Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Supriyadi & Tiga Jurus Sakti [“Kalau Bisa Beres Tiga Ini, Kami Pilih Beliau Jadi Pemimpin Liga Champions!”]

Supriyadi & Tiga Jurus Sakti [“Kalau Bisa Beres Tiga Ini, Kami Pilih Beliau Jadi Pemimpin Liga Champions!”]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 831
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMATERA Selatan ibarat petani yang punya ladang luas, hasil panen melimpah, tapi jalan ke pasar ngelewatin sawah orang, sudah pasti sering kecebur!, oleh sebab itu jangan heran kalau padi melimpah, jagung bejibun, kopi harum menggoda, tapi begitu mau dijual keluar, harus nebeng lewat Pelabuhan Boom Baru yang mirip halte bus zaman Belanda, sempit, macet, dan penuh sendimentasi, bahkan, kalau air surut, kapal bisa nginep dua malam karena stuck di lumpur. Kasihan, pak bos!

Namun, ketika Pak Supriyadi, S.E., M.M. resmi dikukuhkan jadi Kepala BPKP Sumsel, harapan langsung disematkan tolong kawal mimpi besar kami!, mimpi itu bukan cuma soal pengawasan anggaran, tapi juga mimpi tentang Pelabuhan Tanjung Carat. Kalau pelabuhan ini jadi, bukan hanya jagung dan padi yang bisa ekspor, tapi asa  emak-emak pengusaha keripik pisang juga bisa nyebrang ke Dubai!, cita-cita setinggi langit itu sah lho..apalgi potensi ada.

Sudah bertahun-tahun pelabuhan ini wacananya nongkrong di papan slide PowerPoint, padahal tetangga sebelah sudah duluan tancap gas. Lihat Lampung dengan Pelabuhan Panjang-nya, atau Kalimantan Timur dengan Kariangau udah kayak jalan tol logistik, barang tinggal ‘cuss’ masuk kontainer, tiga hari sudah di Makassar. Kita? Masih ngaduk lumpur di Boom Baru sambil ngeluh, “Aduh, ini sendimentasi bikin sendi-sendi logistik kami nyeri!”.

Belum lagi kalau kita lirik tetangga luar negeri, tengok dan belajarlah dari Vietnam, ada Pelabuhan Cai Mep yang bisa layani kapal raksasa ke Eropa. Di sana, komoditas pertanian kayak beras dan kopi dikawal kayak rombongan pejabat, masuk pelabuhan langsung ekspor, gak butuh ribet. Di kita, jangankan ekspor, jalan ke pelabuhan aja bisa bikin truk jungkir balik karena jalan sempit dan macet. Ibaratnya Sumsel ini punya kulkas penuh, tapi gak punya pintu buat keluarin makanannya. Gimana gak basi nich?

Masalah lain yang diungkap Gubernur Herman Deru juga gak kalah miris, Kebun punya kita, tapi pajaknya malah setor ke Jakarta. Lah, ini ibarat punya sapi di halaman rumah, tapi susunya disedot tetangga buat bikin keju.

Bayangkan, perusahaan sawit, tambang, dan entah apalagi, operasinya di Sumsel, tapi karena NPWP-nya numpang di Jakarta, duit pajaknya ikutan merantau. Nah, daerah kita cuma dapat polusi, jalan rusak, dan jatah CSR yang kadang lebih kecil dari uang parkir di mall. Kalau ini dibiarkan, Sumsel bisa jadi kayak anak kos, kerja keras, makan mi instan tiap hari, tapi gaji masuk rekening orang lain.

Nah, satu lagi yang bikin kepala geleng-geleng adalah soal pengelolaan keuangan desa, banyak kepala desa masuk bui bukan karena niat jahat, tapi karena dodol soal pembukuan. Dikasih dana desa, mereka bingung, itu buat bangun jalan atau beli tenda kawinan, atau vitamin?

Kalau literasi keuangan ini gak dibenahi, ya repot, kepala desa bisa jadi kayak sopir angkot yang baru belajar nyetir, ugal-ugalan, tapi gak tahu rem tangan. Perlu pendampingan yang bukan cuma ngasih buku panduan, tapi juga ngajarin langsung, seharusnya minimal kasih simulasi. “Ini contoh bikin RAB, bukan Rencana Acara Barbeque!”

Nah, Pak Supriyadi, selamat datang di Sumsel, tempat semua masalah datang dalam bentuk “urgent tapi lucu”. Kami percaya BPKP bisa bantu kawal pengelolaan keuangan dengan akuntabel dan tidak absurd. Mulai dari impian pelabuhan Tanjung Carat, perjuangan pajak yang merantau, sampai penyelamatan kepala desa dari jebakan “buku kas jahat”. Pepatah bilang “Jangan sampai kereta lewat, kita masih ngumpulin batu”, tapi dalam konteks Sumsel “Jangan sampai kontainer lewat, kita masih nyari pelabuhan”.gitu lho..

