Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » SMB II Kembali Internasional, Giliran Kreativitas yang Bicara?

SMB II Kembali Internasional, Giliran Kreativitas yang Bicara?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
  • visibility 959
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Setelah lama menunggu, akhirnya langit Sumatera Selatan kembali bergema dengan deru jet internasional. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang resmi membuka kembali rute reguler internasional perdana Palembang–Kuala Lumpur bersama AirAsia, sebuah langkah maju yang layak disambut hangat, namun jangan sampai tepuk tangannya lebih keras dari kerja kita menyambut peluang ini.

Dulu, Palembang bisa dibilang seperti rumah megah di ujung lorong sempit, cantik tapi susah dijangkau. Kini, lorong itu mulai dibuka, tapi pertanyaannya apakah tamunya akan betah berkunjung?. Pembukaan rute internasional ini ibarat membuka pintu depan rumah kepada dunia, namun membuka pintu saja tidak cukup, kreativitas adalah kunci utama setelah pintu itu terbuka. Inilah saatnya Sumsel tidak hanya jadi destinasi, tapi jadi pengalaman.

Jangan biarkan pengunjung keluar dari pesawat dengan rasa penasaran, lalu pulang dengan rasa kecewa. Rute luar sudah dibuka, kini tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi, kota dan daerah lain di Sumsel mengisinya dengan sambutan hangat, cerita menarik, produk lokal yang unik, dan atraksi wisata yang berkesan. Tanpa kreativitas, bandara internasional hanya akan menjadi terminal transit, bukan terminal kenangan.

Lihatlah Thailand, Bandara Phuket tak hanya sibuk mengantar orang pulang, tapi juga membawa pulang pundi-pundi devisa dari turis asing. Bahkan bandara Krabi yang mungil bisa menarik turis Eropa karena konsisten menjual pantai, kuliner, dan paket pengalaman lokal dari tuk-tuk hingga yoga sawah.

Kota Jogja bahkan lebih berani, Bandara YIA yang letaknya ndelik di Kulon Progo saja bisa mendatangkan turis luar dengan branding kuat wisata budaya, candi, kuliner, dan even kreatif. Jogja paham bahwa membuka bandara Internasional bukan hanya soal izin terbang, tapi juga soal menyiapkan alasan kuat kenapa orang harus datang dan betah tinggal meski hanya semalam.

Hoi An di Vietnam, kota kecil, tak punya bandara sendiri, tapi sanggup mendatangkan jutaan wisatawan dengan lampion dan nuansa nostalgia. Di sana, kisah masa lalu dikemas dengan nuansa kekinian. Sungai kecil jadi jalur perahu romantis, jalan sempit jadi surganya foto Instagram dan kreativitas mengalahkan keterbatasan.

Atau George Town di Penang, Malaysia, yang menjual mural di tembok tua dan festival makanan kaki lima. Mereka paham bahwa wisata bukan soal gedung megah, tapi soal identitas yang dihidupkan.

Di dalam negeri, kita bisa berkaca pada Banyuwangi, dulu cuma dikenal karena ketel uap ferry ke Bali. Tapi dalam satu dekade, daerah ini jadi sorotan dunia dengan branding “Sunrise of Java” yang kuat. Festival budaya, digitalisasi UMKM, dan event internasional mereka rangkai terus-menerus. Bandara kecilnya pun pelan-pelan jadi pintu utama turis dari luar negeri.

Danau Toba, yang dulu tidur panjang sebagai danau luas nan sepi, kini perlahan dibangunkan lewat aksesibilitas dan promosi terpadu sebagai Destinasi Super Prioritas. Tak perlu menunggu sempurna, cukup konsisten dan kreatif.

Padahal Sumatera Selatan tak kekurangan potensi. Bukit Serelo di Lahat, Danau Ranau di OKU Selatan, air terjun Temam di Lubuklinggau, hingga kuliner khas seperti pempek, tekwan, model, dan martabak HAR bisa menjadi magnet. Tapi promosi kita lemah. Media sosial kita sepi konten. QR code di tempat wisata entah mengarah ke mana. Tour guide-nya lebih sering pakai Google Translate daripada pakai senyum.

