Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Masjid Makmur Dimulai dari Keikhlasan

Masjid Makmur Dimulai dari Keikhlasan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 819
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di dunia yang makin gemerlap ini, kita sering kali lebih sibuk nyari masjid yang bagus, bukan masjid yang makmur. Ubinya harus Spanyol, karpetnya Turki, sound system-nya kayak studio podcast artis. Tapi… makmurnya? Masih kalah sama pos ronda. Pengajian sepi, Salat berjamaah bisa dihitung jari, marbotnya ngopi sendiri. Padahal yang utama itu bukan masjid bagus, tapi masjid makmur.

Jumat kemarin, udara Kalidoni mendadak sejuk bukan karena pendingin ruangan, tapi karena  Masjid Al-Hidayah kedatangan Wali Kota Palembang, Pak Ratu Dewa. Acaranya komplit Salat Jumat berjamaah, penandatanganan batu prasasti, dan yang bikin jamaah senyum semringah, komitmen memberi insentif Rp500 ribu untuk para marbot se-Kota Palembang.

Tentu kita sambut dengan takbir dan tepuk tangan spiritual. Tapi eh… jangan sampai niat baik ini dikaburkan oleh drama bernuansa “yang kerja si B, yang tercatat si A, yang nerima honor si C.” Bisa-bisa nanti marbotnya kayak sinetron stripping banyak plot twist dan aktornya gonta-ganti tiap episode!.

Marbot itu profesi yang sering luput dari perhatian, tapi keberadaannya vital, dari nyalain speaker subuh, motong rumput halaman masjid, sampai ngurus tikus yang nyelip di laci mimbar. Dan mereka, kebanyakan, melakukan itu semua dengan satu alasan lillah ta’ala karena cinta, bukan karena cuan.

Tapi ya… kalau ada tambahan insentif, tentu itu bentuk apresiasi, bukan sogokan. Yang penting, jangan sampai kebijakan ini justru jadi ladang rekayasa spiritual, marbotnya cuma ada di data Excel, tapi wujudnya hilang seperti makmum ghaib kalau kayak gitu, namanya bukan memakmurkan masjid, tapi memakmurkan oknum.

Mari kita kembali ke ruh dasar masjid, bangunan boleh sederhana pakai seng bekas dan karpet tipis sumbangan RT, tapi kalau isinya aktif, jamaahnya ramai, pengajiannya jalan terus, maka masjid itu jauh lebih mulia dari masjid yang megah tapi sepi, kayak mal habis lebaran.

Sebab, kenyataannya banyak masjid kita yang kubahnya menyilaukan, toilet wudunya bersih mengilap, pengeras suaranya jernih kayak konser di gedung pertunjukan tapi sayang, tata kelola dan manajemennya kaki lima. Uang kas nggak jelas, siapa pengurus harian saja masih debat, dan marbotnya sering kali kerja sendiri sambil mengelus dada.

Perumpamaannya begini lebih baik punya rumah papan yang selalu ramai kumpul keluarga, daripada rumah tiga lantai yang penghuninya saling kunci kamar. Masjid pun begitu. Mau ubinnya bukan dari Italia, kipasnya bunyinya “ngiiiing”, nggak masalah. Yang penting ada yang ngaji, ada yang dzikir, ada yang bersih-bersih tanpa pamrih.

Program Pemkot memberi insentif marbot ini patut kita dukung, tapi tentu saja harus dibarengi dengan pendataan yang benar-benar jujur dan fair. Jangan asal setor nama, lalu dibagi-bagi kayak amplop kawinan. Validasi di lapangan penting. Cek siapa yang betul-betul tiap hari nyapu masjid, bukan yang cuma mampir kalau ada pejabat datang.

Kalau sistem ini lepas kontrol, nanti muncul marbot-musiman. Saat ada honor, semua mendadak jadi marbot. Tapi giliran kipas rusak dan tikar bau, pada menghilang bagaikan sandal jamaah habis Salat Jumat.

Masjid makmur bukan lahir dari megahnya bangunan, tapi dari kuatnya komunitas, ikhlasnya pelayanan, dan hadirnya kegiatan ibadah. Maka dari itu, kita harus jaga marwah program ini. Insentif boleh jalan, tapi semangat lillah tetap utama.

Dan jangan sampai di kemudian hari marbot jadi sekadar status sosial baru, lengkap dengan lobi-lobi untuk dapat jatah. Marbot bukan jabatan, tapi ladang pahala. Jadi, biarlah yang mencatat di langit itu malaikat, bukan bendahara kelurahan yang keliru entry.

Kita doakan, semoga Masjid Al-Hidayah dan semua masjid lainnya makin makmur, makin semarak, dan makin bersahaja karena sejatinya, masjid yang kecil tapi hidup, lebih mulia daripada masjid besar yang kosong seperti hati mantan yang sudah move on.