Jadi begini, Pak Supriyadi, bantu kawal mimpi Sumsel bareng-bareng, jangan sampai Tanjung Carat tinggal jadi nama destinasi wisata gagal, pajak terus kabur ke ibu kota, dan kepala desa bingung bedain SPJ dan SKCK. Kalau perlu, bikin tim pengawasan yang kerjanya bukan cuma serius, tapi juga bisa stand-up comedy biar suasana rapat gak mencekam.

Oleh karena itu, membangun Sumsel serius, tapi kalau dibawa santai dan penuh banyolan, InsyaAllah lebih awet, semoga kerja Pak Supriyadi bukan cuma mengawasi, tapi juga jadi bodyguard anggaran dan komedian keuangan desa. Rakyat Sumsel yang sedang menanti kapal, sambil duduk di atas tumpukan jagung. Kalau BPKP sukses, jangan lupa “Jagung kami juga jalan, kopi kami ngopi, dan pajak kami pulang kampung”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Menyusui & Wanita Hamil Bisakah di Vaksin ?

    Ibu Menyusui & Wanita Hamil Bisakah di Vaksin ?

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    VAKSIN COVID-19 kini sudah bisa diberikan kepada wanita hamil dan ibu menyusui. Untuk vaksin bagi wanita hamil, sesuai rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Sementara Kementerian Kesehatan menyatakan vaksinasi COVID-19 aman bagi ibu menyusui. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan untuk proses skrining terhadap […]

  • Paparkan Masterplan Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu, Begini Tanggapan Perwakilan Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI

    Paparkan Masterplan Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu, Begini Tanggapan Perwakilan Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Palembang- Kepala Dinas BPBD H Pathi Ridwan memaparkan Bandar Udara Pangeran Abdul Hamid Berdasarkan Register Bandar Udara No. 066/RBU-DBU/11/2020 berupa bandara khusus-domestic (Private-Domestic) untuk kegiatan flying school dan menunjang kegiatan Polteknik Palembang) dengan penyelenggara Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bandar Udara Pangeran Abdul Hamid Pemerintahan Daerah Kabupaten Muba. Dalam rapat Pembahasan Masterplan Bandara Pangeran Abdul […]

  • 4 Tahun Pemerintahan Jokowi Kerja Keras Bangun Pondasi Ekonomi Baru

    4 Tahun Pemerintahan Jokowi Kerja Keras Bangun Pondasi Ekonomi Baru

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA, Presiden RI, Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan pemerintah telah bekerja keras untuk memperbaiki pondasi ekonomi nasional. Hal itu mengingat keadaan ekonomi global yang juga turut berubah. Pada bulan-bulan awal pemerintahan Jokowi harga-harga komoditas anjlok. Baik itu batubara,  sawit, karet, semuanya turun karena memang ekonomi dunia yang juga dalam posisi menurun. “Empat tahun lalu, di […]

  • herman-deru Sumsel Harus Jadi Contoh Penegakan Demokrasi Bermartabat

    HD : Sumsel Harus Jadi Contoh Penegakan Demokrasi Bermartabat

    • calendar_month Rabu, 26 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan penyerahan simbolis mobil operasional Bawaslu RI kepada Korsek dan Komisioner Bawaslu Kab/kota di Prov.

  • Tindaklanjuti Rekomendasi BPK, Pemkab OKI Urut Pertama di Sumsel

    Tindaklanjuti Rekomendasi BPK, Pemkab OKI Urut Pertama di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah yang paling patuh menindaklanjuti rekomendasi atas laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) se Provinsi Sumatera Selatan, sebab sampai dengan Rabu, (8/7020) OKI menempati rangking pertama daerah yang melakukan tindaklanjut rekomendasi BPK RI. Atas hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan tahun 2019 dengan persentasi tindaklanjut mencapai […]

  • Juli 2018, ITRC Sebut 22.408.258 Data Hilang Akibat Kejahatan Siber

    Juli 2018, ITRC Sebut 22.408.258 Data Hilang Akibat Kejahatan Siber

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Identity Theft Resource Center (ITRC) mengungkap sampai bulan Juli 2018 telah terjadi 668 kasus kejahatan siber dengan total data hilang mencapai 22.408.258 dari seluruh kategori. Penyedia produk pada bidang keamanan IT ESET turut menanggapi masalah tersebut, bahwa besarnya data yang hilang menunjukkan rentannya pertahanan banyak korporasi dunia terhadap serangan melalui jaringan. “Penerapan […]

expand_less
WordPress Archive Safir – A WordPress Blog Theme Safir – Jewelry Store WooCommerce Elementor Template Kit Safira – Food & Organic WordPress Theme Safira – Physiotherapy Elementor Template Kit Sagen – Single Property and Apartment Complex WordPress Theme Sahifa – Responsive WordPress News / Magazine / Blog Theme Sailing – Hotel WordPress Theme Saja – Minimal Agency & Portfolio WordPress Theme + RTL Sakuri – Asian Restaurant and Sushi WordPress Theme SalePro POS, Inventory Management System, HRM & Accounting