Palembang sendiri punya Jakabaring Sport City (JSC), kawasan olahraga berstandar internasional. Stadion, arena dayung, aquatic center semuanya tinggal dipoles dan dipromosikan. Bisa jadi tuan rumah even Asean atau kejuaraan regional. Tapi sayangnya, kadang kita lebih sibuk bangga dengan yang “sudah pernah” terjadi (Asian Games 2018) daripada memikirkan apa lagi yang “akan datang”. dan obyek lainnya yang bisa bikin pelancong luar menarik.

Bukan sebaliknya, bahkan  menariknya (atau justru menggelitik), ketika rute ini dibuka, justru warga Palembanglah yang paling semangat memanfaatkan kesempatan ini untuk wisata ke luar negeri, medical check-up di Melaka, atau belanja di Pavillion Mall. Tiket promo ludes bukan karena wisatawan asing mau datang ke Palembang, tapi karena warga lokal sudah pegang koper, paspor, dan daftar oleh-oleh dari Malaysia. Lucu, tapi nyata.

Padahal logikanya sederhana rute ini mestinya bukan cuma jalan keluar, tapi juga pintu masuk. Sayangnya, sambutan kita masih seperti rumah baru direnovasi tapi belum diisi perabot. Kalau wisatawan asing datang, apa yang akan mereka lihat? Selain pempek dan Sungai Musi, masih terlalu sedikit narasi yang bisa dibanggakan dalam satu paket pariwisata yang rapi dan menarik.

Pepatah bijak mengatakan, “Dimana ada jalan, harus ada tujuan”. Kini jalan ke Palembang sudah ada, tinggal kita yang menentukan, apakah wisatawan hanya akan menjadikan kota ini tempat transit belaka atau benar-benar destinasi utama.

Momentum

Sebagai perbandingan, Bali bukan hanya terkenal karena bandara internasionalnya, tapi karena tiap sudutnya menawarkan cerita, tiap evennya dikemas global, dan tiap pengalaman turisnya dipikirkan sampai ke hal kecil dari kopi pagi hingga sunset sore.

Sudah saatnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berpikir lebih strategis. Jadikan pembukaan rute internasional ini sebagai momentum, bentuk tim kreatif lintas sektor pariwisata, seni budaya, UMKM, olahraga, dan perhubungan. Adakan even seni-budaya tiap bulan di Jakabaring. Tawarkan paket City Tour Palembang-Musi-JSC lewat kerja sama dengan AirAsia. Libatkan travel influencer, dan aktifkan media sosial berbahasa Inggris.

Dorong kampung wisata, revitalisasi sungai Musi, dan perbanyak ruang publik berstandar internasional. Kalau perlu, undang chef luar negeri untuk lomba masak pempek, atau adakan Palembang Water Festival di Sungai Musi. Kreativitas bukan pelengkap, tapi penentu apakah bandara ini jadi titik awal kejayaan, atau hanya jadi pengingat bahwa kita pernah punya mimpi.

Pintu ke luar negeri sudah dibuka, tapi jangan biarkan tamu datang, lalu bingung harus ke mana, kreativitas adalah tiket lanjutan agar pariwisata Sumsel bisa ikut terbang tinggi. Jangan biarkan rute internasional ini hanya jadi jalur pulang kampung atau foto seremonial semata. Bangun daya tarik yang otentik, siapkan destinasi yang rapi dan bersih, serta jadikan setiap sudut Sumsel layak dikisahkan kembali oleh wisatawan.

Jika Palembang dan Sumsel ingin dikenal dunia, maka dunia harus diajak menikmati pesonanya, bukan sekadar lewat iklan, tapi lewat pengalaman nyata yang membuat mereka ingin kembali. Karena ujung-ujungnya, bukan hanya soal siapa yang datang, tapi apa yang mereka ceritakan saat pulang. Rute SMB II jangan sampai hanya menjadi pintu keluar warga lokal untuk wisata dan berobat, tanpa ada yang datang balik membawa uang dan cerita ke Sumsel.