Dan kembalikan makna masjid sebagai rumah bersama tempat hati berlabuh, tempat ruhani diisi, dan tempat silaturahmi tak pernah putus. Jangan sampai masjid hanya jadi bangunan arsitektur instagramable, tapi miskin interaksi dan penuh kekisruhan.

Kita sepakat, masjid yang makmur jauh lebih berharga daripada masjid yang sekadar mewah sebab kemakmuran masjid tidak diukur dari seberapa tinggi kubahnya atau seberapa kinclong karpetnya, tapi dari seberapa banyak orang yang tersentuh oleh kegiatan, pelayanan, dan suasana yang teduh di dalamnya.

Tentu saja, marbot, para penjaga sunyi itu adalah bagian penting dari denyut nadi masjid serta beri mereka haknya, tanpa perlu ada drama “Tiga Serangkai” yang kerja satu, yang daftar satu, yang terima… satu keluarga!.

Kalau masjid kita rawat bersama, dikelola dengan baik, dan diisi dengan keikhlasan, Insya Allah, bukan cuma masyarakat yang sejuk, tapi juga langit ikut tersenyum karena di situ ada tanda masjid tak hanya hidup, tapi menghidupkan. Aamiin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertambah 3 Kasus Sembuh, 1 Positif di Muba, Ini Rinciannya Sebut Jubir Gugus Tugas

    Bertambah 3 Kasus Sembuh, 1 Positif di Muba, Ini Rinciannya Sebut Jubir Gugus Tugas

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, mengkonfirmasi penambahan 3 kasus sembuh dan 1 positif.  “Ada penambahan 3 kasus sembuh dan 1 positif per 21 Juni 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes, Senin (21/6/2021). Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 1594 Laki-laki usia 1 bulan asal Dusun IV […]

  • Tahun Baru, Ayo Nonton Festival Rakyat di Jakabaring

    Tahun Baru, Ayo Nonton Festival Rakyat di Jakabaring

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.253
    • 0Komentar

    Pada festival ini, warga akan dimanjakan dengan meriah festival lampion dan pertunjukan musik, dan diakhiri dengan Festival kembang Api

  • RPJMD Sudah Disepakati, Tinggal “Nyalakan Kompor Pembangunan”

    RPJMD Sudah Disepakati, Tinggal “Nyalakan Kompor Pembangunan”

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di tengah hari yang cerah dan tak ada hujan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama DPRD duduk satu meja, bukan buat makan pempek, tapi menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD 2025–2029. Istilah gampangnya, ini seperti dua orang tua sepakat bikin daftar belanja lima tahun ke depan buat anak-anak mereka yang bernama “warga Sumsel”, jumat [16/5/2025]. […]

  • Festival Anak Saleh, Ciptakan SDM  Sumsel Yang Berakhlak Mulia

    Festival Anak Saleh, Ciptakan SDM Sumsel Yang Berakhlak Mulia

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru tak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat melepas Khafilah Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Nasional Tahun 2022 Sumsel, di Auditorium Bina Praja, Kamis (24/3) pagi. Sebanyak 48 utusan dilepas untuk mengikuti FASI XI Tingkat Nasional yang digelar di Sumsel, Palembang sebagai tuan rumah. “Bahagia sekali Saya. Kenapa? karena untuk menjadi […]

  • Pjs Walikota Palembang : Pendapatan Kota Palembang Meningkat Jelang Asian Games

    Pjs Walikota Palembang : Pendapatan Kota Palembang Meningkat Jelang Asian Games

    • calendar_month Selasa, 3 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – PJS Walikota Palembang, H. Akhmad Najib mengatakan, hadir mengikuti sosialisasi Asian Games kali ini sebanyak 1500 orang masyarakat dari 6 kecamatan di Kota Palembang, hadir juga 37 Lurah dari masing masing kecamatan. Menurutnya, kedatangan masyarakat tersebut sebagai tindak lanjut dari keinginan masyarakat sendiri untuk bersilaturahmi dan menerima arahan langsung dari Gubernur Sumsel […]

  • Kurangi Kegiatan Hingga Kunker

    Kurangi Kegiatan Hingga Kunker

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.721
    • 0Komentar

    PASCA merebaknya virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia termasuk Indonesia, sejumlah pihak termasuk DPRD Sumsel sendiri, akan mengurangi aktifitas diluar pertemuan, hingga kunjungan kerja (Kunker) keluar provinsi. Dimana salah satunya menurut Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, yaitu kunker ke Provinsi DKI Jakarta, yang dianggap jadi salah satu daerah sebaran virus corona paling tinggi di […]

expand_less
WordPress Archive Industry Press – Factory and Industrial Business WordPress Theme Industry – WordPress Theme for Factory and Industrial Business Industryall – Industrial & Factory WordPress Theme Industryo – Construction Induzy – Factory & Industrial WordPress Theme Inestit – Private Investigator WordPress Theme Inexus Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Inez – Clean Portfolio & Agency WordPressTheme Infetech – IT Services WordPress Theme Infine – Life Coach and Business Coach WordPress Theme