang bisa diajak tos bareng pejabat. Tinggal satu yang tak boleh hilang kesadaran bahwa rumah sakit adalah rumah  bukan pabrik pasien. Di sana orang datang dengan harapan, bukan hanya kartu identitas.

Ayo, dorong RSUD Siti Fatimah jadi rumah sakit yang bukan cuma bisa launching, tapi juga bisa meladeni, bukan cuma bisa tos, tapi juga bisa tepa salira, karena tidak semua pasien datang dengan dompet tebal, tapi semua datang dengan nyawa yang ingin ditolong.

Kalau targetnya mau jadi pusat health tourism Sumsel, ya ayo kita bikin rumah sakit ini ramah seperti resepsionis hotel, bersih seperti tempat les anak sultan, dan wangi seperti cucian yang direndam pewangi Korea.

Karena orang sakit itu sensitif, salah sapa bisa bikin darah naik, tapi disapa dengan senyum  walau resepnya mahal,  bisa bikin tenang kayak habis minum es tebu habis jalan kaki dua kilometer.

Jadi, RSUD Siti Fatimah teruslah berkembang, tos boleh, tapi jangan lupa, yang paling utama bukan maskot lucu… tapi muka petugas yang nggak kayak abis ditilang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Lampung Imbau Tempat Hiburan  Tutup Selama Libur Nataru

    Polda Lampung Imbau Tempat Hiburan Tutup Selama Libur Nataru

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    POLDA Lampung memgimbau kepada pengusaha hiburan dan tempat keramaian untuk ditutup di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022. Penutupan ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masa liburan akhir tahun. Pada pengamanan akhir tahun, jajaran Polda Lampung mengerahkan sebanyak 2.900 personel gabungan dari berbagai instansi yang terlibat. Selain itu, Polda Lampung juga membuka 81 posko […]

  • 81 pasangan ikut nikah massal di Pemkot Palembang, Pj Walikota : semoga jadi keluarga “samara”

    81 pasangan ikut nikah massal di Pemkot Palembang, Pj Walikota : semoga jadi keluarga “samara”

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Cuaca cerah di pagi   semakin menambah suasana gembira bagi 81 pasangan yang mengikuti nikah massal di Pemkot Palembang. Sinar matahari yang hangat seakan menyambut mereka dengan penuh harapan, menandai awal baru dalam kehidupan mereka sebagai suami istri. Dengan langit biru dan suasana ceria, momen sakral ini menjadi lebih istimewa, menghadirkan kebahagiaan tidak hanya […]

  • Lindungi 1,03 Juta Hektar Gambut, Pemkab OKI Lakukan Hal Ini

    Lindungi 1,03 Juta Hektar Gambut, Pemkab OKI Lakukan Hal Ini

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel menyusun dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) dengan melibatkan multipihak untuk mengelola 1,03 juta hektare lahan gambut. Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) merupakan perencanaan tertulis yang memuat potensi, masalah ekosistem gambut, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya. Perlindungan ini dinilai krusial mengingat Ekosistem gambut […]

  • Perbaiki Layanan dengan Sistem Jemput Bola dan Ramah Bakal Jadi Ciri Khas Sumsel 

    Perbaiki Layanan dengan Sistem Jemput Bola dan Ramah Bakal Jadi Ciri Khas Sumsel 

    • calendar_month Senin, 3 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.920
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Gubernur Sumsel Herman Deru berkomitmen memperbaiki pelayanan kepada masyarakat di Sumsel dengan menerapkan pelayanan sistem jemput bola. Hal itu dikatakannya saat Launching Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) dan Simposium Pelayanan Publik di Griya Agung Palembang, Senin (3/12/2018). “Saya menginginkan pelayanan jemput bola, jangan hanya menunggu di loket atau sistem pelayanan yang hanya […]

  • “Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

    “Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.598
    • 0Komentar

    ADA satu pepatah lama yang sering dikutip nelayan tua di tepi laut, yakni “Kalau perahu bocor, jangan salahkan ombak”, tapi di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pepatah itu naik level jadi semacam slogan baru “Kalau proyek bocor, auditor turun sebelum banjir”. Begitulah kira-kira semangat yang sedang dibawa KKP lewat program Kampung Nelayan Merah Putih […]

  • Bantuan Covid-19 Terus Mengalir Jelang PSBB di Palembang

    Bantuan Covid-19 Terus Mengalir Jelang PSBB di Palembang

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    Bantuan untuk warga terdampak Covid 19 di posko gugus penangulangan dan penanganan Virus Corona di Tasik Palembang, Senin (18/5/202) kembai berdatangan. Kali ini bantuan berupa paket sembako dan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis dari Forum TJSL/CSR kota Palembang, yaitu dari PT Socufindo (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, […]

expand_less
WordPress Archive Petro – Industrial Company WordPress Theme Pets Land | Domestic Animals Shop & Veterinary WP Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Petz – Pet Care & Veterinary Theme Petzen – Pet Care Shop WordPress Theme Petzy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Phami – Medical & Health WooCommerce WordPress Theme PharmaBee – Pharmacy & Drug Store Website Elementor Template Kit