Pariwisata tak akan hidup hanya dari baliho dan niat baik, ia perlu dikawal dengan ide segar, paket wisata menarik, promosi konsisten, dan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas, bahkan seniman lokal harus duduk bareng merancang konsep yang menjadikan Sumsel bukan sekadar tujuan transit, tapi tempat yang layak diceritakan ulang. Karena dalam dunia pariwisata modern, yang mahal bukan tiketnya, tapi kesan dan pengalaman. Provinsi Sumsel harus berani jadi Provinsi  yang dikenang, bukan sekadar dilalui.

Dunia kini menengok ke arah kita, tapi jangan sampai saat mereka datang, mereka tak menemukan alasan untuk tinggal lebih lama. Sumsel harus segera menata cerita dan menyajikan rasa agar penerbangan internasional tak hanya mengantar ke luar, tapi juga mengundang masuk.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lurah Pulokerto “Hilang dari Radar Saat Sidak”, Kini Resmi Dipindah Jadi Staf – Awas, Yang Lain Jangan Ikutan-ikutan Lenyap!

    Lurah Pulokerto “Hilang dari Radar Saat Sidak”, Kini Resmi Dipindah Jadi Staf – Awas, Yang Lain Jangan Ikutan-ikutan Lenyap!

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Drama absennya Lurah Pulokerto saat inspeksi mendadak (sidak) berakhir dengan ‘plot twist’, beliau tak lagi menjabat lurah! Setelah viral karena diduga “menghilang dari radar” saat Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, datang mengecek kantor lurah pada 8 Maret 2025, Alhasil, kursi lurahnya pun amblas, kini ia resmi dimutasi menjadi staf di Kantor Kecamatan Gandus. “Ya, […]

  • Percepat Pasarkan Produk Desa, Wamen Laksanakan Pertemuan

    Percepat Pasarkan Produk Desa, Wamen Laksanakan Pertemuan

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (1/4). Pertemuan tersebut membahas upaya mempermudah akses pemasaran produk-produk desa. Wamen Budi Arie mengatakan, produk-produk desa semakin hari semakin menunjukkan kuantitas dan kualitas yang cukup signifikan. Namun menurutnya, […]

  • Gempa Bumi 5.0 SR Guncang Klungkung Bali

    Gempa Bumi 5.0 SR Guncang Klungkung Bali

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Gempa kali ini tidak menimbulkan adanya tsunami

  • Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA, Ini Nama dan Utusan Daerahnya

    Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA, Ini Nama dan Utusan Daerahnya

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA). 15 imam ini diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dengan penerbangan reguler Pesawat Ettihad nomor EY 475, akhir pekan lalu. “Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi […]

  • Begini Kata Wagub Terkait Antisipasi Karhutla di Sumsel

    Begini Kata Wagub Terkait Antisipasi Karhutla di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    “Kita sudah membentuk 171 Desa Peduli Api di kawasan Karhutla. Diantaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muba dan Banyuasin,”sambungnya.

  • Besok, Bupati Banyuasin Salurkan Bantuan Untuk Korban Puting Beliung

    Besok, Bupati Banyuasin Salurkan Bantuan Untuk Korban Puting Beliung

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin melalui Dinas BPBD dan Dinas Sosial, serta Camat Banyuasin I Noffaredy, S.Sos. MM meninjau lokasi bencana angin puting beliung, yang merusak atap lima rumah warga di Desa Sungai Gerong Dusun III Rt.09 Kab.Banyuasin, Selasa (29/10/2019). Meski demikian, jelas ia masih syukur Alhamdullilah karena bencana tersebut tidak merekrut korban jiwa. “Saya menyampaikan pesan Bupati Askolani, agar […]

expand_less
WordPress Archive CROX | Esports & Gaming WordPress Theme Crptiam – Cryptocurrency WordPress Theme Crust – Multipurpose WordPress Theme Crux – A modern and lightweight WooCommerce theme Cryptcio – Innovative WordPress Theme Cryptcon | ICO, NFT And Crypto WordPress Theme Cryptech – ICO and Cryptocurrency WordPress Theme Crypterio – ICO Landing Page and Cryptocurrency WordPress Theme Crypterio – NFT and Crypto Landing Page WordPress Theme CryptiBIT – Technology, Cryptocurrency, ICO/IEO Landing Page WordPress theme